You are on page 1of 14

ANTIBIOTIK -LAKTAM

Karena aktivitasnya yang broad spectrum (aktivitas luas) dan relative


sedikit beracun, antibiotic -lactam tetap menjadi antibiotic yang banyak
dipergunakan di dunia. Penicillin dan cephalosporin sering digunakan untuk
infeksi yang serius, seperti infeksi nosokomial.
1. Penicillin
Merupakan istilah umum untuk kelompok antibiotic yang merupakan
bagian dari cincin -lactam. Inti penicillin adalah asam 6-aminopenisilanat.
Penicillin ini diperoleh dari Penicillium chrysogenum.

Klasifikasi
Penicillin merupakan cyclic dipeptida yang mengandung 2 asam amino
(D-valin, L-lysin). Pada tahun 1958, sintesis struktur dasar penicillin (6aminopenicillanic acid) dimanipulasi dengan penambahan rantai tambahan
yang berbeda ke -lactam dan cincin thiazolidine. Mineral yang berbeda
(natrium, kalium, procaine, benzathine) juga diberikan untuk kebutuhan
farmakokinetik.
Penicillin yang stabil terhadap asam resisten terhadap gangguan asam
lambung, yang berarti dapat digunakan sebagai obat oral. Contohnya
penicillin V, amoxicillin, dan cloxacillin.
a. Penicillin alami
1). Penicillin G (benzylpenicillin) efektif untuk infeksi yang disebabkan
oleh gram negative dan gram positif coccus, gram positif basil, dan
spirochetes. Penicillin G rentan tehadap

hidrolisis -lactamase,

memiliki spectrum yang sempit, dan tidak stabil terhadap asam


lambung.
2). Penicillin V (fenoksimetil penicillin) memiliki spectrum yang mirip
dengan penicillin G, tetapi tidak digunakan untuk pengobatan
bacteremia karena konsentrasi letal minimumnya yang tinggi (MLC,

jumlah minimum obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan


infeksi). Penicillin V stabil terhadap asam. Lebih sering digunakan
untuk pengobatan infeksi oral karena efektif dalam melawan
organisme anaerob.
b. Antistaphilococcal penicillin (penicillin resisten -lactamase)
Methicillin, nafcillin, oxacillin, cloxacillin, dan dicloxacillin
merupakan contoh golongan ini, dengan spectrum yang sempit.
Methicillin sudah jarang digunakan karena tingkat keracunannya.
Bakteri

meningkatkan

resistensinya

terhadap

penicillin

dengan

memperluas enzim -lactamase yang membuat tidak aktifnya penicillin


dengan memecah asam 6-aminopenicillanic untuk menghasilkan derivate
asam penicilloic. Penicillin jenis ini ampuh terhadap stafilokokus dan
streptokokus. Namun tidak bisa membasmi bakteri gram negatif batang,
enterokokus, bakteri anaerob.
c. Penicillin spektrum diperluas (penicillin antipseudomonal)
Penicillin jenis ini memiliki spektrum antibakteri serta memiliki
aktivitas yang lebih tinggi terhadap bakteri gram negatif. Selain itu, obat
jenis ini juga dapat membunuh Pseudomonas. Namun, mudah dirusak
oleh penisilinase. Contoh obatnya adalah ampicilin, bacampicilin,
d.

amoxicilin, carbenicilin indanyl, ticarcilin, mezlocilin, piperacilin.


Penicillin dengan -lactamase inhibitor
Penisilin jenis ini memiliki agen yang mampu mengikat, secara
irreversible, sisi katalis penisilinase untuk mencegah terjadinya hidrolisis
dari cincin -lactam pada antibiotik. Contoh obatnya adalah clavulanate
+ amoxicilin, ampicilin + sulbactam, piperacilin + tazobactam, ticarcilin
+clavulanate.

Mekanisme Kerja
1. Obat bergabung dengan Penicillin-binding proteins (PBPs) pada bakteri
2. Terjadi

hambatan

sintesis

dinding

sel

bakteri

karena

proses

transpeptidasi antar rantai peptidoglikan terganggu


3. Sehingga jembatan pentapeptide menjadi tidak kuat dan dinding sel lisis.

Namun pada beberapa jenis bakteri, cincin -lactam memiliki


mekanisme tambahan, yaitu pengaktifan enzim muramyl sintetase yang
bertanggung jawab terhadap pemisahan dari sel anak pada proses
pembelahan. Namun, jika enzim ini terus diproduksi tanpa adanya proses
pembelahan sel bakteri maka akan menyebabkan autolisis dari dinding sel
bakteri.
Penicillin menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan
untuk sintesis dinding sel bakteri. Terhadap bakteri yang sensitive, penicillin
akan menghasilkan efek bakterisid pada mikroba yang sedang aktif
membelah. Mikroba dalam keadaan metabolic tidak aktif (tidak membelah)
tidak dipengaruhi oleh penicillin, kalaupun ada pengaruhnya maka hanya
bakteriostatik.
Farmakokinetik
Sepertiga dari Penisilin G diberikan secara oral dan diserap di usus,
namun karena proses penyerapan di usus yang kurang baik maka untuk
pemberian dengan cara oral, dosis harus dilipatgandakan sebanyak empat
atau lima kali dibandingkan dengan dosis pemberian secara parenteral.
Pemberian obat ini sebaiknya 30 menit sebelum makan atau 2 jam
sesudahnya. 60% dari penisilin G berada di albumin setelah terabsorpsi,
namun keberadaannya juga ditemukan di hati, empedu, ginjal, cairan semen,
cairan sendi, dan pembuluh limfa. Namun ketika terjadi meningitis, penisilin
jenis ini juga bisa ditemukan di cairan serebrospinal. Ekskresi penisilin
melalui urine. 60-90% pemberian penisilin secara intramuscular akan
dieliminasi dalam bentuk urine. Waktu paruh untuk penisilin berkisar 30
menit.
Meticilin dan nafcilin juga memiliki sifat yang sama dengan penisilin
G. Tetapi dalam pemberiannya tidak perlu memerhatikan apakah perut
dalam keadaan kosong atau penuh. Obat ini juga terkonsentrasi di cairan
serebrospinal pada terapi meningitis yang disebabkan oleh stafilokokus.

Untuk penisilin V karena obat ini stabil dalam keadaan asam,


pemberian secara oral jauh lebih baik efeknya selain itu penyerapan di usus
juga lebih baik.
Untuk dicloxacillin dan ampicillin, pemberian secara oral merupakan
cara pemberian yang aman dan dapat diabsoprsi dengan baik, namun
sebaiknya diberikan saat perut dalam keadaan kosong, 1 jam sebelum atau 2
jam sesudah makan. Obat ini diekskresi secara cepat oleh ginjal. Juga
terdapat proses eliminasi hepatik oleh empedu. Ampisilin juga diekskresi
melalui feses dalam jumlah yang sedikit.
Absorpsi amoxicillin di saluran cerna lebih baik dari ampicillin, karena
proses ini tidak terhambat walaupun di lambung terdapat makanan.
Untuk penisilin anti pseudomonas seperti ticarsilin, piperasilin,
mezlosilin dan carbenisilin ekskresinya melalui urine.

Efek Therapeutic di Kedokteran Gigi


Penicillin V adalah obat yang paling sering diberikan untuk kemoterapi
infeksi gigi, meski amoxicillin memiliki efek farmakokinetik yang lebih
baik. Parenteral penicillin G banyak digunakan untuk infeksi pada pasien
yang tidak dapat menggunakan obat secara oral (pasien malabsorpsi dan
muntah).
Pada beberapa kasus, penicillin G dan V serta amoxicillin tidak cocok
untuk pengobatan infeksi oral. Beberapa infeksi dental disebabkan oleh lactamase, antibiotik yang cocok adalah derivat penicillin resisten
penicillinase, erythromycin atau clindamycin.
Infeksi periodontal karena bakteri gram positif dan gram negative
aerob dan anaerob dapat menggunakan obat antimikroba yang spectrumnya
lebih luas, seperti amoxicillin atau -lactam yang dikombinasikan dengan
metronidazol.

Kontraindikasi

1. Pada orang-orang yang memiliki riwayat alergi dengan obat tersebut.


2. Pada orang yang menggunakan obat coumarin anticoagulant, karena
dapat terjadi perdarahan. Efek ini akan terjadi setelah 3 hari pemberian
penicillin, namun akan kembali normal setelah 72-96 jam. Perdarahan
macam ini biasanya terjadi setelah pencabutan gigi.

Adverse Effect
Pada pasien gagal ginjal, penicillin dalam dosis tinggi dapat
mengakibatkan seizure. Nafcillin terkait neutropenia, oxacillin dapat
mengakibatkan

hepatitis.

Ampicillin

dihubungkan

dengan

kolitis

psudomembran. Infeksi sekunder seperti candidiasis vagina juga dapat


timbul.
1). Alergi dan non alergi
Terjadinya alergi didahului oleh adanya sensitisasi. Alergi yang
paling sering terjadi adalah maculopapular (biasanya disebabkan oleh
ampicillin) atau urticarial. Manifestasi klinik reaksi alergi penicillin yang
terberat adalah reaksi anafilaksis, angioedema (yang ditandai dengan
membengkaknya bibir, lidah, dan area periorbital), dan serum sickness.
Asma parah, sakit di bagian perut, mual dan muntah, lemah, tekanan
darah yang berkurang, dan diare dapat dikatakan sebagai tanda-tanda
reaksi anafilaksis.
Reaksi alergi yang sifatnya ringan sampai sedang berupa berbagai
bercak kemerahan kulit, dermatitis kontak, glositis, serta gangguan lain
pada mulut, demam yang kadang disertai menggigil. Beberapa penelitian
mengatakan bahwa resiko terkena alergi penicillin pada seseorang lebih
tinggi apabila orang tersebut juga alergi dengan obat lainnya. Reaksi
alergi jarang terjadi pada anak-anak, tetapi dapat menyebabkan kematian
pada orang dewasa karena kemampuan cardiopulmonary yang kurang
baik.
Untuk reaksi non-alergi melibatkan ticarsilin, mezlosilin dan
piperasilin yang menyebabkan waktu koagulasi yang abnormal. Selain
itu,

penggunaan

penisilin

resisten

terhadap

penisilinase

dapat

menyebabkan fungsi hati yang abnormal. Dosis berlebih pada pemberian


intravena dapat menyebabkan hyperexcitability dan halusinasi.
2). Diare : Penicillin yang diberikan secara oral dalam dosis besar dapat
menimbulkan gangguan gastointestinal, terutama mual, muntah, dan
diare.
3). Nefritis : semua penicillin, tapi terutama methicillin, berpotensi untuk
menyebabkan nefritis interstitial akut.
4). Neurotoxicity : penicillin mengiritasi jaringan saraf. Hal ini sangat
berbahaya bagi pasien epilepsi.
5). Keracunan : terjadi karena kelebihan kalium dan natrium.
2. Amoxicillin
Amoxicillin adalah antibiotika -laktam yang termasuk ke dalam golongan
penisilin, spektrum luas, bakterisid terhadap gram positif dan gram negative.
Antibiotik -laktam digunakan untuk penyembuhan infeksi bakteri yang
disebabkan oleh mikroorganisme, dan mempunyi daya absorbsi baik. Amoxicillin
sangat efektif untuk beberapa bakteri seperti H. influenzae, N. gonorrhoea, E. coli,
Pneumococci, Streptococci, dan beberapa strain dari Staphylococci. Formula
molecular amoxicillin adalah C16H19N3O5S 3H2O.

Farmakokinetik
1. Administrasi
Rute Administrasi : Amoxilin yang dikombinasikan dengan asam
clavulanic hanya dapat digunakan sebagai preparasi oral.
2. Absorpsi
Oral: Cepat dan hampir komplit ; makanan tidak berpengaruh
3. Distribusi : Umumnya hampir semua cairan tubuh dan tulang ;
penetrasi yang lemah dalam sel mata, dan melewati meninges.
Cairan pleura, paru-paru dan cairan peritoneal ; mempunyai konsentrasi
urin yang tinggi; juga ke cairan synovial, hati, prostat, otot dan kantung

empedu; penetrasi ke telinga tengah, sekresi sinus maxilary, tonsil,


sputum dan sekresi bronchial.
4. Metabolisme: Biasanya signifikan pada host.
5. Ekskresi: Rute primer dari ekskresi melewati proses sekretorik tubuli
ginjal, seperti filtrasi dari glomerolus. Pasien dengan gagal ginjal
mempunyai regimen dosis yang disesuaikan.

Farmakodinamik
Amoxicillin menghambat sintesa dinding sel kuman yang sedang
tumbuh sehingga bersifat bakterisidal. Jadi Amoxicillin lebih efektif pada
kuman-kuman yang membelah diri / berkembang biak dengan cepat.
Aktifitasnya meliputi mikroorganisme gram negatif seperti Haemophilus
influensa, E. Coli dan Proteus Mirabilis. Kekurangannya adalah mudah dihidrolisa oleh -laktam dengan spektrum luas yang semakin banyak
ditemukan pada kuman gram negatif.

Mekanisme Kerja
Amoxicillin mendegradasi enzim -laktamase yang dihasilkan oleh
bakteri. Amoxicillin merupakan senyawa penisilin semi sintetik dengan
aktivitas anti bakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. Aktivitasnya
mirip dengan ampisilin, efektif terhadap sebagian bakteri gram-positif dan
beberapa gram-negatif yang patogen.
Bakteri

patogen

yang

sensitif

terhadap

amoksisilina

adalah

Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae,


H. influenzae, E. coli dan P. mirabilis.
Amoxicillin kurang efektif terhadap spesies Shigella dan bakteri
penghasil -laktamase. Menghambat sintesis dinding sel bakteri oleh satu
atau lebih penicillin binding protein (PBPs) yang menghambat tahap
terakhir transpeptidase sintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri.
Selain itu juga menghambat biosintesis dinding sel bakteri. Bacteria
mengalami lisis mengacu pada aktivitas enzymes autolytic dinding sel yang
sedang berlangsung (autolysins and murein hydrolases).

Dosis

Amoxicillin dapat diminum setiap 8 jam atau 12 jam.

Adverse Effect
Seperti penicillin lainnya, dapat diharapkan bahwa reaksi yang gagal
akan dibatasi oleh fenomena-fenomena sensitivity. Frekuensi tidak pasti.
Onset dari gejala pseudomembranous colitis mungkin terjadi selama atau
sesudah perawatan antibiotik. Reaksi hypersensitivitas dapat dikontrol
dengan antihistamines dan jika perlu, corticosteroids systemic. Kapanpun
reaksi ini terjadi, amoxicillin tidak dapat dilanjutkan, menurut opini
seseorang physician.

Indikasi
Amoksisilina efektif terhadap penyakit:
Infeksi saluran pernafasan kronik dan akut: pneumonia, faringitis (tidak
untuk faringitis gonore), bronkitis, langritis. Infeksi sluran cerna: disentri
basiler. Infeksi saluran kemih: gonore tidak terkomplikasi, uretritis, sistitis,
pielonefritis. Infeksi lain: septikemia, endokarditis

Kontraindikasi
Pasien dengan reaksi alergi terhadap penisilin.

Efek Therapeutic di Kedokteran Gigi


Beberapa infeksi periodontal dihubungkan dengan gram-positive dan
gram-negative, mikroorganisme aerob dan anaerob dimana suatu agen antimikroba dengan memperbesar spektrum antibakteri seperti amoxicilin atau
lebih umumnya suatu agen -laktam / -laktamase dikombinasikan dengan
metronidazole

dapat

menjadi

pilihan.

Antibiotik

standar

regimen

prophylaksis untuk pasien yang terinfeksi endocarditis. Digunakan juga


untuk infeksi orofacial.
3. Cephalosporin
Cephalosporin sangat mirip dengan penicillin, keduanya memiliki
cincin -lactam. Perbedaannya terletak pada ikatan rantainya.

Modifikasi rantai 7 APA nucleus membuat perbedaan spectrum


antebakterial, farmakokinetik, kelemahan terhadan berbagai -lactamase,
afinitas untuk PBP yang berbeda, dan efek samping.

Klasifikasi
Cephalosporin diklasifikasikan berdasarkan generasinya:
- generasi pertama (diperkenalkan di tahun 1960an)
- generasi kedua (tahun 1970an)
- generasi ketiga (tahun 1980an)
- generasi keempat (cefepime di tahun 1997)
Ceftidoren merupakan cephalosporin generasi ketiga yang berguna
untuk menguji cephalosporin menurut spektrum antibakterial dan kegunaan
dalam teurapetik.
Cephalosporin awalnya (generasi I) dibuat untuk mengobati bakteribakteri Gram + (ct: Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes), namun
semakin lama berkembang ke arah Gram (generasi II). Bahkan sampai
mengobati berbagai macam penyakin nosocomial, seperti Pseudomonas
aeruginosa, dan Bacteroides fragilis.

Farmakokinetik
Kebanyakan obat cephalosporin per oral merupakan obat yang mudah
diserap. Cephalosporin bersifat hidrofilik dan sebagian besar didistribusikan
dalam cairan ekstraseluler dan tidak masuk ke sistem imun seperti yang
dilakukan lipofilik macrolides, tetracyclines, dan lincosamides. Hanya

cefuroxime (dari generasi I dan II) yang berpenetrasi pada cairan


serebrospinal.

Farmakodinamik ( Mekanisme )
Proses mekanisme cephalosporin identik dengan penicillin, yaitu:
menginhibisi sintesis peptidoglikan dinding sel dengan menginhibisi
penicillin-sensitive

enzymes

(transpeptidase,carboxypeptidase)

yang

membuat dinding sel bakteri menjadi kaku.

Adverse Effect
Efek samping dari cephalosporin sangat jarang, yang sering terjadi
adalah cross alergi dengan penicillin, sehingga pemberian cephalosporin
harus lebih hati-hati pada penderitan alergi penicillin. Pseudomembraneus
colitis sering terjadi pada cephalosporin generasi III. Hal ini mungkin
dikarenakan aktivitas anti-bacteroides. Beberapa cephalosporin, seperti:
cefoperazone, cefotetan, cemetazole, cefmenoxime dapat menginduksi
hipoprothrombinemia dengan mereduksi sintesis vitamin K.

Indikasi
Cefmetazole, cefoperazone, dan cefotetan dapat menginduksi reaksi
disulfam engan etanol dan hipoprotrombinemia.Nephrotoxicity mungkin
timbul bila cephalosporin dikombinasikan dengan aminoglikosid atau loop
diuretic. Cephalosporin akan memberikan reaksi false-positif pada reaksi
glukosa urin dengan Benedict dan cephradine memberikan hasil false-positif
untuk protein urin dengan tes menggunakan asam sulfosalicylic.

Kontraindikasi
Cephalosporin kontraindikasi dengan pasien alergi penicillin (reaksi
positif skin test pada penicillin minor determinant mixture).

Efek Therapeutic di Kedokteran Gigi


Obat generasi I berfungsi mengobati infeksi karena stapphylococcus
dan streptococcus, juga sensitive untuk Klebsiella pneumoniae. Obat
generasi II berfungsi membasmi mikroorganisme Gram anaerob. Obat

generasi III berfungsi membasmi mikroorganisme Gram anaerob dalam


taraf yang serius. Cephalosporin sering kali dikombinasikan dengan
aminoglikosid untuk mengobati infeksi Gram bacilli.Obat generasi IV
berfungsi membasmi mikroorganisme Gram bacilli yang memproduksi lactam. Secara khusus dalam kedokteran gigi, cephalosporin mempunyai
peran dalam membasmi orofacial pathogens, tetapi terbatas pada
mikroorganisme oral yang anaerob.

4. Lincosamide
Yang termasuk dalam lincosamide :
1. Clindamycin (7-chloro-7-deoxy lincomycin)
2. Lincomycin (diisolasi dari Streptomyces lincolnensis)

Farmakokinetik
Clindamycin diserap baik secara oral dengan 90% bioavaibilitas yang
dapat diturunkan dengan makanan. Waktu untuk pencapaian serum oral
maksimum adalah 45-60menit, dengan rata-rata tingkat serum 2,5g/Ml.
Waktu paruhnya 2,4-3jam (bila ada kegagalan ginjal, maka waktu paruh bisa
mencapai 6 jam dan tingkat serumnya 2x lebih besar). Penetrasi obat
terhadap tulang baik, tapi tidak unutk cairan cerebrospinal (obat
dimetabolisme di hati >90% dan berkonsentrasi tinggi dalam empedu
dimana menghasilkan koloni flora yang berbeda-beda sampai kira-kira 2
minggu setelah pemakaian dihentikan. Clindamycin setara dengan
Macrolide yang bekerja pada polimorfonuklear, makrofag alveolar, dan
jaringan yang mengalami pembengkakan.

Farmakodinamik
Clindamycin bekerja sinergis dengan pemblok obat nondepolarizing
neuromuscular memblok neurotransmission pada obat skeletal. Absorbsi

Clindamycin oral diperlambat dengan obat antidiare kaolin-pectin.


Mekanisme Kerja Obat
Reseptor obat : 23s subunit dari 50s ribosom bakteri. Obat bekerja
pada reseptor dan menghasilkan hambatan bakteriostatik dengan sintesis

protein mikroba. Clindamycin dapat melawan banyak bakteri gram positif


dan negative baik yang anaerob maupun yang fakultatif anaerob.
Adverse effects
Efek samping yang ditimbulkan oleh clindamycin adalah mual dan

muntah, sakit perut, esofagitis, glossitis, stomatitis, alergi, metallic taste /


rasa logam, bercak maculopapular (3-10%), diare (2-20% ; rata-rata 8%),
jika diberikan dalam dosis tinggi secara intravena maka akan menghasilkan
blockade neuromuscular ( sama seperti Aminoglycoside, Tetracyclin, dan
Polimyxin B).
Indikasi
Clindamycin digunakan untuk terapi / pengobatan terhadap beberapa
infeksi yang dikarenakan oleh :
a. bakteri Streptococcus
b. bakteri Staphylococcus
c. bakteri Pneumoniae
d. bakteri yang anaerob seperti Bacteroides
Clindamycin diindikasikan untuk infeksi fraktur tulang, dan juga berguna
untuk perawatan beberapa kondisi yang anaerob, seperti infeksi saluran
genital wanita, infeksi pelvis, penetrasi jaringan ikat pada perut setelah
operasi. Pemakaian Clindamycin dapat dikombinasikan untuk pengobatan

Pneumocystis carinii dan Toxoplasmosis


Kontraindikasi
Clindamycin kontraindikasi pada pasien yang alergi terhadap obat
dan berkombinasi dengan pemblok obat curare-like neuromuscular. Semua
antibiotic seharusnya dihindari, jika memungkinkan untuk 2 bulan

Efek Therapeutic di Kedokteran Gigi


Clindamycin digunakan sebagai obat unutk mikroba oral yang resisten
terhadap -lactam untuk pengobatan infeksi orofacial akut.

5. Metronidazole
Metronidazole merupakan sintetik nitroimidazole yang diisolasi dari
Streptomyces. Merupakan obat pilihan untuk berbagai infeksi protozoal.
Digunakan untuk pengobatan / terapi ulkus nekrotic gingivitis akut, vaginal
trichomoniasis,

terapi

infeksi

bakteri

anaerob

dan

mikroorganisme

mikroaerophilik (termasuk infeksi orofacial akut, periodontitis, dan ulkus nekrotic


gingivitis akut.
Farmakokinetik
Metronidazole

diserap

sepenuhnya

dari

salran

pencernaan

(bioavaibilitas oral mencapai 100%). Tingkat serum yang dicapai adalah


sama untuk pemberian secara oral dan intravena. Adanya makanan dalam
saluran mencernaan menunda tingkat serum mencapai puncaknya.
Metronidazole mencapai puncaknya pada darah dengan pemerian secara oral
yaitu dalam waktu 1-2jam dan mempunyai volume distribusi yang luas,
penetrasi CNS yang sangat baik, dan waktu paruh 8 jam. Efek
farmakokinetik ini tidaklah membhayakan untuk wanita hamil, malahan
metabolisme obat ini mengurangi presentasi disfungsi hati dan tidak

menyebabkan kerusakan ginjal.


Mekanisme Kerja Obat
Antimikroba (Metronidazole) penetrasi melalui dinding sel (masuk ke
sel) kemudian mengalami reduksi gugus N untuk menghasilkan metabolit
yang merusak DNA (mengganggu replikasi DNA, memotong-motong DNA
yang terbentuk, dan pada dosis rendah akan menyebabkan mutasi genom
bakteri) sehingga mengakibatkan kematian sel. Metronidazole bersifat

bakterisid yang aktif melawan bakteri anaerob.


Adverse effect
Metronidazole memili efek samping yaitu reversible neutropenia,
metallic taste / rasa logam, urin berwarna gelap atau merah cokelat, bercak
pada kulit, rasa perih (seperti terbakar pada uretra atau vagina),
gynecomastia,

mual

dan

muntah,

pancreatitis

(jarang

terjadi),

pseudomembranous colitis (jarang terjadi), peripheral neorophaty (jarang


terjadi), reaksi disulfiram jika dikombinasikan dengan etanol, cns toxic
(seizure, encephalopathy, disfungsi cerebellar, parethesias, mental confusion,
dan depresi). bersifat karsinogenik

Indikasi
Metronidazole digunakan untuk terapi / pengobatan terhadap :
- Infeksi anaerobic abdominal
- Infeksi CNS
- Bacterial vaginosis

Infeksi protozoa
Infeksi Helicobacter pylori
Infeksi Clostridium difficile (berhubungan dengan diare dan coltis)
Infeksi bakteri anaerob obligat (Bacteroides, Porphyromonas,

Prevotella, Fusobacterium, Peptostreptococcus, Clostridium)


Infeksi beberapa bakteri yang dapat menyebabkan periodontitis (
Trichomonas

vaginalis,

Gardnerella

histolytica, Balantidium coli)


Perlawanan
terhadap
bakteri

vaginalis,

Entamoeba

Mycobacterium

hominis,

Campylobacter fetus, Treponema palidum, Helicobacter pylori, dan


Capnocytophaga canimorsus.
Kombinasi Metronidazole dengan Amoxicillin meningkatkan
aktivitas

melawan

Actinobacillus

actinomycetemcomitans

dengan

meningkatkan kecepatan selular untuk menyerap Metronidazole.

Efek therapeutic di Kedokteran Gigi


Metronidazole sangat efektif untuk melawan bakteri gram negative
anaerob yang pathogen. Digunakan untuk terpi pada infeksi orofacial akut
dan periodontitis kronis. Metronidazole + antibiotic lactam terapi
infeksi orofacial akut yang serius dan juga untuk perbaikan progresif
periodontitis.