You are on page 1of 2

Definisi

Muntah pada bayi dan anak dapat terjadi secara regurgitasi dari isi lambung sebagai akibat
refluks gastroesofageal atau dengan menimbulkan refleks emetik yang menyebabkan mual,
kontraksi dari diafragma, interkostal, dan otot abdomen anterior serta ekspulsi dengan
kekuatan isi lambung. Terdapat dua tipe muntah yaitu yang akut dan kronis. Batasan muntah
kronis apabila muntah lebih dari 2 minggu.

Patofisiologi
Muntah merupakan proses refleks dengan tingkat koordinasi yang tinggi dan dimulai dengan
retching. Diafragma yang turun dengan kuat dan konstriksi dari otot perut dengan relaksasi
dari kardia lambung secara aktif memaksa isi lambung bergerak kembali ke esofagus. Proses
ini dikoordinasikan dalam pusat muntah medula yang dipengaruhi secara langsung oleh
inervasi aferen dan secara tidak langsung oleh chemoreceptor trigger zone dan sistem saraf
pusat.

Anamnesa
a. Usia Anak
- Minggu I
1. Obstruksi usus
2. Inborn metabolic error
3. Hiperplasia adrenal kongenital (CAH)
- Sesudah minggu I
1. Stenosis pilorik
2. Hernia hiatur
- Sesudah bulan I
1. Infeksi (ISK, meningitis dan sebagainya)
2. Gangguan metabolik, intoleransi makanan
3. Hematoma sundural
4. Aerofagia
- Anak besar
1. Muntah siklik (migren abdominal)
2. Apendisitis, torsi testis, gastritis, keracunan makanan
3. Henoch schonlein
4. Ketoasidosis diabetik, uremi
5. tukak peptik
6. Peningkatan tekanan intra kranial
7. Iritasi faring
8. Psikogenik
b. Sifat muntah
- Proyektil : stenosis pilorik hipertrofi
- Muntah nokturnal : hernia hiatal
- Muntah disertai nyeri : esofagitis

Pemeriksaan Laboratorium
a. Urine
- Protein, darah, uro/bilirubin, bahan yang mereduksi (DM)
- Analisa asam amino (penyebab metabolik)
- Kultur (ISK)
b. Darah
- BUN, kreatinin (kelainan ginjal)
- Elektrolit (komplikasi muntah)
- Status asam basa (komplikasi muntah)
- Uji fungsi hati (penyakit hepar)

Pemeriksaan Radiologis/Endoskopi
a. Foto abdomen (terlentang dan tegak) : obstruksi
b. Foto abdomen kontras : stenosis pilorik hipertrofi, invaginasi
c. USG : stenosis pilorik hipertrofi, invaginasi
d. IVP : kelainan ginjal/saluran kemih
e. CT/MRI
f. Endoskopi atas : tukak, duodenitis, gastritis
g. Monitor pH esofagus : refluks gastroesofageal

Penyulit
- Sindroma Mallory Weiss : robekan fundus lambung
- Gangguan nutrisi/metabolik
- Dehidrasi dan gangguan elekrolit
- Esofagitis
- Gangguan laringorespiratori

Penatalaksanaan
Penanganan penderita dengan muntah ditujukan untuk
a. mengatasi akibat/penyulit muntah
b. simtomatik untuk mengurangi/menghilangkan gejala muntah
Kontraindikasi untuk : gastroenteritis, anomali usus atau kedaruratan bedah.
Metoklopramid : 0,1-0,2 mg/kg/dosis 3 kali sehari
Domperidone : 0,3 mg/kg/dosis 3 kali sehari
Ondasentron : 4 mg/8 jam selama 5 hari
Sumatriptan : 0,1-1,2 mg/kg/hari
Simetidin : 5-10 mg/kg/dosis 3 kali sehari
Ranitidin : 1-2 mg/kg/dosis 2-3 kali sehari
c. secara spesifik menghilangkan penyakit penyebab yang mendasarinya

Daftar Pustaka
1. Cotto, S. and R. Ranuh (2003). “Abdominal migraine and cyclical vomiting.” Seminars
in Pediatric Surgery 12 : 254-258.
2. Dignan, F., D. N. K. Symon, et al. (2003). “The prognosis of cyclical vomiting
syndrome.” Arch Dis Child 84 : 55-57.
3. Murray, K. F. and D. L. Christie (1998). “Vomiting.” Pediatric 19 : 337-341.
4. Judith, M. S. (2004). Vomiting. Pediatric Gastrointestinal Disease. Walker., Goulet.,
Kleinman.et al. Ontario, BC. Decker Inc. 1 : 203-209.