You are on page 1of 21

DAFTAR ISI KATA

PENGANTAR............................................................................................ 2
DAFTAR ISI...........................................................................................................
3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Masalah................................................................... 4 B. Rumusan
Masalah............................................................................. 4 C. Tujuan
Makalah................................................................................ 5 D. Kegunaan
Makalah........................................................................... 5 BAB II
PEMBAHASAN A. Tinjauan
Pustaka............................................................................... 7 B.
Pembahasan...................................................................................... 7 1.
Kebutuhan Oksigen Ibu Hamil.................................................... 7 2. Kebutuhan
Nutrisi Ibu Hamil....................................................... 7 3. Kebutuhan Personal
Hygne dan Pakaian Ibu Hamil.................. 20 4. Kebutuhan Eliminasi Ibu
Hamil................................................ 28 5. Kebutuhan Sexual Intercouse Ibu
Hamil................................... 28 6. Kebutuhan Mobilisasi dan Body Mekanik Ibu
Hamil............... 29 7. Kebutuhan Exercise atau Senam Ibu
Hamil.............................. 30 8. Kebutuhan Istirahat dan Tidur Ibu
Hamil.................................. 31 9. Kebutuhan Imunisasi Ibu
Hamil................................................ 31 10. Persiapan Laktasi Ibu
Hamil...................................................... 35 11. Tanda Bahaya
Kehamilan.......................................................... 38 BAB III SIMPULAN DAN
SARAN A. Simpulan......................................................................................... 40
B. Saran............................................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................
41
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehamilan merupakan
suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi
perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan
sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harus diperhatikan
agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik
yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, personal hygiene,
pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi dan body mekanik, exercise atau senam
hamil, istirahat atau tidur, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan
kelahiran bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara
mengatasinya, kunjungan ulang, pekerjaan, serta tanda bahaya dalam
kehamilan.
B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis
merumuskan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kebutuhan
Oksigen bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ? 2. Bagaimana
kebutuhan Nutrisi bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ? 3.
Bagaimana kebutuhan Personal Hygne dan Pakaian bagi ibu selama kehamilan
trimester I, II, dan III ? 4. Bagaimana kebutuhan Eliminasi bagi ibu selama

kehamilan trimester I, II, dan III ? 5. Bagaimana kebutuhan Sexual Intercouse


bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ? 6. Bagaimana kebutuhan
Mobilisasi dan Body Mekanik bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan
III ? 7. Bagaimana kebutuhan Exercise atau Senam bagi ibu selama kehamilan
trimester I, II, dan III ? 8. Bagaimana kebutuhan Istirahat dan Tidur bagi ibu
selama kehamilan trimester I, II, dan III ? 9. Bagaimana kebutuhan Imunisasi
bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ? 10. Bagaimana Persiapan
Laktasi bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ? 11. Bagaimana Tanda
Bahaya Kehamilan bagi ibu selama kehamilan trimester I, II, dan III ?
C. Tujuan Makalah Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini
disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan : 1. Untuk
mengetahui kebutuhan Oksigen ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 2. Untuk
mengetahui kebutuhan Nutrisi ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 3. Untuk
mengetahui kebutuhan Personal Hygne dan Pakaian ibu hamil pada trimester I,
II, dan III; 4. Untuk mengetahui kebutuhan Eliminasi ibu hamil pada trimester I,
II, dan III; 5. Untuk mengetahui kebutuhan Sexual Intercouse ibu hamil pada
trimester I, II, dan III; 6. Untuk mengetahui kebutuhan Mobilisasi dan Body
Mekanik ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 7. Untuk mengetahui kebutuhan
Exercise atau Senam ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 8. Untuk mengetahui
kebutuhan Istirahat dan Tidur ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 9. Untuk
mengetahui kebutuhan Imunisasi ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 10.
Untuk mengetahui Persiapan Laktasi ibu hamil pada trimester I, II, dan III; 11.
Untuk mengetahui Tanda Bahaya Kehamilan ibu hamil pada trimester I, II, dan
III.
D. Kegunaan Makalah Makalah ini disusun dengan harapan memberikan
kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini
berguna sebagai pengetahuan mengenai kebutuhan fisik pada ibu hamil
trimester I, II, III. secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi : 1.
Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan
khususnya tentang kebutuhan fisik pada ibu hamil trimester I, II, III; 2.
Pembaca atau guru, sebagai media informasi tentang kebutuhan fisik pada ibu
hamil trimester I, II, III secara teoritis maupun secara praktis; 3. Mengetahui
kebutuhan fisik pada ibu hamil trimester I, II, III.
BAB II PEMBAHASAN
A. Tinjauan Pustaka Dalam masa kehamilan, kebutuhan zat-zat gizi meningkat,
hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang janin,
pemeliharaan kesehatan ibu, dan persediaan laktasi baik untuk ibu maupun
janin. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan anemia, abortus, partus
prematurus, inersia uteri, perdarahan pasca persalinan, sepsis puerperalis, dan
lain lain. Suplemen gizi adalah kemasan baik berupa tablet, kaplet, maupun
sirup yang memiliki kandungan zat-zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Suplemen gizi yang lazim diberikan pada ibu hamil adalah zat besi, asam folat,

kalsium, vitamin (B1, B6, B12, B kompleks, dan C). Kebutuhan suplemen yang
paling penting pada ibu hamil adalah zat besi, asam folat, dan kalsium.
B. Pembahasan 1. Kebutuhan Oksigen Ibu Hamil Kebutuhan oksigenasi
merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan
metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan tubuhnya dan untuk aktivitas
berbagai organ atau sel. Asupan oksigen bisa terganggu disebakan oleh berbagai
faktor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena
kegiatan yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab
lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan
energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim. Dan yang menjadi
faktor penyebabnya adalah emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat
mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat
memicu gangguan asupan oksigen. Adapun cara menanganinya dengan
melakukan konsultasi dokter dan pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan
untuk melebarkan pembuluh darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu
banyak aktifitas karena akan menimbulkan kelelahan dan ketegangan. 2.
Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi
pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila status gizi ibu buruk, baik
sebelum kehamilan atau pada saat kehamilan akan menyebabkan berat badan
lahir rendah (BBLR). Disamping itu akan mengakibatkan terlambatnya
pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah
terinfeksi, abortus dan sebagainya. Kondisi anak yang terlahir dari ibu yang
kekurangan gizi dan hidup dalam lingkungan yang miskin akan menghasilkan
generasi kekurangan gizi dan mudah terkena penyakit infeksi. Keadaan ini
biasanya ditandai dengan berat dan tinggi badan yang kurang optimal
(Supariasa, 2001). Janin di dalam kandungan membutuhkan zat-zat gizi dan
hanya ibu yang dapat memberikannya. Oleh sebab itu makanan ibu hamil harus
cukup untuk berdua yaitu untuk ibu sendiri dan anaknya dalam kandungan.
Makanan yang cukup mengandung zat gizi selama hamil penting artinya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa apabila jumlah makanannya dikurangi
maka berat bayi yang akan dilahirkan menjadi lebih kecil. Komplikasi pada IBU
yang mungkin terjadi adalah anemia dan pre eklamsi. Selain berat badan janin
lebih kecil, menyebabkan pula pertumbuhan dan perkembangan otak janin tidak
sempurna. Bumil yang cukup makannya akan mendapat kenaikan berat badan
yang cukup baik. Kenaikan berat badan rata-rata selama hamil adalah 913,5
kg. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu
terakhir. Kenaikan berat badan pada trimester III minimal 0,5 kg/minggu. Bila
kenaikan berat badan kurang dari 9 kg atau lebih dari 13,5 kg harus dilakukan
pemantauan yang cermat. Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan
oleh hasil konsepsi yaitu : fetus, plasenta, liquor amnii, uterus, mammae, darah,
lemak, protein serta retensi air. Peningkatan berat bada selama kehamilan
menurut buku gizi ibu hamil karangan Weni Kristiyanasari, S.Kep. Ns IMT
(kg/m2) Total kenaikan berat badan yang disarankan Selama trimester II dan III

Kurus (IMT <18,5) 12,7 18,1 kg 0,5 kg/minggu Normal (IMT 18,5 22,9)
11,3 15,9 kg 0,4 kg/minggu Overweight (IMT 23- 29,9) 6,8 11,3 kg 0,3
kg/minggu Obesitas (IMT >30) 0,2 kg/minggu Bayi kembar 15,9 20,4 kg 0,7
kg/minggu Pada kehamilan trimester I biasanya terjadi penigkatan berat badan
yang tidak berarti yaitu sekitar 1-2 kg. Kebutuhan energi trimester I meningkat
secara minimal. WHO mengajurkan penambahan energi 10 kkal untuk trimester
I. Selain itu, mengetahui status gizi ibu hamil harus di lakukan pengukuran
Lingkar Lengan Atas (LLA). Pengukuran LLA dimaksudkan untuk mengetahui
apakah seseorang menderita kurang enegri kronis (KEK). Di Indonesia batas
LLA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko
KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Untuk mencegah resiko KEK
pada ibu hamil sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai
gizi yang baik, misalnya LLA tidak kuarang dari 23,5 cm Penjelasan
Pengukuran LiLA (Lingkar Lengan Atas) Sasaran : Wanita Usia Subur umur
1545 tahun dan ibu hamil. Alat : pita LiLA sepanjang 33 cm dengan ketelitian
0,1 cm atau meteran kain. Persiapan : a. Pastikan pita LiLA tidak kusut, tidak
terlipat-lipat atau tidak sobek b. Jika lengan responden > 33 cm, gunakan
meteran kain c. Responden diminta berdiri dengan tegak tetapi rileks, tidak
memegang apapun serta otot lengan tidak tegang d. Baju pada lengan kiri
disingsingkan keatas sampai pangkal bahu terlihat atau lengan bagian atas tidak
tertutup. Pengukuran : Sebelum pengukuran, dengan sopan minta izin kepada
responden bahwa petugas akan menyingsingkan baju lengan kiri responden
sampai pangkal bahu. Bila responden keberatan, minta izin pengukuran
dilakukan di dalam ruangan yang tertutup. a. Tentukan posisi pangkal bahu. b.
Tentukan posisi ujung siku dengan cara siku dilipat dengan telapak tangan ke
arah perut. c. Tentukan titik tengah antara pangkal bahu dan ujung siku dengan
menggunakan pita LiLA atau meteran, dan beri tanda dengan pulpen/spidol
(sebelumnya dengan sopan minta izin kepada responden). Bila menggunakan
pita LiLA perhatikan titik nolnya. d. Lingkarkan pita LiLA sesuai tanda pulpen
di sekeliling lengan responden sesuai tanda (di pertengahan antara pangkal bahu
dan siku). e. Masukkan ujung pita di lubang yang ada pada pita LiLA. f. Pita
ditarik dengan perlahan, jangan terlalu ketat atau longgar. g. Baca angka yang
ditunjukkan oleh tanda panah pada pita LiLA (kearah angka yang lebih besar).
h. Tuliskan angka pembacaan Keterangan : Jika lengan kiri lumpuh, yang
diukur adalah lengan kanan (beri keterangan pada kolom catatan pengumpul
data). a. Kebutuhan gizi pada Ibu hamil Kebutuhan zat-zat gizi ditentukan oleh
kenaikan berat janin dan kecepatan janin mensintesa jaringan-jaringan baru.
Dengan demikian kebutuhan gizi akan maksimum pada minggu-minggu
mendekati kelahiran. Zat-zat gizi ini diperoleh janin dari simpanan ibu pada
masa anabolic dan dari makanan ibu sehari-hari sewaktu hamil. b. Kebutuhan
energi Kebutuhan pada waktu hamil adalah 300 500 Kcal lebih banyak dari
makanan yang biasa ibu makan setiap hari. Penambahan 300 500 Kcal ini,
dianggap zat-zat gizi lain (protein, vitamin dan mineral) juga ikut terpenuhi,

baik untuk kebutuhan ibu sendiri maupun untuk kebutuhan janin dalam
kandungan.Penggunaan kalori tidak sama selama kehamilan. Pada awal
kehamilan trimester 1, kebutuhan energi sangat sedikit namun pada akhir
trimester terjadi peningkatan. Pada trimester II kalori dibutuhkan untuk
penambahan darah, pertumbuhan uterus, pertumbuhan jaringan mammae dan
penimbunan lemak.Selama trimester akhir, kalori digunakan khususnya untuk
pertumbuhan janin dan plasenta. Sumber kalori yang dimanfaatkan hendaknya
menggunakan hidrat arang. c. Kebutuhan protein Kebutuhan protein meningkat
selama hamil guna memenuhi asam amino untuk perkembangan janin,
penambahan volume darah dan pertumbuhan mammae ibu serta jaringan uterus.
Kebutuhan protein pada ibu hamil 30 gram lebih banyak dari yang tidak hamil.
Tabel kebutuhan protein Usia dalam tahun Kebutuhan kalori dalam 1 hari
Kebutuhan kalori dalam 1 hari selama hamil 11 1515 22 23 50 46 gram 46
gram 76 gram 74 gram Tabel kebutuhan kalori Usia dalam tahun Kebutuhan
kelori dalam 1 hari Kebutuhan kalori dalam 1 hari selama hamil 11 1515 22
23 50 2200 K.Cal2100 K.Cal 2000 K.Cal 2500 K.Cal2400 K.Cal 2300 K.Cal
Sumber : Comprehensive Maternity Nursing d. Kebutuhan lemak Lemak selain
sebagai sumber kalori juga untuk memperoleh vitamin-vitamin dalam lemak
yaitu vitamin A, D, E dan K e. Kebutuhan vitamin Kebutuhan vitamin pada
umumnya meningkat selama hamil. Vitamin diperlukan untuk membantu
metabolisme karbohidrat dan protein. Salah satu vitamin yang perlu
diperhatikan selama hamil adalah folic acid (folacin). 1) Vitamin A Vitamin A
adalah penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi serta meningkatkan daya
tahan terhadap infeksi juga diperlukan untuk pemeliharaan jaringan mata. 2)
Vitamin B compleks a) Vitamin B1 (aneurin) Penting untuk pembakaran hidrat
arang, guna menghasilkan tenaga serta urat saraf. Terdapat pada telur, ginjal,
otak ikan, beras tumbuk, kacang-kacangan, beras merah, daun singkong, daun
kacang panjang dll b) Vitamin B2 (Riboflavin) Penting untuk pernafasan antar
sel, pemeliharaan jaringan saraf, jarisngan pelepas, kulit dan kornea mata.
Kekurangan vitamin B2 menyebabkan kornea akan tampak pembuluhpembuluh halus, luka pada bibir dan sudut mulut (seilosis). Sumber vitamin B2
adalah bermacam-macam buah, syur biji kacang dll. c) Vitamin B12 Penting
untuk pematangan erytrosit. Kekurangan vitamin B12 jarang terjadi karena
terdapat pada sel-sel hewan. 3) Folic Acid Folic acid atau folacin adalah vitamin
yang berfungsi sebagai coenzym dalam sintesa DNA. Folic acid memelihara
pertumbuhan janin dan mencegah terjadinya anemia makrositik megaloblastik
selama hamil. Kebutuhan folacin selama hamil antara 400 800 gram/hari.
Sumber folacin adalah makanan segar misalnya : sayuran yang bewarna hijau
tua, telur, jeruk, pisang, kacang dan roti. Folic acid sangat sensitive terhadap
panas tinggi sehingga apabila makanan dimasak terlalu lama akan merusak folic
acid.Pola makanan masyarakat di negara berkembang pada umumnya kurang
mencukupi kebutuhan ibu hamil, berkaitan dengan hal tersebut, perlu
ditambahkan 400 800 mg folic acid bagi ibu hamil Tabel kebutuhan vitamin

VITAMIN USIA DALAM TAHUN THM HM11 14 THM HM15 18


THM HM19 22 THM HM23 50 Vit. A (I.U)Vit . D (Mcg) Vit. C (mg)
Thiamin (mg) Riboflavin Niacin (mg) Vit. B6 (mg Folacin (mg) Vit. B12 (mg)
400010 50 1.1 1.3 15 1.8 400 3 500015 70 1.5 1.6 17 2.4 800 4 400010 60 1.1
1.3 14 2 400 3 500015 80 1.5 1.6 16 2.5 800 4 40007.5 60 1.1 1.3 14 2 400 3
500015 80 1.5 1.6 16 2.6 800 4 40007 60 1 1.2 13 2 400 500015 80 1.4 1.5 15
2.6 800 4 Keterangan : THM : Tidak hamil, HM : Hamil Perbedaan Kebutuhan
Gizi antara Ibu Hamil dan Tidak Hamil Zat Gizi Kebutuhan Wanita Dewasa
Kebutuhan Wanita Hamil Sumber Makanan Energi (kalori) 2500 + 300 Padipadian, jagung, umbi-umbian, mie, roti Protein (gram) 40 + 10 Daging, ikan,
telur, kacang-kacangan, tahu, tempe Kalsium (mg) 0,5 + 0,6 Susu, ikan teri,
kacang-kacangan, sayuran hijau Zat besi (mg) 28 + 2 Daging, hati, sayuran
hijau Vit. A (SI) 3500 + 500 Hati, kuning telur, sayur dan buah berwarna hijau
dan kuning kemerahan Vit. B1 (mg) 0,8 + 0,2 Biji-bijian, padi-padian, kacangkacangan, daging Vit. B2 (mg) 1,3 + 0,2 Hati, telur, sayur, kacang-kacangan Vit.
B6 (mg) 12,4 + 2 Hati, daging, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan Vit. C (mg)
20 + 20 Buah dan sayur Sumber: Proverawati, 2010 f. Garam mineral Garam
mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil antara lain kalsium atau garam kapur,
zat besi dan zat pospor. Garam kapur (Kalsium) bersama dengan garam pospor
diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Kekurangan akan garam
kapur pada waktu hamil tidak akan mengganggu peertumbuhan tulang janin,
karena garam kapur yang diperlukan akan diperoleh dari tulang ibu. Tabel
kebutuhan mineral MINERAL USIA DALAM TAHUN THM HM11 14
THM HM15 18 THM HM19 22 THM HM23 50 Calsium
(mg)Phospor (mg) Magnesium (mg) Zat besi (mg) Zn (mg) Iodine (mg)
12001200 300 18 15 150 16001600 450 18 20 175 12001200 300 18 15 150
16001600 450 18 20 175 800800 300 18 15 150 16001200 450 18 20 175
800800 300 18 15 150 12001200 450 18 20 175 g. Suplemen multivitamin dan
mineral Suplemen yang dapat diberikan adalah vitamin B6, C, D, E, folic acid
dan panthothenic acid. Khusus mengenai zat besi, banyak sekali ibu hamil yang
mengalami kekurangan zat besi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa lebih
dari 70% ibu hamil menderita kekurangan zat besi. Zat besi yang dibutuhkan
adalah sebanyak 1 2 x 100 mg/hari, sampai melahirkan. Pemberian suplemen
kalsium (khusus calsium phospor) dan magnesium pada saat perut kosong akan
menurunkan absorbsi suplemen zat besi. Hal ini disebabkan karena kalsium dan
magnesium akan menurunkan kadar keasaman lambung. Pemberian kalsium
tidak lebih dari 250 mg/hari. Suplemen vitamin dalam keadaan normal, tidak
dibutuhkan oleh ibu hamil. Kecuali dalam keadaan tertentu, misalnya ibu hamil
sedang sakit, masih remaja (kurang dari 20 tahun, kurang gizi dll. Selain itu
pemberian vitamin dengan dosis yang berlebihan, akan menimbulkan efek
samping. Contohnya : 1) Vitamin A (Penimbunan besi pada kulit, rambut
rontok, sakit kepala, pengliharan kabur, charrhae dan kerusakan hepar, ginjal
dan tulang) 2) Vitamin D (Kerusakan ginjal yang bersifat irreversible,

Hypercalcemia pada ibu hamil dan neonatal 3) Vitamin C (Mempengaruhi


proses metabolisme yang normal sehingga ibu mengalami mual, kram perut dan
diare) h. Dampak kekurangan Gizi pada Ibu Hamil Kekurangan gizi pada ibu
hamil dapat menyebabkan BBLR, terhambatnya pertumbuhan otak janin, bayi
lahir dengan kurang darah (anemia), bayi mudah terkena infeksi dan dapat
mengakibatkan abortus. Status gizi pada ibu hamil dapat ditingkatkan dengan
menganjukan ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi zat-zat
gizi yang telah diuraikan diatas. Masalah gizi yang sering terjadi pada ibu hamil
: 1) Anemi gizi besi Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar
Hb berada dibawah normal. Anemia defesiensi besi merupakan salah satu
gangguan yang sering terjadi selama kehamilan. Kekurangan zat besi dapat
menimbulkan gangguan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel
otak. 2) Kenaikan berat badan selama hamil yang rendah Di negara maju ratarata kenaikan berat badan selama hamil sebesar 12-14 kg, bila ibu hamil kurang
gizi, maka pertambahanya hanya 7-8 kg yang berakibat melahirkan bayi BBLR.
3) Masalah ngidam (emesis gravidarum) Bila berlebihan disebut hiperemesis
atau tidak normal sehingga harus memperhatikan kebutuhan gizi. Keadaan ini
berlangsung pada trimester 1 ketika janin tumbuh besar sehingga kebutuhan gizi
ekstra belumlah mendesak. Pada trimester ke 2 dan 3 emesis jarang terjadi lagi
tetapi kebutuhan gizi ekstra untuk pertumbuhan janin perlu. i. Cara Mengolah
Makanan untuk Ibu Hamil Makan segar yang kaya gizi banyak dikonsumsi
namun mudah terjangkit bakteri dan jamur. Makanan jangan terlalu lama
disimpan, terutama jenis tepung, havernut, tepung maizena. Susu yang terlalu
lama terkna cahaya dapat kehilangan vitamin B, jika tidak ada lemari es simpan
di kotak susu yang terlindung oleh sinar matahari langsung dan perhatikan pada
tanggal kadaluarsa. Jangan garami daging atau ikan sebelum dimasak, karena
dapat melenyapkan sarinya yang alami. Contoh menu makanan ibu hamil Waktu
Menu Gram Ukuran Rumah Tangga Manfaat Nutrisi Pagi pukul 07.00 Nasi
goreng Telur dadar Lalapan tomat dan ketimun Sari jeruk 200 50 100 200 2
gelas 1 butir 1 gelas 1 gelas Zat tenaga : 2 Zat pembangun : 1 Zat pengatur : 1
Zat pengatur : 1 Pukul 10.00 Bubur kacang ijo Jus tomat 200 200 1 gelas 1
gelas Zat pembangun : 1 Zat pengatur : 1 Siang pukul 12.00 Nasi Empal
daging Oseng tahu Cah sawi dan wortel Apel 200 100 100 100 100 2 gelas 2
potong 4 potong 1 gelas 1 buah Zat tenaga : 2 Zat pembangun : 2 Zat
pembangun : 2 Zat pengatur : 1 Zat pengatur : 1 Pukul 15.00 Rujak buah
Susu 200 200 1 gelas 1 gelas Zat pengatur : 1 Zat pembangun : 1 Malam pukul
18.00 Nasi Ayam bakar Tempe penyet Lalapan (kubis, ketimun, leunca)
Melon 200 100 50 100 100 2 gelas 2 potong 2 potong 1 gelas 1 potong Zat
tenaga : 2 Zat pembangun : 2 Zat pembangun : 1 Zat pengatur : 1 Zat pengatur :
1 Pukul 21.00 Susu 200 1 gelas Zat pembangun : 1 j. Faktor yang
Mempengaruhi Gizi Ibu Hamil 1) Umur Lebih muda umur seorang wanita yang
hamil, lebih banyak energi yang diperlukan. Tanda kecukupan gizi pada ibu
hamil NO Status Tanda 1 Keadaan umum Reponsive, besit 2 Berat badan

Normal sesuai tinggi dan bntuk tubuh 3 Postur Tegak, tungkai dan lengan lurus
4 Otot Kuat, kenyal, sedikit lemak di bawah kulit 5 Syaraf Perhatian baik, tidak
mudah tersinggung, reflek normal 6 Pencernaan Nafsu makan baik 7 Jantung
Detak dan irama normal, tekanan darah normal sesuai usia 8 Vitalitas umum
Ketahanan baik, energi, cukup tidur, penuh semangat 9 Rambut Mengkilat,
keras dan tak mudah rontok 10 Kulit Licin, cukup lembab, warna segar 11
Muka dan leher Warna samar, licin, tampak sehat,segar 12 Bibir Licin, warna
tidak pucat, lembab, tidak bengkak 13 Mulut Tidak ada luka dan selaput merah
14 Gusi Merah normal, tidak ada perdarahan 15 Lidah Merah normal, licin,
tidak ada luka 16 Gigi geligi Tak berlubang, tidak nyeri, mengkilat, lurus dagu
normal, bersih dan tidak ada perdarahan 17 Mata Bersinar, bersih, selaput besar
merah, tidak ada perdarahan 18 Kelenjar Tidak ada pembesaran 19 Kuku Keras
dan kemerahan 20 Tungkai Kaki tidak bengkak, normal 2) Berat Badan Berat
badan yang lebih ataupun kurang dari pada berat badan rata-rata untuk umur
tertentu merupakan faktor untuk menentukan jumlah zat makanan yang harus
diberikan agar kehamilannya lancar. Dinegara maju pertambahan berat selama
hamil sekitar 12-14 kg. Kalau ibu kekurangan gizi, pertambahannya hanya 7-8
kg dengan akibat akan mlahirkan bayi BBLR. 3) Suhu Lingkungan Suhu tubuh
dipertahankan pada 36,5 derajat sampai 37 derajat untuk metabolisme yang
optimum. Dengan adanya perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungannya,
maka tubuh melepaskan sebagian panasnya yang harus diganti dengan hasil
metabolisme tubuh. Maka lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan
berarti besar pula masukan energi yang diperlukan. 4) Aktivitas Setiap aktifitas
memerlukan energi, makin banyak aktifitas yang dilakukan makin banyak
energi yang diperlukan tubuh. 5) Status Kesehatan Pada kondisi sakit asupan
energi tidak boleh dilupakan. Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi tablet yang
mengandung zat besi. 6) Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan 7) Kebiasaan
dan Pandangan Wanita terhadap Makanan Pada umumnya kaum wanita lebih
memberikan perhatian khusus pada kepala keluarga dan anak-anaknya. Ibu
hamil harus mengkonsumsi kalori paling sedikit 3000 kalori per hari. 8) Status
Ekonomi Baik status ekonomi maupun sosial sangat mempengaruhi seorang
wanita dalam memilih makanannya. 3. Kebutuhan Personal Hygne dan Pakaian
Ibu Hamil Personal hygiene pada ibu hamil adalah kebersihan yang dilakukan
oleh ibu hamil untuk mengurangi kemungkinan infeksi, karena badan yang
kotor banyak mengandung kuman-kuman. Kesehatan pada ibu hamil untuk
mendapatkan ibu dan anak yang sehat dilakukan selama ibu dalam keadaan
hamil. Hal ini dapat dilakukan diantaranya dengan memperhatikan kebersihan
diri (personal hygiene) pada ibu hamil itu sendiri, sehingga dapat mengurangi
hal-hal yang dapat memberikan efek negatif pada ibu hamil, misalnya
pencegahan terhadap infeksi. Tujuan Menjaga Personal Hygiene Pada Ibu
Hamil a. Mencegah penyakit/infeksi. b. Mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan ibu. c. Mencegah komplikasi-komplikasi pada ibu hamil, waktu
hamil, bersalin dan nifas. d. Peningkatan derajat kesehatan. e. Pelihara

kesehatan diri. f. Perbaikan personal hygiene. g. Meningkatkan kepercayaan


diri. Manfaat Personal Hygiene Dan Aktivitas Pada Ibu Hamil a. Dengan mandi
dan membersihkan badan, ibu akan mengurangi kemungkinan adanya kuman
yang masuk selama ibu hamil. Hal ini mengurangi terjadinya infeksi, khususnya
sesudah melahirkan. b. Ibu akan merasa nyaman selama menjalani proses
persalinan. 1) Saat ini, ibu yang akan melahirkan, tidak di-huknah untuk
mengeluarkan feses. 2) Bulu kemaluan tidak dicukur seluruhnya, hanya bagian
yang dekat anus yang akan dibersihkan, karena hal tersebut akan mempermudah
penjahitan jika ibu ternyata diepisiotomi. 3) Selama menunggu persalinan tiba,
ibu diperbolehkan untuk berjalan-jalan di sekitar kamar bersalin. 4) Ibu boleh
minum dan makan makanan ringan, disarankan untuk tidak mengkonsumsi
makanan yang berbau menyengat seperti petai dan jengkol. Hal-Hal Yang Perlu
Diperhatikan Pada Personal Hygiene Ibu Hamil a. Kebersihan Rambut & Kulit
Kepala Rambut berminyak cenderung menjadi lebih sering selama kehamilan
karena overactivity kelenjar minyak kulit kepala dan mungkin memerlukan
keramas lebih sering. Rambut bisa tumbuh lebih cepat selama kehamilan dan
mungkin memerlukan pemotongan lebih sering. Menjaga kebersihan rambut
dan kulit kepala pada ibu hamil sangatlah penting. Disarankan ibu hamil untuk
mencuci rambut secara teratur guna menghilangkan segala kotoran, debu, dan
endapan minyak yang menumpuk pada rambut kita membantu memberikan
stimulasi sirkulasi darah pada kulit kepala dan memonitor masalah-masalah
pada rambut dan kulit kepala. Dengan keramas, dimana cara ini dapat
membersihkan kotoran yang menyumbat pori-pori di kulit kepala yang bisa
menghambat pertumbuhan rambut. Selain itu, keramas juga merupakan kegiatan
pemijatan yang baik pada kulit kepala ibu hamil untuk menstimulasi dan
menyediakan jalan rambut baru untuk tumbuh dengan mudah. Prosedur cara
membersihkan rambut dan kulit kepala pada ibu hamil : 1) Memberitahu klien
dan menjelaskan mengenai prosedur. 2) Mengkaji rambut dan kulit kepala klien.
3) Rambut dirapihkan dengan sisir. 4) Menggosok pangkal rambut dengan kasa
yang telah diberi sampo dan diberikan pijatan pada kulit kepala. 5) Pembilasan
rambut. 6) Mengeringkan dan menyisir rambut. 7) Merapihkan klien. b.
Kebersihan Gigi dan Mulut Ibu hamil harus memperhatikan kebersihan gigi dan
mulut untuk menjaga dari semua kotoran dari sisa makanan yang masih
tertinggal didalam gigi yang mengakibatkan kerusakan pada gigi dan bau mulut.
Tidak ada dokumentasi yang mendukung peningkatan rongga gigi selama
kehamilan. Kebersihan dan perawatan gigi dapat dilakukan dengan oral hygiene
dengan menggunakan sikat dan pasta gigi, sedangkan kebersihan area mulut dan
lidah bisa dilakukan dengan menggunakan kasa yang dicampur dengan
antiseptik. Penjadwalan untuk trimester pertama terkait dengan hiperemesis dan
ptyalisme (produksi liur yang berlebihan) sehingga kebersihan rongga mulut
haruis selalu terjaga, misalnya pencegahan caries pada gigi. Sedangkan pada
trimester ketiga, terkait dengan adanya kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan
janin sehingga perlu diketahui apakah terdapat pengaruh yang merugikan pada

gigi ibu hamil. Dianjurkan untuk selalu menyikat gigi setelah makan karena ibu
hamil sangat rentan terhadap terjadinya carries dan ginggivitis. Akan tetapi, jika
kebersihan mulut terpelihara dengan baik selama kehamilan, perubahan
mencolok pada jaringan gusi jarang terjadi. Keadaan klinis jaringan gusi selama
kehamilan tidak berbeda jauh dengan jaringan gusi ibu yang tidak hamil, di
antaranya : 1) Warna gusi, jaringan gusi yang mengalami peradangan berwarna
merah terang sampai kebiruan, kadang-kadang berwarna merah tua. 2) Kontur
gusi, reaksi peradangan lebih banyak terlihat di daerah sela-sela gigi dan
pinggiran gusi terlihat membulat. 3) Konsistensi, daerah sela gigi dan pinggiran
gusi terlihat bengkak, halus dan mengkilat. Bagian gusi yang membengkak akan
melekuk bila ditekan, lunak, dan lentur. 4) Risiko perdarahan, warna merah tua
menandakan bertambahnya aliran darah, keadaan ini akan meningkatkan risiko
perdarahan gusi. 5) Luas peradangan, radang gusi pada masa kehamilan dapat
terjadi secara lokal maupun menyeluruh. Proses peradangan dapat meluas
sampai di bawah jaringan periodontal dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut
pada struktur tersebut. Prosedur kebersihan dan perawatan mulut dan gigi : 1)
Membuka mulut dan lidah di tekan dengan tongue spatel berlapis kasa. 2)
Depers pada pinset diarahkan untuk membersihkan area rongga mulut, gusi, dan
lidah. 3) Membersihakan area gigi dengan menggunakan sikat dan pasta gigi. 4)
Menggosok gigi dilakukan dengan gerakan naik turun. 5) Klien diminta untuk
berkumur-kumur dan mengeringkan area mulut luar dengan kasa. 6)
Merapihkan pasien. c. Kebersihan Payudara Pemeliharaan payudara juga
penting, puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau
dibiarkan dapat terjadi edema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang
masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.
Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapat segera
berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. Pengurutan payudara untuk
mengeluarkan sekresi dan membuka duktus dan sinus lateferus sebaiknya
dilakukan secara hati-hati dan benar karena pengurutan yang salah dapat
menimbulkan kontraksi pada rahim sehingga terjadi kondisi seperti pada uji
kesejahteraan janin menggunakan uterotonika. Basuhan lembut setiap hari pada
areola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area
tersebut. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu, lakukan pembersihan
dengan menggunakan campuran gliserin dan alkohol. Karena payudara
menegang, sensitif dan menjadi lebih berat maka sebaiknya gunakan penopang
payudara yang sesuai (brassiere). d. Kebersihan Vulva Vulva hygiene adalah
membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita yang sedang
nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Pasien yang harus istirahat di
tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus, section caesarea)
harus dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang
dilakukan dua kali sehari dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat.
Meskipun ibu yang akan bersalin biasanya masih muda dan sehat, daerah daerah
yang tertekan tetap memerlukan perhatian serta perawatan protektif. Wanita

yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter
karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli udara. Hal hal
yang harus diperhatikan adalah: 1) Celana dalam harus kering. 2) Jangan
gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina. 3) Sesudah bab / bak dilap dengan
lap khusus. Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari),
biasanya daerah perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol
atau wadah lain yang disediakan khusus untuk keperluan tersebut. Cara ibu
hamil melakukan vulva hygiene sendiri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan
untuk menjaga kebersihan diri ibu hamil adalah sebagai berikut : 1) Anjurkan
kebersihan seluruh tubuh, terutama perineum. 2) Mengajarkan ibu bagaimana
membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pastikan bahwa ibu
mengerti untuk membersihkan daerah sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan
ke belakang, kemudian membersihkan daerah anus. Nasihati ibu untuk
membersihkan vulva setiap kali selesai buang air kecil atau besar. 3) Sarankan
ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari.
Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di
bawah matahari dan disetrika. 4) Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan
sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. 5) Jika
ibu mempunyai luka episotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk
menghindari menyentuh daerah tersebut. e. Kebersihan Kuku Tangan dan Kaki
Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam
mempertahankan perawatan diri, melalui kuku berbagai kuman dapat masuk kee
dalam tubuh, untuk itu seharusnya kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih.
Secara anatomis kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku,
kantung kuku, akar kuku, dan lunula. Kondisi normal kuku ini dapat terlihat
halus, tebal kurang lebih 0,5 mm, transparan, dasar kuku berwarna warna merah
muda. Masalah/gangguan pada kuku : 1) Ingrown Nail Kuku tangan yang tidak
tumbuh-tumbuh dan dirasakan sakit pada dacrah tersebut. 2) Paronychia Radang
di sekitar jaringan kuku. 3) Ram's Horn Nail Gangguan kuku yang ditandai
pertumbuhan yang lambat discrtai kerusakan dasar kuku atau infeksi. 4) Bau
Tidak Sedap Reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap.
Prosedur kerja: 1) Jelaskan prosedur pada pasien. 2) Cuci tangan. 3) Atur posisi
pasien dengan posisi duduk atau tidur. 4) Tentukan kuku yang akan dipotong. 5)
Rendamkan kuku dengan air hangat kurang lebih 2 menit dan lakukan sikat
dengan beri sabun bila kotor. 6) Keringkan dengan handuk. 7) Letakkan tangan
di atas bengkok dan lakukan pemotongan kuku. 8) Cuci tangan. f. Kebersihan
Kulit Kelenjar kulit mungkin lebih aktif selama kehamilan dan pasien mungkin
cenderung lebih berkeringat. Baths terapi - melemaskan otot-otot tegang dan
lelah, membantu insomnia counter, dan membuat pasien merasa segar dan
berbau manis. Baths dapat menimbulkan masalah manuver fisik yang
meningkatkan kemungkinan jatuh di akhir kehamilan; shower
direkomendasikan, tetapi dengan hati-hati saat masuk dan keluar dan bergerak
di dalam kamar mandi. g. Kebersihan Pakaian Selama kehamilan, pakaian harus

diberikan sama atau mungkin bahkan lebih sedikit perhatian dari pada waktu
lain. Pakaian harus ringan, nonconstrictive, disesuaikan, penyerap, dan
meningkatkan rasa kesejahteraan pasien. Tidak garter bulat konstriktif atau
girdle harus digunakan karena gangguan pada sirkulasi darah itu dari kaki.
Kebersihan tubuh harus terjaga selama kehamilan. Perubahan anatomi pada
perut, area genitalia/lipat paha dan payudara menyebabkan lipatan-lipatan kulit
menjadi lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme. Sebaiknya
gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi, tidak dianjurkan berendam
dalam bathtub dan melakukan vaginal douche. Gunakan pakaian yang longgar,
bersih dan nyaman dan hindarkan sepatu bertongkat tinggi (high heels) dan alas
kaki yang keras (tidak elastis) serta korset penahan perut. Lakukan gerak tubuh
ringan, misalnya berjalan kaki, terutama pada pagi hari. Jangan melakukan
pekerjaan rumah tangga yang berat dan hindarkan kerja fisik yang dapat
menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Beristirahat cukup, minimal 8 jam
pada malam hari dan 2 jam di siang hari. Ibu tidak dianjurkan untuk melakukan
kebiasaan untuk merokok selama hamil karena dapat menimbulkan vasospasme
yang berakibat pada anoksia bayi, berat badan lahir rendah (BBLR),
prematuritas, kelainan kongenital dan solusio plasenta. Desain BH : Desain
harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri punggung yang
tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan
menyusui. BH harus tali besar sehingga tidak terasa sakit dibahu. Pemakaian
BH dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4 sampai ke 5 sesudah
terbiasa boleh menggunakan BH tipis/ tidak memakai BH sama sekali jika tanpa
BH terasa lebih nyaman. Ada dua pilihan BH yang biasa tersedia, yaitu BH
katun biasa dan BH nylon yang halus. Cara Merawat Kebersihan Diri Dan
Lingkungan Selama Ibu Hamil 1) Mandi Mandi dengan air bersih dengan sabun
2x sehari, mandi setiap hari akan merangsang sirkulasi, menyegarkan dan
menghilangkan kotoran tubuh. Dengan berhati-hati agar tidak jatuh, baik mandi
shower maupun tub dapat dilakukan oleh ibu hamil. Manfaat mandi: a)
Merangsang sirkulasi. b) Menyegarkan. c) Menghilangkan kotoran. Yang harus
diperhatikan : a) Mandi hati-hati jangan sampai jatuh. b) Air harus bersih. c)
Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas. d) Gunakan sabun yang
mengandung antiseptik. 2) Menjaga kebersihan kuku dan tangan. 3) Menjaga,
badan, mencuci tangan dan kaki segera sesudah berpergian. 4) Merawat
kebersihan rumah dan lingkungan. 5) Menjaga kebersihan kemaluan. 6)
Menjaga kebersihan tempat tidur. 7) Menghindari merokok dan lingkungan
merokok. Faktor Yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1) Body image Adalah
gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri
misalnya karena adanya perubahan fisik pada ibu hamil sehingga ibu hamil
tidak peduli terhadap kebersihannya. 2) Praktik sosial Pada anak-anak selalu
dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola
personal hygiene. 3) Status sosial ekonomi Personal hygiene pada ibu hamil
memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat

mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4)


Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil sangat penting
karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan pada ibu hamil itu
sendiri. 5) Kebiasaan Adalah ada kebiasaan seseorang yang menggunakan
produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo dll.
6) Kondisi fisik Pada kondisi fisik ibu hamil, kemampuan untuk merawat diri
berkurang, sehingga memerlukan bantuan untuk melakukannya. Dampak Yang
Sering Timbul Pada Masalah Personal Hygiene 1) Dampak fisik Banyak
gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya
kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi pada ibu
hamil adalah gangguan sistem perkemihan sehingga daerah genetal kurang
diperhatikan, gangguan membrane mukosa mulut yaitu terjadi hipersalivasi
yang menyebabkan caries gigi, gangguan fisik pada kuku, rambut mudah
berkeringat sehingga menyebabkan gatal dan bau pada rambut. 2) Dampak
psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan
harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 4. Kebutuhan Eliminasi
Ibu Hamil Defekasi menjadi tidak teratur karena: a. Pengaruh relaksasi otot
polos oleh estrogen b. Tekanan uterus yang membesar c. Pada kehamilan lanjut
karena pengaruh tekanan kepala yang telah masuk panggul. Konstipasi dicegah
dengan : a. Cukup banyak minum b. Olah raga c. Pemberian laksatif ringan dan
jus buah-buahan 5. Kebutuhan Seksual Intercouse Ibu Hamil Bila dalam
anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus
ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta sudah terbentuk,
serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil. Pada umumnya koitus
diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir
kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga panggul, koitus sebaiknya
dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan. Sebagian
perempuan takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa
gairah seksualnya menurun karena tubuh mereka melakukan banyak
penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim
mereka. Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat.
Ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami
peningkatan gairah seksual. a. Trimester pertama: Minat menurun Pada
trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin,
bangun tidur saja sudah didera morning sickness, muntah, lemas, malas, segala
hal yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon,
kelelahan, dan rasa mual dapat menghisap semua keinginan untuk melakukan
hubungan seks. b. Trimester kedua: Minat meningkat (kembali) Memasuki
trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh sudah dapat menerima
dan terbiasa dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil dapat menikmati
aktivitas dengan lebih leluasa daripada di trimester pertama. Kehamilan juga
belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga. Mual,

muntah, dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang dan tubuh
terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat
meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara. c.
Trimester ketiga: Minat menurun lagi Libido dapat turun kembali ketika
kehamilan memasuki trimester ketiga. Rasa nyaman sudah jauh berkurang.
Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas
lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali
merasa mual, itulah beberapa penyebab menurunnya minat seksual. Tapi jika
Anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, itu
adalah hal yang normal, apalagi jika Anda termasuk yang menikmati masa
kehamilan. Anda juga termasuk beruntung karena tidak perlu tersiksa oleh kaki
yang membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total. 6. Kebutuhan
Mobilisasi atau Body Mekanik Ibu Hamil Mobilitas merupakan suatu
kemampuan individu untuk bergerak bebas mudah, dan teratur dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatan.
Gunakan body mekanik yang baik: a. Hindari mengangkat beban yang berat b.
Gunakan kasur yang keras untuk tidur c. Gunakan bantal waktu tidur untuk
meluruskan punggung. d. Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat
menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat. e. Boleh mengerjakan
pekerjaan sehari-hari selama tidak memberikan gangguan. f. Aktivitas dibatasi
bila didapatkan penyulit partus prematurus imminens, ketuban pecah, menderita
kelainan jantung. 7. Kebutuhan Exercise atau Senam Ibu Hamil Senam hamil
merupakan kebutuhan aktifitas fisik, pada kegiatan ini terjadi peningkatan
metabolisme yang pada dasarnya dengan peningkatan metabolisme diperlukan
peningkatan penyediaan oksigen sehingga senam hamil akan meningkatkan
kebutuhan oksigen. Penanggulangan aspek fisik dari persalinan dan
pemeliharaan kehamilan yang bertujuan melindungi ibu dan anak adalah dengan
jalan memberikan bimbingan pada ibu hamil dalam persiapan persalinan yang
fisiologis melalui penerangan, berdiskusi, dan memberikan latihan fisik kepada
wanita hamil. Senam adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan seorang
ibu hamil baik fisik maupun mental pada persalinan yang aman, spontan dan
lancar sesuai waktu yang diharapkan. Pada prinsipnya senam hamil adalah
exercise therapy atau terapi latihan yang merupakan bagian dari ilmu fisioterapi
yang dilaksanakan dibagian obstetric pada ibu hamil oleh seorang
fisioterapis.Senam yang dilakukan oleh ibu hamil pada setiap semester.Senam
hamil penting bagi seorng ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk
persalinan terutama untuk ibu dengan usia kandungan lebih dari 20 minggu.
Tujuan a. Menguasai tehnik pernafasan b. Memperkuat dan mempertahankan
elastisitas otot-otot dinding perut c. Melatih sikap tubuh selama hamil d.
Melatih relaksasi sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi e. Ibu dapat
melahirkan tanpa penyulit sehingga ibu dan bayi sehat setelah persalinan
Manfaat a. Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding
perut dan dasar panggul yang penting dalam proses persalinan b. Melatih sikap

tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-keluhan seperti sakit c.


Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat
menjalani persalinan secara lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan
sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal langsung relatif cepat. d.
Membuat tubuh lebih rileks(membantu mengatasi stress dan rasa sakit akibat his
ketika bersal 8. Kebutuhan Istirahat dan Tidur Ibu Hamil Selama hamil, tubuh
Anda butuh tidur selama 6-8 jam sehari. Ini sama dengan tidur orang sehat pada
umumnya. Hanya saja, berbagai perubahan tubuh kerap membuat ibu hamil
gampang lelah dan mengantuk. Itu sebabnya, ibu hamil biasanya perlu
tambahan waktu istirahat dan tidur sekitar 30 menit hingga 1 jam setiap rentang
3 hingga 4 jam. Bila kehamilan Anda dibawah 3 bulan, maka Anda
diperbolehkan banyak2 istirahat, terutama bila kandungan lemah maka
sebaiknya Anda banyak istirahat di tempat tidur (bed rest). Selama masa
kehamilan, istirahat memegang peranan yang sama penting dengan kegiatan.
Pada masa awal kehamilan, anda mungkin merasa lebih lelah dari biasanya,
oleh sebab itu perbanyaklah istirahat/ tidur. Tidur siang sangat dianjurkan, atau
beristirahatlah beberapa kali disiang hari. Upayakan untuk menyederhanakan
rutinitas sehari-hari. Jika ibu hamil merasa kelelahan, atasi kelelahan dengan
mengambil istirahat singkat lebih sering, jangan akumulasikan masa istirahat
Anda dalam waktu satu waktu. Dengan begitu, Anda justru dapat terus
mempertahankan produktivitas dengan lebih baik. Sesuaikan beban kerja Anda
dengan irama tubuh. Saat tubuh terasa begitu lelah, kerjakanlah hanya tugas
yang mudah. Namun, jika anda merasa prima, ambillah beban pekerjaan yang
dirasa berat. Pandai-pandailah mencuri waktu istirahat. Sempatkan tidur siang
saat jam makan siang atau setidaknya angkat kaki selama beberapa menit untuk
menenangkan tubuh anda. Jika hal itu memungkinkan, segeralah tidur ketika
Anda tiba di rumah. Prinsipnya, ibu hamil mesti istirahat cukup dan dianjurkan
tidur 8 jam sehari. Namun begitu jangan lupa untuk melakukan aktivitas fisik
yang ringan, agar tubuh lebih sehat dan fit. 9. Kebutuhan Imunisasi Ibu Hamil a.
Pengertian Imunisasi TT Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk
membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus
(Bidanlia, 2010). Vaksin jerap TT (Tetanus Toksoid) adalah vaksin yang
mengandung toksoid tetanus yang telah dimurnikan dan terabsorpsi kedalam 3
mg/ml aluminium fosfot. Thimersol 0,1 mg/ml digunakan sebagai pengawet.
Satu dosis 0,5 ml vaksin mengandung potensi sedikitnya 40 IU dipergunakan
untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir dengan mengimunisasi WUS
atau ibu hamil, juga untuk pencegahan tetanus pada ibu bayi (Depkes RI, 2006).
b. Manfaat Imunisasi TT 1) Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus
neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit
tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang
disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin
(racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001). 2) Melindungi
ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000) Kedua

manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program
imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus
neonatorum (Depkes, 2004). c. Jumlah dan Dosis Pemberian Imunisasi
Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk,
2001), dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes
RI, 2000). 1) Kemasan a) 1 bok vaksin terdiri dari 10 vial. b) 1 vial berisi 10
dosis. c) Vaksin TT berbentuk cairan. 2) Jarak pemberian imunisasi TT1 dan
TT2 Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4
minggu (Saifuddin dkk, 2001; Depkes RI, 2000). 3) Jadwal pemberian a) TT 1,
diberikan dengan dosis 0,5 cc. b) TT 2, jarak pemberian 4 minggu setelah TT 1,
dapat memberikan perlindungan selama 3 tahun, dosis pemberian 0,5 cc. c) TT
3, jarak pemberian 6 bulan setelah TT 2, masa perlindungan 5 tahun, dosis
pemberian 0,5 cc. d) TT 4, jarak pemberian 1 tahun setelah TT 3, masa
perlindungan 10 tahun, dosis pemberian 0,5 cc. e) TT 5, jarak pemberian 1
tahun setelah TT 4, masa perlindungan 25 tahun, dosis pemberian 0,5 cc. d.
Imunisasi yang Dibutuhkan Ibu Hamil 1) Tetanus (Tetanus Toksoid) : vaksin ini
dianjurkan pada wanita hamil untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus
pada bayi) dan sebaiknya diberikan pada wanita yang tidak melengkapi 3 kali
imunisasi dasar atau 10 tahun boster 2) Hepatitis B : untuk wanita dengan risiko
tinggi Hepatitis B (memiliki > 1 pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir,
memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual, penggunaan narkoba suntik) 3)
Influenza (Inaktif) : vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu hamil
namun sebaiknya diberikan setelah minggu ke-14. 4) Jenis imunisasi yang
dipertimbangkan diberikan pada wanita hamil dengan pajanan infeksi spesifik:
a) Pneumokokus : diberikan pada triwulan kedua atau ketiga pada wanita
dengan risiko tinggi infeksi pneumokokus atau dengan penyakit kronik (wanita
dengan gangguan jantung, paru, atau penyakit hati; penurunan kekebalan tubuh;
diabetes) b) Rabies : direkomendasikan bagi mereka yang terpajan dengan
rabies c) Hepatitis A : belum banyak penelitian mengenai keamanan imunisasi
ini selama kehamilan, namun risikonya rendah (karena vaksin berasal dari virus
inaktif) d) Vaksin Polio Oral & Vaksin Polio Inaktif. 5) Jenis imunisasi yang
tidak direkomendasikan pada wanita hamil : a) MMR (Mumps, Measles,
Rubella) : merupakan kontraindikasi bagi kehamilan karena kemungkinan risiko
kelainan bawaan pada janin. Wanita sebaiknya menunggu selama 3 bulan
sebelum hamil setelah menerima vaksin virus hidup ini b) Varisela : tidak
dianjurkan selama kehamilan karena kemungkinan infeksi varisela pada janin
(vaksin merupakan virus hidup). Diberikan minimal 1 bulan sebelum kehamilan
c) HPV (Human Papiloma Virus) : memiliki kaitan efek samping terhadap janin
dan ibu hamil. Data vaksinasi pada wanita hamil terbatas. Cara Pemberian: 1)
Vaksin dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya agar suspensi
menjadi homogen. 2) Penyuntikkan vaksin TT untuk mencegah tetanus neonatal
terdiri dari 2 dosis primer yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan
dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml dengan interval 4 minggu. Dilanjutkan

dengan dosis ketiga setelah 6 bulan berikutnya. Untuk mempertahankan


terhadap tetanus pada wanita usia subur, maka dianjurkan diberikan 5 dosis.
Dosis ke empat dan ke lima diberikan dengan interval minimal 1 tahun setelah
pemberian dosis ke tiga dan ke empat. 3) Imunisasi TT dapat diberikan secara
aman selama masa kehamilan bahkan pada trimester pertama. 4) Di unit
pelayanan statis: vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4
minggu, dengan ketentuan: vaksin belum kadaluawarsa, vaksin disimpan dalam
suhu 2 dan 8 derajat Celcius, tidak pernah terendam air, terjaga sterilitasnya,
tidak beku, VVM masih dalam kondisi A atau B. 5) Di posyandu: vaksin yang
sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi. e. Efek Samping Imunisasi Efek
samping bervariasi baik reaksinya maupun waktu terjadinya efek samping. 1)
Hepatitis A : nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan,
reaksi alergi. 2) Hepatitis B : nyeri di tempat suntikan, demam. 3) Influenza :
kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang dapat berlangsung hingga 2
hari, demam. 4) Tetanus-difteri : demam, nyeri dan bengkak di tempat suntikan.
5) MMR : rash, pembengkakan kelenjar getah bening leher, nyeri dan kaku pada
sendi 1 atau 2 minggu setelah vaksinasi. 6) Varisela : demam, nyeri dan
kemerahan di tempat suntikan, rash sampai 3minggu setelah imunisasi. 7)
Pneumokokus : demam, nyeri di tempat suntikan. 8) Vaksin Polio Oral : tidak
ada. 9) Vaksin Polio Inaktif : kemerahan, rasa tidak nyaman di tempat suntikan.
Yang harus diperhatikan: 1) Semua vaksin yang mengandung bakteri / virus
hidup tidak dianjurkan bagi wanita hamil, kehamilan sebaiknya dicegah untuk
28 hari setelah penyuntikan vaksin hidup (varisela, MMR, BCG) namun
vaksinasi virus hidup < 28 hari sebelum kehamilan bukan alasan untuk
mengakhiri kehamilan. 2) Vaksin virus / bakteri mati dapat diberikan pada
wanita hamil namun waktu ideal untuk pemberian tergantung dari waktu
konsepsi. 3) Kehamilan tidak mengganggu efisiensi dari vaksin. 10. Persiapan
Laktasi Ibu Hamil Air Susu Ibu merupakan makanan yang sangat ideal bagi
bayi, oleh karena itu kita harus mempersiapkan agar ASI kita berkualitas.
kepercayaan diri merupakan modal utama saat wanita sedang menyusui, kita
harus belajar lebih bayak tentang masa menyusui, mencari pengalaman kepada
orang-orang yang berpengalaman dalam menyusui anaknya. Sebagai persiapan
selama hamil kita harus merawat payudara. Sebagai langkah awal, bersihkan
payudara setiap hari, karena kelenjar mongomeri telah mulai mengeluarkan
sekret, jangan menggunakan sabun saat membersihkan karena sabun dapat
menyebabkan puting menjada kering. ukuran dan bertuk payudara tidak
berpengaruh yang penting bayi anda bisa menghisap dan mendapatkan ASI
yang cukup, jika puting anda tidak menonjol atau bahkan masuk kedalam maka
anda dapat mengeluarkan dengan cara menarik sisi-sisinya keluar atas - bawah
dan kanan - kiri ( Hofman exercise ) atau menariknya dengan spuit. Hal-hal
berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu di perhatikan setiap ibu demi
kelancaran menyusui antara lain : a. Nutrisi ibu menyusui Meskipun umumnya
keadaan gizi pada ibu hanya akan mempengaruhi kuantitas dan bukan kualitas

asinya, ibu menyusui sebaiknya tidak membatasi konsumsi makananya.


Penurunan berat badan sesudah melahirkan sebaiknya tidak melebihi 0,5
kg/minggu.Pada bulan pertama menyusui, yaitu saat bayi hanya mendapatkan
ASI saja (exlusive breastfeeding period), ibu membutuhkan tambahan kalori
sebanyak 700 kkl/hari, pada 6 bulan berikutnya 500 kkal/hari dan pada tahun
kedua 400 kkal/hari.Jumlah cairan yang dibutuhkan ibu menyusui dianjurkan
minum 8 12 gelas perhari. b. Istirahat Bila laktasi tidak berlangsung baik
biasanya penyabab utamanya adalah kelelahan pada ibu.Oleh karena itu,
istirahat dan tidur yang cukup merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. c.
Obat obatan Pemakaian obat obatan dalam masa menyusui perlu mendapat
perhatian, apakah mempunyai efek samping yang positif atau negatif terhadap
laktasi. Contoh obat yang dapat mengurangi produksi ASI yaitu pil KB yang
mengandung hormon estrogen. d. Posisi ibu-bayi yang benar saat menyusui
Dapat dicapai bila bayi tampak menyusui dengan benar, bayi menempel betul
pada ibu mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara, mulut bati
membuka lebar, sebagian besar areola tertutup mulut bayi, bayi menghisap ASI
pelan-pelan dengan kuat, puting susu ibu tidak terasa sakit dan puting terhadap
lengan bayi berada pada satu garis lurus. Persiapan menyusui pada masa
kehamilan merupakan hal yang penting karena dengan persiapan dini ibu akan
lebih baik dan siap untuk menyusui bayinya.Untuk itu ibu hamil sebaiknya
masuk dalam kelas Bimbingan Persiapan Menyusui (BPM). Suatu pusat
pelayanan kesehatan seperti RS, RB dan Puskesmas harus mempunyai
kebijakan yang berkenaan dengan pelayanan ibu hamil yang menunjang
keberhasilan menyusui. Pelayanan pada BPM terdiri atas : a. Penyuluhan b.
Keunggulan ASI c. Manfaat rawat gabung d. Perawatan puting susu e.
Perawatan bayi f. Gizi ibu hamil dan menyusui g. Keluarga berencana
Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan
dalam keberhasilan dalam menyusui Persiapan psikologis ibu untuk menyusui
pada saat kehamilan sangat berarti, karena keputusan atau sikap yang positif
harus sudah terjadi pada saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Banyak
ibu yang memiliki masalah. Oleh karenanya bidan harus dapat membuat ibu
tertarik dan simpati. Langkah-langkah yang harus diambil dalam
mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah a. Setiap ibu untuk
percaya dan yakin bahwa ibu akan sukses dalam menyusui bayinya b.
Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula. c.
Memecahkan masalah yang timbul dalam menyusui. d. Mengikutsertakan suami
atau anggota keluarga lain yang berperan. e. Memberikan kesempatan ibu untuk
bertanya. f. Pelayanan pemeriksaan payudara, perawatan puting susu dan senam
hamil Tujuan pemeriksaan payudara adalah untuk mengetahui lebih dini adanya
kelainan, sehingga diharapkan dapat dikoreksi sebelum persalinan. Pemeriksaan
payudara dilaksanakan pada kunjungan pertama ibu, dimulai dari inspeksi,
palpasi. Untuk menunjang keberhasilan menyusui maka pada saat kehamilan
puting susu ibu perlu diperiksa kelenturannya dengan cara: a. Sebelum dipegang

periksa dulu bentuk puting susu b. Cubit areola di sisi puting susu dengan ibu
jari dan telunjuk c. Dengan perlahan puting susu dan areola ditarik, untuk
membentuk dot, bila puting susu mudah ditarik, berarti lentur. Tertarik sedikit
berarti kurang lentur. Masuk ke dalam berarti puting susu terbenam Puting susu
dapat dikoreksi dengan penggunaan pompa puting Langkah langkah
Menyusui Yang Benar: a. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian
dioleskan pada puting susu. b. Bayi diletakkan menghadap payudara. c. Ibu
harus duduk atau berbaring dengan santai. Bila duduk lebih baik menggunakan
kursi yang rendah dan punggung ibu bersandar pada kursi. d. Bayi dipegang
pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung
siku ibu ( kepala tidak boleh menengadah, dan bokong menengadah, dan
bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ). e. Satu tangan bayi diletakan di
belakang badan ibu dan yang satu didepan f. Perut bayi menempel badan ibu,
badan dan kepala bayi sedikit melengkung sehingga dapat melingkari perut ibu,
tidak hanya membelokkan kepala bayi g. Kuping dan lengan bayi terletak pada
satu garis lurus h. Ibu menatap bayi dengan kasih saying i. Payudara dipegang
dengan ibu jari di atas puting dan jari yang lain menopang di bawahnya, jangan
menekan puting susu atau areolanya saja seperti memegang rokok. j. Bayi diberi
rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh pipi atau sudut
mulut bayi dengan puting. k. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat
payudara dimasukan ke mulut bayi. l. Usahakan seluruh areola dapat masuk ke
dalam mulut bayi, sehingga puting susu berada di bawah langit langit dan
lidah bayi akan menekan. m. Setelah bayi mulai menghisap payudara dengan
irama perlahan namun kuat, maka payudara tak perlu dipegang atau disangga
lagi. n. Melepas isapan Bila satu payudara telah terasa kosong, jangan biarkan
bayi terus menghisap sebab udara akan masuk. Lepaskan isapan dan ganti
dengan payudara yang lain. 11. Tanda Bahaya Kehamilan a. Trimester 1 Tanda
bahaya kehamilan pada trimester pertama yaitu perdarahan, pusing, mata
berkunang-kunang, serta nyeri perut yang teramat sangat. Masing-masing tanda
tersebut merupakan indikasi penyakit tertentu. Perdarahan pada awal kehamilan
menandakan bahaya abortus atau mola hidatidosa (hamil anggur). Perdarahan
flek menandakan ancaman abortus (insipiens). Pada abortus jenis ini janin
masih hidup di dalam kandungan namun terancam keselamatannya. Oleh karena
itu, ibu harus istirahat total, bahkan tidak boleh turun dari tempat tidur.
Perdarahan yang banyak dan menggumpal merupakan ciri adanya abortus
inkompletus atau kompletus dimana sebagian atau seluruh janin telah
dikeluarkan. Perdarahan pada mola hidatidosa ditandai dengan pengeluaran
gelembung. Nyeri kepala hebat perlu diwaspadai. Pasalnya, nyeri ini bisa jadi
merupakan gejala stroke, hipertensi, atau keracunan kehamilan. Apabila nyeri
kepala terasa hebat dan menetap selama beberapa hari, maka ibu harus segera
dibawa ke fasilitas kesehatan. Jika tidak, maka pembuluh darah ibu bisa pecah.
Tanda bahaya kehamilan trimester I berikutnya adalah mata berkunang-kunang
dan pucat pada konjungtiva palpebra (kelopak mata bagian bawah). Tanda

tersebut memperlihatkan adanya anemia pada kehamilan. Anemia dapat


menghambat tumbuh kembang janin dan membahayakan ibu hamil. Nyeri perut
hebat merupakan tanda pasti kehamilan ektopik terganggu. Artinya, janin
menempel di luar kavum uteri sehingga merusak bagian tersebut dan bisa mati.
Nyeri tersebut bisa menyebabkan ibu pingsan. Jika tidak segera ditangani, ibu
dapat meninggal karena kehabisan darah. b. Trimester 2 Tanda bahaya
kehamilan pada trimester kedua ini adalah bengkak pada beberapa bagian
tubuh, protein urin positif, tekanan darah lebih dari 160/100 mmHg, keluar
cairan ketuban, janin tidak bergerak, dan denyut jantung janin abnormal.
Bengkak, protein urin positif, dan hipertensi merupakan tanda pasti adanya
keracunan kehamilan. Ibu perlu diawasi secara ketat agar penyakit tidak
berlanjut seperti kejang atau meninggal. Apabila ibu merasa ada aliran cairan
yang keluar dari jalan lahir, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Pasalnya, tanda ini merupakan indikasi ketuban pecah dini yang membahayakan
janin. Tanda bahaya yang terakhir adalah abnormalitas DJJ dan gerakan janin.
Gejala tersebut menandakan bahaya fetal distress yang berujung pada kematian
janin. c. Trimester 3 Pada akhir kehamilan juga terdapat beberapa tanda bahaya
kehamilan dengan indikasi berbeda seperti perdarahan dan demam tinggi.
Perdarahan pada kehamilan trimester III ada dua jenis yaitu plasenta previa dan
solusio plasenta. Plasenta previa terjadi karena letak plasenta berada di bawah
sehingga ketika terjadi peregangang akan menimbulkan koyaknya pembuluh
darah. Cirinya, darah yang dikeluarkan berwarna merah segar. Solusio plasenta
adalah keadaan di mana plasenta terlepas sebelum waktunya. Darah yang
dikeluarkan berwarna coklat, berbau, dan sedikit menggumpal. Keadaan ini
sangat membahayakan janin karena dapat menyebabkan kematian. Sedangkan
pada ibu, perdarahan ini dapat berujung pada kematian akibat kekurangan
darah. BAB III SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan uraian
bab sebelumnya penulis dapat mengemukakan simpulan sebagai berikut. 1.
Nutrisi memiliki peranan sangat penting dalam kesehatan ibu juga kesejahteraan
bayinya. 2. Ibu hamil maupun keluarganya harus memperhatikan asupan gizi
ibu hamil baik pilihan nutrisinya, jumlah, cara pengolahan serta makanan yang
sebisanya dihindari selama kehamilan. 3. Personal hygiene merupakan salah
satu kebutuhan fisik pada ibu hamil yang harus terpenuhi. Yang meliputi
personal hygiene pada ibu hamil dimulai dari kebersihan rambut dan kulit
kepala, kebersihan payudara, kebersihan pakaian, kebersihan vulva, kebesihan
kuku tangan dan kaki. 4. Imunisasi yaitu yang merupakan pemberian kekebalan
tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh
agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi
seseorang, imunisasi pada ibu hamil yaitu Tetanus Toksoid. B. Saran Sejalan
dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut. 1. Harus
diperhatikan bahwa pemberian nutrisi bagi ibu hamil tidak boleh lebih juga
tidak boleh kurang. 2. Ibu hamil bisa lebih meningkatkan kebersihan dirinya
sehingga kesehatannya maupun janin dalam kandungannya terjamin. 3. Bagi

Ibu Hamil dan keluarga diharapkan memilki kesadaran untuk berpatisipasi aktif
dalam kegiatan Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) karena Imunisasi ini juga
penting bagi mereka untuk mencegah kemungkinan terjadinya infeksi tetanus
pada bayi yang akan dilahirkan. DAFTAR PUSTAKA Erna, Yuyun, dan
Heriyati. 2005. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : ECG Martini,
Fairus dan Prasetyowati. 2004. Gizi dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Dian
Rakyat Christianasari, Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Yogyakarta : Nuha Medika.
I Dewa Nyoman Supariyasa, dkk. 2002. Penelitian Status Gizi. Jakarta : ECG
Yulaicha, Lily. 2009. Seri Asuhan Kebidanan Kehamilan, Jakarta : EGC
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
http://dedearis.blogspot.co.id/2014/04/task-7-makalah-kebutuhan-fisik-ibuhamil.html