You are on page 1of 7

FARMAKOLOGI KEMOTERAPI

ANTIBIOTIK GOLONGAN
MAKROLIDA
Delis Saniatil Hayat
31113062
Farmasi 3B

Sejarah dan Sumber


Eritromisin ditemukan tahun 1952 oleh
McGuire dkk dari Streptomyces erythreus
Klaritromisin dan azitromisin merupakan
turunan semisintetik Eritromisin

Aktivitas Antibakteri
Bersifat bakteriostatik, tetapi dapat bersifat
bakterisida dalam konsentrasi tinggi.

Indikasi
- Infeksi Mycoplasma pneumoniae eritromisin 4x500 mg
sehari peroral
- Pneumonia yang disebabkan oleh Legionella
pneumophila, oral 4 x 0,5-1 g sehari atau i.v 1-4 g
sehari
- Infeksi klamidia: merupakan alternatif selain tetrasiklin.
Dosis: 4x sehari 500 mg oral selama 7 hari,
merupakan obat terpilih bagi anak-anak dan ibu hamil.
- Difteri akut maupun carrier efektif dg eritromisin
- Pertusis, bila diberikan pada awal infeksi mempercepat
penyembuhan.
- Faringitis: dosis awal 30 mg/kg BB selama 10 hari.
- Tetanus, Sifilis, dan Gonorhoe.

Interaksi
Dapat meningkatkan kerja karbamazepin,
kortikosteroida, dan digoksin dengan
mempengaruhi metabolismenya
Jika diberikan bersama teofilin dapat
meningkatkan toksisitas teofilin

Efek Samping
Efek samping yang berbahaya jarang terjadi.
Reaksi alergi;
Demam, eosinofilia, erupsi kulit yang cepat hilang.
Eritromisin estolst dapat menimbulkan hepatitis kolestatik
dengan gejala sakit perut, mual, muntah, ikterus, demam.
Reaksi iritatif:
Eritromisin menimbulkan iritasi baik oral atau parenteral.
1 g oral dapat menimbulkan perasaan tidak enak pada epigastrum.
100 mg i.m dapat menimbulkan rasa sakit yang kuat.
Reaksi Biologik:
Superinfeksi mungkin timbul terhadap bakteri Gram dan jamur,
misal: kandida.
Ketulian sementara dapat timbul karena pemberian eritromisin i.v
dosis tinggi.

Resistensi
Resistensi terhadap eritromisin terjadi melalui 3
mekanisme yang diperantarai oleh plasmid yaitu:
1. Menurunnya permeabilitas sel kuman
2. Berubahnya reseptor obat pada
ribosom kuman
3. Hidrolisis obat oleh esterase yang
dihasilkan oleh Enterobacteriacea