You are on page 1of 5

Laporan Praktikum Ke-1

M.K. Analisis Hidrologi

Hari, tanggal : Jumat, 20 Februari 2015


Asisten
:
1. Siti Syadiah
(G24110014)
2. Muhammad Okta Byari
(G24100054)

ANALISIS DATA DEBIT DAN PENENTUAN KOEFISIEN LIMPASAN


Kelompok
1. Aji Permana (G24120002)
2. Mutiara Endina Z (G24120020)
3. Neng Astini (G24120033)
4. Anjias Yonatan (G24120045)
5. Orita Mega Delani (G24120058)
6. Yahdi Isnu M (G24120079)

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Konsep pokok untuk ilmu hidrologi adalah siklus hidrologi yang
didefinisikan sebagai ilmu seluk beluk air di bumi, kejadiannya, peredarannya dan
distribusinya, sifat alam dan kimianya, serta reaksinya terhadap lingkungan dan
hubungan dengan kehidupan. Hidrograf merupakan diagram yang
menggambarkan variasi debit sungai atau tinggi muka air menurut waktu
(Sosrodarsono dan Takeda
2003). Hidrograf ini menunjukan tanggapan
menyeluruh DAS terhadap ma-sukan tertentu.
Debit adalah suatu variabel yang menyatakan banyaknya air yang mengalir
dari suatu sumber persatuan waktu, biasanya diukur dalam satuan liter per/detik,
untuk memenuhi keutuhan air pengairan, debit air harus lebih cukup untuk
disalurkan ke saluran yang telah disiapkan (Dumiary 1992). Debit ini mengalir
melalui Daerah Aliran Sungai atau disebut dengan DAS. Menurut Hatala (2007),
Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah air yang mengalir pada suatu kawasan yang
dibatasi oleh titik-titik tinggi dimana air tersebut berasal dari air hujan yang jatuh
dan terkumpul dalam sistem tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya debit air adalah kondisi
curah hujan pada DAS dan sumber DAS, jenis lapisan tanah pada DAS yang
mempengaruhi porostas tanah, serta kondisi vegetasi pada DAS yang
mempengaruhi jumlah intersepsi dan evapotranspirasi (Hatala 2007).
Pada saat air mengalir perlu diperhitungkan sebuah nilai yang disebut nilai
limpasan. Limpasan adalah apabila intensitas hujan yang jatuh di suatu DAS
melebihi kapasitas infiltrasi, setelah laju infiltrasi terpenuhi air akan mengisi
cekungan-cekungan pada permukaan tanah. Setelah cekungan-cekungan tersebut
penuh, selanjutnya air akan mengalir (melimpas) diatas permukaan tanah (Irawan
2010). Nilai limpasan ini tujuannya untuk menghitung kapasitas cekungan sungai
ini yang dapat menampung debit aliran sungai dengan menghitung debit
maksimum dan minimum, serta volume bajir limpasan dengan tujuan mengetahui
volume air limpasan yang menyebabkan daerah aliran sungai terjadi banjir.
Tujuan Praktikum
1. Mengenalkan data debit sungai dan formatnya dalam hidrologi,
2. Menghitung konversi satuan untuk menentukan koefisien limpasan.

METODOLOGI
Bahan dan Alat
1. Laptop
2. Ms. Excel
3. Data DAS Cimanuk-Bojongloa 2010
Langkah Kerja
1. Menghitung total curah hujan dalam satu tahun, rata-rata, CHmaks, CHmin,
dan Sd.
2. Menghitung total debit (m3/s),
3. Menghitung rata-rata debit (m3/s),
4. Mengkonversi debit (m3/s) menjadi L/s persatuan luas DAS :

5. Menghitung koefisien limpasan,

(
6. Menentukan Qmaks dan Qmin
Diagram Alir

Rapikan data Das


Cimanuk, Bojong
Loa tahun 2010

Tentukan Debit
Maksimum dan
Debit Minimum

Hitung Koefisien
Limpasan

HASIL DAN PEMBAHASAN


Menurut Ward dan Robinson (1990) dalam Jonsen (2006) siklus hidrologi
menyediakan konsep pengantar yang bermanfaat dalam menggambarkan
hubungan antara presipitasi dan debit aliran sungai yang dapat dinyatakan dengan
beberapa cara. Pengertian konsep dari data debit dalam hubungan dengan daur
hidrologi secara lebih luas dapat dimanfaatkan sebagai konsep kerja untuk
menganalisis dari berbagai permasalahan DAS, misalnya dalam pengelolaan DAS
(Asdak, 1995). Selain itu, mengetahui frekuensi curah hujan yang di dapat dari
data sehingga dapat memberikan solusi-solusi atas masalah-masalah praktis dalam
memenuhi kebutuhan dasar manusia.
Debit tahunan di DAS Cimanuk sebesar 10,716 m3/s. Debit Harian
maksimal yaitu pada tanggal 16 maret 2010 dengan besar 29,15 m3/s sedangkan
terendahnya 4,09 m3/s pada tanggal 30 juni 2010. CH tahunan sebesar 2800mm.
Koefisien limpasan (C) merupakan rasio jumlah limpasan terhadap jumlah
curah hujan, dimana nilainya tergantung pada tekstur tanah, kemiringan lahan,
dan jenis penutupan lahan. Menurut Supangat dan Ugroh (2002), koefisien
limpasan adalah perbandingan antara aliran dengan curah hujan yang masuk.
Nilai C pada DAS Cimanuk Bojongloa sebesar 0.4133 yang berarti bahwa pada
DAS tersebut kondisi permukaan tanahnya didominansi dengan perumahan yang
multi satuan dan terpisah-pisah yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 1 Hubungan kondisi permukaan tanah dan koefisin pengaliran
No
Tipe Daerah Aliran
Koefisien
Pengaliran (C)
1
Perumputan
Tanah berpasir, datar (2
0.05-0.10
%)
0.10-0.15
Tanah berpasir, rata-rata
0.15-0.20
(2-7%)
Tanah berpasir, curam
(7%)
2
Bisnis
Daerah kota
0.75-0.95
Daerah pinggiran
0.50-0.70
3
Perumahan
Daerah keluarga-tunggal
0.30-0.50
Multi satuan, terpisah0.40-0.60
pisah
0.60-0.75
Multi satuan, berdempetan
(rapat)
0.25-0.40
Suburban
0.50-0.70
Daerah rumah apartemen

5
6
7
8

Sumber :
1992

Perindustrian
Daerah ringan
0.50-0.80
Daerah berat
0.60-0.90
0.10-0.25
Pertamanan
0.20-0.35
Lapangan Bermain
Halaman kereta api
0.20-0.40
Jalan-Jalan
Beraspal
0.70-0.95
Beton
0.80-0.95
Con Block
0.70-0.85
Banjir Rencana untuk Bangunan Air, Departemen Pekerjaan Umum,

KESIMPULAN
Data debit daerah aliran sungai adalah data yang menunjukkan jumlah air
yang mengalir persatuan waktu dalam suatu daerah aliran sungai. Data DAS
bermanfaat dalam menggambarkan hubungan antara presipitasi dan debit aliran
sungai. Koefisien limpasan dalam daerah aliran sungai Cimanuk-Bojongloa
adalah sebesar 0.4133, hal ini menunjukkan bahwa daerah aliran sungai tersebut
didominansi dengan perumahan.
DAFTAR PUSTAKA
Dumiary S. 1992. Modul Praktikum: Mekanika Zat Alir. Bogor (ID) : Departemen
Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor.
Hatala N. 2007. Model Matematis Perubahan Kualitas Air Sungai di Daerah
Aliran Sungai (DAS) Cisadane. [terhubung berkala]. Tersedia :
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/13717. [20 Februari 2015]
Irawan D. 2010. Metode Pengukuran Aliran Air Sungai : Aliran Hidrologi.
Malang (ID) : Universitas Brawijaya.
Setia W P. 2008. Analisa perbandingan penentuan .. [skripsi]. Jakarta (ID):
Universitas Indonesia.
Sosrodarsono, S dan K Takeda. 2003. Hidrologi untuk Pengairan. Edisi ke 9.
Jakarta: PT Pradnya Paramita.