You are on page 1of 42

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.

S
DENGAN DIABETES MELLITUS
DI RW 8 KELURAHAN PUDAK PAYUNG SEMARANG

Untuk Memenuhi Tugas Profesi Stase Keperawatan Keluarga


Dosen Pembimbing

: Ns. Muhammad Muin, S.Kep, M.Kep, Sp. Kep. Kom

Disusun Oleh :
Ghilma Agustia R

22020114210015

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014
1

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. S DENGAN DM DI DESA PUCUNG


ASRI, PUDAK PAYUNG SEMARANG
PENGKAJIAN KELUARGA
A. DATA UMUM
1. Nama KK
: Tn. Sutarman
2. Alamat
: Pucung Asri RT 4 RW 8, Kelurahan Pudak Payung Semarang
3. Umur
: 49 tahun
4. Pendidikan
: Tamat SD
5. Pekerjaan
: Buruh
6. Komposisi keluarga :
No
1.

Nama

Hubungan

Tn. Sutarman

Umur

dengan KK
Suami, ayah 49

JK

Status

Pendidikan

Pekerjaan

Perkawinan
Menikah

Tamat SD

Buruh

(Kepala
2.
3.

keluarga)
Ny. Martinah Istri, ibu
Sdr.
Eko Anak

45
27

P
L

Menikah
Belum menikah

Tamat SD
S1

Buruh
Swasta

4.

Candra
Sdr. Nanang Anak

20

Belum menikah

SMK

Mahasiswa

Septyo
7.
8.
9.

Gambar Genogram Keluarga:


(Terlampir)
Tipe keluarga
: Keluarga Nuclear (keluarga inti)
Budaya
:
a. Suku Bangsa :
Ny. M berkata, Saya dan bapak asli Jawa,mbak.
b. Kebiasaan Diet terkait Budaya :
Ny. M berkata, Saya nggak ada pantangan khusus, mbak semua ya dimakan.
Paling ya bapak mengurangi pedes-pedes kan punya ambeyen, saya ya
mengurangi yang manis-manis sama kalau makan mie instan pasti langsung
typus, anak saya Nanang itu kalau makan masakan padang gitu pasti langsung
radang.
c. Bahasa yang Digunakan :
Ny. M berkata, Ya bahasanya ya biasa,mbak bahasa Jawa.
d. Adat atau Tradisi :
Ny. M berkata,Kami nggak pernah menganut adat-adat gitu,mbak.
2

e. Nilai-nilai Kebudayaan :
Ny. M berkata,Ya, kalau sama yang tua harus menghormati,mbak. Kalau mau
pergi ya pamit sama orang tua.
10. Agama
a. Agama:
Ny. M berkata, Agama, kami Islam semua kok,mbak.
b.Kegiatan Rutin Keagamaan :
Ny. M berkata, Ada mbak kegiatan rutin, itu biasanya kalau ibu-ibu tiap jumat
kliwon ada tahlilan, pengajian, sama itu tho mbak kadang-kadang sama arisan.
Kalau yang bapak-bapak biasanya tiap malam senin ya pengajian sama tahlilan.
c. Persepsi Keluarga tentang Agama :
Ny. M berkata, Ya agama penting mbak, melaksanakan ajaran agama seperti
shalat, mengaji, tapi ya dilaksanakan sendiri-sendiri.
d.Kepercayaan dan Nilai-nilai Agama :
Ny. M berkata, Ya nilai-nilai agama ditanamkan,mbak seperti kalau keluar masuk
rumah salam, mau pergi pamit kepada orangtua.
Ny. M berkata, Ya kalau nilai agama terkait KB sih nggak menganut mbak,
soalnya saya juga KB suntik.
11. Status Sosial Ekonomi
a. Kelas Sosial
: Keluarga Sejahtera III
Keluarga sejahtera tahap III ditandai dengan:
1.)
Keluarga melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut masing-masing
2.)
Keluarga makan dua kali atau lebih
3.)
Keluarga menggunakan pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan
4.)
Keluarga mempunyai rumah yang sebagian besar berlantai dari tanah
5.)
Keluarga memeriksakan kesehatan petugas atau sarana kesehatan
6.)
Keluarga makan daging, ikan, atau telur sebagai lauk-pauk sekurang7.)
8.)
9.)

10.)

11.)

12.)

kurangnya sekali dalam seminggu.


Keluarga memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir
Setiap anggota keluarga mempunyai ruang kamar yang luasnya 8 m2
Semua anggota keluarga sehat dalam tiga bulan terakhir sehingga dapat
melaksanakan fungsi mereka masing-masing
Paling sedikit satu anggota keluarga yang berumur 15 tahun keatas memiliki
penghasilan tetap
Seluruh anggota keluarga yang berusia 10 sampai 60 tahun mampu
membaca dan menulis latin
Anak usia sekolah (7 sampai 15 tahun) dapat bersekolah
3

13.)

14.)
15.)
16.)
17.)
18.)

19.)
20.)

Keluarga yang masih pasangan usia subur (PUS) memakai kontrasepsi dan
mempunyai dua anak atau lebih yang hidup
Keluarga berusaha meningkatkan atau menambah pengetahuan agama
Keluarga mempunyai tabungan
Keluarga makan bersama paling sedikit satu kali sehari
Keluarga ikut serta dalam kegiatan masyarakat
Keluarga melakukan rekreasi bersama / penyegaran paling kurang sekali
dalam 6 bulan
Keluarga memperoleh berita dari surat kabar, majalah, radio dan televise.
Keluarga mampu menggunakan sarana transportasi

b. Penanggung Jawab Ekonomi : Tn. Sutarman (Ayah)


c. Dukungan Ekonomi
: Sdr. Eko (Anak pertama)
d. Jumlah Pendapatan
: Rp. 40.000 / hari
12. Aktivitas rekreasi atau waktu luang keluarga
Ny. M berkata, Jarang mbak kita rekreasi, paling kalau ada waktu luang saya sama
Nanang muter-muter,mbak kalau bapak kan jarang dirumah jadi ya saya sama anak
saya tho mbak paling ya ke rumahe saudara di bawah (, kalau nggak ya paling ke
indomaret, ADA (ADA swalayan), kalau nggak ya cuma muter-muter thok, mbak.
Kalau adek saya ke sini mbak itu bawa mobil trus kita piknik kemana gitu ya paling
setahun 1-2 kali,mbak.
Ny. M berkata, kalau sehari-hari ya biasanya kumpul sekeluarga itu sore-sore gitu
di ruang kelurga sambil nonton TV, ngobrol-ngobrol gitu, ya yang diomongin
masalah sekolah, kerja, ya macem-macem mbak.
A.

RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


13. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Ny. M saat ini tahap perkembangan keluarga sampai pada tahap keluarga
VI melepas anak usia muda (mencangkup anak pertama sampai terakhir) yang
meninggalkan rumah.
14. Tugas Perkembangan yang belum terpenuhi dan penyebabnya
Tugas perkembangan keluarga sudah terpenuhi, meliputi: anak dewasa muda sudah
dapat mandiri dengan mempunyai pekerjaan dan penghasilan sendiri, menyesuaikan
kembali hubungan perkawinan, dan membantu orangtua yang sakit-sakitan.
15. Riwayat Keluarga Inti
4

a. Proses pembentukan keluarga


.Ny. M berkata, Saya sama bapak dulu ketemunya pas kerja mbak. Trus menikah
waktu itu umur saya 16 tahun lha bapak 20 tahun.
b. Riwayat kesehatan anggota keluarga inti
1) Ny. M berkata, Kalau bapak itu punya ambeyen,mbak sejak tahun 2013, jadi
kalau makan pedes-pedes gitu langsung kambuhan. Bapak kan juga ngerokok
juga mbak sehari bisa habis 1 pack.
2) Ny. M berkata, Kalau saya itu typus,mbak dari dulu sering banget sakit.
Kemarin itu pas tahun 2013 opname trus dicek gulanya ternyata gulanya tinggi,
mbak sampai 210 mg/dL kemarin itu. Trus kemarin bulan Maret 2014 masuk
rumah sakit lagi mbak trus katanya kok ada gangguan gitu mbak dijantungnya
sedikit tapi. Tapi ya nggak tau apa nggak dikasih tahu cuma dibilanginya ada
gangguan sedikit di jantungnya.
3) Ny. M berkata, Kalau Nanang itu mbak, kalau makan masakan padang itu pasti
langsung radang, nggak tahu entah apanya yang nggak tahan pasti langsung
radang, Nanang juga ngerokok mbak sehari habis 3-4 batang rokok.
c. Perhatian terhadap pencegahan penyakit
1) Ny. M berkata, Ya itu mbak kalau bapak makan pedes-pedes mesti langsung
kumat ambeyennya kan kambuh-kambuhan gitu,mbak. Tapi ya gitu tho mbak
nek makan gorengan-gorengan langsung ceplus-ceplus cabe langsung mbak
ambeyennya kambuh.
2) Ny.M berkata, Ya kalau saya itu makan mie instan pasti langsung typus kaya
makan nggak enak, badan adem panas gitu, trus tak liat lidahe putih udah wis
pasti kui mbak typus. Jadi ya jarang-jarang makan mie. Kalau buat gula saya ya
kurangi manis-manis, trus makan nasi wadang itu tho mbak nasi kemarin sore
gitu tak makan paginy trus kalau cek gula ya 3 bulan sekali sama skalian suntik
KB.
3) Ny. M berkata,Kalau Nanang gitu tak suruh beli apa gitu nek pas ke luar kota
trus makannya nasi padang. Ini udah dikurangi makan nasi padang.
d. Sumber pelayanan kesehatan
Ny. M berkata,Paling tho mbak kalau sakit ya dibawa ke bidan dulu baru ntar
dikasih rujukan kemana gitu baru ke rumah sakit.
16. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Ny. M berkata, Saya itu anak ke-4 dari 5 bersaudara, mbak. Bapak ibu (orang tua
Ny. M) sudah meninggal karena sakit tua, kalau adik saya yang paling kecil sendiri
5

(Tn. J) itu pernah dioperasi kancing batu. Kalau keluarganya bapak (Tn. S) itu ada
8 bersaudara, bapak (Tn.S) anak ke-3. Yang pertama (Ny.I) sudah meninggal karena
komplikasi ada jantung, liver, sama ada benjolan di perutnya, trus yang kedua (Ny.
M) itu juga udah meninggal mbak karena tumor, trus anak ke 4 dan 5 (An. R dan
Ny.R) kan kembar perempuan, tapi yang satu meninggal waktu kecil. Dan anak ke6 (Tn. J) itu menderita gula juga mbak.
B. DATA LINGKUNGAN
17. Karasteristik Rumah
a. Deskripsi kondisi rumah
Ny. M berkata, Kondisi rumah ya ada ruang tamu, 4 kamar tidur, ruang makan,
dapur, kamar mandi, tiap kamar ada jendelanya, trus kalau pagi juga jendela
dibuka semua, pencahayaan cukup,lantainya juga sudah keramik kok mbak.
Sanitasi air juga lancar nggak ada sumbatan kan dari pembuangan langsung
masuk got trus langsung ke bawah, jadi nggak ngendap kalau hujan tho mbak
malah bersih,mbak. Kalau kita airnya dari sumber mbak dari sumber mata air
trus ditandon habis itu dialirkan-alirkan gitu. Alhamdulillah nggak pernah
kekeringan.
Tn. S berkata,ya luas rumah ini kira-kira 25 x 10 m 2, kepemilikan rumah saya
sendiri mbak.
b. Perasaan Subyektif terhadap rumah
Ny. M berkata,Ya kalau kondisi rumah pasti pengen diperbaiki lagi tho mbak
pengen nambah apa-apa gitu kalau sekarang ya cukup, tapi masih pengen
nambahi apa gitu.
Tn. S berkata,ya kalau yang sekarang sih udah cukuplah mbak, udah nyaman.
c. Bahaya-bahaya keamanan (lingkungan yang berisiko)
Ny. M berkata,Lingkungan sini aman kok,mbak.
18. Denah Rumah
(Terlampir)
19. Karasteristik tetangga dan Komunitas RW
a. Persepsi Keluarga terhadap Komunitas
Ny. M berkata,Ya tetangga disini bagus kok mbak, kalau ada kerja bakti ya
ikut, ada perkumpulan ya ikut. Ya sekalian sama perkumpulan ibu-ibu per RW
setiap tanggal 20 sama bapak-bapak setiap tanggal 10 kalau sore juga pada
kumpul-kumpul di depan rumah mbak.
6

Ny. M berkata,Ya kalau tetangga disini mbak rata-rata pendidikannya ya nggak


b.

tinggi paling juga SD, SMP, mbak.


Pelayanan Kesehatan dan Pelayanan Dasar
Ny. M berkata,Ya disini pelayanan kesehatan yang paling deket ya bidan mbak,
kalau saya nggak enak badan langsung tak bawa ke sana kalau nggak ya ke
puskesmas kalaiu bapak sama Nanang itu kalau nggak enak badan dikerik kalau

c.

nggak ada perubahan ya beli obat ke apotik.


Persepsi Keluarga tentang Tenaga Kesehatan yang Ada
Ny. M berkata,Ya bagus mbak kalau ada tenaga kesehatan didekat sini, apalagi
kalau ada obat-obatan yang dibutuhkan warga.

20. Mobilitas geografis keluarga


Ny. M berkata,Saya nggak pernah pindah-pindah mbak dari menikah. Dulu waktu
sehabis menikah ya sebentar tinggal sama mertua situ tho mbak depan rumah nggak
ada 1 tahun trus pindah ke rumah ini sampai sekarang.
21. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan Masyarakat
Ny. M berkata,Kita sekeluarga ngumpul ya pas ada dirumah semua,mbak dudukduduk di depan TV gitu tho, kalau bapak kan nggak mesti dirumah kadang-kadang
malam gitu udah dirumah kadang-kadang sore udah pulang, kalau Nanang kan ya
nggak mesti mbak ada dirumah, kalau yang pertama kan udah di Jakarta jadi ya
pulangnya nggak tentu tiap bulan. Kalau perkumpulan yang ada di RW itu tho mbak
per RT setiap tanggal 20 untuk ibu-ibu sama setiap tanggal 10 untuk bapak-bapak.
Sama kalau ada kerja bakti atau perkumpulan-perkumpulan gitu. Enak sih mbak kaya
gitu biar tambah rukun.
Tn. S berkata, Ya ikut kumpul-kumpul mbak, kumpul RT, RW. Ya Cuma jadi
anggota biasa.
22. Sistem Pendukung Keluarga
Informal: Ya tetangga-tetangga itu sering mbantu mbak kalau ada acara atau ada
masalah apa sering bantu, saling bantulah.
Formal: Kalau lembaga sih nggak pernah dapat bantuan mbak dari lembagalembaga gitu.
C.

STRUKTUR KELUARGA
23. Pola Komunikasi
Ny. M berkata,kita sekeluarga baik kok mbak komunikasinya, anak-anak itu
seringnya juga crita sama saya jarang kalau sama bapak. Paling ya ngobrolnya di
7

depan TV gitu kalau pas ngumpul paling ya sore kalau nggak malam. Kalau ada
masalah juga kita omongin bareng-bareng,mbak.
24. Struktur Kekuatan keluarga
a. Pengambilan Keputusan
Ny. M berkata,Pengambilan keputusan diambil bareng-bareng,mbak. Dari
bapak gimana, anak-anak gimana, trus nanti baiknya bagaimana.
Tn. S berkata, ya kalau pengambilan keputusan bareng-bareng, saya juga ikut
b.

c.

dalam pengambilan keputusan.


Peran Serta Anggota Keluarga dalam Mengambil Keputusan
Tn. S berkata,Ya yang paling berperan ya saya mbak di keluarga.
Ny. M berkata,Semua anggota keluarga berperan dalam pengambilan
keputusan,mbak. Jadi saling mendukung.
Karakteristik Dominasi
Ny. M berkata,Nggak ada mbak yang dominan semua dibicarakan dulu. Kalau
anak-anak itu lebih seringnya ngomong sama saya missal mau ke Jakarta kaya
kemarin ngomong sama saya ini ada kaya gini bu, biayanya segini, trus nanti
bilang sama bapaknya, nanti bapaknya juga dikembalikan ke saya lagi.

25. Struktur Peran


a. Peran Formal
Ny. M berkata, Ya sebagai pemegang peran tertinggi di keluarga ya bapak. Tapi
ya saling ada masukan dari anak-anak sama saya. Nanti gimana keputusannya
b.

yang diambil kita dukung bareng-bareng.


Peran Informal
Ny. M berkata,Ya biasanya yang berperan banyak saya mbak, wong anak-anak
juga sering nanyanya ke saya.

26. Nilai dan Norma Keluarga


Ny. M berkata, Ya kalau nilai yang diterapkan di keluarga ya kalau sama orang tua
harus dihormati dan klau norma yang berlaku kalau mau keluar masuk rumah y
salam.
D.

FUNGSI KELUARGA
27. Fungsi Afektif
a. Saling asuh, kedekatan, dan identifikasi
Ny. M berkata, Iya mbak anak-anak lebih dekatnya sama saya.
8

b. Pola kebutuhan-respon keluarga


Ny. M berkata,Kalau kebutuhan tiap orang dirumah ini sih sudah tercukupi ya
mbak. Anak-anak juga kalau butuh apa-apa diomongin.
c. Keterpisahan dan kepaduan
Ny. M berkata,Ya aslinya nggak tega mbak sama anak yang pertama jauh dari
rumah.
28. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn. M aktif dalam perkumpulan, tidak hanya Tn. S dan Ny. M saja namuN
anak-anak mereka pun juga aktif dalam perkumpulan dimasyarakat
Ny. M berkata, ya kita aktif mbak dimasyarakat ada perkumpulan kita ikut, ada
yang punya hajatan kita bantu sebaliknya juga gitu kalau kita lagi ada apa gitu pasti
dibantu sama masyarakat sekitar sini. Nanang sama Eko juga aktif di karang
taruna,mbak.
29. Fungsi Perawatan Kesehatan
a. Definisi Sehat Sakit oleh Keluarga
Ny. M berkata,apabila badan terasa nggak enak, makan nggak enak, lidah terlihat
putih, maka typus kambuh lagi. Sedangkan badan terasa lemes, tangan terasa kaku
pasti gulanya lagi tinggi.
b. Kebiasaan Penggunaan Obat/Alkohol/Tembakau
Ny. M berkata,kalau keluarga sakit kalau bapak sama Nanang cukup dikerik mbak
nanti kalau nggak ada perubahan ya baru beli obat di warung atau apotik, kalau saya
badan terasa nggak enak ya langsung ke bidan kalau nggak ya puskesmas.
Ny. M berkata, Bapak itu merokok mbak, sehari bisa habis 1 bungkus, kalau
Nanang juga menrokok tapi sehari hanya 3-4 batang, lha kalau pas kerja juga nggak
boleh ngerokok.
c. Peran Keluarga dan Praktik
Ny. M berkata, ya semua anggota keluarga bersama-sama menjaga kesehatan antar
anggota keluarga.
d. Fungsi Perawatan Kesehatan (Spesifik Masalah Fisik dan Psikologis)

Mengenal masalah
Ya kalau badan terasa sudah nggak enak, makan nggak enak, lidah tambah
putih ya itu sudah tanda-tanda typus ya mungkin kekambuhannya juga karena
makan mie itu lho mbak. Kalau gula tinggi itu ya mungkin karena dulu suka
9

makan yang manis-manis. Ini dada kadang-kadang juga sakit mbak ya saya juga
suka makan jeroan-jeroan gitu, paling rempelo ati. Bapak itu terkena ambeyen
tahun 2013, kalau saya tahu punya gula itu pas diopname mbak tahun 2013 itu
sampai 210 mg/dL trus yang pas Maret 2013 opname lagi katanya ada gangguan
jantung gitu.

Mengambil keputusan
Kalau sakit ya nggak langsung dibawa ke rumah sakit, dibawa dulu ke bidan
trus dapat rujukan baru dibawa ke rumah sakit.

Merawat anggota keluarga yang sakit :


ya setiap anggota keluarga saling mengingatkan untuk pantangan-pantangan
makanan yang perlu dihindari. Kalau saya cek gula biasanya per 3 bulan sama
sekalian suntik KB, tapi kalau pas gulanya tinggi cek 1 bulan sekali. Kemarin
terakhir cek gula 123 mg/dL ,mbak

Modifikasi Lingkungan
Paling untuk menjaga kesehatan kaya bapak gitu mengurangi pedes-pedes mbak
biar nggak ambeyen, kalau saya ya makan nasi wadang, trus kalau Nanang
mengurangi masakan padang biar nggak radang.

Memanfaatkan perawatan kesehatan


Ya pasti tho mbak memanfaat fasilitas kesehatan yang ada seperti bidan,
puskesmas gitu.

30. Fungsi Reproduksi


Ny. M berkata,Saya kan pake KB suntik jadi ya nggak mens mbak paling kalau
kecapekan keluar flek-flek gitu, cukuplah mbak anak 2 udah gede-gede juga.
31. Fungsi Ekonomi
Ny. M berkata,Alhamdulillah mbak dengan penghasilan bapak dan dibantu Eko
bisa mencukupi kebutuhan anggota keluarga.
E.

STRESS DAN KOPING KELUARGA


32. Stress jangka panjang dan jangka pendek
a. Stress jangka pendek
Ny. M mengatakan stress ringan apabila dalam mengasuh anak (bekerja) sulit untuk
dinasihati
10

Ny. M berkata, ya itu tho mbak pas ngasuh tu anaknya sulit banget nek dibilangi.
b. Stress jangka panjang
Ny. M berkata, kalau yang suka dipikirin itu ya kalau dulu masalah uang, gimana
buat pembayaran sekolah anak-anak, tapi kalau sekarang udah nggak mbak. Saya
itu kalau mikir agak berat suka nyeri dada jadi nggak pernah saya bikin
pusing,mbak.
33. Kemampuan berespon terhadap situasi & koping keluarga
Keluarga Tn. S apabila ada masalah selalu dibicarakan bersama-sama melalui
musyawarah dan bercerita kepada tetangga.
Ny. M berkata, Saya itu kalau mikir terlalu berat langsung dadanya nyeri mbak, udah
nek kaya gitu nggak tak pikirin lagi. Ya biasanya kalau saya diem gitu tho anak saya itu
nanya napa bu? Mikir apa? Mesti mikir tho? Udah saya cerita. Ya kalau ada maslaah
dimusyawarahkanlah mbak kalau nggak ya ngobrol ma tetangga gitu tho mbak.
F.

PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


34. Praktek Pemenuhan Nutrisi dan Cairan Keluarga
Ny. M berkata,kalau saya makan 3-4 kali sehari kadang-kadang ya sampai 5 kali sehari
ya makannya sayur, lauk, kalau buah seminggu 2 kali, saya masih suka makan gorengan,
jerohan (rempelo ati), kadang-kadang juga makan mie instan mbak kalo pilek gitu tapi
ya langsung typus nanti. Kalau bapak si makan diluar ya mbak seringnya, kalau pas
dirumah makan 2 kali ya mengurangi pedes-pedes tapi ya masih sering makan cabe itu
mbak ceplus-ceplus gitu kalau makan gorengan, Nanang itu makannya yang dirumah
bisa 3-4 kali kalau siang bawa bekal mbak. Pernah jajan tapi katanya kurang enak bawa
bekal sendiri saja.
35. Istirahat dan Tidur Keluarga
Ny. M berkata,kalau saya ya tidurnya dari jam 21.00-04.00 kalau pusing gitu sering
bangun-bangun gitu, kalau bapak tidurnya dari jam 21.00-07.00 kalau Nanang itu nggak
mesti mbak kadang jam 12 gitu baru tidur kalau nggak jam 01.00 baru tidur ntar jam
05.30 tak bangunin kerja.
Sdr. N berkata, Tidurnya nggak mesti mbak, kadang jam 12 kadang jam 1 baru tidur ya
nanti bangunnya 05.30 kerja. Ya semenjak kerja mbak tidurnya jadi nggak teratur.
36. Olahraga atau Mobilisasi

11

Ny M berkata, kalau saya sama bapak jarang olahraga malah nggak pernah, kalau
Nanang itu biasanya lari-lari di kodam tiap Sabtu-Minggu kalau nggak futsal gitu sama
temen-temennya.
Tn. S berkata, Saya nggak pernah olahraga og mbak, kan kerja aja udah keringatan.
Angkat-angkat material itu tho mbak.
Ny. M berkata,Saya itu kalau olahraga nggak kuat jantungnya mbak, sok nyeri gitu jadi
ya paling jalan kaki nggak pake sandal gitu tapi nggak lama bentar gitu lha nggak kuat
og mbak.
37. Eliminasi
Ny. M berkata,Kalau saya,bapak, sama Nanang itu rutin, mbak BAB sekali sehari pas
pagi hari jadi gentian gitu. BAK ya kalau saya sehari bisa 4-5 kali, nggak nyeri, kalau
bapak sama Nanang juga nggak ada masalah
38. Personal Hygiene
Ny. M berkata,sekeluarga itu ya mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun, gosok
gigi 2 kali sehari, kalau saya keramas seminggu 2 kali,mbak. Potong kuku rutin
seminggu sekali, ya kalau pas panjang di potong
Tn. S berkata, ya mandi 2 kali sehari mbak pagi dan sore, kalau keramas ya tiap hari,
gosok gigi 2 kali pas mandi, ya potong kuku kalau panjang paling seminggu sekali.
Sdr. N berkata, mandi 2 kali, sore sama pagi, keramas ya setiap mandi mbak, gosok
gigi 2 kali, potong kuku seminggu sekali.
G.

PENGKAJIAN PSIKIATRIK
39. Konsep Diri
a. Body image :
Ny. M berkata,Saya menggambarkan diri saya sebagai ibu rumah tangga dan
ibu yang mengurus anak-anak
b. Harga diri :
Ny. M berkata,Saya sebagai seorang istri dan ibu saya juga mempunyai andil
yang cukup besar dalam pengambilan keputusan didalam keluarga.
c. Ideal diri :
Ny. M berkata, : Saya merasa harus menjadi ibu yang baik untuk suami dan
anak-anak saya. Mampu mendidik mereka dan mendampingi suami disaat
apapun mbak.
d. Peran :
12

Ny. M berkata,Ya peran saya sebagai ibu rumah tangga ya mengurus rumah,
anak, dan kalau anak saya yang besar kan udah mandiri itu masih sering saya
kasih wejangan buat nabung,mbak
40. Status Kesehatan Mental
Ny. M berkata, saya dan keluarga itu jarang mbak cemas banged, ya kalau ada
masalah ya diomongin bareng-bareng biar nggak stress,mbak.
41. Pengkajian Resiko
Ny. M berkata, saya itu kalau mikir agak berat gitu dada saya langsung sakit mbak.
Ny. M berkata, saya mbak yang sok kepikiran diri sendiri kok yo kayak gini sakit
sakit pas anak-anak lagi enak-enaknya.
42. Harapan Keluarga terhadap Perawat Berhubungan dengan Masalah
Kesehatan yang Dihadapi
Ya harapannya ya mbak kalau ada perawat atau fasilitas kesehatan lainnya yang di
lingkungan sini ya agar bisa membantu warga, kalau ada yang mengeluh ya dibantu
diatasi gitu.
H. Pemeriksaan Head to To
(Per individu)
Pemeriksaan Fisik Tn. S (49 tahun)
Keadaan Umum
Compos mentis
Tanda-tanda vital TD
: 130/80
mmHg
Nadi : 88x / menit
Suhu : 36,5o C
RR : 20x / menit
Nyeri : Linu sendi
lutut kiri
P: nyeri saat kerja
berat
Q: nyeri seperti
ditusuk-tusuk
R: nyeri pada sendi
lutut kiri
S: skala nyeri 6
T: nyeri hilang
timbul < 10 menit
BB : 70 kg
TB : 164 cm
Capirally time : < 3

Ny. M (45 tahun)


Compos mentis
TD : 140/100 mmHg
Nadi : 90x / menit
Suhu : 36, 7o C
RR : 22x / menit
Nyeri : BB : 65 kg
TB : 155 cm
Capirally time : < 3 detik

Sdr. N (20 tahun)


Compos mentis
TD
: 140/80
mmHg
Nadi : 90x / menit
Suhu : 36,5o C
RR : 22x / menit
Nyeri : BB : 60 kg
TB : 165 cm
Capirally time : < 3
detik

13

Kepala

Mata

Hidung
Mulut dan Gigi

Telinga

Leher

Dada / Paru

Jantung

detik
Bentuk kepala
mesocepal, rambut
terdapat uban,
rambut tidak
berketombe, tekstur
rambut lurus, cepak,
tidak terdapat
benjolan.
Cekung,
tidak
anemis, sclera putih,
pupil isokor, tidak
terdapat lesi, reflex
berkedip baik, posisi
mata simetris.
Tidak ada lesi, tidak
terdapat secret
Warna bibir hitam,
mukosa
bibir
lembab, gigi bersih
dan rapi.
Simetris,
tidak
terdapat
lesi,
pendengaran baik,
tidak
terdapat
serumen
Tidak terdapat lesi,
pembesaran tiroid
tidak ada, reflex
menoleh baik, nadi
karotis
teraba,
peningkatan
JVP
tidak ada.
Inspeksi:
Pengembangan dada
baik, tidak terdapat
retraksi dada, nafas
reguler
Palpasi:
tidak
terdapat nyeri nyeri
Perkusi: Resonan
Auskultasi:
bunyi
nafas vesikuler
Inspeksi
:

Bentuk kepala mesocepal,


rambut hitam, tidak
berketombe, tekstur rambut
bergelombang, tidak ada
benjolan.

Bentuk kepala
mesocepal, rambut
hitam, tidak
berketombe, tekstur
rambut lurus, tidak
benjolan.

Cekung, konjungtiva
anemis, sclera putih,
isokor, tidak ada lesi,
berkedip baik, posisi
simetris.

Cekung,
tidak
anemis, sclera putih,
pupil isokor, tidak
terdapat lesi, reflex
berkedip baik, posisi
mata simetris.
Tidak ada lesi, tidak
terdapat secret
Warna bibir hitam,
mukosa
bibir
lembab, gigi bersih
dan rapi.
Simetris,
tidak
terdapat
lesi,
pendengaran baik,
tidak
terdapat
serumen
Tidak ada lesi, tidak
ada
perbesaran
kelenjar tiroid, tidak
ada kelainan dalam
reflex menoleh, nadi
karotis teraba, tidak
ada
peningkatan
JVP

tidak
pupil
reflex
mata

Tidak ada lesi, tidak ada


secret
Warna bibir merah, tidak
terlihat pucat, mukosa bibir
lembab, gigi bersih dan rapi
Simetris, tidak ada lesi, tidak
ada sedikit serumen, fungsi
pendengaran baik
Tidak ada lesi, tidak ada
perbesaran kelenjar tiroid,
tidak ada kelainan dalam
reflex menoleh, nadi karotis
teraba, tidak ada peningkatan
JVP

Inspeksi
: Pengembangan
dada simetris, tidak ada
retraksi dada, nafas reguler
Palpasi
: Tidak ada nyeri
tekan di dada sebelah kanan
maupun sebelah kiri
Perkusi
: Bunyi resonan
Auskultasi : Ada bunyi nafas
vesikuler di paru-paru kanan
maupun kiri
Inspeksi
: Ictus cordis

Inspeksi:
Pengembangan dada
baik, tidak terdapat
retraksi dada, nafas
reguler
Palpasi:
tidak
terdapat nyeri nyeri
Perkusi: Resonan
Auskultasi:
bunyi
nafas vesikuler
Inspeksi
:
14

Abdomen

Ekstremitas atas
Ekstremitas
Bawah

Genetalia
Pemeriksaan
Penunjang

Ictus cordis tidak


terlihat
Palpasi
:
Ictus cordis teraba
Perkusi
:
Tidak
ada
pembesaran
jantung,
bunyi
pekak
Auskultasi : tidak
terdapat
bunyi
abnormal

tidak terlihat
Palpasi
: Ictus cordis
teraba
Perkusi
: Tidak ada
pembesaran jantung, bunyi
pekak
Auskultasi :
Tidak
terdengar bunyi abnormal

Inspeksi
:
tidak ada lesi
Auskultasi :
Terdengar bising
usus 10 x/menit
Palpasi
:
Abdomen
tidak
keras dan tidak
tegang, tidak ada
nyeri tekan di ulu
hati
Perkusi
: Bunyi abdomen
timpani
Kekuatan
otot
tangan 5, tidak ada
lesi, akral hangat
Kekuatan otot kaki
5, tidak ada lesi,
akral hangat, tidak
terdapat
piting
edema
pada
punggung kaki

Inspeksi
: tidak ada lesi
Auskultasi :
Terdengar
bising usus 8 x/menit
Palpasi
:
Abdomen
tidak keras dan tidak
tegang, tidak ada nyeri
tekan di ulu hati
Perkusi
:
Bunyi
abdomen timpani

Kekuatan otot tangan 5,


tidak ada lesi, akral hangat
Kekuatan otot kaki 5, tidak
ada lesi, akral hangat, tidak
terdapat piting edema pada
punggung kaki

Ictus cordis tidak


terlihat
Palpasi
:
Ictus cordis teraba
Perkusi
:
Tidak
ada
pembesaran
jantung,
bunyi
pekak
Auskultasi : tidak
terdapat
bunyi
abnormal
: Tidak terdengar
bunyi abnormal
Inspeksi
:
tidak ada lesi
Auskultasi :
Terdengar bising
usus 7 x/menit
Palpasi
:
Abdomen
tidak
keras dan tidak
tegang, tidak ada
nyeri tekan di ulu
hati
Perkusi
: Bunyi abdomen
timpani
Kekuatan
otot
tangan 5, tidak ada
lesi, akral hangat
Kekuatan otot kaki
5, tidak ada lesi,
akral hangat, tidak
terdapat
piting
edema
pada
punggung kaki

Nyeri saat ambeyen Tidak ada keluhan pada area Tidak ada keluhan
kambuh
genetalia
pada area genetalia
Hasil pemeriksaan bulan
Maret 2014
a. Salmonellathipy H 1/320
b. Bilirubin +1
c. GDS : 210 mg/dL
15

Hasil GDS bulan Juni 2014:


123 mg/dL
Hasil GDS tanggal 15
September 2014, 17.00
WIB : 165 mg/dL

POHON MASALAH
1. Masalah Diabetes Mellitus
Causa
Kurang pengetahuan Manajemen
DM
- Ny. M masih sering
mengkonsumsi gorengan,
jerohan (rempelo ati), dan
terkadang mie instan
- Ny. M mengatakan sering
merasa lemas
- Ny. M tidak pernah berolahraga
- Ny. M mengatakan cemas
dengan keadaannya

Masalah
Risiko ketidakstabilan kadar
glukosa darah

Efek
Peningkatan kadar glukosa darah

16

2. Masalah Nyeri Sendi Lutut


Causa
Beban aktivitas berat
- Tn. S mengatakan bekerja
sebagai buruh material yang
sehari-hari mengangkat beban
- Tn.
S
tidak
pernah
memeriksakan diri

Masalah
Nyeri

Efek
distensi jaringan oleh
penumpukan cairan, inflamasi,
dan destruksi sendi

17

3. Masalah ketidak efekifan manajemen kesehatan diri


Causa
Kurang pengetahuan tentang
manajemen kesehatan
-

Ny. M memiliki riwayat DM


dan maag sejak lama

Ny. M takut menerapkan diit


DM dapat menimbulkan maag
kambuh

Ny. M mengatakan sebisa


mungkin memakan cemilan
seadanya untuk menghindari
maag

Masalah
Ketidak efektifan manajemen
kesehatan

Efek
Penurunan kondisi fisik, lemas
(DM)
18

ANALISA DATA
NO.
1.

Tanggal

Data Fokus

10 September 2014
16.30 WIB

Ds :
-

Do :
-

4.

15 September 2014
16.30

IB

Ds :
-

Ny. M mengatakan mempunyai riwayat


DM sejak tahun 2013,dengan GDS 210
mg/dL
Ny. M mengatakan makan 3-4 kali/hari
dengan nasi wadan (nasi kemarin sore)
Ny. M masih sering mengkonsumsi
gorengan, jerohan (rempelo ati), dan
terkadang mie instan
Ny. M cek GDS per 3 bulan, terakhir
bulan Juni 2014 dengan hasil GDS 123
mg/dL
Ny. M mengatakan sering merasa
lemas
Ny. M tidak pernah berolahraga
Ny. M mengatakan cemas dengan
keadaannya

Diagnosa Keperawatan
Keluarga
Risiko ketidakstabilan kadar
glukosa darah berhubungan
dengan kurang pengetahuan
tentang manajemen diabeteas
(00179)

Nama /
TTD

Ghilma AR

TD : 140 / 100 mm/Hg


BB : 65 kg
TB : 155 cm
GDS : 165 mg/dL
Tn. S mengatakan nyeri sendi lutut kiri

Nyeri berhubungan dengan


agen cidera, distensi jaringan

21

Do :
5.

15 September 2014
16.30

P: nyeri saat kerja berat


oleh penumpukan cairan,
Q: nyeri seperti ditusuk-tusuk
inflamasi, dan destruksi sendi
R: nyeri pada sendi lutut kiri
(00132)
S: skala nyeri 6
T: nyeri hilang timbul < 10 menit
Tn. S mengatakan nyeri lutut saat
bekerja berat dan capek
Tn. S mengatakan bekerja sebagai
buruh material yang sehari-hari
mengangkat beban seperti pasir dan
jahe
Tn. S tidak pernah memeriksakan diri
Tn. S terkadang mengusap lutut kiri
saat kunjungan rumah

Ds:
IB

Do :
-

Ghilma AR

Ny. M berkata sering memikirkan


keadaannya yang sakit
Ny. M mengatakan bingung dalam
melakukan diit DM karena takut maag
kambuh
Ny. M mengatakan sebisa mungkin
memakan cemilan seadanya untuk
menghindari maag

Ketidak efektifan manajemen


kesehatan berhubungan
dengan kurang pengetahuan
(00078)

Ghilma AR

Ny. M tampak cemas saat menjelaskan


masalahnya

22

PRIORITAS MASALAH
No
1.

2.

Tanggal
10 September 2014
16.30 WIB

15 September 2014
16.30 WIB

Prioritas Masalah
High Priority:
Risiko ketidakstabilan kadar glukosa
darah berhubungan dengan kurang
pengetahuan tentang manajemen
diabeteas (00179)

Medium Priority:
Nyeri berhubungan dengan agen cidera,

Pembenaran
Mengontrol kestabilan kadar glukosa
darah sangat penting dalam kasus
diabetes mellitus karena apabila kadar
glukosa darah tidak terkontrol dapat
menimbulkan komplikasi seperti
gangguan fungsi jantung, gangguan
pembuluh darah di kaki, gangguan
system saraf, ketidakstabilan tekanan
darah, gangguan mata, gangguan
ginjal, gangguan pada kaki karena
diabetes mellitus, dan gangguan pada
otot dan sendi. Pada kasus Ny. M, Ny.
M mengatakan bahwa selama di rawat
di rumah sakit pada bulan Maret 2013
didiagnosa mengalami gangguan pada
jantung, namun Ny.M tidak mengeahui
kelainan jantung yang seperti apa.
Ny.M juga mengatakan sering nyeri
dada saat melakukan aktivitas berat
dan kecapekan. Ny. M mengatakan
jarang berolahraga karena tidak kuat
jantungnya (nyeri dada). Pemberian
pendidikan kesehatan perlu dilakukan
untuk meningkatkan manajemen
diabetes
Gangguan rasa nyaman (nyeri) dapat
mengganggu aktivitas sehari-hari Tn.

Tanda Tangan

Ghilma AR

23

distensi jaringan oleh penumpukan


cairan, inflamasi, dan destruksi sendi
(00132)

3.

15 September 2014
16.30 WIB

S. Selama ini Tn. S mengatasi nyeri


sendi dengan beristirahat dan dibiarkan
saja. Tn. S tidak pernah memeriksakan
diri ke pusat pelayanan kesehatan
karena menganggap nyeri sendi akibat
pekerjaannya sebagai buruh angkut
material dan bukan merupakan
masalah yang besar. Saat ini pun Tn. S
belum ada dampak dari nyeri, namun
Ghilma AR
penanganaan terhadap nyeri tetap
diberikan untuk mengurangi nyeri
sendi. Dengan pemberian terapi
kompres dan latihan fisik dapat
mengurangi rasa nyeri dan
meningkatkan kekuatan sendi
Low Priority:
Manajemen diri dalam menjaga
Ketidak efektifan manajemen kesehatan kesehatan sangat penting bagi tiap
berhubungan dengan kurang
individu karena dengan manajemen
pengetahuan (00078)
diri yang efektif dapat meningkatkan
status kesehatan individu. Manajemen
diri yang tidak efektik dapat
memperparah keadaannya. Ny. M
mengatakan takut untuk melakukan diit
diabetes karena takut maag kambuh
Ghilma AR
dan dapat menyebabkan maag kambuh.
Pemberian pendidikan kesehatan
tentang jadwal makan dan diit dapat
membantu manajemen kesehatan Ny.M

24

RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA


No
1.

Diagnosa
Keperawatan
Risiko
ketidakstabilan
kadar glukosa
darah
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
manajemen
diabetes
(00179)

Tujuan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 7 minggu
diharapkan kestabilan
glukosa darah dapat
tercapai dengan kriteria
hasil:
GDS Ny. M < 150
mm/dL

Kode
Intervensi Tindakan
NIC
Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan 2120 Hyperglycemia Management
keperawatan
selama
7
a. Monitor kadar glukosa darah
minggu
dengan
7
x
b. Monitor tanda-tanda hiperglikemi, seperti
pertemuan (selama 1 jam
polyuria, polydipsia, kelemahan, mual,
pada
setiap
pertemuan),
pandangan kabur, dan sakit kepala.
diharapkan Ny. M dapat 5610 c. Health Education (base on jurnal Role of
menerapkan
manajemen
self care in management of diabetes
diabetes dengan kriteria hasil:
mellitus)
a. Dapat mengulang kembali
Ajarkan strategi dalam merubah
tentang diabetes, tanda
kebiasaan dengan 4 pilar manajemen
gejala diabetes, komplikasi
diabetes mellitus yaitu edukasi,
yang ditimbulkan diabetes,
pengaturan makan penderita diabetes,
dan penatalaksanaan
latihan fisik, dan pengobatan ( jurnal
diabetes
antara 4 pilar pengelolaan diabetes
b. Menerapkan diit penderita
mellitus dengan keberhasilan
diabetes
pengelolaan diabetes mellitus tipe 2)
c. Merapkan olahraga pada
Tingkatkan aktivitas fisik (jurnal
setiap minggu
pengaruh senam kaki terhadap
d. Mengontrol glukosa darah
sensitivitas kaki dan kadar gula darah
secara rutin
pada aggregat lansia diabetes mellitus di
Magelang)
Mendorong klien untuk melakukan
koping kesehatan yang efektif dengan
mengajarkan tehnik relaksasi
Progressive Muscle Relaxation (Jurnal

25

2.

Nyeri
berhubungan
dengan agen
cidera, distensi
jaringan oleh
penumpukan
cairan,
inflamasi, dan
destruksi sendi
(00132)

Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 7 minggu
diharapkan nyeri dapat
berkurang dengan
kriteria hasil:
Tn. S melaporkan
penurunan nyeri

Setelah dilakukan tindakan 1400


keperawatan
selama
7
minggu
dengan
7
x
pertemuan (selama 1 jam
pada
setiap
pertemuan),
diharapkan agen cidera dapat
berkurang dengan kriteria
hasil:
a. Penurunan skala nyeri
b. Tidak terdapat kemerahan
pada sensi
c. Tidak
terdapat
pembekakan pada sendi
d. Aktivitas sehari-hari tidak
terganggu
0224

Pengaruh Progressive Muscle


Relaxation Terhadap Kadar Glukosa
Darah Pada Pasien Diabetes Melitus
Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah
Raden Mattaher Jambi)
Pain Management
a. Kaji faktor yang meningkatkan nyeri
b. Kaji nyeri, seperti penyebab nyeri, lama
nyeri, dan bagaimana cara pengatasi nyeri
c. Ajarkan tehnik nonpharmakology untuk
mengetasi nyeri.
Mengajarkan pemberian kompres hangat
( jurnal Pengaruh kompres hangat
terhadap perubahan tingkat nyeri pasien
rematik di kelurahan koto panjang ikur
koto wilayah kerja puskesmas air dingin
kecamatan koto tangah padang tahun
2010)
Mengajarkan pemberian kompres hangat
dengan ekstra jahe (journal effect of a
ginger extract on knee pain in patients
with osteoarthritis )
Mengajarkan distraksi mengurangi nyeri
dengan nafas dalam
d. Exercise Therapy: Joint Mobility
Berikan penjelasan pada pasien dan
keluarga manfaat olahraga untuk sendi
Mengajarkan senam (jurnal pemberian
intervensi senam lansia pada lansia

26

3.

Ketidak
efektifan
manajemen
kesehatan
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
(00078)

Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 7 minggu
diharapkan manajemen
kesehatan diri dapat
efektif dengan kriteria
hasil:
Ny. M dapat
menerapkan
manajemen kesehatan
diri (menerapkan diit)

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan
selama
7
minggu
dengan
7
x
pertemuan (selama 1 jam
pada
setiap
pertemuan),
diharapkan pengetahuan Ny.
M
tentang
manajemen
kesehatan
diri
dapat
bertambah dengan kriteria
hasil:
a. Tidak timbul keluhan
maag
b. Dapat menerapkan diit
yang berlaku
c. Dapat menerapkan jadwal
makan yang telah dibuat

5510
7130
5602

5510
1120

dengan nyeri lutut, jurnal peran latihan


fisik dalam manajemen terpadu
osteoarthritis)
a. Kaji pengetahuan keluarga mengenai maag
b. Identifikasi bagaimana anggota keluarga
dalam memecahkan masalah.
c. Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga
tentang
maag
meliputi:
pengertian,
penyebab,
tanda
dan
gejala,
cara
penanganan, dan komplikasi dari maag serta
pencegahan dan perawatan maag.
d. Motivasi keluarga untuk bertanya tentang
hal-hal yang belum jelas.
Nutrition Therapy
e. Ajarkan keluarga untuk rencana diit dan pola
makan yang sesuai dengan kondisi klien
f. Berikan contoh jadwal makan kepada klien.

27

CATATAN PERKEMBANGAN KELUARGA


No
1.

Tanggal dan
Waktu
15 September
2014
18.00-19.00

Diagnosa
Keperawatan
Risiko
ketidakstabilan
kadar glukosa
darah
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
manajemen
diabeteas
(00179)

Risiko
ketidakstabilan
kadar glukosa
darah
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
manajemen
diabeteas

Implementasi
Memonitor kadar
glukosa darah

Evaluasi

Tanda
Tangan

S: Ny. M bersedia dilakukan pemeriksaan kadar


glukosa darah
O: Ny. M tampak senang dilakukan pemeriksaan
GDS 165 mg/dL
A: Ny. M terakhir melakukan cek GDS bulan Juni
2014 dengan hasil GDS 123 mg/dL, sehingga
masalah belum teratasi

Memonitor tanda-tanda
hiperglikemi, seperti
polyuria, polydipsia,
kelemahan, mual,
pandangan kabur, dan
sakit kepala.

P: lanjutkan intervensi:
- Monitor tanda-tanda hiperglikemi
- Ajarkan 4 pilar manajemen diabetes
- Meningkatkan aktivitas fisik (senam kaki
diabetes)
- Ajarkan tehnik relaksasi otot progressive
S : Ny. M mengatakan sering BAK malam hari,
kadang-kadang merasa lemas, dan tangan kiri
terasa kaku apabila digerakkan, dan belum
mengetahui manajemen diabetes

Ghilma AR

O : Ny. M kooperatif
A: Ny. M kurang mengetahui manajemen diabetes
yang terdiri dari edukasi, pengaturan pola
makan, aktivitas fisik, dan pengobatan. Masalah

28

Ghilma AR

(00179)

2.

25 September
2014
16.00-17.00

Risiko
ketidakstabilan
kadar glukosa
darah
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
manajemen
diabeteas
(00179)

belum teratasi

Mengajarkan strategi
dalam merubah
kebiasaan dengan 4
pilar manajemen
diabetes mellitus yaitu
edukasi, pengaturan
makan penderita
diabetes, latihan fisik,
dan pengobatan

P: lanjutkan intervensi
- Ajarkan 4 pilar manajemen diabetes
- Meningkatkan aktivitas fisik (senam kaki
diabetes)
- Ajarkan tehnik relaksasi otot progressive
S: Ny. M dapat mendeskripsikan pengertian DM
merupakan kelebihan gula darah dalam tubuh,
dapat menyebutkan beberapa makanan yang
harus dihindari dan dibatasi, dapat menjelaskan
pentingnya pengobatan dalam DM, dan menjaga
gaya hidup. Dan mengatakan tidak pernah
berolahraga
O: Ny. M tampak antusias dalam diskusi manajemen
4 pilar diabetes
Ghilma AR
A: Ny. M sudah memahami 4 pilar manajemen
diabetes mellitus, namun belum dapat
menerapkan pilar aktivitas fisik, sehingga
masalah hanya teratasi sebagian.

Nyeri
berhubungan

Mengajarkan
pemberian kompres

P: lanjutkan intervensi
- Meningkatkan aktivitas fisik (senam kaki
diabetes)
- Ajarkan tehnik relaksasi otot progressive
S: Ny. M dan Tn. S mengatakan iya, mbak sering
ini lutut sakit, ya mungkin sering mandi malam.

29

dengan agen
cidera, distensi
jaringan oleh
penumpukan
cairan,
inflamasi, dan
destruksi sendi
(00132)

2 Oktober 2014
14.30-15.30

Risiko
ketidakstabilan
kadar glukosa
darah
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
manajemen
diabeteas
(00179)

hangat

Ya kerjanya juga berat-berat kok,mbak. Ya


mbak nanti dicoba dikompres setelah ini.
O: Ny.M dan Tn. S antusias dalam diskusi
manajemen nyeri
A: Tn. S memahami lagkah-langkah kompre hangat

Mengajarkan untuk
meningkatkan aktivitas
fisik dengan senam
kaki diabetes

P: lanjutkan intervensi
- Ajarkan tehnik distraksi nafas dalam
- Ajarkan senam untuk mengurangi nyeri sendi
lutut
S: Ny. M mengatakan, enak ya mbak senam gini,
bisa dilakukan pas santai-santai nonton tivi. Ny.
M mengatakan akan melakukannya setiap hari

Ghilma AR

O: Ny. M tampak antusias diajarkan senam kaki


diabetes.
A: Ny. M dapat menirukan langkah-langkah dalam
senam kaki diabetes.
Ny. M dapat menghafal langkah-langkah senam
kaki diabetes:
- Duduk di kursi, meletakkan tumit di lantai
angkat telapak kaki ke atas
- Meletakkan tumit di lantai putar telapak kaki
- Mengangkat kaki sejajar, menggerakkan kaki
ke depan dan belakang
- Mengangkat kaki sejajar, menggerakkan kaki

Ghilma AR

30

ke depan
- Mengangkat salah satu kaki, putar pergelangan
kaki dan bergantian pada kaki yang lain
- Meletakkan Koran di lantai dan buat seperti
bola, kemudian Koran dirapikan kembali
- Merobek Koran menjadi 2 bagian, robek salah
satu bagian Koran menjadi robekan kecil-kecil.
- Memindahkan robekan Koran kecil-kecil ke
salah satu Koran yang asih utuh, buat menjadi
seperti bola.
P: lanjutkan intervensi
- Memberikan lembar observasi olahraga
- Ajarkan tehnik relaksasi otot progressive
Nyeri
berhubungan
dengan agen
cidera, distensi
jaringan oleh
penumpukan
cairan,
inflamasi, dan
destruksi sendi
(00132)

Mengajarkan tehnik
distraksi dengan nafas
dalam

S:Tn. S mengatakan dengan nafas dalam juga dapat


mengurangi nyeri.
O: Tn. S kooperatif saat diajarkan tehnik nafas
dalam
A: Tn. S mengikuti arahan dalam nafas dalam dan
mengatakan nyeri sedikit berkurang dengan nafas
dalam. Selain itu, Tn. S juga telah menerapkan
kompres hangat saat merasa nyeri dan
melaporkan ada penurunan nyeri dengan kompres
hangat.
P: lanjutkan intervensi

31

Ghilma AR

11 Oktober
2014
15.00-16.00

Ketidak
efektifan
manajemen
kesehatan
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
(00078)

- Ajarkan senam untuk mengurangi nyeri sendi


Memberikan
S: Ny. M mengatakan, Iya, mbak kalo makannya
pendidikan kesehatan
telat gitu langsug perih, langsung saya makan apa
pada keluarga tentang
gitu.
maag
meliputi:
pengertian, penyebab, O: Ny. M antusias selama pemberian pendidikan
tanda dan gejala, cara
kesehatan dan antusias ketika berdiskusi tentang
penanganan,
dan
pengalaman Ny. M selama ini untuk mengatasi
komplikasi dari maag
maag
serta pencegahan dan
perawatan maag.
A: Ny. M dapat mengungkapkan pengertian maag,
tanda gejala, penanganan maag, makanan yang
harus dihindari.

Ghilma AR

P: lanjutkan intervensi
- Ajarkan keluarga untuk rencana diit dan pola
makan yang sesuai dengan kondisi klien
- Berikan contoh jadwal makan kepada klien.
Mengajarkan keluarga
S: Ny. M dapat menyebutkan makanan yang dapat
untuk rencana diit dan
memicu timbulnya maag seperti,makanan pedas,
pola makan yang sesuai
asam, dan bergas
dengan kondisi klien
O: Ny.M kooperatif dan antusias berdiskusi
A: Ny. M dapat memahami diit yang diterapkan
pada penderita maag dan DM. Ny. M dapat
mengerti makanan apa saja yang harus dikurangi
pada DM dan maag

32

Ghilma AR

P: lanjukan intervensi
- Berikan contoh jadwal makan kepada klien.
Memberikan contoh
jadwal makan dan
menu diit 1900 kalori
untuk DM pada klien

S: Ny. M mengatakan akan menerapkan jadwal


makan untuk pola makannya sehari-hari
O: Ny.M kooperatif
A: Ny. M dapat memahami jadwal dan menu diit
untuk penderita maag dan DM

14 Oktober
2014
15.30 16.00

16 Oktober
2014
15.00-16.00

Risiko
ketidakstabilan
kadar glukosa
darah
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan
tentang
manajemen
diabeteas
(00179)
Nyeri
berhubungan
dengan agen
cidera, distensi
jaringan oleh

Latihan relaksasi otot


progressive

Ghilma AR

P: pertahankan intervensi
S: Ny. M mengatakan rileks, nyaman
O: Ny. M tampak tenang, nadi 73 x/menit
A: Ny. M sudah dapat mengikuti gerakan-gerakan
relaksasi otot progressive dengan baik, meskipun
Ny. M sedikit kesulitan untuk menegangkan otot
pada bagian dahi
P: pertahankan intervensi

Latihan fisik untuk


nyeri lutut

S: Tn. S mengatakan akan melakukan latihan fisik


untuk mengurangi nyeri lutut. Tn. S mengatakan
sekidit sakit ketika melakukan latihan fisik untuk
nyeri lutut, tapi cukup nyaman setelah latihan
selesai.

33

Ghilma AR

penumpukan
cairan,
inflamasi, dan
destruksi sendi
(00132)

O : Tn. S dapat mengikuti gerakan-gerakan latihan


fisik
A: Tn. S juga dapat merasa nyaman dengan latihan
fisik, meskipun sedikit merasa sakit pada saat
melakukan latihan fisik, terutama daerah lutut.
Ghilma AR
Kompres Jahe

P: lanjutkan intervensi
- Kompres jahe
S: Tn. S mengatakan nyaman saat dilakukan
kompres jahe dan nyeri berkurang
O: Tn. S tampak tenang
A: nyeri berkurang setelah dilakukan kompres jahe.
Skala nyeri menurun menjadi 3.
Ghilma AR
P: pertahankan intervensi

34

EVALUASI SUMATIF
No

Diagnosa Keperawatan

Evaluasi

35

1.

Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah


berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang
manajemen diabeteas (00179)

S : Ny. M mengatakan sudah mengurangi makanan manis-manis, namun


selama 2 hari ini mengkonsumsi semangka, aktif mengikuti
kegiatana senam bersama yang dilakukan di wilayalah RW 8,
melakukan senam kaki DM secara mandiri setiap sore, mulai
mempraktikkan relakasi otot
progressive. Ny. M tidak mengeluh
adanya kesemutan.
O:
-

Ny. M tampak tenang

Tekanan Darah 120/80 mmHg

GDS 165 mg/dL

A : Ny.M mengkonsumsi buah semangka selama 2 hari terakhir,


sehingga kadar gula darah kembali meningkat setelah pada minggu
ke 6 GDS 137 mg/dL. Semangka mempunyai kandungan glukosa
tinggi sehingga dapat memicu kenaikkan darah, sehingga masalah
belum teratasi.
P : Lanjutkan intervensi

2.

Nyeri berhubungan dengan agen cidera, distensi


jaringan oleh penumpukan cairan, inflamasi, dan

Menaati diit DM

Senam kaki DM

Latihan relaksasi otot progressive

S : Tn. S mengatakan sudah ada penurunan rasa nyeri pada lutut


semenjak dikompres hangat selama 2 hari sekali, dan pada minggu

36

destruksi sendi (00132)

ke-7 melakukan latihan aktivitas fisik untuk mengurangi nyeri lutut


sebanyak 3 kali dalam seminggu dan kompres jahe sebanyak 3 kali
dalam seminggu., serta Tn. S mengatakan aktivitas sehari-hari tidak
mengalami gangguan
P: nyeri saat kerja berat
Q: nyeri seperti ditusuk-tusuk
R: nyeri pada sendi lutut kiri
S: skala nyeri 2
T: nyeri hilang timbul < 10 menit
O:
-

Tn. S sudah tidak mengusap-usap daerah lutut ketika kunjungan

Tidak terdapat kemerahan maupun bengkak pada sendi lutut

Tidak terdapat kemerahan maupun bengkak pada sendi lutut

Tekanan darah 110/90 mmHg

A : Tn. S melakukan terapi kompres hangat, kompres jahe, dan aktivitas


fisik untuk mengurangi nyeri lutut dapat menurunkan skala nyeri
yang pada awalnya skala nyeri 6 menjadi skala 2, sehingga masalah
teratasi.
P : pertahankan intervensi
-

Kompres hangat

Kompres jahe

37

3.

Ketidak efektifan manajemen kesehatan berhubungan


dengan kurang pengetahuan (00078)

Latihan fisik nyeri lutut

S: Ny.M mengatakan tidak mengalami tanda-tanda maag seperti mual da


perih, hanya saja ketika makan tidak sesuai jadwal akan terasa perih.
Ny. M sudah menerapkan makan sesuai dengan jadwal yang telah
dibuat.
O : Ny. M tampak tenang
A : Ny. M sudah menerapkan jadwal makan yang telah dibuat dan tanda
gejala maag tidak muncul seperti perih, mual, kembung, sehingga
masalah teratasi
P: pertahankan intervensi
-

Menaati jadwal makan dan diit yang telah dibuat

Ghilma Agustia R

38

GRAFIK PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Masalah Diabetes Mellitus

Nama
Ny. M

Usia
45 th

II
165

III

IV

Nilai GDS
V
VI
137

VII

VIII
165

VII

VIII

2. Masalah Nyeri lutut

Nama
Tn. S

Usia
49 th

II

III
6

Skala Nyeri
V
VI

IV
4

38

3. Masalah Keefektifan manajemen kesehatan

Nama
Ny. M

Usia
45 th

II

III

Makan 3x dalam seminggu dan tepat waktu


IV
V
VI
VII
VIII
6
7
6
7

39

DAFTAR PUSTAKA
Friedman, Marilyn M. 1998. Kepewaratan keluarga: teori dan praktik. Alih
bahasa, Ind Debora R.I, Yoakin Asy: editor, Yasmin Asih, Setiawan, Monika
Water. Ed 3. Jakarta: EGC
Dochterman, Joanne McCloskey, Gloria M.Bulechek, Howard K. Butcher.
2008. Nursing Intervention Classification. (NIC) fifth edition.Mosby: Elsavier
Herdman, Heather. 2009. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi
2009-2011.Jakarta: EGC
Mashudi. 2011. Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Kadar
Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum
Daerah Raden Mattaher Jambi. www.ejurnal.ung.ac.id. Diakses pada tanggal
24 September 2014 pukul 19.00 WIB
Progressive Muscle Relaxation Exercise. Centre for Clinical Intervention.
www.cci.health.wa.gov.au/resources/docs/Info-PMR.pd Diakses pada
25 September 2014 pukul 05.15 WIB

Aini, Syafifah. 2010. Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Tingkat


Nyeri Pasien Rematik di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Wilayah Kerja
Puskesmas Air Dingin Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2010.
www.repository.unand.ac.id. Diakses pada tanggal 27 September 2014 pukul
14.00 WIB

40

DOKUMENTASI

Media senama kaki DM

Pemberian penkes aktivitas fisik untuk nyeri lutut


P

Pemeriksaan GDS

41

Pemberian kompres
hangat

Kompres jahe

pemberian pendidikan kesehatan maag

42

Nafas dalam

43