You are on page 1of 11

Dalam menuliskan kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan

benar maka kita harus ketahui unsur-unsur yang biasanya dipakai


dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa Indonesia digunakan aturan
SPO atau SPOK (Subjek, Predikat, Objek atau Subjek, Predikat,
Objek, Keterangan).
Berikut beberapa unsur kalimat.
1) Subyek (S)
Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu
kalimat.
Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang
dibendakan.
Merupakan jawaban dari pertanyaan Siapa atau Apa.
Contoh :
o Luthfi adalah seorang pelajar di UIN SGD Bandung.
o NOAH adalah salah satu band besar di Indonesia.
2) Predikat (P)
Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
Merupakan jawaban dari pertanyaan Mengapa dan
Bagaimana.
Contoh :
o Van Persie bermain dengan baik.
o Dia pelari tercepat di Indonesia.
3) Objek (O)
Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan
predikat.
Biasanya terletak di belakang predikat.
Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
Ada dua macam objek, yaitu :
o Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa
kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari
perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :

a. Penderita
Contoh : Dia memukul-mukul tembok.
b. Penerima
Contoh : Luthfi memakai celana saya.
c. Tempat
Contoh : MU akan datang ke Indonesia.
d. Alat
Contoh : Pak Guru melempar penghapus ke arah dia.
e. Hasil
Contoh : Dia membuat patung Kuda.
o Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan
atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
a. Penderita.
Contoh : Andi memberikan Dewi bunga mawar.
b. Hasil.
Contoh : Dia membelikan orangtuanya rumah.
4) Keterangan (K)
Hubungannya dengan predikat renggang.
Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
Terdiri dari beberapa jenis :
o Keterangan Tempat
Contoh: NOAH akan mengadakan konser di Singapore.
o Keterangan Alat
Contoh: Abah memetik buah menggunakan tongkatnya.
o Keterangan Waktu
Contoh: Sinta akan tiba di Bandung pukul 12.00 WIB.
o Keterangan Tujuan
Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar sehat.

o Keterangan Cara
Contoh: Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
o Keterangan Penyerta
Contoh: Luthfi pergi bersama Robeey.
o Keterangan Similatif
Contoh: Budi memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
o Keterangan Sebab
Contoh: Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.
5) Pelengkap (Pel.)
Terletak di belakang predikat.
Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak
menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan
pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek
kalimat pasif, bukan pelengkap.
Contoh :
o Kibum memberikanku novel bagus.
o Hangeng menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
o Mahkota itu bertahtakan mutiara.
Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia
Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke
dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan
perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari
beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita
masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang
pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah
yang berlaku.
Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan
bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok
dalam struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu
dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan
kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun
pelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe
sebagai berikut.

1) Kalimat Dasar Berpola S P


Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat
kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata
sifat, atau kata bilangan. Misalnya:
o Mereka (S) sedang bekerja (P).
o pamannya (S) pemain bola (P).
2) Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek.
subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba
transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
Mereka (S) sedang menyusun (P) strategi penyerangan (O).
3) Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan
pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat
berupa verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa
nomina atau adjektiva. Misalnya:
Budi (S) beternak (P) ayam (Pel.).
4) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan
pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat
berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal,
dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
Dia (S) mengirimi (P) saya (O) surat (Pel).
5) Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus
memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek
berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif,
dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Mereka (S) berasal (P) dari Surabaya (K).
6) Kalimat Dasar Berpola S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan
keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat
berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal,

dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:


Kami (S) memasukkan (P) pakaian (O) ke dalam lemari (K).
7) Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap,
dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat
berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap berupa nomina
atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi.
Misalnya :
Ungu (S) bermain (P) musik (Pel.) di atas panggung (K).
8) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek,
pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa
nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina
atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal,
dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Dia (S) mengirimi (P) ibunya (O) uang (Pel.) setiap bulan (K).

Nomor7

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan polapolanya tidak sederajat. Salah satu pola menduduki sebagai induk
kalimat, sedangkan pola yang lain sebagai anak kalimat. Ada
beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat, anatara lain :
1.

Kalimat

majemuk

hubungan

waktu,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika,

setelah,

sampai,

manakala,

dan

Contoh

sebagainya.
:

a. sejak saya masih sekolah SD, ibu saya sudah mengajar di sana.
b. Sewaktu kakek datang kerumah, ayah sedang pergi ke kantor.
c. Manakala ibu datang, saya sedang sibuk dengan hewan piaraan
saya.

2.

Kalimat

majemuk

hubungan

syarat

Kalimat maemuk ini ditandai oleh konjungsi jika, seandainya,


andaikan,
asalkan,
apabila.
Contoh

a. Jika saya lulus nanti, ayahku akan memberikan saya hadiah.


b. Kami akan segera berangkat, seandainya hujan tidak turun
begitu
derasnya.
c. Hatiku bertambah ciut apabila aku teringat bahwa aku yang
tertua.

3.

Kalimat

majemuk

hubungan

tujuan

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar.

Contoh

a. Saya harus belajar sungguh-sungguh agar saya bisa naik kelas.


b. Kakak bercerita tentang harapannya supaya aku memiliki
pekerjaan
yang
lebih
layak.
c. Saya bekerja sampai malam biar anak saya dapat melanjutkan
sekolahnya.

4.

Kalimat

majemuk

hubungan

konsesip,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun,


biarpun,
kendatipun,
sungguhpun.
Contoh

a. Walaupun hatinya sangat sedih, ia tak pernah menampakannya


di
hadapan
ayahnya.
b. Hidup harus terus berjalan, meskipun banyak cobaan yang
menghadang.
c. Perjuangan berjalan terus, kendatipun musuh terus bergerak
menyerang.

5.

Kalimat

majemuk

hubungan

perbandingan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi daripada, ibarat,


seperti,
bagaikan,
laksana,
sebagaimana,
alih-alih.

Contoh

a. Daripada hanya berdiam diri dirumah, lebih baik membantu


orang
tua
di
sawah.
b. Bu santi menyayang semua
anak asuhnya seperti beliau

menyayang

anaknya

sendiri.

c. Perbedaan yani dan kakaknya bagaikan langit dan bumi.

6.

Kalimat

majemuk

hubungan

penyebaban,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kkonjungsi sebab, karena, oleh


karena.
Contoh

a. saya mengundurkan diri dari perusahaan, sebab saya ingin


melanjutkan
kuliah
saya.
b. Karena dua hari tidak masuk kantor, kakak mendapat surat
teguran dari atasannya.

7.

Kalimat

majemuk

hubungan

akibat,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjunggsi sehingga, sampaisampai,


maka.
Contoh

a. Andi menarik tali itu terlalu keras sehingga talinya putus.


b. Kakak berjalan terburu-buru sampai-sampai tidak menghiraukan
ada motor didepannya.

8.

Kalimat

majemuk

hubungan

cara,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kata penghubung dengan.


Contoh

a. Dengan cara menggendongnya, ibu itu menenangkan anaknya


yang
menangis.
b. Dengan alat seadanya, ia berusaha membuka koper itu.

9.

Kalimat

majemuk

hubungan

sangkalan,

Klimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakanakan.


Contoh

a. Suasana didalam rumah sangat gaduh, seolah-olah ada seratus


orang
didalamnya.
b. Daritadi dia hanya diam saja, seolah-olah tidak tahu apa yang
sedang terjadi.

10.

Kalimat

majemuk

hubungan

kenyataan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan.


Contoh

a. Para murid sudah datang daritadi, sedangkan belum satu


gurupun
yang
datang.
b. Adik menangis sangat keras, padahal hanya digigit semut.

11.

Kalimat

Klimat

majemuk

majemuk
ini

ditandai

hubungan

hasil

konjungsi

makanya.

oleh

Contoh

a. Hujannya sangat deras, makanya sungai diseberang rumah


meluap.
b.

Lantainya

12.

Kaimat

sangat

licin,

majemuk

makanya

kakak

hubungan

terpeleset.

penjelasan

Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa,


yaitu.
Contoh:

a. Ayah menjelaskan kepada ibu, bahwa hari ini ayah akan pulang
terlambat.
b. Ayah telah memanen pohon pisang, yaitu dengan parang yang
tajam.

13.

Kalimat

Kalimat

majemuk

Contoh

majemuk
in

ditandai

hubungan
dengan

konjungsi

atributif
yang.
:

a. Orang yang duduk disebelah ibu itu adalah kaka dari ayah.
b. Bibi yang bekerja di jakarta itu, sedang menderita sakit kanker.
Semoga informasi kalimat majemuk bertingkat dan contohnya ini
dapat menambah pemahaman kalian. Terima Kasih atas
kunjungannya.