You are on page 1of 1

RENCANA STRATEGIS DINAS KESEHATAN KAB BANTUL TAHUN 20112015

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Program terpadu untuk mengetahui perilaku masyarakat tentang kesehatan
adalah Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). PHBS merupakan
sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakat. Survey PHBS memberikan penilaian pada beberapa tatanan
institusi yaitu rumah tangga, institusi kesehatan, institusi pendidikan, intitusi
tempat kerja, dan tempat tempat umum. Pendekatan Program PHBS lebih
dititikberatkan pada penilaian terhadap indikator perilaku di rumah tangga.
Survey PHBS di Rumah tangga merupakan upaya strategis untuk menggerakkan
dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk hidup bersih
dan sehat. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut :
Tabel 17
Strata PHBS Tatanan Rumah Tangga di Kabupaten Bantul Tahun 2005-2009
Strata
Dusun Sehat I

2005

2006

2007

2008

2009

Target

( Merah )

0.08

0.18

0.02

< 25 %

Dusun Sehat II ( Kuning )

4.25

2.24

3.4

2.02

25 49 %

Dusun Sehat III ( Hijau )

24.58

26.65

26.0

24.03

50 74 %

Dusun Sehat IV ( Biru )


71.09
Sumber : Laporan Bidang PMS

70.93

70.6

73.93

75 %

Informasi yang dapat dipetik dari Tabel 17 diatas adalah persentase dusun
PHBS berstrata IV mengalami kenaikan pada tahun 2009 apabila dibandingkan
pada tahun 2007 dan 2008. Walaupun terjadi kenaikan persentase dusun berPHBS, namun angka ini masih di bawah target. Hal ini terjadi karena penilaian
analisis indikator PHBS yang digunakan tidak sama dengan indikator PHBS
Nasional. Kabupaten Bantul menggunakan 20 indikator yaitu 10 indikator
nasional dan 10 indikator pengembangan lainnya. Analisis penilaian tingkat
rumah tangga untuk 20 indikator yaitu apabila minimal 75 % terpenuhi maka
rumah tangga dinilai ber-PHBS. Untuk penilaian indikator tingkat nasional, dari
10 indikator apabila salah satu indikator tidak terpenuhi maka suatu rumah
tangga dinilai tidak ber-PHBS. Dari perbedaan penilaian analisis indikator PHBS
ini menyebabkan persentase akhir di Kabupaten Bantul menjadi lebih kecil.
Pentahapan seluruh Desa Siaga di Kabupaten Bantul masih termasuk
dalam kategori pratama dan PHBS belum menjadi budaya masyarakat Bantul.