You are on page 1of 8

IONISASI UDARA MELALUI RADIOAKTIVITAS

Mia Yulyani (1127030050)


Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
2015
*Email : miayulyani23@gmail.com

Abstrak:

Radiasi adalah energi dalam bentuk gelombang atau partikel subatomic yang bergerak.
Sedangkan Radioaktivitas yaitu peristiwa terurainya beberapa inti atom tertentu secara
spontan yang diikuti dengan pancaran partikel alfa (inti helium), partikel beta (elektron), atau
radiasi gamma (gelombang elektromagnetik gelombang pendek). Pada Praktikum ini, kita
melakukan pendeteksian radiasi menggunakan plat sejajar yang didalamnya diberikan radiasi.
Lalu kita mengambil data tegangan radiasi dengan jarak radiasi terhadap plat divariasikan. Dari
pengambilan data didapatkan hasil arus radiasi, dari data arus ternyata semakin dekat jarak
radiasi maka tegangan dan arusnya akan semakin besar, hal ini dikarenakan Bila plat diberikan
medan listrik terhadap pasangan ion yang terbentuk itu, maka elektron akan bergerak menuju
ke kutub positif, sedangkan residual atom-nya yang bermuatan positif akan bergerak menuju
kutub negatif. Pergerakan elektron-elektron tersebut dapat menginduksikan arus atau tegangan
listrik.
Kata kunci: Radiasi, Radioaktivitas, Ionisasi, plat sejajar, arus, elektron.
I. PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui media
atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Orang awam sering menghubungkan
kata radiasi ionisasi (misalnya, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir, reaktor nuklir, dan
zat radioaktif), tetapi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik (yaitu, gelombang
radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan X-ray), radiasi akustik, atau
untuk proses lain yang lebih jelas. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi
memancarkan (yaitu, bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah) dari suatu sumber.

geometri ini secara alami mengarah pada sistem pengukuran dan unit fisik yang sama berlaku
untuk semua jenis radiasi. Beberapa radiasi dapat berbahaya
A. Radiasi ionisasi
Beberapa jenis radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara
umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang 'terlempar' dari cangkang atom elektron, yang
akan memberikan muatan (positif). Hal ini sering mengganggu dalam sistem biologi, dan dapat
menyebabkan mutasi dan kanker. Jenis radiasi umumnya terjadi di limbah radioaktif peluruhan
radioaktif dan sampah.Tiga jenis utama radiasi ditemukan oleh Ernest Rutherford, Alfa, Beta,
dan sinar gamma. radiasi tersebut ditemukan melalui percobaan sederhana, Rutherford
menggunakan sumber radioaktif dan menemukan bahwa sinar menghasilkan memukul tiga
daerah yang berbeda. Salah satu dari mereka menjadi positif, salah satu dari mereka bersikap
netral, dan salah satu dari mereka yang negatif. Dengan data ini, Rutherford menyimpulkan
radiasi yang terdiri dari tiga sinar. Dia memberi nama yang diambil dari tiga huruf pertama dari
abjad Yunani yaitu alfa, beta, dan gamma.
B. Indikator efek ionisasi.
Pada interaksi antara radiasi dan gas akan terbentuk pasangan ion positif dan elektron
bebas. Energi rata-rata satu pasangan ion diberi notasi W dengan satuan eV (elektron volt).
Satu eV sama dengan energi yang diperoleh elektron yang melewati celah dengan beda
potensial 1 V dalam keadaan hampa udara. Nilai W untuk beberapa partikel bermuatan listrik
sekitar 30~35 eV, nilai W untuk beberapa gas sekitar 22~43 eV, dan nilai W rata-ratanya
adalah sekitar 30 eV. Misalnya, jika melewati udara nilai W alpha adalah 35,5 eV dan
energinya sekitar 1 ~10 MeV. Nilai W elektron juga tidak begitu berbeda dari alpha yaitu 34,0
eV.
Nilai W berbagai jenis partikel bermuatan listrik tidak jauh berbeda karena adanya efek
sekunder (pengaruh elektron yang terbentuk karena efek langsung) yang lebih besar daripada
efek langsung (tumbukan) partikel bermuatan listrik yang terjadi di dalam materi.

C. Jenis Radiasi
Secara garis besar radiasi digolongkan ke dalam radiasi pengion dan radiasi non-pengion,
(BATAN, 2008).

a. Radiasi Pengion
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya
ion positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan materi. Yang termasuk dalam jenis
radiasi pengion adalah partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar-X dan neutron. Setiap
jenis radiasi memiliki karakteristik khusus. Yang termasuk radiasi pengion adalah partikel alfa
(), partikel beta (), sinar gamma (), sinar-X, dan partikel neutron.
b. Radiasi Non Pengion
Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek ionisasi
apabila berinteraksi dengan materi. Radiasi non-pengion tersebut berada di sekeliling
kehidupan kita. Yang termasuk dalam jenis radiasi non-pengion antara lain adalah gelombang
radio (yang membawa informasi dan hiburan melalui radio dan televisi); gelombang mikro
(yang digunakan dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone); sinar inframerah
(yang memberikan energi dalam bentuk panas); cahaya tampak (yang bisa kita lihat); sinar
ultraviolet (yang dipancarkan matahari).
Tiga jenis utama radiasi ditemukan oleh Ernest Rutherford, Alfa, Beta, dan sinar gamma.
radiasi tersebut ditemukan melalui percobaan sederhana, Rutherford menggunakan sumber
radioaktif dan menemukan bahwa sinar menghasilkan memukul tiga daerah yang berbeda.
Salah satu dari mereka menjadi positif, salah satu dari mereka bersikap netral, dan salah satu
dari mereka yang negatif. Dengan data ini, Rutherford menyimpulkan radiasi yang terdiri dari
tiga sinar. Beliau memberi nama yang diambil dari tiga huruf pertama dari abjad Yunani yaitu
alfa, beta, dan gamma.

Radiasi alpha ()

Peluruhan Alpha adalah jenis peluruhan radioaktif di mana inti atom memancarkan partikel
alpha, dan dengan demikian mengubah (atau 'meluruh') menjadi atom dengan nomor massa 4
kurang dan nomor atom 2 kurang. Namun, karena massa partikel yang tinggi sehingga
memiliki sedikit energi dan jarak yang rendah, partikel alfa dapat dihentikan dengan
selembar kertas (atau kulit).

Radiasi beta ()

peluruhan beta adalah jenis peluruhan radioaktif di mana partikel beta (elektron atau
positron) dipancarkan.
Radiasi beta-minus ()terdiri dari sebuah elektron yang penuh energi. radiasi ini kurang
terionisasi daripada alfa,

tetapi

lebih

daripada sinar

gamma. Elektron seringkali

dapat

dihentikan dengan beberapa sentimeter logam. radiasi ini terjadi ketika peluruhan neutron
menjadi proton dalam nukleus, melepaskan partikel beta dan sebuah anti neutrino.
Radiasi beta plus (+) adalah emisi positron. Jadi, tidak seperti , peluruhan + tidak
dapat terjadi dalam isolasi, karena memerlukan energi, massa neutron lebih besar dari pada
massa proton. peluruhan + hanya dapat terjadi di dalam nukleus ketika nilai energi yang
mengikat dari nukleus induk lebih kecil dari nukleus. Perbedaan antara energi ini masuk ke
dalam reaksi konversi proton menjadi neutron,positron dan antineutrino, dan ke energi kinetik
dari partikel-partikel.

Radiasi gamma ()

Radiasi

gamma atau sinar

gamma adalah

sebuah

bentuk

berenergi

dari radiasi

elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya
seperti penghancuran elektron-positron. Radiasi gamma terdiri dari foton dengan frekuensi
lebih besar dari 1019 Hz. Radiasi gamma bukan elektron atau neutron sehingga tidak dapat

dihentikan hanya dengan kertas atau udara, penyerapansinar gamma lebih efektif pada materi
dengan nomor atom dan kepadatan yang tinggi. Bila sinar gamma bergerak melewati sebuah
materi maka penyerapan radiasi gamma proporsional sesuai dengan ketebalan permukaan
materi tersebut.

1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk Ionisasi udara melalui radioaktivitas antara dua
elektroda yang diberikan tegangan dan Mendeteksi transpor muatan antara elektroda.

II. METODE PERCOBAAN


2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 6 Februari 2015, pukul 01.0016.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Energi dan Nuklir UIN Sunan Gunung Djati
Bandung.
2.1 Alat dan Bahan
Spesifikasi yang dibutuhkan dalam melakukan praktikum ini adalah :
1. 1 Am-241 persiapan, 330 kB
2. 1 elektrometer amplifier
3. Plat seng 1 untuk efek fotolistrik
4. 1 grid elektroda
5. 1 Batang koneksi
6. 1 STE resistor 10 G, 0,5 W
7. 1 voltmeter, U 10 V8. 1 power supply 450 V9. arah sambungan.

2.3 Prosedur Percobaan


Eksperimen dilakukan dengan cara: menghubungkan amplifier elektrometer ke 12 V
keluaran dari power supply 450 V, kemudian melengkapi masukan dari penguat
elektrometer dengan sepasang elektroda dan 10 G resistor, dan menghubungkannya
dengan keluaran 450 V dari power supply 450 V, Lalu menghubungkan keluaran dari
penguat elektrometer ke voltmeter dan menghubungkan batang sambungan ke dasar
penguat elektrometer. Setelah itu mengukur jarak dan arus yang keluar saat di beri radiasi
diantara kedua plat lalu mencatat hasilnya.
III. DATA DAN ANALISIS
N

Jarak Radiasi (m)

Tegangan /U (V)

Arus (NA) I = U/(10 G)

o
1
2
3
4
5
6

0
0,02
0,03
0,04
0,05
0,06

7,9
7,6
7,5
7,4
7,3
7,3

0,79
0,76
0,75
0,74
0,73
0,73
0,75

Rata-rata

Radiasi adalah energi dalam bentuk gelombang atau partikel subatomic yang bergerak.
Radiasi ionisasi (sinar X dan gamma). Adapun radiasi partikel terdiri dari: radiasi alpha, beta
dan gamma. Pengaruh radiasi terhadap tubuh manusia bisa mengakibatkan kerusakan organ
karena bersifat karsiogenik. Bila radiasi (pengion) berinteraksi dengan atom dan molekul di
dalam suatu materi, maka sebagian atau seluruh energinya akan berpindah, sehingga energinya
menjadi berkurang. Berkurangnya energi radiasi berlainan menurut jenis radiasi. Misalnya
interaksi partikel bermuatan listrik seperti alpha dan beta dengan suatu materi berbeda dengan
interaksi partikel tidak bermuatan listrik seperti neutron dengan materi tersebut. Partikel
bermuatan listrik akan berinteraksi langsung dengan elektron dalam suatu atom secara
elektromagnetik. Pada kondisi tersebut akan terbentuk ion positif dan elektron bebas.
Peristiwa ini disebut ionisasi radiasi. Ionisasi radiasi dapat dideteksi dengan detektor listrik,
detektor bilik ionisasi, dengan bahan film foto atau dengan bahan yang dapat berfluoresensi.
Dari data yang dihasilkan didapatkan arus (nA) pada jarak tertentu berbeda-beda hasilnya,
sehingga semakin jauh jarak radiasi, maka semakin kecil jumlah radiasi per satuan waktu yang

memasuki detektor. Demikian pula bila energi radiasi semakin besar, arus yang dihasilkannya
semakin besar.
Alat ukur radiasi yang menerapkan cara arus ini dapat menghilangkan kerugian penerapan
cara pulsa, karena yang akan ditampilkan dalam cara ini bukanlah informasi dari setiap radiasi
yang memasuki detektor, melainkan integrasi dari jumlah muatan yang dihasilkan oleh radiasi
tersebut dalam satu satuan waktu.
Bila diberikan medan listrik terhadap pasangan ion yang terbentuk itu, maka elektron akan
bergerak menuju ke kutub positif, sedangkan residual atom-nya yang bermuatan positif akan
bergerak menuju kutub negatif. Pergerakan elektron-elektron tersebut dapat menginduksikan
arus atau tegangan listrik. Arus dan tegangan listrik yang ditimbulkan ini dapat diukur dengan
menggunakan peralatan penunjang misalnya Ampermeter atau Voltmeter. Semakin besar energi
radiasinya, maka akan dihasilkan lebih banyak pasangan ion. Semakin banyak pasangan ion,
maka arus atau tegangan listrik yang ditimbulkannya akan semakin besar pula.
proses konversi pada cara arus ini tidak dilakukan secara individual untuk setiap radiasi,
melainkan dilakukan secara akumulasi untuk seluruh radiasi. Informasi yang ditampilkannya
adalah intensitas radiasi yang memasuki detektor. Kelemahan cara arus ini adalah
ketidakmampuannya untuk memberikan/menampilkan informasi energi dari setiap radiasi.
Keuntungan cara arus ini adalah proses pengukurannya jauh lebih cepat dibandingkan dengan
cara pulsa.
IV. KESIMPULAN
Radiasi adalah energi dalam bentuk gelombang atau partikel subatomic yang bergerak.
Sedangkan Radioaktivitas yaitu peristiwa terurainya beberapa inti atom tertentu secara
spontan yang diikuti dengan pancaran partikel alfa (inti helium), partikel beta (elektron), atau
radiasi gamma (gelombang elektromagnetik gelombang pendek). Dari praktikum ini terlihat
semakin banyak jumlah radiasi persatuan waktu yang memasuki detektor, maka akan semakin
besar pula arusnya. Bila diberikan medan listrik terhadap pasangan ion yang terbentuk itu,
maka elektron akan bergerak menuju ke kutub positif, sedangkan residual atom-nya yang
bermuatan positif akan bergerak menuju kutub negatif. Pergerakan elektron-elektron tersebut
dapat menginduksikan arus atau tegangan listrik.
V. DAFTAR PUSTAKA

1. Burnham, J.U., Radiation Protection, New Brunswick Power Corporation, 1992;


2. Budiyanto, J. 2009. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 298.
3. Cember, Herman, Introduction to Health Physics, edisi bahasa indonesia, Pergamon
Press, Sydney, 1983;
4. Edwards, Cris, M.A. Statkiewicz S., E. Russel Ritenour, Radiation Protection for
Dental Radiographers, edisi bahasa indonesia, Widya Medika, 1990.
5. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/04/pengertian-radioaktivitas
6. Knoll, Glen F., Radiation Detection and Measurement, 2nd edition, John Wiley and
sons, Singapore, 1989;
7. Lilley, J.S., Nuclear Physics Principles and Applications, John Willey and Sons,
Singapore, 2001;
8. Ridwan, Mohammad, Prayoto dkk., Pengantar Ilmu Pengetahuan Teknologi Nuklir,
Badan Tenaga Atom Nasional, Jakarta, 1978;