You are on page 1of 2

BAB II

TINAJAUAN PUSTAKA
2.1 Bioselulosa
Bioselulosa atau yang lebih dikenal dengan nata de coco merupakan hasil proses
fermentasi dengan menggunakan bakteri asam asetat Acetobacter xylinum dalam medium alami
yaitu air kelapa [1]. Selulosa ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan selulosa yang
berasal dari tumbuhan. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kemurnian yang tinggi,
struktur jaringan yang sangat baik, kemampuan degradasi tinggi, dan kekuatan mekanik yang
unik [6]. Selain itu, selulosa bakteri memiliki kandungan air yang tinggi (98-99%), penyerap
cairan yang baik, bersifat non-alergenik, dan dapat dengan aman disterilisasi tanpa menyebabkan
perubahan karakteristiknya [7].
2.2 Plasticizer
Plasticizer merupakan bahan pemlastis yang ditambahkan ke dalam bahan pembentuk
lapisan tipis. Penggunaannya dapat menurunkan gaya intermolekuler rantai polimernya sehingga
dapat meningkatkan fleksibilitas suatu material [8]. [9] mengemukakan bahwa karakteristik fisis
lapisan tipis dipengaruhi oleh jenis bahan serta jenis dan konsentrasi plasticizer. Plasticizer dari
golongan polihidrik alkohol atau poliol diantaranya adalah gliserol dan sorbitol [10].
2.2.1

Gliserol
Gliserol adalah alkohol terhidrik. Nama lain gliserol adalah gliserin atau 1,2,3-

propanetriol atau CH2OHCHOHCH2OH. Gliserol tidak berwarna, tidak berbau, rasanya manis,
bentuknya liquid sirup, meleleh pada suhu 17,8oC, mendidih pada suhu 290oC dan larut dalam air
dan etanol.

Gambar 2.1 Struktur molekul gliserol

Gliserol adalah plasticizer dengan titik didih yang tinggi, larut dalam air, polar, non
volatile dan dapat bercampur dengan protein. Gliserol merupakan molekul hidrofilik dengan
berat molekul rendah, mudah masuk ke dalam rantai protein dan dapat menyusun ikatan
hidrogen dengan gugus reaktif protein. Sifat - sifat tersebut yang menyebabkan gliserol cocok
digunakan sebagai plasticizer [11].
2.2.2

Sorbitol
Sorbitol adalah senyawa monosakarida polyhidrik alcohol, digunakan sebagai agen

pengontrol kelembaban sedangkan untuk fungsi spesifiknya sebagai plasticizer [13]. Poliol
seperti sorbitol merupakan plasticizer yang cukup baik untuk mengurangi ikatan hidrogen
internal sehingga akan meningkatkan jarak intermolekul [14].
2.3 Carboxymethil Cellulose
Carboxymethyl Cellulose merupakan turunan selulosa yang sifatnya mudah mengikat
air dan sering digunakan sebagai pembentuk tekstur halus. Carboxymethyl Cellulose ini sering
dipakai dalam industry makanan untuk mendapatkan tekstur yang baik [15]. Fungsi CMC yaitu
sebagai pengental, stabilisator, pembentuk gel dan sebagai pengemulsi[16].
2.4 Uji Sifat Mekanik
Secara umum parameter yang sering digunakan dalam mengukur sifat mekanik film
adalah ketebalan, kuat tarik (tensile strength), kemuluran (elongation) dan modulus elastisitas
(elasticity of modulus). Kekuatan tarik (tensile strength) merupakan tarikan maksimum yang
dapat dicapai sampai film tetap bertahan sebelum putus, yang menggambarkan kekuatan film [5].
Kemuluran merupakan perubahan panjang maksimum pada saat terjadi peregangan hingga
sampel film terputus. Pada umumnya keberadaan plasticizer dalam proporsi lebih besar akan
membuat nilai persen kemuluran suatu film meningkat lebih besar [17]. Modulus elastisitas
merupakan kekakuan di daerah elastis, elastisitas menurun berarti fleksibilitas film meningkat.