You are on page 1of 19

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER


SIMPLISIA
A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengekstraksi dan menguji
kandungan metabolit sekunder simplisia.
B. BAHAN
1. Klasifikasi
a. Kaki Kuda (Centella asiatica L.)
Regnum
Devisio
Classis
Ordo
Familia
Genus
Spesies

: Plantae
: Spermathophyta
: Dicotyledonae
: Umbilales
: Umbilaferae (Apiaceaea)
: Centella
: Cantella asiatica L. (Tjitrosoepomo, 2000)

b. Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.)


Regnum
Divisio
Class
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae
: Spermaiophyta
: Monocotyledonae
: Zingiberales
: Zingiberaceae
: Kaempferia
: Kaempferia galanga L. (Tjitrosoepomo, 2000)

c. Tapak Liman (Elephantopus schaber L.)


Regnum

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Class

: Dicotyledonale

Ordo

: Asterales

Famili

: Asteraceae

Genus

: Elephantopus

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

Species

: Elephantopus schaber L. (Tjitrosoepomo, 2000)

d. Rimpang Lengkuas (Alpinieae galanga L.)


Regnum
Divisio
Class
Ordo

: Plantae
: Magnoliophyta
: Liliopsida
: Zingiberales

Famili

: Zingiberaceae

Genus
Spesies

: Alpinieae
: Alpinieae galanga L.

(Tjitrosoepomo, 2000)

e. Avocat (Persea americana Mill)


Regnum
Divisio
Class
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae
: Spermatophyta
: Dicotyledoneae
: Laurales
: Lauraceae
: Persea
: Persea americana Mill (Tjitrosoepomo, 2000)

f. Brotowali (Tinospora crispa L.)


Regnum

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Class
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Dicotyledonea
: Ranunculales
: Menispermaceae
: Tinospora
: Tinospora crispa L. (Tjitrosoepomo, 2000)

g. Rimpang Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.)


Regnum
Divisio
Class
Ordo
Famili
Genus

: Plantae
: Sperrnatophyta
: Monocotyledonae
: Zingiberales
: Zingiberaceae
: Zingiber

Spesies

: Zingiber aromaticum Val. (Tjitrosoepomo, 2000)

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

2. Deskripsi Simplisia
a. Kaki Kuda (Cantella asiatica L.)
Kaki kuda berasal dari Asia Tropik tersebar di Asia Tenggara,
India, Cina, Jepang, Australia, dan negara-negara lain. Sejak ribuan
tahun lalu, tanaman ini telah digunakan sebagai obat untuk mengobati
berbagai penyakit pada hampir seluruh belahan dunia. Selain
digunakan sebagai obat, pegagan juga dikonsumsi sebagai lalap
terutama oleh masyarakat di Jawa Barat. Jenis pegagan ada dua macam
yaitu pegagan merah dan pegagan hijau. Tanaman ini merupakan terna
tahunan yang tumbuh merambat. Pegagan tidak mempunyai batang,
rimpang pendek, dan stolon yang merayap. Panjangnya antara 10 cm
80 cm. Akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang dapat
membentuk tumbuhan baru. Pegagan berdaun tunggal, berbentuk
ginjal, panjang tangkai daun antara 5 cm 15 cm. Tepi daun bergerigi
atau beringgit, penampang 1 cm 7 cm tersusun dalam roset yang
terdiri atas 2 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga
berwarna putih atau merah muda yang tersusun dalam karangan
berbentuk payung, tunggal atau 3 5 bersama-sama keluar dari ketiak
daun, panjang tangkai bunga 5 mm 50 cm. Buah pegagan berbentuk
lonjong atau pipih, berbau harum dan rasanya pahit. Panjang buah
antara 2 mm 2,5 mm (BPOM RI, 2010).
b. Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.)
Rimpang kencur merupakan tanaman tropis yang banyak
tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai tanaman yang
dipelihara. Tanaman ini banyak digunakan sebagai ramuan obat
tradisional dan sebagai bumbu dalam masakan sehingga para petani
banyak yang membudidayakan tanaman kencur sebagai hasil pertanian
yang diperdagangkan dalam jumlah yang besar. Bagian dari tanaman
kencur yang diperdagangkan adalah buah akar yang tinggal didalam
tanah yang disebut dengan rimpang kencur atau rizoma. Daun kencur
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

berbentuk bulat lebar, tumbuh mendatar diatas permukaan tanah


dengan jumlah daun tiga sampai empat helai. Permukaan daun sebelah
atas berwarna hijau sedangkan sebelah bawah berwarna hijau pucat.
Panjang daun berukuran 10 12 cm dengan lebar 8 10 cm
mempunyai sirip daun yang tipis dari pangkal daun tanpa tulang tulang
induk daun yang nyata. Rimpang kencur terdapat didalam tanah
bergerombol dan bercabang cabang dengan induk rimpang ditengah.
Kulit ari berwarna coklat dan bagian dalam putih berair dengan aroma
yang tajam. Rimpang yang masih muda berwarna putih kekuningan
dengan kandungan air yang lebih banyak dan rimpang yang lebih tua
ditumbuhi akar pada ruas ruas rimpang berwarna putih kekuningan
(BPOM RI, 2010).
c. Tapak Liman (Elephantopus schaber L.)
Tapak liman mempunyai ciri ciri batang pendek, susunan
daun berbentuk roset dan kaku, tepi daun bergerigi, ujung daun
tumpul, batang bunga muncul di tengah tengah roset daun, bunga
berbentuk bongkol dan berwarna ungu. Tumbuh di kawasan Kebun
Raya bogor banyak ditemukan di derah yang berumput, secara
ekologis tanaman ini bermanfaat sebagai penutup tanah ground cover
dan dapat juga bermanfaat sebagai tanaman obat (BPOM RI, 2010).
d. Rimpang Lengkuas (Alpinieae galanga L.)
Lengkuas mempunyai nama daerah Laos (Jawa) sering
digunakan

sebagai

bumbu

penyedap

masakan

atau

rempah,

mempunyai aroma harum dan rasa yang pedas. Banyak ditemukan di


wilayah Asia Tenggara, di Indonesia, China dan Thailand. Selain untuk
penyedap, digunakan juga sebagai obat tradisional, untuk mengobati
gangguan

lambung,

menghilangkan

kembung,

anti

jamur,

menghilangkan gatal, menambah nafsu makan, demam dan sakit


tenggorokan. Akhir-akhir ini banyak digunakan sebagai pengobatan
dan pencegahan (Chemoprevention) kanker. Lengkuas ada 2 macam
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

lengkuas merah dan lengkuas putih. Lengkuas putih banyak dipakai


sebagai bumbu penyedap dan lengkuas merah lebih mempunyai
khasiat sebagai obat. Kandungan ACA (Acetoxy Chavicol Acetate)
lebih banyak pada ekstraksi lengkuas merah daripada lengkuas putih.
Lengkuas mempunyai potensi untuk menurunkan angka kejadian
kanker yang diinduksi oleh karsinogen (BPOM RI, 2010).
e. Avocat (Persea americana Mill)
Avocat berasal dari Amerika Tengah. Tumbuhan ini masuk ke
Indonesia sekitar abad ke-18. Alpukat tumbuh liar di hutan-hutan,
banyak juga ditanam di kebun dan pekarangan yang lapisan tanahnya
gembur dan subur serta tidak tergenang air. Tumbuh di daerah tropik
dan subtropik dengan curah hujan antara 1.800 mm sampai 4.500 mm
tiap tahun. Pada umumnya tumbuhan ini cocok dengan iklim sejuk dan
basah. Tumbuhan tidak tahan terhadap suhu rendah maupun tinggi. Di
Indonesia tumbuh pada ketinggian tempat antara 1 m sampai 1000 m
di atas permukaan laut. Buah alpukat memiliki biji yang berkeping
dua, sehingga termasuk dalam kelas Dicotyledoneae. Biji bulat seperti
bola, keping biji putih kemerahan. Kepingan ini mudah terlihat apabila
kulit bijinya dilepas atau dikuliti. Kulit biji umumnya mudah lepas dari
bijinya. Pada saat buah masih muda, kulit biji itu menempel pada
daging buahnya. Bila buah telah tua, biji akan terlepas dengan
sendirinya. Umumnya sifat ini dijadikan sebagai salah satu tanda
kematangan buah. Buah yang berbentuk panjang mempunyai biji yang
lebih panjang dibanding biji yang terdapat di dalam buah yang bentuk
bulat. Walaupun demikian, semua biji alpukat mempunyai kesamaan,
yaitu bagian bawahnya agak rata dan kemudian membulat atau
melonjong (BPOM RI, 2010).
f. Brotowali (Tinospora crispa L.)
Brotowali merupakan tumbuhan yang mudah ditemukan dan
mudah dalam perawatan penanamannya, tumbuh secara liar di hutan,
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

ladang atau ditanam di halaman dekat pagar sebagai tumbuhan obat.


Tanaman ini menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari.
Merambat dengan panjang mencapai 2,5 meter atau lebih. Brotowali
tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerahtropis.
Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan
beberapa Negara lain di Asia tenggara dan India. Batang Brotowali
hanya sebesar jari kelingking, berbintil- binti lrapat dan rasanya pahit.
Daun Brotowali merupakan dan tunggal, tersebar, berbentuk jantung
dengan ujung runcing, tepi daun rata, pangkalnya berlekuk, memiliki
panjang 7-12 cm dan lebar 7-11 cm. Tangkai daun menebal pada
pangkal dan ujung, pertulangan daun menjari dan berwarna hijau.
Bunga majemuk berbentuk tandan, terletak pada batang kelopak tiga.
Memiliki enam mahkota, berbentuk benang berwarna hijau. Benang
sari berjumlah enam, tangkai berwarna hijau muda dengan kepala sari
kuning.Buah Brotowali keras seperti batu, berwarna hijau (BPOM RI,
2010).

g. Rimpang Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.)


Rimpang lempuyang wangi merupakan tumbuhan terna,
berbatang semu, tingginya kurang lebih 1 m. Daun berbentuk lanset
dengan panjang 14-40 cm dan lebar 3-8,5 cm, bagian pangkal daun
berbentuk bulat telur atau runcing, permukaan daun bagian atas
berbulu dengan panjang bulu 4-5 mm. Bunganya berupa mayang
tersembul di atas tanah, gagang bunga lebih panjang daripada mayang,
ramping dan sangat kuat, bersisik, berbentuk lanset. Sisik berwarna
merah dengan panjang sisik 3-6,5 cm. Daun pelindung lebih panjang
daripada kelopak bunga, berbentuk jorong dengan ujung yang rata,
berbulu rapat berwarna hijau kemerahan atau merah gelap, tetapi pada
bagian tepi hampir tak berbulu, panjang daun pelindung 1,5-4 cm dan
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

lebar 1,25-4 cm. Mayang berbentuk bulat telur, panjangnya 3,5-10,5


cm, lebar 1,75-5,5 cm, panjang kelopak bunga 13-17 mm. Mahkota
bunga berwarna kuning terang atau putih kekuningan, tinggi tabung 23 cm, berbentuk bulat telur dan rata pada bagian ujung. Kepala sari
berbentuk jorong, berwarna kuning terang panjangnya 8-10 mm
(BPOM RI, 2010).

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm., M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

C. HASIL PENGAMATAN
1. Uji Metabolit Sekunder
a. Uji Alkaloid

Perlakuan

Gambar

Hasil

Ekstrak

Ditambahkan 3 tetes
kloroform

Endapan
coklat, positif
mengandung
alkaloid

Ditambahkan 2 tetes H2SO4

Didiamkan sampai
terbentuk dua fae

Pada fase bawah (H2SO4)


ditambahkan pereaksi
meyer
b. Uji Flavonoid
Perlakuan
Ekstrak
Ditambahkan 3 tetes
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

Gambar

Hasil
- Ekstrak +

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

SIMPLISIA

metanol
MgSO4
tidak terjadi
perubahan
warna

Dipanaskan 5 menit di air


Ditambahkan 5 tetes HCl
pekat
Dikocok

- Ekstrak +
MgCl
tidak terjadi
perubahan
warna

Di tempatkan secukupnya di
plat tetes

Ditambahkan MgSO4 dan


MgCl

(tidak
mengandung
flavonoid)
c. Uji Steroid

Perlakuan
Ekstrak

Gambar

Hasil
Merah jingga,
positif
mengandung
triterpenoid

Ditambahkan 3 tetes
kloroform

Ditambahkan 2 tetes H2SO4

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

10

SIMPLISIA

Didiamkan sampai
terbentuk dua fae

Pada fase atas ditambakan


asam asetat

Ditambahkan H2SO4
d. Uji Saponin

Perlakuan

Gambar

Hasil

Ekstrak

Ditambahkan air hangat

Tidak terdapat
buih, tidak
mengandung
saponin

Dikocok

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

11

SIMPLISIA

2. Skrining menggunakan plat KLT


a. Uji Alkaloid
Perlakuan

Gambar

Hasil

ekstrak ditotol pada plat


KLT

dicelupkan dalam 9:1


kloroform dan metanol
Gelombang pendek
diberi sinar UV

Merah bata /
orange,
mengandung
alkaloid

Disemprot dengan
dragendrof

Gelombang panjang
b. Uji Flavonoid
Perlakuan
ekstrak ditotol pada plat
KLT
dicelupkan dalam 9:1
kloroform dan metanol
diberi sinar UV

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

Gambar

Hasil

Hijau /
kekuningkungan,
mengandung
flavonoid

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

12

SIMPLISIA

Disemprot dengan
amoniak

c. Uji Tanin
Perlakuan
ekstrak ditotol pada plat
KLT

Gambar

Hasil

dicelupkan dalam 9:1


kloroform dan metanol
diberi sinar UV

Hitam,
mengandung
tanin

Disemprot dengan FeCl3


1%
Dipanaskan hingga
berwarna hitam

d. Uji Saponin
Perlakuan
ekstrak ditotol pada
plat KLT
dicelupkan dalam 9:1
kloroform dan metanol

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

Gambar

Hasil

Kecoklatan,
mengandung
saponin
SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

13

SIMPLISIA

diberi sinar UV
Disemprot dengan
H2SO4

e. Uji Triterpenoid
Perlakuan
ekstrak ditotol pada plat
KLT

Gambar

Hasil

dicelupkan dalam 9:1


kloroform dan metanol
diberi sinar UV

Ungu,
mengandung
triterpen

Disemprot dengan
Lieberman-Buchard
Dipanaskan
f.

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

14

SIMPLISIA

D. PEMBAHASAN

Simplisia merupakan bahan alamiah yang digunakan sebagai obat baik


dari tumbuhan, hewan maupun mineral yang belum mengalami pengolahan
apapun kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang dikeringkan. Simplisia
berbeda dengan haksel. Haksel merupakan bagian-bagian tanaman seperti akar,
batang, atau daun yang dikeringkan tapi belum dalam bentuk serbuk.

Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya


dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Sedangkan, ekstrak adalah sediaan
yang diperoleh dengan cara ekstraksi tanaman obat dengan ukuran pertikel
tertentu dan menggunakan medium pengekstrasi yang tertentu pula. Ekstraksi
dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ekstrak yang diperoleh sesudah
pemisahan cairan dari residu tanaman obat dinamakan micela. Micelle ini
dapat diubah menjadi bentuk obat siap pakai, seperti ekstrak cair dan tinktura
atau sebagai produk/bahan antara yang selanjutnya dapat diproses menjadi
ekstrak kering. Pada percobaan ini, ekstraksi yang dilakukan yaitu
menggunakan metode ekstraksi dingin dengan maserasi. Maserasi merupakan
metode ekstraksi dengan cara sampel serbuk direndam dengan menggunakan
pelarut yang sesuai kemudian didiamkan selama 1x24jam. Kemudian disaring
untuk memperoleh cairan yang akan dievaporasi sehingga dapat diperoleh
ekstrak kental sesuai dengan keinginan. Cairan hasil evaporasi diovenkan agar
molekul-molekul airnya dapat diuapkan dan diperoleh ekstrak murni.

Ekstrak murni tersebut digunakan sebagai sampel dalam uji identifikasi


metabolit sekunder. Setiap tanaman dapat menghasilkan metabolit sekunder.
Metabolit sekunder merupakan suatu senyawa yang berasalah dari tumbuhan
sebagai bentuk pertahanan diri. Beberapa metabolit sekunder diketahui
memiliki aktivitas sebagai obat, baik sebagai antibiotik, obat kanker, dan lainlain. Senyawa metabolit sekunder yang umum terdapat pada tanaman adalah
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

15

SIMPLISIA

alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, terpenoid dan tannin. Pada percobaan ini,
dilakukan uji identifikasi senyawa metabolit sekunder dalam sampel ekstrak
kaki kuda, rimpang kencur, tapak liman, rimpang lengkuas, avocat, brotowali,
rimpang lempuyang wangi.

Uji metabolit sekunder yang dilakukan yaitu uji alkaloid, flavonoid,


steroid, dan saponin. Alkaloid merupakan senyawa metabolit sekunder yang
bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam
gabungan, sebagai bagian dari sistem siklik. Uji identifikasi alkaloid yaitu
dengan mencampurkan kloroform ke dalam ekstrak, kemudian dipanaskan lalu
diberi pereaksi meyer. Pereaksi meyer merupakan pereaksi yang digunakan
daam uji kualitatif sampel yang mengandung senyawa alkaloid dengan
perubahan warna atau terbentuknya endapan putih. Pada percobaan ini, ekstrak
daun tapak liman menunjukkan positif mengandung alkaloid dengan
terbentuknya endapan coklat dan larutan keruh.

Flavonoid adalah sekelompok besar senyawa polifenol tanaman


yang tersebar luas dalam berbagai bahan makanan dan dalam berbagai
konsentrasi. Komponen tersebut pada umumnya terdapat dalam keadaan terikat
atau

terkonjugasi

dengan

senyawa

gula. Flavonoid

berperan

sebagai

antioksidan yaitu dapat menghambat penggumpalan keping-keping sel darah,


merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh
darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Uji flavonoid
dilakukan dengan penambahan MgCl dan MgSO 4 dalam suasana asam
(menggunakan HCl pekat). Pada ekstrak yang ditambahkan dengan MgCl dan
menghasilkan larutan berwarna merah maka positif mengandung flavonoid,
sedangkan ektrak yang ditambahkan dengan MgSO4 menghasilkan larutan
berwarna kuning maka positif mengandung flavonoid. Ekstrak daun tapak
liman tidak terbukti mengandung senyawa flavonoid karena tidak ada
pembentukan warna kuning dan merah tersebut.
WA ODE INDAH WULAN H.H.
F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

16

SIMPLISIA

Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil


kondensasi suatu gula dengan suatu senyawa hidroksil organik yang apabila
dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non gula (aglikon). Uji
identifikasi saponin dilakukan dengan menambahan akuades ke dalam ekstrak.
Jika terbentu busa maka ekstrak tersebut mengandung saponin. Dari uji saponin
ini, diketahui pula bahwa ekstrak daun tapak liman tidak mengandung senyawa
saponin.

Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang


dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan
golongan senyawa metabolik sekunder yang banyak dimanfaatkan sebagai
obat. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai
struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin
sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Uji identifikasi steroid dilakukan
dengan mencampurkan ekstrak dengan kloroform, kemudian dipanaskan lalu
ditambahkan H2SO4. Hasil dari uji ini adalah terbentuknya larutan berwarna
merah jingga yang mendakan bahwa di dalam sampel terkandung senyawa
steroid.

Berdasarkan data yang diperoleh pada uji alkaloid, flavonoid, steroid,


dan saponin serta triterpenoid yaitu uji metabolit sekunder pada serbuk
simplisia daun tapak liman diketahui bahwa ekstrak daun tapak liman
mengandung alkaloid dan steroid. Sedangan skrining fitokimia yaitu
menggunakan plat KLT tapak liman mengandung alkaloid dengan terbentuk
warna merah bata pada plat KLT, mengandung flavoinoid berwarna hijau
kekuningan, tanin berwarna hitam, saponin berwarna kecoklatan dan
triterpenoid berwarna ungu.

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

17

SIMPLISIA

E. PENUTUP
1. Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini adalah berdasarkan uji metabolit
sekunder serbuk simplisia daun tapak liman mengandung alkaloid dan
steroid. Sedangkan berdasarkan skrining menggunakan plat KLT simplisia
daun tapak liman mengandung steroid, flavonoid, tanin, saponin dan
triterpenoid.

2. Saran

Saran yang dapat diberikan yaitu saat pengujian metabolit sekunder


diharapkan mahasiswa dapat lebih serius dalam proses pengerjaannya
sehingga kesalahan dalam proses pengujian dapat diminimalisir.

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

18

SIMPLISIA

DAFTAR PUSTAKA

Badan POM, 2010, Acuan Sediaan Herbal, Volume Kelima Edisi Pertama, Badan
Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Jakarta.

Dirjen POM, 1989 dan 1995, Materi Medika Indonesia, Departeman Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.

Dirjen POM, 2009, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi Pertama, Departeman


Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Tjitrosoepomo, Gembong, 2000, Taksonomi Tumbuhan, Gadjah Mada University


Press, Yogyakarta.

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.

EKSTRAKSI DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER

19

SIMPLISIA

WA ODE INDAH WULAN H.H.


F1F1 13 058

SRY AGSHARY AMIR, S.Farm. M.Si., Apt.