You are on page 1of 4

DEFINISI

Otitis Media Akut: inflamasi dan pus di telinga tengah yang disertai gejala dan tanda dari
infeksi telinga.
Myringitis : inflamasi dari membran timpani saja atau berhubungan dengan otitis
eksterna.
Otitis media dengan efusi (OME): juga dikenal sebagai otitis media serosa: cairan di
telinga tengah saja tanpa tanda atau gejala dari inflamasi akut telinga.
Otitis media supuratif kronik :proses inflamasi yang menetap yang berhubungan dengan
perforasi membran timpani dan eksudat yang keluar selama lebih dari 6 minggu.

Pokok permasalahan

Pentingnya membedakan OMA, Myringitis dan OME.


Pada anak berusia 2 tahun atau lebih, kebutuhan untuk memberikan antibiotik pada kasus
Otitis media akut masih kontroversi.
Antibiotik dapat menurunkan resiko komplikasi OMA, walaupun insiden yang
diakibatkan komplikasi ini rendah.
Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian antibiotic selama 5 hari dapat
menyembuhkan sebagai pengobatan lini pertama pada kebanyakan pasien tanpa
komplikasi.

Tujuan

Untuk meningkatkan tingkat keakuratan dari diagnosis otitis media akut.


Untuk mengoptimalkan manajemen dari otitis media akut.
Untuk mngurangi penggunaan antibiotik untuk pengobatan myringitis dan OME.

Pencegahan

Cuci tangan
Pemberian ASI
Menghindari paparan asap rokok terhadap lingkungan

Diagnosis
Otitis media akut

Gejala: nyeri, demam, iritabilitas


Pada pemeriksaan otoskop langsung, tanda yang spesifik pada OMA adalah gambaran
menonjol dan inflamasi pada gendang telinga.
Saat tidak didapatkannya gambaran menonjol pada gendang telinga, pada pemeriksaan
pneumatoscopy harus dtemukan tanda tanda inflamasi akut dan penurunan pergerakan.

Kultur rutin dari drainase telinga tidak menunjukkan keuntungan dalam hal identikasi
patogen yang potensial.

POIN PRAKTEK
Diagnosis dari myringitis

Mobilitas normal dari pneumatoscopy dengan kemerahan yang terletak di perifer.


Antibiotik tidak diindikasikan.

Note: inflamasi hanya di daerah ujung superior dapat berkembang jadi OMA; pertimbangkan
untuk melakukan follow-up.
Diagnosis pada Otitis Media dengan Efusi

Tidak terdapatnya inflamasi akut meskipun terdapat cairan yang terlihat dan penurunan
mobilitas pada pemeriksaan pneumatoscopy.
Antibiotik tidak terindikasi.

MANAJEMEN
Umum

Nyeri/demam seharusnya dapat dikontrol dengan pemberian analgesik


sistemik( acetaminophen, ibuprofen)
Dekongestan/antihistamin tidak banyak memiliki keuntungan dalam penggunaannya pada
terapi OMA.
Catatan: sejumlah ahli percaya bahwa antihistamin dan/atau dekongestan dapat
berguna apabila allergi berperan sebagai etiologi penyakit tersebut.
Kortikosteroid topikal/preparat antibiotik tidak direkomendasikan.

Terapi Antibiotik

Myringitis
Tidak diindikasikan pemberian antibiotik.
Otitis media dengan efusi
Tidak diindikasikan pemberian antibiotik.
Otitis media akut
Anak-anak kurang dari 24 bulan:
Obati dengan antibiotik (lihat tabel 1)
Anak-anak usia 2 tahun atau lebih:
Kebanyakan kasus OMA sembuh dengan penyembuhan simptomatik saja dan
tidak membutuhkan antibiotik.

Terapi secara simptomatik selama 48-72 jam dari onset gejala apabila
nyeri/demam dapat ditatalaksana dengan analgesik sistemik, penyedian followup yang adekuat juga dapat dipastikan
Jika gejala makin memburuk atau gagal untuk mengobati secara simptomatik
dengan analgesik sistemik setelah 48-72 jam, obati dengan antibiotik (lihat tabel
1. Lihat latarbelakan untuk informasi lanjut mengenai dosis dan durasi.)
Follow-up

Jika pasien tetap mengalami gejala-gejala setelah 48-72 jam setelah penggunaan
analgesik atau antibiotik first line, atau apabila terjadi perburukan, follow-up
direkomendasikan
Periksa kembali pasien untuk melihat:
Komplikasi dari OMA(seperti mastoiditis, meningitis, dan paralisis fasial);
Diagnosis-diagnosis lain;
Kepatuhan pengobatan.
Tidak terdapat respon pada pasien dengan pemberian pengobatan.
Pemeriksaan lanjutan saat pengobatan sudah selesai tidak dibutuhkan jika pasien
asimptomatik. Catatan: dalam 1 bulan setelah OMA, 50% anak akan mengalami efusi.
Pemberian antibiotik lebih lanjut tidak diperlukan.
Follow up 3 bulan setelah otitis media akut diperlukan untuk melakukan pemeriksaan
lebih lanjut bila adanya OME yang persisten, yang dapat menyebabkan hilangnya
pendengaran. Catatan: Hingga 10% anak-anak akan mengalami efusi dalam waktu 3
bulan setelah AOM.
o Lakukan evaluasi pendengaran bila efusi ada pada 3 bulan setelah AOM.
o Rujuk ke spesialis THT jika terjadi hilangnya pendengaran.
Diagnosis dengan timpanosintesis harus dipertimbangkan apabila terjadi kegagalan dari 2
regimen antibiotik, first line diikuti second line, dengan gejala yang menetap.

Antibiotik yang Tidak Direkomendasikan pada OMA


Cephalexin

: Aktivitas yang buruk dalam menghadapi S.Pneumoniae yang resisten penisilin,


Tidak bermanfaat sama sekali untuk melawan Haemophilus/Moraxella.

Cefaclor

: Tidak ada aktivitas dalam melawan S.Pneumoniae yang resisten penisilin,


aktifitas marjinal melawan Haemophilus.

Cefixime

: Tidak ada aktivitas perlawanan terhadap S.pneumoniae yang resisten penisilin,


Sangat baik melawan Haemophilus.

Ceftriaxone

: Penggunaan rutin obat ini tidak direkomendasikan pada Otitis Media karena
dapat meningkatkan potensi resistensi pada sefalosporin generasi 3, Dapat
menjadi pilihan pada kasus berat yang sudah gagal terapi. Tiga hari pemberian

IM/IV direkomendasikan. (Pemberian dosis tunggal tidak effectif dalam


mengeradikasi S.Pneumoniae yang resisten penisilin.)
Erythromycin : Aktivitas yang buruk melawan Haemophilus dan Moraxella
Quinolones

: Tidak direkomendasikan pada pasien dibawah 16 tahun, bersprektum luas,


berpotensi menimbulkan resistensi.

Clindamycin : Tidak dapat melawan Haemophilus dan Moraxella.