You are on page 1of 3

VI.

ANALISA PERCOBAAN
Pada praktikum kali ini yaitu tentang pembuatan senyawa

alkana, ada

tiga kali percobaan yang dilakukan. Percobaan pertama

dan kedua menggunakan campuran antara NaOH dan Natrium Benzoat dengan
takaran yang sama, dilakukan dua kali percobaan dengan bahan yang sama agar hasil
yang didapat meyakinkan. Percobaan ketiga dengan menggunakan campuran NaOH
dan CH3COOH atau baisa dikenal dengan asam benzoat.
Percobaan pertama setelah mencampurkan NaOH dan Natrium
Benzoat. natrium benzoat telah digunakan sebagai pengawet makanan. Hal ini digunakan
dalam berbagai aplikasi pengawet karena aksi antimikroba yang dikombinasikan dengan
toksisitas rendah dan rasa rendah. Setelah dilakukan pemanasan atau
pembakaran, pembakaran yang terjadi bisa secara sempurna atau
tidak sempurna. Setelah lama dipanaskan, senyawa didalamnya akan mengalami
reaksi oksidasi atau pembakaran yang jika pembakaran tersebut terjadi secara sempurna
maka akan menghasilkan CO2 dan H2O Ini dikenal dengan reaksi oksidasi atau reaksi
pembakaran. Setelah pembakaran berlangsung cukup lama terjadi perubahan-perubahan
bentuk pada campuran NaOH dan Natrium Benzoat yaitu adanya sedikit gelembunggelembung udara yang menguap menghasilkan embun atau uap-uap air, berbau sedap dan
menyengat. Campuran NaOH dan Natrium Benzoat berubah bentuk mencadi cair
berwarna putih yang apabila dibiarkan akan berubah warna menjadi bening yaitu benzena
dan bagian atasnya mengkristal sedangkan cairan bawahnya terperangkap oleh kristal
tersebut. Benzena itu sendiri adalah zat cair yang tidak berwarna, mudah menguap, dan
bersifat racun, lebih muda mengalami subtitusi daripada adisi. Sifat-sifat benzena tersebut
terbukti benar adanya atau dapat dikatakan antara teori dan praktikum sesuai, karena
dalam praktikum ini apabila benzene mengenai kulit maka kulit akan terasa gatal, panas
dan memerah itulah mengapa benzene dikatakan bersifat racun. adapun reaksi antara
NaOH dan Natrium Benzoat yang menghasilkan benzena sebagai berikut: C6H5COOH
+ NaOH H2O + C6H5COONa +
Percobaan kedua dengan bahan dan takaran yang sama dengan percobaan pertama
didapatkan hasil yang sama pula dengan percobaan pertama, yang berbeda hanyalah
gelembung-gelembung yang dihasilkan atau yang muncul ketika proses pembakaran

sedang terjadi, pada percobaan kedua ini gelembung-gelembung yang dihasilkan lebih
banyak, sedangkan hasil yang lainnya sama dengan percobaan pertama. Terjadinya
perbedaan banyaknya gelembung antara percobaan pertama dan kedua mungkin saja
terjadi, hal ini wajar karena kemungkinan proses langkah kerja pada percobaan kedua
lebih baik atau lebih maksimal dibanding percobaan pertama yang merupakan pemula,
kemungkinan pada percobaan kedua proses pembakaran berjalan lebih baik sehingga
gelembung yang dihasilkannyapun lebih banyak. Dari percobaan pertama dan kedua ini
tujuan dari dilakukannya praktikum pembuatan senyawa alkana tidak tercapai atau gagal
karena hasilnya berupa benzena dan bukan alkana.
Percobaan ketiga mengunakan campuran NaOH dengan CH3COOH atau
asam asetat yang biasa dikenal asam cuka yang berdasarkan nama
IUPAC yaitu asam etanoat. merupakan asam lemah, sedikit lebih lemah
dari asam benzoate. Hasil dari pembakarannya yaitu terdapat banyak
sekali gelembung, begitu juga uap air dan terbentuk cairan bening.
Dari pembakaran tersebut menghasilkan natrium benzoate dan air.
Yaitu dengan reaksi sebagai berikut:
CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O.
Pada percobaan ketiga belum menghasilkan senyawa alkana
tetapi menghasilkan natrium benzoate, senyawa alkana akan berhasil
didapatkan apabila percobaan dilakukan sekali lagi yaitu dengan
menggunakan hasil dari percobaan ketiga yaitu natrium benzoate yang
dicampur dengan NaOH. Karena bila dikaji dari teori, pembakaran
antara

campuran

natrium

benzoate

dan

NaOH

maka

akan

menghasilkan dinatrium karbonat dan metana. Yaitu dengan reaksi


sebagai berikut :
CH3COONa + NaOH Na2CO3 + CH4
Karena asam benzoate merupakan turunan senyawa alkana
maka wajar jika menghasilkan senyawa alkana. Sifat fisik senyawa alkana
adalah Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air. Pelarut
yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar, misalnya eter. Jika alkana bercampur
dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.
Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16
berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat. Semakin banyak atom C, titik didih

semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), semakin
banyak cabang, titik didih semakin kecil.
Sifat kimia senyawa alkana adalah umumnya alkana sukar bereaksi dengan
senyawa lainnya. Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor,
karbon dioksida dan uap air. Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2,
Cl2, Br2, I2), atom -atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.
I.

KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini, yaitu:
1. Reaksi oksidasi atau pembakaran dari campuran NaOH dan Natrium benzoat
menghasilkan benzena.
2. Benzene bersifat mudah menguap, dan bersifat racun, lebih muda mengalami
subtitusi daripada adisi.
3. Pada percobaan pertama dan kedua yang dihasilkan adalah benzena.
4. Reaksi oksidasi dari campuran NaOH dengan CH3COOH atau asam
asetat menghasilkan Natrium benzoate dan air.
5. Asam asetat yang biasa dikenal asam cuka yang berdasarkan
nama IUPAC yaitu Asam etanoat merupakan asam lemah, sedikit
lebih lemah dari Asam benzoate.

You might also like