You are on page 1of 17

Pemanfaatan Azolla sebagai Pupuk Hijau

Dibuat untuk melengkapi tugas Sistematika Tumbuhan

Tim Penulis:

Ani Mubayyinah

112210101047

Liza Fairus

112210101055

Nurul Ani

112210101062

Elly Febri

112210101071

Dewi Citrasari

112210101089

BAGIAN BIOLOGI FARMASI


UNIVERSITAS JEMBER
DESEMBER 2012

DAFTAR ISI

Contents
DAFTAR ISI................................................................................................................................ii
BAB I...........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.......................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................1
1.2 Rumusan masalah.................................................................................................................1
1.3 Tujuan...................................................................................................................................2
TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................................................3
3.1 Morfologi...............................................................................................................................7

3.2 Anatomi..................................................................................................................................8
3.3 Aktifitas Biologi Azolla sp.....................................................................................................8
3.3 Nilai Ekonomi........................................................................................................................9
3.4 Kemotaksonomi...................................................................................................................10
PENUTUP..................................................................................................................................11
4.1 Kesimpulan..........................................................................................................................11
4.2 Saran....................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jenis tumbuhan ini pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang sangat
pesat , terdapat ribuan jenis tumbuhan yang ada di bumi. Salah satu jenis tumbuhan adalah
pteridophyta. Tumbuhan Paku (Pteridophyta) merupakan tumbuhan berpembuluh yang
memiliki akar, batang dan daun sejati serta berkembang biak dengan spora. Azolla merupakan
salah satu genus dari tumbuhan pteridphyta. Azolla adalah nama tumbuhan paku-pakuan
akuatik yang mengapung di permukaan air. Azolla sangat kaya akan protein, asam amino
esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan Beta- Carotene), mineral seperti kalsium,
fosfor, kalium, zat besi, dan magnesium. Berdasarkan berat keringnya, mengandung 25 35%
protein, 10 15% mineral dan 7 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer.
Sementara kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Azolla dikenal mampu
bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen langsung dari
udara. Potensi ini membuat Azolla digunakan sebagai pupuk hijau baik di lahan sawah
maupun lahan kering. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju
pertumbuhan 35% tiap hari . Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini, yaitu : A.
Caroliniana, A. Microphylla, A. Nilotica, A. Pinnata var.pinnata, A.pinnata var.imbricata, A.
Filiculoides, A. Mexicana dan A. Rubra .

1.2 Rumusan masalah

Bagaimana ciri-ciri morfologi dari genus Azolla?

Bagaimana anatomi dari genus Azolla?

Bagaimana kemotaksonomi dari genus Azolla?


4

Apa saja aktivitas biologis dari genus Azolla?

Spesies-spesies apa saja yang memiliki manfaat ekonomi ataupun Farmasi?

1.3 Tujuan

Untuk mengetahui ciri-ciri morfologi dari genus Azolla

Untuk mengetahui anatomi dari genus Azolla

Untuk mengetahui kemotaksonomi dari genus Azolla

Untuk mengetahui aktivitas biologis dari genus Azolla

Untuk mengetahui spesies-spesies yang memiliki manfaat ekonomi maupun Farmasi

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling


sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem
transpor internal dan hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar
dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat
xilem dan floem). Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa
rimpang, sangat pendek, ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau
paku tiang. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung.
Beradasarkan bentuk dan ukuran dan susunannya daun tumbuhan paku dibedakan
menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil bentuk kecil atau bersisik, tidak bertangkai, tidak
bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel. Makrofil daun besar, bertangkai,
bertulang daun, bercabang-cabang, sel telah terdiferensiasi. Berdasarkan fungsinya daun
tumbuhan paku dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Tropofil merupakan daun yang
khusus untuk asimilasi atau fotosintesis. Sporofil berfungsi untuk menghasilkan spora.

Spora tumbuhan paku dibentuk

dalam kotak spora (sporangium). Kumpulan

sporangium disebut sorus. Sorus muda sering dilindungi oleh selaput yang disebut indusium.
Berdasarkan macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga yaitu
paku homospora (isospora), paku heterospora dan paku peralihan. Paku

homospora

menghasilkan satu jenis spora (ex Lycopodium/paku kawat). Paku heterospora menghasilkan
dua jenis spora yang berlainan yaitu megaspora (ukuran besar) dan mikrospora (ukuran kecil)
(ex Marsilea/semanggi dan Selaginella/paku rane). Paku peralihan merupakan peralihan
antara homospora dan heterospora menghasilkan spora pbentuk dan ukurannya sama tetapi
berbeda jenis kelamin (ex Equisetum debile/paku ekor kuda).Tumbuhan paku bereproduksi
secara aseksual (vegetatif) dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah
anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi seksual
(generatif)

melalui

pembentukan

sel

kelamin

jantan/spermatozoid

(gametangium

jantan/anteridium) dan sel kelamin betina/ovum (gametangium betina/arkegonium). Seperti


pada lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis. Metagenesis
tersebut dibedakan antara paku homospora dan heterospora.
Warga tumbuhan paku amat heterogen, baik ditinjau dari segi habitus maupun cara
hidupnya, lebih lebih bila diperhitungkan pula jenis paku yang telah punah. Ada jenis jenis
paku yang sangat kecil dengan daun daun yang kecil kecil pula dengan struktur yang
masih sederhana, ada pula yang besar dengan daun daun yang mencapai ukuran panjang
sampai

atau lebih dengan struktur yang rumit. Tumbuhan paku purba ada yang mencapai tinggi
sampai 30 m dengan garis tengah batang sampai 2 m, dari segi cara hidupnya ada jenis jenis
paku yang hidup teresterial (paku tanah), ada paku epifit, dan ada paku air. Dimasa yang silam
(jutaan tahun yang lalu), hutan hutan di bumi kita terutama tersusun atas warga tumbuhan
paku yang berupa pohon pohon yang tinggi besar, dan kita kenal sisa sisanya sekarang
sebagai batu bara. Jenis jenis yang sekarang ada jumlahnya relative kecil (lebih kecil bila
dibandingkan dengan jumlah warga divisi lainnya) dapat dianggap sebagai relic (peninggalan)
suatu kelompok tumbuhanyang dimasa jayanya pernah pula merajai bumi kita ini, yaitu dalam
zaman paku (Palaeozoicum). Jenis jenis yang sekarang masih ada sebagian besar bersifat
higrofit namun ada pula yang bersifat hidrofit. Mereka lebih menyukai tempat tempat yang
teduh dengan derajat kelembaban yang tinggi. Azollaceae merupakan salah satu marga dari
7

pteriodophyta

yang

bersifat

hidrofit

yang

hidup

di

permukaan

air.

Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku air mengapung suku Azollaceae.
Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Suku Azollaceae sekarang dianjurkan
untuk digabungkan ke dalam suku Salviniaceae, berdasarkan kajian morfologi dan molekular
dari Smith . Azolla juga merupakan paku air mini ukuran 3-4 cm yang bersimbiosis dengan
Cyanobacteria pemfiksasi N2. Simbiosis ini menyebabkan azolla mempunyai kualitas nutrisi
yang baik. Karakter vegetatif yang paling berguna untuk identifikasi Azolla dikaitkan dengan
trikoma pada permukaan bawah daun dari lobus daun dorsal.

Fig. 1. Leaf trichomes of the five species of section Azolla: A) questionable A. filiculoides
(1023), B) A. filiculoides (1005), C) A. rubra (6502), D) questionable A. rubra (6003), E) A.
mexicana (2002), F) A. caroliniana (ADUL 45), G) A. rnicrophylla (4001), H) A.
caroliniana (3001), and 1) A. filiculoides (1026). t = apical trichorne cell, p = pedicel cell.

Berbagai Azolla dari koleksi plasma nutfah dari International Rice Research Institute
dan Washington State University, di teliti dan diklasifikasikan dengan elektroforesis enzim
8

dan berdasarkan morfologi daun trikoma. Azolla filiculoides adalah khas enzimatis dan juga
diidentifikasi dengan mengandalkan trikoma bersel satu yang menonjol. Aksesi Neotropical
digolongkan sebagai Azolla filiculoides terbukti menjadi anggota spesies lainnya. Dua
kelompok isolate ditunjuk sebagai Azolla rubra, yang di Jepang diidentifikasi sebagai Azolla
filiculoides. Azolla rubra di Australia-Selandia Baru memiliki biokimia unik dan memiliki
lebih sedikit

protuber-semuttrikoma dibandingkan dengan Azolla

filiculoides.

Azolla

microphylla, Azolla mexicana, dan Azolla carolininia secara fenotip sama, tapi Azolla
microphylla diidentifikasi dari yang lain dalam pola pita enzim tertentu. Azolla mexicana dan
Azolla carolininia yang terkait erat enzimatis memiliki trikoma daun bersel dua. Dari ketiga
spesies tersebut serupa dalam ukuran dan bentuk.
Azolla Mexicana dan A.. carolininia, berdasarkan trikomanya, harus dibedakan oleh sel
pedicel luas. Karakter diagnostik hanya sebagian efektif dalam menentukan bahwa mereka
dengan sel pedicel luas selalu anggota Azoola mexicana atau Azolla carolininia dan tidak
pernah Azolla mikrophylla. Namun, sel-sel apikal seringkali memiliki ukuran yang antara tiga
spesies tersebut.
Tiga spesies

Azolla microphylla, Azolla mobiloliniana, dan Azolla Mexicana

bergerombol erat dan tidak mudah didefinisikan. Kombinasi komponen utama I dan I11
menunjukkan pemisahan phenetic lebih baik dari komponen I dan 11, dan mereka hanya
mewakili 18,6% dari total variasi dari matriks korelasi. Azolla filiculoides adalah yang paling
mudah dilihat dari lima spesies dengan zymograms nya. Azolla Filiculoides berbeda dari
Azolla rubra, yang khas lainnya spe-cies, melalui enzim dan oleh trikoma daunnya yang relatif
lebih menonjol ke sel epidermis lain sesuai dengan kunci trikoma. Namun, beberapa aksesi
Azolla filiculoides memiliki trikoma dalam beberpaa ukuran sel . Azolla rubra, kadang-kadang
diklasifikasikan sebagai berbagai Azolla filiculoides.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Morfologi
Azolla sp merupakan tanaman paku-pakuan akuatik yang mengapung di permukaan air
dan termasuk dalam family Salviniaceae tetapi ada juga yang menamakan family Azollaceae.
Genus azolla dikelompokkan menjadi dua yaitu euazolla dan rizosperma. Secara alami habitat
azolla terdapat di kolam kolam, tempat tergenang danau, sungai, saluran air maupun tanaman
padi. Azolla berasal dari bahasa latin, yaitu azu yang berarti kering dan ollyo yang berarti
10

mati. Tanaman ini akan mati bila dalam keadaan kering. Azolla termasuk herba berukuran
kecil yang hidup secara terapung bebas di air.
Akar
Rhizoma pada tumbuhan ini merambat pendek, bercabang artenately, dengan banyak akar
yang tenggelam di dalam air dan akar- akar ini akan rontok pada usia tua.
Batang
Batang pada tumbuhan ini batangnya kecil, bercabang dan pada batang-batang yang pendek
dapat berubah menjadi sporakarpium yang di selubungi oleh suatu bagian daun yang terapung
Daun
Daun pada tumbuhan ini dibedakan atas lembar daun atas dan bawah. Lembar daun atas lebih
tebal, sisi atasnya berpapila dan berwarna hijau sedangkan lembaran daun bawah agak tipis
dan pucat. Letak daun tersebut bersalang-seling, lembar daun atas terapung pada permukaan
air, sedangkan lembar daun bawah tenggelam di bawah permukaan air yang ikut berperan
dalam penyerapan air.

3.2 Anatomi
(Tidak Ada)
3.4 Aktifitas Biologi Azolla sp
Azolla sp merupakan bahan organic kompos yang banyak mengandung nitrogen tinggi
dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Seperti halnya tanaman leguminosea,
Azolla sp mampu menambat N2 udara karena berasosiasi dengan Anabaena azollae sebagai
penambat nitrogen yang hidup di dalam rongga daun azolla sp. Dimana A. azollae mempunyai
sel heterosis yang di dalamnya mengandung enzim nitrogenase yang akan membantu dalam
memfiksasi N2 dari udara. Enzim nitrogenase akan mengubah nitrogen hasil fiksasi menjadi
ammonia yang selanjutnya di angkut ke Azolla. Azolla akan mengubah ammonia menjadi
asam amino yang nantinya akan dipergunakan oleh tanaman dalam fotosintesis. Azolla sangat
11

kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan Beta-Carotene),
mineral seperti fosfor 0,38-0,43%, kalium 2,5%, kalsium 1,0%, zat besi, dan magnesium.
Berdasarkan berat keringnya, mengandung 25 35% protein, 10 15% mineral dan 7 10%
asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Sementara kandungan karbohidrat dan lemak
Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai
pakan ikan, ternak, dan unggas. Ternak dengan mudah dapat mencernanya, karena kandungan
protein yang tinggi dan lignin yang rendah. azolla juga dapat diberikan kepada berbagai hewan
ternak yang efektif sebagai pembersih air, hal ini membantu untuk mengurangi volatilisasi
amonia dari pupuk kimia dan dapat membantu pengendalian nyamuk biru. Dengan adanya
mindazbesi yang menggabungkan mina padi dengan azolla, selain menjadikannya sebagai
pakan perikanan, azolla juga dapat digunakan untuk peningkatan produksi padi. Salah satu
sumber N alternatif yang cocok untuk padi sawah adalah Azolla. Menambahkan bahan organik
dapat meningkatkan struktur dan kualitas tanah. Ketika pupuk hijau seperti azolla dimasukkan
ke dalam tanah dan mengalami pembusukan mereka menyediakan nutrisi untuk tanaman
tersebut. Azolla yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae dapat memfiksasi N2 di udara
sebanyak 70 90%. N2 yang ditambang oleh Anabaena dan terakumulasi dalam sel daun.
Azolla ini yang digunakan sebagai sumber N bagi padi sawah. Azolla tumbuh dan berkembang
lebih baik pada musim penghujan. Kemampuan Azolla untuk menciptakan tikar cahaya adalah
bukti bahwa Azolla dapat menekan pertumbuhan gulma lainnya. Dengan tingkat P dari 20
ppm, dan gizi lainnya serta faktor lingkungan tidak membatasi, berat badan azolla dapat
berlipat ganda setiap 24 jam. Penambahan pupuk setiap 8-10 hari untuk memaksimalkan
pertumbuhan Azolla sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma dengan cepat. Gejala
defisiensi P (kekurangan fosfor) meliputi daun berwarna merah , pertumbuhan menurun, dan
akar meringkuk. Jadi jika terjadi gejala-gejala tersebut maka perlu penambahan phosphor
scara berlebih.

3.4 Kemotaksonomi
(tidak ada)

12

3.5 Nilai Ekonomi


Genus azolla ini juga menghasilkan beberapa manfaat dan nilai ekonomi yang bisa di
budidayakan oleh masyarakat. Di bawah ini mejelaskan berbagai manfaat dari azolla dan juga
teknologi yang bisa diterapkan serta nilai ekonominya.
Manfaat Azolla:

Sumber pupuk hijau


Azolla adalah salah satu sumber pupuk hijau, karena mereka (1) mudah mineralisasi

(21 - 24 hari setelah inokulasi), (2) mampu memasok cukup N yang dibutuhkan oleh tanaman
(30 kg N / ha) dan (3) mampu mengurangi hilangnya N dari urea dan (4) bisa ditanam oleh
petani akan menggunakannya. Karena kemampuan tinggi Azolla untuk memperbaiki N 2 dalam
air, Azolla dapat menjadi sumber menjanjikan pupuk hijau untuk padi sawah. Selain nitrogen,
menyediakan unsur-unsur gizi lain ke dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, dan
mengurangi penguapan air dan kejadian gulma bila ditanam sebagai tanaman ganda. Ada bukti
bahwa Azolla yang baik sebagai pakan untuk ikan, unggas, dan ternak karena asam amino
seimbang, protein kasar 20,4-31,4%, lemak kasar 4,1-5,8% dan serat kasar 11-21%.
Menambahkan butiran Azolla 2% dengan pakan yang normal menghasilkan peningkatan
produksi telur pada unggas sekitar 4%..

Untuk media tanam


Penggunaan azolla sebagai pupuk, selain dalam bentuk segar, bisa juga dalam bentuk

kering dan kompos. Dalam bentuk kompos ini, Azolla juga baik untuk media tanam aneka
jenis tanaman hias mulai dari bonsai, suplir, kaktus sampai mawar. Untuk media tanaman hias,
selain digunakan secara langsung, kompos Azolla ini juga bisa dengan pasir dan tanah kebun
dengan perbandingan 3 : 1 : 1.

Pakan ternak dan ikan


Selain untuk pupuk dan media tanam, Azolla microphylla juga bisa dimanfaatkan

untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. Sebagai
13

pakan ternak, kan-dungan gizi Azolla cukup menjanjikan. Kandungan protein misalnya,
mencapai 31,25 persen, lemak 7,5 persen, karbo-hidrat 6,5 persen, gula terlarut 3,5 persen dan
serat kasar 13 persen. Dengan pemberian pakan berupa Azolla, terbukti ikan tetap bisa tumbuh
pesat. Di saat harga pupuk, pakan ternak dan ikan mahal seperti belakangan ini, tak ada
salahnya bila Azolla ini menjadi salah satu alternatif pilihan yang secara finansial cukup
menguntungkan. Baik digunakan sendiri secara langsung atau untuk dibisniskan. Azolla juga
bisa digunakan untuk campuran konsentrat sapi. Namun pada intinya manfaat dari masingmasing spesies azolla dalam bidang ekonomi intinya sama yaitu sebagai pengganti pupuk dan
alat bahan baku ternak. Karena Azolla mengandung nitogen, fosfat dan juga kalium dan juga
mengandung unsur-unsur mikro lain yang dibutuhkan oleh tanaman yang berpotensi sebagai
pupuk hayati untuk menunjang pertanian berkelanjutan.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari materi yang telah dibahas pada pembahasan,dapat diperoleh
kesimpulan sebagai berikut:
14

Azolla sp merupakan tanaman paku-pakuan akuatik yang mengapung di permukaan


air.. Akar Rhizoma pada tumbuhan ini merambat pendek, bercabang artenately, dengan
banyak akar yang tenggelam di dalam air dan akar- akar ini akan rontok pada usia
tua .Batang pada tumbuhan ini batangnya kecil, bercabang dan pada batang-batang
yang pendek dapat berubah menjadi sporakarpium yang di selubungi oleh suatu bagian
daun yang terapung. Daun pada tumbuhan ini dibedakan atas lembar daun atas dan
bawah. Lembar daun atas lebih tebal, sisi atasnya berpapila dan berwarna hijau
sedangkan lembaran daun bawah agak tipis dan pucat.

Azolla sp mampu menambat N2 udara karena berasosiasi dengan Anabaena azollae


sebagai penambat nitrogen yang hidup di dalam rongga daun azolla sp. Kemampuan
Azolla tersebut akan digunakan tanaman untuk berfotosintesis.

Nilai ekonomi dan farmasi dari genus Azolla adalah menjadi sumber menjanjikan
sebagai pupuk hijau untuk padi sawah. Selain menyuplai nitrogen, juga menyediakan
unsur-unsur gizi lain ke dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi
penguapan air dan kejadian gulma bila ditanam sebagai tanaman ganda. Juga baik
sebagai pakan untuk ikan, unggas, dan ternak. Menekan pertumbuhan gulma. Sebagai
tanaman hias air.

4.2 Saran
Berdasarkan uraian di atas saran yang dapat kami berikan antara lain:

Sebaiknya budidaya Azolla lebih ditingkatkan, karena banyak dari spesies-spesies dari
Azolla yang bermanfaat dalam bidang ekonomi.

15

Sebaiknya penelitian tentang khasiat Azolla perlu ditingkatkan mengingat Azolla yang
jumlahnya melimpah di Indonesia.

16

DAFTAR PUSTAKA
Azolla Utilization. 2012. Accessed December 25.
http://books.google.co.id/books/about/Azolla_Utilization.html?hl=id&id=VmFNJ5XvvVwC.

Peters, G. A., R. E. ToIA, D. Raveed, and N. J. Levine. 2006. THE AZOLLA-ANABAENA


AZOLLAE RELATIONSHIP. New Phytologist 80 (3): 583593.

RICHARD M. K. SAUNDERS and KEITH FOWLER. The Supraspeeific Taxonomy and


Evolution of the Fern Genus Azolla (Azollaceae) P1. Syst. Evol. 184: 175-193.

William J . Zimmerman. Classification of Azolla Spp ., Section Azolla Euphytica 43: 223232,.