You are on page 1of 10

ASUHAN KEPERAWATAN

EFUSI PLEURA
2.1

Pengkajian
Data yang dikumpulkan akan bergantung pada letak, keparahan, durasi patologi.
2.1.1 Riwayat kesehatan yang berhubungan dengan faktor resiko, keadaan biopsikososio-spiritual
2.1.2 Aktivitas / istirahat
Gejala : Sejak sakit klien mengeluh susah tidur dan klien tidak pernah tidur
siang
Tanda

: sesak dan nyeri pada dada bagian dada kiri

2.1.3 Sirkulasi
Gejala : adanya penyakit jantung, polisitemia, riwayat hipotensi postural,
Tanda

: Hipertensi, frekuensi nadi bervariasi disritmia

2.1.4 Integritas Ego


Gejala : klien masih mampu berkomunikasi dengan orang disekitar.
Tanda

perasaan cemas

2.1.5 Eliminasi
Gejala : tidak ada perubahan pada pola elim inasi
2.1.6 Makanan / Cairan
Gejala : nafsu makan baik
Tanda : makan seperti biasanya, tanpa ada gangguan nafsu makan.
2.1.7 Neurosensori
Gejala : kurang konsentrasi karena merasa sesak dan nyeri didada, dan kurang
pengaturan dalam gerak tubuh.
Tanda

: status mental / tingkat kesadaran : lemah, Composmentis

2.1.8 Nyeri / kenyamanan


Gejala : sakit pada bagian dada kiri
Tanda

: cemas

2.1.9 Pernafasan
Gejala : merokok (faktor risiko)
Tanda

: batuk, ketidakmampuan menelan, hambatan jalan nafas, ronki

2.1.10 Keamanan
Gejala : gangguan dalam penglihatan perubahan persepsi terhadap orientasi
tempat tubuh, gangguan berespon terhadap panas dan dingin.
Tanda : terlihat kurang konsentrasi.

2.1.11 Interaksi Sosial


Gejala

: komunikasi baik berbicara dengan normal.

Tanda

:klien mampu berinteraksi dengan baik dengan keluarga, pasien


disekitarnya dan dengan petugas kesehatan

2.1.12 Penyuluhan
Gejala
Tanda

: Klien mempunyai riwayat penyakit asma sejak 6 tahun yang lalu,


klien tidak pernah MRS sebelumnya
: sering sesak nafas

2.2 Diagnosa Keperawatan


1. Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan menurunnya ekspansi
paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam rongga pleura.
2. Nyeri akut dan gangguan pernafasan ditandai dengan sesak dan nyeri pada
dada bagian kiri
3. Cemas berhubungan dengan adanya ancaman kematian yang ditandai dengan
ketidakmanpuan bernafas.

No
1.

Data
S :Klien mengatakan sesak nafas

Analisa data
Etiologi
penumpukan cairan dalam rongga

Masalah
Ketidakefektifan

O:

pleura

pernapasan

Dispnea
Perubahan frekuensi napas,
pernafasan sukar, Ortopnea,
takipnea, hiperpnea, pernapasan

disritmik
GCS : 456.
TTV :
Tensi:
120/80 mmHg
Nadi: 112 x/menit
RR : 28 x/menit
Suhu: 36,6 oC
Dada simetris, cembung pada sisi
kiri pergerakan dada menurun
pada sisi kiri diafragma kiri sulit
dinilai

Menurunya ekspansi paru skunder

pola

2.

S:

Gangguan frekuensi jalan nafas

Nyeri akut

Klien mengatakan sesak dan dada


terasa nyeri pada bagian kiri (skala
nyeri 5 )
O:

TTV :
Tensi :120/80 mmHg
Nadi: 112 x/menit
RR : 28 x/menit
Suhu: 36,6 oC
gangguan kosentrasi,
Sesak nafas
Batuk produktif
Secret
Agitasi
menggosok bagian yang nyeri
Imobilitas
Gangguan kosentrasi
Mengatupkan

rahang/mengepalkan tangan
Terdapat nyeri tekan pada dada
kiri

3.

DS :
Klien mengeluh susah tidur,
DO :

Klien tampak kurang bergairah


Afek tamapk berubah
Perubahan pada pola tidur
4.
DS :
Klien mengatakan merasa cemas

Sesak napas

Imsomnia (susah tidur)

Ancaman kematian

Ansietas

Adanya nyeri

Defisit keperawatan diri

tentang penyakit yang di deritanya


DO:
-

Pasien selalu menanyakan

keadaannya
Pasien trlihat cemas
Kontak mata yang buruk
Gugup

a
5.

DS :
Pasien kurang nyaman dengan
keadaan mulutnya
DO :

Tidak mampu merasakan kebutuhan


untuk melakukan salah satu langkahlangkah hygiene

2.3

Diagnosa Dan Intervensi Keperawatan

NO DIAGNOSA
1

Ketidak
efektifan pola
pernafasan
berhubungan

TUJUAN
Pasien mampu
mempertahanka
n fungsi paru

dengan

secara normal.
Dalam jangka

menurunnya

waktu 3x24 jam

ekspansi paru
sekunder
terhadap
penumpukan cairan
dalam rongga

KRITERIA
STANDART
- Irama: Reguler
- Frekuensi : 20-

INTERVENSI
1. Mengkaji dan

24x/mnt
- Tidak ada dispnea
- Pernapasan ritmik
- Pada
pemeriksaan sinar X

RASIONAL
1. Dengan mengkaji

identifikasi

pernafasan,kita dapat tahu

penyebab ke

sejauh mana perubahan

tidak efektifan

kondisi pasien dan

pola nafas.

mengidentifikasi
penyebab, kita dapat

dada tidak

menentukan jenis effusi

ditemukan adanya

pleurasehingga dapat

akumulasi cairan
- Bunyi nafas

mengambil tindakan.

terdengar jelas.

2.Pening katan RR dan

pleura.

tachcardi merupakan
medikasi adanya
2.

Melakukan

penurunan fungsi pan.

observasi TTV.
3.memudahkan pertukaran
gas agar tidak mengalami
3.

Menetapkan
klien pada posisi
semifollar.

kesusahan pada pola nafas.


4.Aukultasi dapat
menentukan kelainan suara
nafas pada bagian paru-

4.

Lakukan

paru

aukultasi suara
nafas tiap 2-4
jam

5.pasien mampu berlatih


tentang tehnik
pengontrolan nafas yang di
anjurkan.

5.Memberikan HE
tentang tehnik
pengontrolan
nafas.

6.Penurunan diafragma
memperluas daerah dada
sehingga ekspansi pun
biasa maksimal.

6.Baringkan

pasien dalam
posisi yang
nyaman,dalam

7.Menekan daerah yang

posisi

nyeri ketika batuk atau

duduk,dengan

nafas dalam,penekanan

kepala tempat

otot otot dada serta

tidur ditinggikan abdomen membuat batuk


60-90 derajat.

lebih efektif.
8.Pemberian oksigen dapat
menurunkan beban

6 .Bantu dan

pernafasan dan mencegah

ajarkan pasien

terjadinya sianosis akibat

untuk batuk dan

hiponia dengan photo

nafas dalam

toraks dapat di monitor

yang efektif.

kemajuan dari
berkurangnya cairan dan
kembalinya daya kembang

7.Kolaborasi

paru.

dengan tim
medis lain untuk
pemberian O2
dan obat-obatan
2

Nyeri akut dan

Nyeri hilang

gangguan

atau berkurang
Dalam jangka

pernafasan ditandai
dengan sesak dan
nyeri pada dada
bagian kiri

waktu 2x24 jam -

serta frothorax
Pasien mengatakan1. Mengkaji
1. Nyeri dada biasanya ada
nyeri berkurang atau

terhadap adanya

dalam beberapa derajat

dapat dikontrol,
Pasien tampak

nyeri.

pada pneumonia, juga


dapat timbul komplikasi

tenang
- Wajah pasien

pericarditis dan
endocarditis.

tampak membaik
- Kondisi pasien
tidak terlihat lemah.

2. Agar menurunkan
ketegangan otot rangka,
2. Ajarkan pada
klien tentang
manajement
nyeri dengan

yang dapat menurunkan


intensitas nyeri.

distraksi dan

3. Alat untuk mengontrol

relaksasi.

ketidaknyamanan dada
sementara meningkatkan

3. Anjurkan dan

keefektifan upaya batuk.

bantu pasien
dalam menekan

4. Nyeri dada biasanya ada

dada selama

dalam beberapa derajat

episode batuk.

pada efusi plura.


Obat ini dapat digunakan
untuk menekan batuk

4. Menentukaan

nonproduktif/paroksimal

karakteristik

atau menurunkan mukosa

nyeri.

berlebihan, meningkatkan
kenyamanan/
istirahat umum.

5. kolaborasi
dengan dokter
untuk pemberian
analgetik sesuai
indikasi
3.

Cemas

Pasien mampu

berhubungan

memahami dan

dengan adanya

menerima

ancaman kematian
yang ditandai

keadaannya
sehingga tidak

dengan

terjadi

ketidakmanpuan

kecemasan

bernafas.

dalam jangka
waktu 2x24 jam

Pasien mampu

Jelaskan

1. Pasien mampu menerima

bernapas secara

mengenai

keadaan dan mengerti,

normal
Pasien mampu

penyakit dan

sehingga dapat di ajak

diagnosanya

kerjasama dalam

beradaptasi dengan

keperawatan.

keadaanya
2. Mengurangi ketegangan
2. Ajarkan teknik
relaksasi napas

otot dan kecemasan saat


bernapas.

dalam.
3. Hubungan saling percaya
membantu proses
3. Pertahankan

terapeutik.

hubungan saling
percaya antara
perawat dan
pasien

4. Tindakan yang tepat di


perlukan dalam mengatasi

4. Kaji faktor yang

masalah dan membangun

menyebabkan

kepercayaan dalam

timbulnya rasa

mengurangi kecemasan.

cemas
5. Rasa cemas merupakan
efek emosi, sehingga
apabila sudah
5. Bantu pasien

teridentifikasi perasaan

mengenali dan

yang mengganggu dapat

mengakui rassa

diketahui.

cemasnya.

2.4 Evaluasi
Tgl/Jm
8 Januari 2013

No Diagnosa
1

Evaluasi
Pasien sudah bisa mempertahankan fingsi paru
secara normal

14.00

O:
T:120/mmHg, nadi: 89x/mnt, S:36,6 RR: 14x/mnt
Terpasang nasal klaune
Melakukan observasi RR 2x 24 jam
Memberikan oksigenasi 2 liter/menit padapasien
Menetapkan pasien dalam posisi semi folaer.
A : Masalah Teratasi sebagian
P : Intervensi dihentikan

9 januari 2013
15.00

S: Klien mengatakan sesak reda dan dada terasa


ringan pada bagian kiri
O:
Kosentrasi seimbang
Pola tidur kembali normal
Dada simetris.
A : Masalh teratasi
P : Intervensi dihentikan

10 januari 2013
15.00

Kondisi pasien sedikit tenang dan tidak lagi cemas


O:
Wajah berseri
Pasien mengerti akan penyakitnya
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

Daftar Pustaka
Martha & Smith Kelly, 2010. Nanda Diagnosa Keperaawatan. Yogyakarta: Digna
pustaka
Juall Lynda, 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Buku kedokteran
EGC
Carpenito, Lynda Juall (2000), Diagnosa Keperawatan edisi 8, EGC , Jakarta
Martha & Smith Kelly, 2010. Nanda Diagnosa Keperaawatan. Yogyakarta: Digna
pustaka
Juall Lynda, 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Buku kedokteran
EGC
Price, Sylvia A., & Wilson, Lorraine M., Patofisiologi ; Konsep Klinis ProsesProses
Penyakit Vol. 1, Edisi 6, EGC, Jakarta, 2005.