You are on page 1of 7

Ionisasi Udara Melalui Radioaktivitas

Ahmad Ridwan Sidiq1 *


1

Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. A.H Nasution No. 105 Bandung 40614
* Email: ahmad.physic22@gmail.com.com

Abstrak. Telah dilakukan eksferimen Ionisasi Udara Melalui Radioaktivitas dengan menggunakan bahan
radioaktif Am 241. Am 241 merupakan unsur transuranium yang ditemukan ke empat, Am 241 lebih mudah
ditempa dari pada uranium. Amerisium harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi.
Aktifitas Alfa dari Am 241 tiga kali lebih banyak dari pada uranium. Hasil dari Eksperimen ini ketika
sumber radiasi kita dekatkan diantara kedua plat maka akan timbul arus listrik yang besarkan sebanding
dengan tegangan yang dihasilkan dan berbanding terbalik dengan hambatan yang digunakan dalam
eksperimen. Adapun nilai arus yang didapatkan dari percobaan adalah 0.75 nA.
Kata kunci: Ionisasi, Amerisium, Radioaktivitas , Kuat Arus, Radiasi.

PENDAHULUAN
Kejadian
pada
kehidupan
sehari-hari,
fenomena alam, jarang sekali berkaitan dengan
reaksi nuklir. Hampir semuanya melibatkan
gravitasi dan elektromagnetisme. Keduanya
adalah bagian dari empat gaya dasar dari alam,
dan bukanlah yang terkuat. Namun dua lainnya,
gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat adalah
gaya yang bekerja pada range yang pendek dan
tidak bekerja di luar inti atom. Inti atom terdiri
dari muatan positif yang sesungguhnya akan
saling menjauhi jika tidak ada suatu gaya yang
menahannya.
Salah satu sifat menguntungkan dari sinar
radioaktif adalah daya tembusnya yang tinggi.
Kekuatan tembus sinar-sinar radioaktif ini
dipengaruhi oleh daya ionisasinya.
Beberapa ion diproduksi oleh radiasi kosmik,
udara terdiri dari molekul yang netral. Oleh
karena itu elektroda dibuat sebagai isolator.
Tegangan diberikan antara dua elektroda,sehingga
tidak akan ada muatan yang mengalir selama
tegangan yang digunakan di bawah tegangan
yang diperlukan untuk berhenti secara spontan
melalui dampak ionisasi.

Ketika
H.
Becquerel
menemukan
radioaktivitas pada garam uranium, pada tahun
1895. Ia mengamati bahwa udara terionisasi
melalui radioaktivitas dan radioaktivitas dapat
identifikasi dengan kekuatan ionisasi. Ion-ion
yang dihasilkan mengalir diantara dua elektroda,
dapat dideteksi dengan amperemeter sensitif
bahkan jika tegangan antara elektroda tidak
cukup untuk aliran spontan pada daerah tersebut,
ion-ion tetap dapat dideteksi
Daya ionisasi adalah kemampuan sinar
radioaktif menarik elektron dari atom-atom yang
dilewatinya. Partikel mempunyai daya ionisasi
yang kuat karena muatannya positif. Ia lebih
mudah menarik elektron bebas dari atom-atom.
Partikel memiliki daya ionisasi yang kurang
kuat dan partikel memiliki daya ionisai paling
lemah. Untuk mengionisasi atom sinar radioaktif
akan menggunakan energi yang dimilikinya,
sehingga semakin kuat daya ionisasinya semakin
banyak energinya yang hilang. Hal ini tentu saja
berpengaruh pada daya tembusnya. Sinar
memiliki daya tembus paling kuat , kemudian
sinar dan yang paling lemah adalah sinar . Di
udara terbuka sinar akan kehilangan banyak
energi karena mengionisasi molekul-molekul
udara sehingga hanya memiliki jangkauan
beberapa centimeter saja. Ilustrasi berikut

memperlihatkan perbandingan daya tembus sinarsinar radioaktif.


Bahan-bahan radioaktif senantiasa dapat
memancarkan energi yang secara langsung tidak
dapat teramati secara kasat mata. Pancaran
radiasinya tidak lain merupakan bagian dari
spektrum gelombang cahaya yang mana memiliki
frekuensi yang tinggi namun panjang gelombang
sangat pendek. Panjang gelombang yang pendek
inilah menyebabkan spektrum tersebut sulit
diamati secara langsung.

Prosedur Percobaan:
Langkah eksperimen terlihat pada
Gambar 2.
1. Siapkan alat dan bahan
2. Hubungkan penguat electrometer 12 V,
output dari catu daya 450 V.
3. Lengkapi
masukan
dari
penguat
electrometer dengan sepasang elektroda
dan resistor 10 G, lalu hubungkan ke
output 450 V.
4. Hubungkan
output
dari
penguat
electrometer ke voltmeter
5. Hubungkan batang sambungan ke ground
dari penguat electrometer.
Prosedur percobaan
1. Gunakan tegangan 450 V pada kedua

plat, dan simpan batang koneksi di tangan


Anda.
2. Baca tegangan keluaran U dari penguat
electrometer
3. Ulangi langkah diatas dengan
variasi jarak dari sumber radiasi
ke plat elektroda.
Gambar 1. Ionisasi Udara melalui radioaktif antara
dua plat electrode
Untuk mencari nilai Kuat arus yang
dihasilkan dari eksperimen ini adalah dengan
menggunakan persamaan berikut:

U
10G

(1)

METODE EKSPERIMEN

Gambar 2. Rangkaian Eksperimen Ionisasi Udara


melalui Radioaktivitas

HASIL DAN DISKUSI


Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1 Am-241, 330 kBq


1 Penguat electrometer
1 Pelat seng untuk efek fotolistrik
1 Grid elektroda
1 Batang penghubung
1 STE resistor 10 G, 0.5 W
1 voltmeter, U 10
1 Catu daya 450 V

Dalam Eksperimen Ionisasi udara melalui


Radioaktivitas ini, kita mengamati bagaimana
pengaruh radioaktif di udara ketika di dekatkan
dengan dua buah electrode. Variable yang kita
amati adalah nilai tegangan yang dihasilkan
ketika resisitor 10 G.
Amerisium-241, dengan waktu paruh 432
tahun, adalah isotop pertama yang diisolasi, Am241 meluruh oleh partikel alpha memancarkan

radiasi gamma dan intens menjadi neptunium237.


Amerisium-241 memancarkan partikel
alpha dan gamma energi rendah sinar. Partikel
alpha yang dipancarkan oleh Am-241 berbenturan
dengan oksigen dan nitrogen di udara dalam
ruang ionisasi detektor untuk menghasilkan
partikel bermuatan (ion). Radiasi elektromagnetik
yang dipancarkan Am 241 memliki energy 60
keV.
Dalam Eksperimen ini kami mengambil
data sebanyak 6 data, dengan variasi jarak antara
plat elektroda dan sumber radiasi.

lebih banyak pasangan ion. Semakin banyak


pasangan ion maka arus atau tegangan listrik
yang ditimbulkan akan semakin besar pula.
Dalam percobaan ini bahan yang
digunakan adalah Am 241, karena
Amerisium-241 memiliki sifat memancarkan
partikel alpha dan gamma energi rendah
sinar. Partikel alpha yang dipancarkan oleh
Am-241 berbenturan dengan oksigen dan
nitrogen di udara dalam ruang ionisasi
detektor untuk menghasilkan partikel
bermuatan (ion).

Berikut adalah tabel pengamatan dalam


Eksperimen
Ionisasi
Udara
Melalui
Radioaktivitas:

Adapun kesimpulan dari eksperimen


ini adalah Bahan-bahan radioaktif senantiasa

TABEL 1. Data Pengamatan.


No
1
2
3
4
5
6

h (m)
0
0.02
0.03
0.04
0.05
0.06

U (volt)
7.9
7.6
7.5
7.4
7.3
7.3

KESIMPULAN

I (nA)
0.79
0.76
0.75
0.74
0.73
0.73

Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa


jarak dari sumber radiasi ke plat electrode
mempengaruhi nilai arus listrik, yang mana
semakin dekat jarak sumber radiasi ke plat maka
nilau tegangan semakin tinggi. Namun nilai arus
yang dihasilkan tidak sama dengan teori, yang
mana menurut teori nilai kuat arus >1 nA, dari
percobaan kami didapatkan nilai Kuat Arus listrik
0.73 nA 0.79 nA (I=<1nA). Apabila diberikan
medan listrik terhadap pasangan ion yang
terbentuk, maka electron akan bergerak menuju
kutub positif , sedangkan residu atomnya yang
bermuatan positif akan bergerak menuju kutub
negative. Pergerakan elektron-elektron tersebut
dapat menginduksi arus atau tegangan listrik.

Arus dan tegangan listrik yang


ditimbulkan
dapat
diukur
dengan
menggunakan peralatan multimeter. Semakin
besar energi radiasi maka akan dihasilkan

dapat memancarkan energi yang secara langsung


tidak dapat teramati secara kasat mata. Pancaran
radiasinya tidak lain merupakan bagian dari
spektrum gelombang cahaya yang mana memiliki
frekuensi yang tinggi namun panjang gelombang
sangat pendek. Semakin banyak pasangan ion

maka arus atau tegangan listrik


ditimbulkan akan semakin besar pula.

yang

UCAPAN TERIMA KASIH


Ucapan terima kasih kami sampaikan
untuk Bapak Nurul Subkhi M.Si Selaku Dosen
Mata Kuliah Fisika Radiasi yang telah
membimbing kami dalam Percobaan ini, tak lupa
juga kepada rekan-rekan yang telah membantu
dalam Percobaan Ionisasi Udara Melalui
Radioaktivitas.

REFERENSI
1. Burnham,

J.U, Raidation Protection, new


Brunswick power corporation, 1992
2. C. K. Hargrove, Neutron Spectrum Of An Am 241
Source. Division of Applied physic, National
Research Council of Canada.
3. M. K. Faiz, The Physic of Radiation
Therapy, Department of Therapeutic
Radiology, University of Minnesota

Medical
School,
Minnesota. 2010.

Minneapolis,

Data Eksperimen Geiger Muller

Jarak 1 mm

200 V
T
F
(ms)
(Hz)
225.7
4.44
0

300 volt
T
F
(ms)
(Hz)
114.0
8.78
0

400 volt
T
F
(ms)
(Hz)
510.9
1.96
0

95.80

10.44

17.54

17.50

57.12

1.48

10.34

6.01

14.73

4.03

67.91
442.4
0

5.65

96.69
248.0
0

57.00
166.4
0
277.4
0

73.89
676.4
0
177.1
0

10.42

95.97

32.53

71.40

23.70

6.64

2.49

4.38

7.72

50.00
641.2
0
129.6
0

42.20

36.39
171.4
0
228.2
0

20.00

1.53

14.01
171.9
0
402.5
0

24.48

31.60

1.70

30.74
655.5
0
143.6
0
589.0
0

19.80

50.51

33.30

30.03

11.47

87.21

2.45

14.36

70.13

14.67

10.35

96.60

27.16

36.82

4.73

10

15.60

64.10

4.44

68.18
225.0
0

12.85

77.82

24.47

40.87

1.81

31.65
408.0
0
211.6
0
554.1
0

No

3.61

5.82

2.21

5.84

500 volt
T
F
(ms)
(Hz)
13.52

1.56

600 volt
T
F
(ms)
(Hz)
686.7
1.46
0
120.0
8.33
0
189.3
5.28
0
228.6
4.58
0
187.5
5.33
0

Jarak 10 mm

No

200 volt
300 volt
400 volt
T
F
T
F
T
F
(ms)
(Hz)
(ms)
(Hz)
(ms)
(Hz)
468.3
181.1
232.2
1
2.14
0
5.52
0
4.31
0
344.4
205.7
2
2.96
0
4.87
0 71.90 19.90
236.8
3 20.20 49.50
4.24
0 61.90 16.16
154.9
4 11.04 90.61 40.20 24.88
6.55
0
242.5
193.1
158.5
5
4.12
0
5.18
0
6.31
0
188.8
6 20.48 48.83
0.14 57.71
5.30
0

500 volt
T
F
(ms)
(Hz)
14.11
1.93

70.87
517.7
0

600 volt
T
F
(ms)
(Hz)
450.8
2.22
0

5.06

6.40

8.08
158.0
0

4.19

51.33
197.5
0
238.8
0

16.80

39.50

15.60

64.10

1.15

52.07

12.77

78.28

20.80

19.48

2.13

5.22

35.66

10

1.83

469.2
0
191.8
0
28.09
547.9
0

2.34

120.1
0
154.2
0
427.6
0

30.30

33.00

45.93

21.77

19.40

51.55

15.42

64.62

8.33

28.00

55.71
158.3
0
117.5
0

13.72

1.66

15.32

65.25

1.85

60.19
109.6
0
340.7
0

6.49

6.75

72.89
148.1
0

6.32
8.51

9.12

Jarak 20 mm

No

200 V
T
(ms)
F (Hz)
171.2
1
5.84
0
456.4
2
2.19
0
3 34.80
4

7.50

5.91

6.52

6.40

6.37

9.93

10 10.32

300 volt
T
(ms)
F (Hz)
14.37
19.97

28.74
6.62
133.4
0 20.20
169.7
0
6.78
153.5
0
6.35
156.2
0
5.44
152.2
0
8.25
100.7
0
2.36
96.85

5.99

400 volt
500
T
T
(ms)
F (Hz) (ms)
121.6
59.80
7.77
0 22.27
447.6
50.07
2.23
0
5.59
159.7
0 12.62 79.21
4.81
127.5
98.04
7.84
0
8.21
147.5
114.4
0
8.73
0 81.47
157.6
155.1
0
6.44
0 29.00
183.9
125.3
0
7.97
0
2.36
122.3
0 11.37 87.98
5.58
425.7
110.6
0
9.04
0 20.03
167.1
152.1
0
6.57
0
2.63

volt

600 volt
T
F (Hz) (ms)
F (Hz)
178.2
44.98
5.59
8
467.1
0 90.02 99.83
208.0
0 62.62 15.97
127.8
528.8
0 18.91
0
122.7
135.5
0
7.38
0
384.7
34.48
2.87
0
427.8
437.6
0
2.32
0
179.1
0 37.20 27.03
302.0
49.92
1.99
0
379.7
128.2
0
7.80
0

MENDETEKSI RADIASI GAMMA DENGAN KILAU CENTER (Co-60, Am-241++, dan


Ra-226)
1. Memakai Am-241++ dengan tegangan 700 dan 720 volt

2. Memakai Co-60 dengan tegangan 700 dan 720 volt

3. Memakai Ra-226 dengan tegangan 700 dan 720 volt