You are on page 1of 3

Antar Halogen dapat mengalami reaksi kimia.

Oleh karena kekuatan


oksidator menurun dari Fluor sampai Iod, Halogen dapat mengoksidasi Ion Halida
yang terletak di bawahnya (displacement reaction). Dengan demikian, reaksi yang
terjadi antar Halogen dapat disimpulkan dalam beberapa pernyataan di bawah ini :
1. F2 dapat mengoksidasi Cl menjadi Cl2, Br menjadi Br2, serta I menjadi I2.
2. Cl2 dapat mengoksidasi Br menjadi Br2, serta I menjadi I2. Cl2 tidak dapat
mengoksidasi F menjadi F2.
3. Br2 dapat mengoksidasi I menjadi I2. Br2 tidak dapat mengoksidasi F menjadi
F2 maupun Cl menjadi Cl2.
4. I2 tidak dapat mengokisdasi F menjadi F2, Cl menjadi Cl2, serta Br menjadi Br2.
Gas F2 dapat diperoleh dari elektrolisis cairan (bukan larutan) Hidrogen Fluorida yang
diberi sejumlah padatan Kalium Fluorida untuk meningkatkan konduktivitas pada
temperatur di atas 70C. Di katoda, ion H+ akan tereduksi menjadi gas H2, sedangkan
di anoda, ion F- akan teroksidasi menjadi gas F2.
Gas Cl2 dapat di peroleh melalui elektrolisis lelehan NaCl maupun elektrolisis larutan
NaCl. Melalui kedua elektrolisis tersebut, ion Cl akan teroksidasi membentuk gas
Cl2 di anoda. Gas Cl2 juga dapat diperoleh melalui proses klor-alkali, yaitu elektrolisis
larutan NaCl pekat (brine). Reaksi yang terjadi pada elektrolisis brine adalah sebagai
berikut :
2 NaCl(aq) + 2 H2O(l) > 2 NaOH(aq) + H2(g) + Cl2(g)
Di laboratorium, unsur Klor, Brom, dan Iod dapat diperoleh melalui reaksi alkali
halida (NaCl, NaBr, NaI) dengan asam sulfat pekat yang dipercepat dengan
penambahan MnO2 sebagai katalis. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
MnO2(s) + 2 H2SO4(aq) + 2 NaCl(aq) > MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) + Cl2(g)
MnO2(s) + 2 H2SO4(aq) + 2 NaBr(aq) > MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) + Br2(l)
MnO2(s) + 2 H2SO4(aq) + 2 NaI(aq) > MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) + I2(s)

Halida dibedakan menjadi dua kategori, yaitu halida ionik dan halida kovalen.
Fluorida dan klorida dari unsur logam, terutama unsur Alkali dan Alkali Tanah
(kecuali Berilium) merupakan halida ionik. Sementara, flurida dan klorida dari unsur
nonlogam, seperti Belerang dan Fosfat merupakan halida kovalen. Bilangan oksidasi
Halogen bervariasi dari -1 hingga +7 (kecuali Fluor). Unsur Fluor yang merupakan
unsur dengan keelektronegatifan terbesar di alam, hanya memiliki bilangan oksidasi 0
(F2) dan -1 (fluorida).
Halogen dapat bereaksi dengan Hidrogen menghasilkan Hidrogen Halida. Reaksi
yang terjadi adalah sebagai berikut :
X2(g) + H2(g) > 2 HX(g)
X = F, Cl, Br, atau I
Reaksi ini (khususnya pada F2 dan Cl2)menimbulkan ledakan hebat (sangat
eksotermis). Oleh karena itu, reaksi tersebut jarang digunakan di industri. Sebagai
pengganti, hidrogen halida dapat dihasilkan melalui reaksi klorinasi hidrokarbon.
Sebagai contoh :
C2H6(g) + Cl2(g) > C2H5Cl(g) + HCl(g)
Di laboratorium, hidrogen halida dapat diperoleh melalui reaksi antara logam halida
dengan asam sulfat pekat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
CaF2(s) + H2SO4{aq) > 2 HF(g) + CaSO4(s)
2 NaCl(s) + H2SO4(aq) -> 2 HCl(g) + Na2SO4(aq)
Hidrogen Bromida dan Hidrogen Iodida tidak dapat dihasilkan melalui cara ini, sebab
akan terjadi reaksi oksidasi (H2SO4 adalah oksidator kuat) yang menghasilkan Brom
dan Iod. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
2 NaBr(s) + 2 H2SO4(aq) > Br2(l) + SO2(g) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l)
Hidrogen Bromida dapat dibuat melalui beberapa reaksi berikut :
P4(s) + 6 Br2(l) > 4 PBr3(l)

PBr3(l) + 3 H2O(l) > 3 HBr(g) + H3PO3(aq)


Hidrogen Iodida dapat diperoleh dengan cara serupa.
Hidrogen Fluorida memiliki kereaktifan yang tinggi. Senyawa ini dapat bereaksi
dengan silika melalui persamaan reaksi berikut :
6 HF(aq) + SiO2(s) > H2SiF6(aq) + 2 H2O(l)
Hidrogen Fluorida juga digunakan dalam proses pembuatan gas Freon. Reaksi yang
terjadi adalah sebagai berikut :
CCl4(l) + HF(g) > CCl3F(g) + HCl(g)
CCl3F(g) + HF(g) > CCl2F2(g) + HCl(g)
Larutan Hidrogen Halida bersifat asam. Urutan kekuatan asam halida adalah HF <<
HCl < HBr < HI. Sedangkan urutan kekuatan asam oksi adalah HXO < HXO 2 <
HXO3 < HXO4 (X = Cl, Br, atau I).
Fluor (khususnya NaF) ditambahkan ke dalam air minum untuk mencegah
terbentuknya karies (kerak atau plak) gigi. Senyawa lain, Uranium Fluorida, UF 6,
digunakan untuk memisahkan isotop radioaktif Uranium (U-235 dan U-238). Di
bidang industri, Fluor digunakan untuk menghasilkan poli tetra fluoro
etilena (Teflon).