You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PADA KLIEN NY.RGN DENGAN ISOLASI SOSIAL


DI RUANG KUNTI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
TANGGAL 10-13 JUNI 2015

OLEH:
Ni Putu Nitasari
P07120013003
2.1 REG

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

2015PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN POLTEKKES DENPASAR

I. IDENTITAS KLIEN
Ruang Rawat

: Ruang sahadewa

Tanggal Rawat: 4 Mei 2015

Inisial

:Ny. RGN

No.RM

: 001619

Umur

:48 tahun

Status

: Belum Menikah

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Pendidikan

:-

II. ALASAN MASUK


1. Autoanamnesis
Pasien hanya diam saat ditanya dimna berada saat ini. pasien diwawancara dalam
posisi duduk menghadap pemeriksa. Pasien menggunakan baju kaos warna ungu dan
memakai rok warna hijau. Pasien menggendong tas kresek warna hitam, rambut terurai tak
rapi, pandangan pasien kosong dan tidak mau menatap lawan bicara.
2. Heteroanamnesa
Pasien diantar ke IGD RSJ Bangli oleh adiknya karena berbicara kasar selama 2
minggu kadang pasien tampak mengomel tidak karuan, bicara pasien tidak nyambung. Pasien
tidak mau makan sudah 10 hari, minum sedikit dan tidur tidak nyenyak. jika tidur pasien
cepat terbangun. pasien bersaudara 13 orang. Pasien anak ke 12. hubungan pasien dengan
saudara ipar dan lainnya baik. tidak ada keluarga yang mempunyai sakit seperti pasien .
Pasien mandi jika dimandikan. terkadang pasien tidak mandi. pasien dikatakab sulit
berkomunikasi dejak 2 minggu yang lalu. Jika makan pasien disuapi oleh kakaknya. Dulu
thun 2011 pasien pernah dirawat di RSJ bangli selma 3 bulan karena tak mau bicara. pasien
sudah 4 kali dorawat di RSJ Bangli. Pasien diberi obat berwarna putih, hijau dan kuning.
pasien sempat putus obat selama 3 hari.pasien sudah tidak bekerja sejak tahun 1974. Pasien
hanya mngapu dn membantu di rumah. Sebelum sakit pasien suka bergaul dengan lingkungan
sekitarnya. sat sakit pasieb mulai menarij dir. Sejak dulu pasien tidak suka mencetitakan
masalah kepada orang lain
3. Saat pengkajian

Saat pengkajian yaitu tanggal 11 Juni 2015 pukul 10.00 Wita, pasien tampak tidak
ikut berkumpul dengan teman-temannya. Saat didekati pasien sedikit menjauh, tetapi
saat diajak duduk bersama pasien tampak tenang. Saat ditanya siapa namanya pasien
menjawab dengan benar. Pasien tampak kurang suka diajak berkomunikasi, kontak
mata kurang, pasien tidak mau menghadap perawat. Pasien terlihat selalu memakai
handuk dililitkan diatas kepala dan selalu meletakkan sendalnya dibawah kasur karena
takut nanti diambil dan dipakai oleh pasien lain. Saat makan siang pasien datang
sendiri dan tak sabar mendapat makan siang. Saat ditanya apakah pasien memang
pendiam saat masih dirumah, pasien tidak menjawab. Ekspresi wajah pasien terlihat
datar ketika berbicara jari-jari tangnnya di pegang.
III.FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?

ya

tidak

2. Pengobatan sebelumnya ?
berhasil

kurang berhasil

tidak berhasil

3. Penolakan dari lingkungan : ya tidak


Jelaskan:
Pasien mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggalnya orangorang disekitarnya
tidak ada yang menjauhi dan tidak ada juga yang mendekati, orang-orang disekitar
berperilaku seperti biasa.
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
ya

tidak

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan


Pasien mengatakan tidak tahu tentang masa lalu yang tidak menyenangkan karena
sudah lupa.
Masalah Keperawatan : IV. FISIK
1. Tanda vital

TD : 100/70 mmHg N : 76x/mnt S : 36,50C P : 20x/mnt

2. Ukuran

TB : 145 cm

3. Keluhan fisik Ya

BB : 41 kg Turun

Naik

Tidak

Jelaskan: Saat pengkajian pasien mengatakan perutnya sakit karena diare


MasalahKeperawatan :

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram :

Keterangan :
= Perempuan
= Laki- laki
= Pasien
Saat pengkajian, pasien mengatakan bahwa belum menikah dan memiliki 13
saudara. Beliau adalah yang paling kecil. Beliau tidak memiliki masalah dengan
saudara maupun iparnya. Ayah dan ibu masih dalam keadaan sehat.
Masalah keperawatan : 2. Konsep Diri
a. Citra tubuh :
Saat pengkajian pasien mengatakan dapat menerima dirinya apa adanya, pasien
tidak ada masalah dan menyenangi anggota tubuhnya.
b. Identitas diri :
Pasien bisa menyebutkan namanya. Pasien cukup senang sebagai perempuan dan
dapat menerima status dan posisi dalam lingkungan sekitarnya.
c. Peran :
Pasien dirumah sebagai ibu rumah tangga,pasien mengatakan senang dengan
kegiatan sehari-harinya.
d. Ideal Diri :
Saat pengkajian pasien mengatakan sudah sembuh dan berkeinginan untuk dapat
kembali ke rumah.
e. Harga Diri :

Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan harga diri, dia tidak malu dengan
keadaannya saat ini.
Masalah keperawatan: 3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti
Pasien hanya diam ketika ditanya orang yang paling berarti
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat:
Pasien mengatakan memilihi hoby mekidung.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Pasien mengatakan malas untuk berkomunikasi dengan pasien yang lain dan lebih
memilih untuk tetap tinggal di kamar dan tidur. Pasien mengatakan saat diluar
kamar ia lebih memilih duduk sendiri di sudut ruangan dan diam saja.
Masalah Keperawatan: Isolasi sosial: menarik diri
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan

Pasien menganut agama hindu.


b. Kegiatan ibadah

Pasien mengatakan tidak pernah sembahyang selama berada di RSJ. Pasien


mengatakan melakukan trisandya.
Masalah keperawatan : VI.

STATUS MENTAL
1. Penampilan
Tidak Rapi

Penggunaan pakaian tidak sesuai

Cara pakaian tidak seperti biasanya


Jelaskan: Saat pengkajian pasien mengatakan sudah mandi. Pasien terlihat memakai
pakaian secara biasanya, rambut diikat asal dan tidak disisir dibalut dengan handuk
berwarna warni, kuku panjang belum dipotong. Pasien mengatakan tidak memiliki
sisir dan potong kuku tetapi malu meminjam dari perawat.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri
2. Pembicaraan

Cepat

Apatis

Kasar

Lambat

Gagap

Membisu

Inkoherensi

Tidak mampu memulai pembicaraan

Jelaskan: Saat pengkajian pasien tampak dengan lambat menjawab pertanyaan


perawat, dan kurang mampu untuk memulai dan menjawab pertanyaan dari perawat,
dengan melihat kedepan ketika menjawab pertanyaan perawat.
Masalah keperawatan : Kerusakan komunikasi verbal
3. Aktivitas motorik
Lesu

Gelisah

Tik

Tremor

Tegang

Agitasi

Grimasem Kompulsif

Jelaskan:
Saat pengkajian pasien tampak beraktivitas biasa
Masalah keperawatan: 4. Alam perasaan
Sedih

Putus Asa Gembira berlebihan

Ketakutan

Kuatir

Jelaskan: Saat pengkajian pasien mengatakan biasa saja


Masalah keperawatan: 5. Afek/ emosi
Datar

Tumpul

Labil

Tidak sesuai

Jelaskan
Saat pengkajian pasien terlihat datar
Masalah keperawatan: 6. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan

Mudah tersinggung

Tidak kooperatif

Kontak mata kurang

Jelaskan:

Defensif
Curiga

Saat pengkajian pasien oleh perawat, terlihat bahwa klien melakukan

kontak mata yang kurang, masih malu-malu untuk menjawab dan mendengarkan.
Masalah keperawatan: Kerusakan interaksi sosial

7. Persepsi
Pendengaran

Pengelihatan

Pengecapan

Penghidu

Perabaan

Jelaskan: Saat pengkajian klien mengatakan tidak mendengar suara-suara aneh dan
melihat bayangan aneh selama ini.
Masalah keperawatan: 8. Proses pikir
Sirkumstansial

Tangensial

Kehilangan asosiasi

Flight of ideas

Blocking

Pengulangan pembicaraan/ preservarasi

Jelaskan: Saat ditanya oleh perawat pasien mampu menjawab walaupun ada beberapa
yang dijawab dengan jawaban lupa".
Masalah keperawatan: 9. Isi pikir
Obsesi

Hipokondria

Ide yang terkait

Phobia

Depersonalisasi

Pikiran magis

Waham
Agama

Somatik

Kebesaran Curiga

Nihilistik

Sisip piker

Siar piker Kontrol piker

Jelaskan: Saat pengkajian pasienmengatakan tidak memiliki keyakinan serta


ketakutan terhadap sesuatu hal yang berlebihan.
Masalah keperawatan: 10. Tingkat kesadaran
Bingung

Sedasi

Stupor

Tempat

Orang

Disorientasi:
Waktu

Jelaskan: Saat pengkajian pasien terlihat sadar secara penuh dan tenang, klien dapat
menjawab RSJ saat ditanya dimana pasien berada.
Masalah keperawatan: 11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang

Gangguan

daya

ingat

jangka

pendek
Gangguan daya ingat saat ini

Konfabulasi

Jelaskan: Saat ditanya kembali siapa nama perawat yang mengkaji, pasien menjawab
dengan benar, namun saat ditanya mengapa pasien dibawa ke RSJ pasien tidak tau

Masalah keperawatan: 12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


Mudah beralih

Tidak mampu berkonsentrasi

Tidak mampu berhitung sederhana


Jelaskan: Saat pengkajian, perawat memberikan soal dan pasien sulit menjawab
dengan benar.
Masalah keperawatan: 13. Kemampuan penilaian
Gangguan ringan

Gangguan bermakna

Jelaskan: Saat pengkajian pasien menjawab tidak tahu dan biasa saja dengan kondisi
di RSJ, serta pasien lain di RSJ.
Masalah keperawatan: 14. Daya tilik diri
Mengingkari penyakit yang diderita Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Jelaskan: Pasien mengatakan sudah merasa tenang dari kondisi sebelumnya.
Masalah keperawatan: VII.
1.

KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG

Kemampuan klien memenuhi/menyediakan kebutuhan :


a. Makan : Bantuan minimal Bantuan total
b. Keamanan : Bantuan minimal Bantuan total
c. Tempat tinggal : Bantuan minimal Bantuan total
d. Perawatan kesehatan : Bantuan minimal Bantuan total
e. Berpakian / berhias: Bantuan minimal

Bantuan total

f. Transportasi : Bantuan minimal Bantuan total


g. Uang : Bantuan minimal Bantuan total
2. Kegiatan hidup sehari-hari
a. Perawatan diri : Bantuan minimal Bantuan total
b. Nutrisi :
1) Apakah anda puas dengan pola makan : ya tidak
2) Apakah anda memisahkan diri : ya tidak

3) Frekwensi makan perhari : sesuai dengan pemberian di RSJ yaitu 3 x sehari,


pada waktu pagi, siang dan sore hari
4) Frekwensi kudapan perhari: sesuai dengan pemberian di RSJ yaitu 2x sehari
pada waktu pagi dan sore hari.
5) Nafsu makan: pasien mengatakan nafsu makannya biasa saja, dan semua porsi
yang disajikan dihabiskan.
6) BB :45 kg
7) Diet khusus: tidak ada diet khusus untuk klien.
c. Tidur
1) Apakah ada masalah ? : ya tidak
2) Apakah anda merasa segera setelah bangun tidur ? : ya tidak
3) Apakah ada kebiasaan tidur siang ? : ya tidak
4) Apa yang menolong anda untuk tidur ? ya tidak
5) Waktu tidur malam : ya tidak
3. Kemampuan pasien dalam :
1) Mengantisipasi kebutuhan sendiri? : ya tidak
2) Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : ya tidak
3) Mengatur penggunaan obat?: ya tidak
4) Melakukan pemeriksaan kesehatan (Follow up) : ya tidak
4. Pasien memiliki sistem pendukung :
Keluarga: ya tidak

Teman Sejawat: ya tidak

Profesional/terapi: ya tidak

Kelompok social: ya tidak

5. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan yang menghasilkan atau hobi :
ya tidak
Masalah keperawatan: VIII. MEKANISME KOPING
Adaptif

Maladaptif

Bicara dengan orang lain

Minum alcohol

Mampu menyelesaikan masalah

Relaksaksi lambat berlebih

Teknik relokasi

Berkerja berlebihan

Aktivitas konstruktif

Menghindar

Olahraga

Mencederai diri

Lainnya

Lainnya

Alasan

: Pasien terlihat sangat jarang berkomunikasi dengan pasien lain dan perawat

yang bekerja di RSJ.Pasien merasa tidak dapat dan tidak tahu cara berkomunikasi
dengan orang yang ada disini. Saat ditanya cara penyelesaian masalah, pasien hanya
diam
Masalah keperawatan: mekanisme koping tidak efektif
IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
Masalah dengan dukungan Kelompok:
Pasien mengatakan tidak pernah ada dukungan dengan kelompok di RSJ.
Masalah dengan Lingkungan:
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan lingkungannya, namun merasa malas
dan tidak ingin berkomunikasi dengan orang disekitar.
Masalah dengan pendidikan :
Pasien mengatakan tidak mengetahui penyakitnya dan kenapa dibawa ke RSJ.
Masalah dengan Pekerjaan :
Saat pengkajian pasien mengatakan tidak bekerja.
Masalah dengan perumahan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan perumahan
Masalah dengan ekonomi:
Pasien hanya diam
Masalah dengan pelayanan kesehatan :
Pasien tidak mengatakan apa pun hanya mengangguk
Masalah lainnya :
Pasien tampak tidak ingin berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan ataupun
orang lain di lingkungannya. Hanya di tempat tidur dan melakukan aktivitas sesuai
jadwal di RSJ.

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG :


Penyakit jiwa

Faktor presipitasi

Lainnya

Sistem pendukung

Koping
Penyakit fisik

Obat-obatan
Masalah keperawatan : Kurang pengetahuan tentang penyakit yang diderita
XI.

ASPEK MEDIK
1.

Diagnosa medik :
Skizofrenia Hiperbarik

2.

Diagnosis multiaxial :
I.

Skizofrenia Hiperbarik

II.

Ciri kepribadian tertutup

III.

Tidak ada diagnosa

IV.

Stressor belum jelas

V.

GAF 30-21

XII.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


Data

Masalah Keperawatan
Isolasi sosial : menarik

Subyektif :
1. Pasien

mengatakan

malas

dan tidak ingin

diri

berinteraksi dengan orang lain.


2. Pasien mengatakan hanya tidur seharian di kamar,
tidak berbicara dengan pasien lain di lingkungan
Obyektif :
1. Pasien tampak menyendiri di kamar
2. Pasien tampak tidak berbicara dengan orang lain
3. Pasien tampak diam di tempat sudut ruangan saat
pasien lain berkumpul
4. Kontak mata kurang
Subyektif :
1. Saat ditanya cara untuk mengatasi masalahnya,
pasien menjawab tidak tahu dengan menggeleng
lalu diam
Obyektif :
1. Pasien tampak menyendiri
2. Pasien tampak berdiam di sudut ruangan dan

Mekanisme koping tidak


efektif

ditempat tidur
3. Pasien tampak tidak berbcara dengan yang lain
Subyektif :
1.

Pasien mengatakan malas berbicara dengan

Kerusakan komunikasi
verbal

pasien lain.
Obyektif :
1. Pasien

tampak

lambat

dalam

menjawab

pertanyaan perawat.
2. Pasien kurang mampu memulai pembicaraan.
3. Kontak mata kurang.
4. Pasien tampak melihat kedepan saat diajak
berbicara
Subyektif :

Defisit perawatan diri

1. Pasien mengatakan sudah mandi.


2. Pasien mengatakan tidak memiliki pemotong
kuku dan sisir tetapi malu meminta pada perawat.
Obyektif :
1. Pasien tampak memakai pakaian cukup rapi.
2. Kuku pasien tampak panjang.
3. Rambut pasien tampak berantakan.
Subyektif :
1. Pasien mengatakan tidak mengetahui penyakit apa
yang ia derita.
Obyektif :
1. Pasien tampak bingung saat ditanya tentang
penyakitnya.

POHON MASALAH

Kurang pengetahuan
tentang penyakit yang
diderita

Kerusakan komunikasi verbal


Isolasi sosial

Defisit perawatan diri

Mekanisme koping tidak efektif

XIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


Diagnosa yang dapat diambil dari pengkajian yang dilakukan oleh perawat kepada Ny
RGN diatas yaitu:
1. Isolasi sosial

Bangli, 4 Juni 2015


Mahasiswa
(Ni Putu Nitasari)
NIM. P07120013003

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
Perencanaan

No.

Dx Kep

Isolasi

TUM : Pasien dapat

Sosial

beerinteraksi

Tujuan

Kriteria Evaluasi

dengan

orang lain.

1. Setelah 2x interaksi pasien


menunjukkan tanda-tanda
percaya

kepada/terhadap

perawat:

1. Pasien

dapat

b. Mau berkenalan

membina hubungan

c. Ada kontak mata

saling percaya

d. Bersedia menceritakan
perasaan

b. Perkenalkan nama, nama panggilan


dan

tujuan

perawat

berkenalan
c. Tanyakan

Dengan terbinanya
hubungan

a. Beri salam setiap interaksi

saling

percaya merupakan
dasar
interaksi

untuk
perawat

dengan pasien dan


dan

panggil

nama dasar

kesukaaan pasien

perasaan

untuk

merencanakan

d. Tunjukkan sikap jujur dan tepat janji


e. Tanyakan

e. Bersedia

Rasional

1.1 Bina hubungan saling percaya dengan:

perawat,

a. Wajah cerah, tersenyum

TUK/SP :

Intervensi

pasien

dan

perencanakan
selanjutnya.

masalah yang dihadapi pasien

mengungkapkan
masalahnya

f. Buat kontrak interaksi yang jelas


g. Dengarkan dengan penuh perhatian
ekspresi perasaan pasien

Pasien

mampu

menyebutkan penyebab

2. Setelah 1x interaksi pasien


dapat

menyebutkan

2.1 Tanyakan pada pasien tentang:

Diketahuinya

a. Orang yang tinggal serumah/teman penyebab

akan

menarik diri

minimal satu penyebab


menarik diri dari:

sekamar pasien

dapat dihubungkan

a. Diri sendiri

b. Orang yang paling dekat dengan dengan


presipitasi
pasien di rumah/di ruang perawatan

b. Orang lain

c. Apa yang membuat pasien dekat

faktor
yang

dialami pasien

dengan orang tersebut

c. lingkungan

d. Orang yang tidak dekat dengan


pasien di rumah/di ruang perawatan
e. Apa yang mebuat pasien tidak dekat
dengan orang tersebut
f. Upaya yang sudah dilakukan agar
dekat dengan orang lain
2.2 Diskusikan dengan pasien penyebab
menarik diri
2.3 Beri

pujian

terhadap

kemampuan

pasien mengungkapkan perasaannya


Pasien

mampu

3. Setelah

1x

menyebutkan

dengan

keuntungan

meneybutkan keuntungan

berhubungan sosial dan

berhubungan

kerugian menarik diri.

pasien

interaksi
dapat
sosial,

3.1 Tanyakan pada pasien tentang:


a. manfaat hubungan social
b. kerugian menarik diri

Dengan mengetahui
keuntungan

dari

berinteraksi pasien
diharapkan

3.2 Diskusikan bersama pasien tentang terdorong

untuk

misalnya:

manfaat

a. Banyak teman

kerugian menarik diri

b. Tidak kesepian
c. Bisa diskusi
d. Saling menolong
Dan kerugian menarik diri,
misalnya:
e. Sendiri
f. Kesepian
g. Tidak bisa diskusi

3.3 Beri

berhubungan

pujian

terhadap

sosial

dan berinteraksi

kamampuan

pasien mengungkapkan perasaannya