You are on page 1of 17

AMINOGLIKOSIDA

AZALIA ARIF - FKUI

antibiotika utk infeksi berat e.c. basil Gr (-)


penggunaan terbatas ok toksik
dapat diganti AB yang > aman
sefalosporin generasi III
kuinolon
imipenem / cilastatin
Berasal dari streptomyces

Streptomisin
Kanamisin
Neomisin
Gentamisin
Netilmisin

sifat sama
PO tidak diserap
dieks. melalui ginjal
nefrotoksik,ototoksik

Mek. kerja
menghambat sintesis protein (ireversibel)
kuman mati : bakterisidal
2

Fkinetik
tidak diserap po -- po untuk efek
intraluminal
30% terikat protein plasma
distribusi seluruh tubuh secara merata,
kecuali : SSP dan mata
diekskresi melalui urin
penderita gagal ginjal akumulasi dalam
tubuh
sesuaikan dosis 3

Efek samping
1. Toksik thd N VIII - pendengaran
- kadang-kadang diikuti
tinitus
N vestibularis : vertigo, ataksia dan gejalagejala spt. sindrom Miniere
2. Toksik thd ginjal menifestasi : proteinemia
azotemia
nefrotoksik bila diberi bersama obat lain
4
yang juga nefrotoksik, mis. furosemid

3. thd. transmisi neuromuskular


bolus IV apnoe atasi dengan
Ca & neostigmin
4. reaksi alergi
Indikasi
utk inf. berat : Ps areuginosa
A aerogenes
Kl pneumoniae

E coli
S aureus

tidak untuk penyakit ringan


kadang-kadang dikomb. dgn AB lain (penisilin)
5

Salep luka bakar


risiko timbul kuman yang resisten
bisul kecil manfaat tidak ada
gangguan fungsi ginjal bukan KI
dosis disesuaikan / interval diperpanjang
Kanamisin
untuk Gr (-), TBC
tidak efektif untuk pseudomonas
E.S : neurotoksik, ototoksik, nefrotoksik,
vertigo

Streptomisin

TBC
ditambah penisilin endokarditis ok. Strept.
E.S : nefrotoksik
pemberian : IV, IM; eks. melalui ginjal,
dosis pada gangguan ginjal

Neomisin
mengurangi flora usus sebelum operasi
mengurangi kuman pembentuk amonia pada
pasien koma hepatik
E.S : nefrotoksik
pemberian : topikal

Amikasin
untuk infeksi berat Gr (-) terutama yang resisten
gentamisin dan tobramisin
8

Kuinolon fluorokuinolon
Analog sintetik asam nalidiksat yang berfluor
M.kerja : kuinolon menghambat sintesis DNA dgn menghbt

topoisomerase II (DNA gyrase) dan topoisomerase IV

menghambat supercoiled DNA

Kuinolon dan antiseptik saluran kemih


I. Fluorokuinolon
siprofloksasin
norfloksasin
enoxasin
oloksasin
lomefloksasin
trovafloksasin
II. Asam nalidiksat
III. Antiseptik tr. urinarius

10

Prototip : siprofloksasin
Penggunaan kliniknya banyak
Kuinolon lain hanya untuk UTI
Siprofloksasin yang paling poten
Spektrum nya norfloksasin
Untuk infeksi Pseudomonas pada penderita
fibrosis kistik
Kadar serum tinggi untuk berbagai infeksi,
kecuali infeksi serius MRSA
Untuk infeksi Enteribacter & basil Gr
Alternatif untuk aminoglikosida
11

Norfloksasin
- efektif thd Gr termasuk Pseudomonas
Gr + untuk UTI dengan
komplikasi prostatitis
- tidak untuk infeksi sistemik
Ofloksasin norfloksasin
- terutama untuk prostatitis o.k E.coli dan
penyakit akibat hubungan sexual, kecuali
sifilis
- obat alternatif untuk gonore
- untuk infeksi saluran napas bagian bawah 12

Lomefloksasin enoksasin
- untuk UTI dan bronkhitis o.k H. infl dan
Moraxella catarrhalis
- tidak efektif terhadap Pseudomonas
Resistensi
timbul karena mutasi DNA, mungkin o.k
1. modifikasi DNA gyrase N terminal asam
amino sub unit A, sub unit B jarang
bermutasi
13

2. Menurunnya akumulasi obat melalui :


a. mengganggu masuknya obat ke intrasel
b. gangguan keluarnya obat dari sitoplasma
Fkinetik :
- Norfloksasin diabsorpsi 35 75%- Lain-lain kuinolon 70 90%
- Bioavailabilitas Ofl dan Nfl terbesar pada
-

Absorpsi dinganggu sukralfat, antasid yang


mengandung Mg dan Al, juga Fe dan Zn 14

Distr. : terikat plasma protein 10 40%


seluruh tubuh, kadar tinggi di tulang
urin, ginjal dan prostat
Terakumulasi di makrofag dan PMN infeksi
Legionella intrasel
Ekskr : urin, T - 3,5 jam
Lemofloksasin T - 8 jam

15

Efek samping :
1. Gangguan SSP, mual, sakit kepala dan
kepala terasa ringan pend. dgn ggn
SSP (epilepsi) harus hati-hati
2. Nefrotoksik kristaluria
3. Fototoksik jangan expose thd sinar
matahari
4. KI : kehamilan, menyusui dan anak < 18 th
5. Interaksi : antasid
Sipro, Ofl dan enoksasi kadar serum
teofilin
16

selesai
17