You are on page 1of 41

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA LANJUT USIA


By :
shifa

PENGERTIAN
Suatu rangkaian kegiatan proses keperawatan

yang ditujukan kepada usia lanjut, meliputi


kegiatan pengkajian dengan memperhatikan
kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spritual,
mengalisis masalah dan merumuskan
diagnosis keperawatan, membuat
perencanaan, melaksanakan implementasi
dan melakukan evaluasi

Menurut wahyudi Nugroho , gerontik adalah kegiatan yg

dimaksudkan untuk memberikan bantuan atau bimbingan


serta pengawasan, perlindungan dan pertolongan kepada
lanjut usia secara individu, kelompok seperti di rumah atau
lingkungan keluarga, panti werda maupun puskesmas yang
diberikan oleh perawat
Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses
menua dan masalah yang mungkin terjadi pada usia lanjut
Gerontologi nursing adalah spesialis keperawatan usia
lanjut yang menjalankan perannya pada tiap peranan
pelayanan dengan menggunakan pengetahuan, keahlian
dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi
optimal lansia secara komprehensif

Keperawatan gerontolgy adalah suatu

pelayanan profesioanl yang berdasarkan ilmu


dan kiat/tehnik keperawatan yang berbentuk
bio-psiko-sosiL-spritual dan kultural yang
holistik yang ditujukan pada klien lansia baik
sehat maupun sakit pada tingkat individu,
keluarga, kelompok dan masyrakat

Tujuan
Agar lansia mampu :
Melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri dengan

upaya promotif, preventif dan rehabilitatif


Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta
meningkatkan kemampuan dalam melakukan tindakan
pencegahan dan perawatan
Mempertahankan serta memilki semangat hidup yang
tinggi
Menolong dan merawat klien yang menderita sakit
Merangsang petugas agar dapat mengenal dan
menegakkan diagnosa secara dini
Mempertahankan kebebasan yang maximal tanpa perlu
pertolongan pada lansia

Fokus askep lansia


1. Peningkatan kesehatan
2. Pencegahan penyakit
3. Mengoptimalkan fungsi mental
4. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum

Pendekatan perawatan lansia


1. Pendekatan fisik
2. Pendekatan psikis
3. Pendekatan sosial
4. Pendekatan spritual

Peran dan fungsi perawat


Peran dalah seperangkat tingkah laku yang

diharapkan orang lain terhadap seseorang


sesuai dengan kedudukannya dalam suatu
sistem
Peran dipengaruhi oleh keadaaan sosial baik
dari dalam maupun dari luar dan bersifat
stabil
Peran adalah perilaku yang diharapkan dari
seseorang pada sosial ttt

Peran perawat yang dimaksud adalah cara

yang menyatakan aktifitas perawat dalam


praktek, dimana telah menyelesaikan
pendidikan formalnya yang diakui dan di beri
kewenangan oleh pemerintah untuk
menjalankan tugasa dan tanggung jawab
keperawatannya secara profesional sesuai
dengan kode etik profesional

Proses pengkajian askep lansia

Pengertian
Pengkajiann adalah sebuah poses untuk

mengenal dan mengidentifikasi faktor-faktor


pada usia lanjut, baik secara individu maupun
kelompok yang bermanfaat untuk mengetahui
masalah dan kebutuhan usia lanjut serta
untuk mengembangkan strategi promosi
kesehatan
Pengkajian berfokus keperawatan klien
dewasa terjadi dilingkungan tradisional
rumah, RS

Pengkajian
1. Identitas
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Status Perkawinan
Alamat
Suku
Agama
Pekerjaan/penghasilan
Pend. tekahir

2. Riwayat kesehatan :
Riwayat penyakit tau masalah kesehatan saat

ini
Riwayat penyakit atau masalah kesehatan yang
lalu

3. Pengkajian fisik :
Pengkajian kebutuhan dasar
Kemandirian dalam melakukan aktifitas
Pengkajian keseimbangan
Pengkajian head to too

Bagaimana postur tulag belakang lansia :

Tegap
2. Kifosis
3. Skoliosis
4. Lordosis
1.

Tanda-tanda vital dan status gizi :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Suhu :
Tekanan darah :
Nadi :
Respirasi
Berat badan
Tinggi badan

Pengkajian head to toe meliputi :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Kepala
Mata
Hidung
Mulut dan tenggorokan
Telinga
Leher
Dada
Abdomen
Genetalia
Ekstermitas
Integumen

Pengkajian psikososial
Status mental lansia
Status sosial
Perilaku terhadap kesehatan
Ligkungan
Pemanfaatan layanan kesshatan
Pengetahuan/sikap

Pengkajian status mental lansia


1. Identifikasi tingkat kerusakan intelektual lansia
2. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental
3. Identifikas maslah emosional

Pengkajian status sosial


1. Kemampuan sosialisasi pada saat sekarang,
2. sikap klien terhadap orang lain,
3. harap2an klien dalam melakukan sosialisasi,
4. Kepuasan klien dalam sosialisasi
5. Hubungan dengan anggota keluarga
6. Perilaku kekerasan
7. keterlantaran

Pengkajian perilaku terhadap kesehatan

Kebiasaan merokok atau penggunaan


tembakau
2. Kebiasaan minum kopi
3. Penggunaan alkohol atau Napza
4. Penggunaan obat-obatan tanpa resep
1.

Pengkajian lingkungan

Pemukiman atau rumah


2. Sanitasi
3. Faktor2 risiko : polusi udara, air, suara,
kecelakaan atau terjatuh
1.

Pemanfaatan layanan kesehatan


1. Kunjungan ke posyandu lansia
2. Kunjungan ke puskesmas atau rumah sakit

atau dokter atau tenaga kesehatan


3. Pembiayaan kesehatan atau asuransi
kesehatan
Tingkat pengetahuan/sikap

Pengetahuan ttg kesehatan atau perawatan


2. Sikap ttg kesehatan atau perawatan
1.

Diagnosa Keperawatan
Fisik/biologis
Gangguan nutrisi kurang ari kebutuhan
Gangguan perseosi sensorik
Kurang perawatan diri
Risiko cidera
Gangguan pola tidur
Gangguan mobilitas fisik

PSIKOSOSIAL
Isolasi sosial
Menarik diri dari lingkungan
Depresi
Harga diri rendah
Koping tidak adekuat
Cemas

Rencana Keperawatan
Meliputi :
1. Melibatkana klien dan keluarganya dalam
2.
3.
4.
5.
6.

perencanaan
Bekerj sama dengan profesi kesehatan lainnya
Menentukan prioritas
Bangkitkan perubahan
Keamanan dan rasa aman
Mencegah timbulnya masalah2

Tujuan keperawatan lanjut usia diarahkan

pada pemenuhan kebutuhan dasar antara lain


;
1. Pemenuhan kebutuhan nutrisi
2. Peningkatan keamanan dan keselamatan
3. Memelihara kebersihan diri
4. Memelihara keseimbangan istirahat/tidur
5. Meningkatnya hubungan interpersonal melalui

komunikasi efektif

KOMUNIKASI PADA LANJUT USIA


Komunikasi pada lansia membutuhkan

perhatian khusus
Perawat harus waspada terhadap perubahan
fisik, psikologi, emosi dan sosial yang
mempengaruhi pola komunikasi

Keterampilan komunikasi terapeutik meliputi :


1. Perawt membukan wawancara dengan

memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan


dan lama wawancara
2. Berikan waktu yang cukup kepada pasien untuk
menjawab, berkaitan dengan kemunduran dan
kemampuan untuk merespon verval
3. Gunakan kata2 yang tidak asing bagi klien sesuai
dengan latar belakang sosialkulturalnya
4. Gunakan pertanyaan yang pendek dan jelas
karena pasien lansi kesulitan dlm berfikir abstrak

Pengkajian Head To Toe


1. Kepala :

Inspeksi ; Kulit kepala ; warna,bekas lesi,bekas trauma,


area terpajan sinar matahari, hipopigmentasi, hygiene,
penonjolan tulang yang imobilisasi parsial atau total,
sianosis, eritema. Rambut ; warna ,variasi bentuk
rambut, kulit kepala, area pubis,axila, botak simetris
pada pria, rambut kering atau lembab, rapuh, mudah
rontok, rambut tubuh halus,rambut pubis sedikit kriting.
Palpasi ; kulit kepala ; suhu , dan tekstur kulit, torgor,
ukuran lesi, adanya kalus yang menebal, keriput,
lipatan-lipatan kulit, tekstur kulit kasar atau halus,bukti
perlambatan dari luka memar,laserasi, ekskoriasi.
Rambut ; rambut kasar, kering dan mudah rontok.

2. Mata
Inspeksi ; kesimetrisan, warna retina, kepekaan

terhadap cahaya, anemis atau tidak pada daerah


konjungtiva, sklera ikterus (kekuningan) atau tidak.
Ditemukan strabismus (mata menonjol keluar), riwayat
katarak, kaji keluhan terakhir pada daerah penglihatan.
Kuantitas bulu mata dan tampak kelenjar lakrimalis
kelenjar air mata), kornea dengan karakteristik
transparan pada permukaan. Penggunaan alat bantu
penglihatan.
Tes uji penglihatan dengan ukur jarak penglihatan, ukur
lapang pandang, fungsi otot ekstra okolar, srtuktur
okular, reaksi sinar terhadap akomodasi, area muskular.

3. Hidung
Inspeksi ; kesimetrisannya, kebersihannya,

mukosa kering atau lembab, terdapat


peradangan atau tidak
Palpasi ; sinus frontal dan maksilaris terhadap
nyeri tekan.
Tes uji penciuman atau fungsi olfaktorius
dengan melakukan tes vial abu dengan
memberikan kontras bau
(misal;kopi,cengkeh,bawang
putih,merica,pala,dll).

4. Mulut dan Tenggorokan


Inspeksi ; kesimetrisan bibir, warna, tekstur lesi dan

kelembaban serta krakteristik permukaan pada


mukosa mulut dan lidah. Palatum keras atau lunak
gerakkan, area tonsilar terhadap ukuran warna dan
eksudat. jumlah gigi, gigi yang karies dan
penggunaan gigi palsu.Tampak peradangan atau
stomatitis, kesulitan mengunyah serta kesulitan
menelan
Palpasi ; lidah dan dasar mulut terhadap nyeri tekan
dan adanya masa.
Tes uji fungsi saraf fasial dan glosofaringeal dengan
memberikan perasa manis, asam, asin, manis.

5. Telinga
Inspeksi ; permukaan bagian luar daerah tragus dalam

keadaan normal atau tidak. Kaji struktur-struktur


telinga dengan otoskop untuk mengetahui adanya
serumen, otorhea, obyek asing dan lesi. Kaji membran
timpani terhadap warna,garis dan bentuk.
Tes uji pendengaran atau fungsi auditori dengan
melakukan skrining pendengaran, pemeriksaan
pendengaran dilakukan secara kualitatif dengan
mempergunakan garpu tala dan kuantitatif dengan
menggunakan audiometer (Arif Mansyoer dalam kapita
selekta,1999). Tes suara,tes detik jam, tes weber, tes
rine dengan menggunakan media garpu tala.

6. Leher
inspeksi ; pembesaran kelenjar thyroid, gerakan-

gerakan halus pada respon percakapan, secara


bilateral kontraksi otot seimbang, garis tengah
trakhea pada area suprasternal, pembesaran kelenjar
thyroid terhadap masa simetris tak tampak pada saat
menelan.Tampak penggunaan otot alat bantu nafas
Palpasi ; palpasi arteri temporalis iramanya teratur,
amplitudo agak berkurang, lunak, lentur dan tak
nyeri tekan. area trakhea adanya masa pada thyroid.
Raba JVP (Jungularis Vena Pleasure) untuk
menentukan tekanan pada otot jogularis.
Tes uji kaku kuduk

7. Dada
inspeksi ; pada paru. Bentuk dada normal chest atau
barrel chest atau pigeon chest/lainnya, tampak adanya
retraksi. irama dan frekuensi pernafasan pada usia
lanjut norml 12 sampai dengan 20/menit bahkan dapat
lebih karena kemampuan otot paru dalam kembang
dan kempis menurun. Ekspansi bilateral dada secara
simetris,durasi inspirasi lebih panjang dari pada
ekspirasi. penurunan nafas mudah dan teratur serta
tanpa distres, tidak ditemukan takipnea, dispnea,
kusmaul, chiencjantung. Inspeksi ; ekstremitas
terhadap tanda ketidakcukupan vena, antara lain
trhombosis,edema dan varieses vena.

palpasi; pada paru. adanya tonjolan-tonjolan abnormal,taktil

fremitus (keseimbangan lapang paru, perabaan suhu tubuh,tak


ada nyeri tekan, krepitasi oleh karena defesiensi kalsium.
lakukan tes ekspansi torakal.Taktil fremitus berdasarkan
perabaan dada dan punggung untuk mengetahui
keseimbangan pada paru dengan pengucapan 66 dan 99
dengan hasil bervariasi berdasarkan intensitas nada tinggi dan
vibrasi.pada jantung. Palpasi ; nadi dari kedua lengan pada
area nadi temporalis, carotis, brakhialis, antebrakhialis untuk
mengetahui frekuensi, irama, amplitudo, kontur dan simetris.
Normal 60-90x/mnt,iramanya teratur. pada usia lanjut
ditemukan bermacam-macam ritme nadi oleh karena penyakit
yang diderita. ukuran tekanan darah pada kedua lengan untuk
mengetahui kestabilan jantung sepanjang periode waktu.
Normal usia lanjut 140/90 mmHg.

Pekusi ; pada paru pengembangan diafragmatik untuk mengetahui

pengembangan bilateral rentangnya dari 3-5 cm, sedikit lebih tinggi


pada sisi sebelah kiri pada jantung
Auskultasi ; pada paru Whispered Pectoriloqui,penghantaran kata
yang dibisikkan melalui dinding dada . pada orang normal
didapatkan bunyi muffled. Bunyi nafas tambahan yang sering
ditemukan pada lanjut usia antara lain mengi oleh jalan nafas yang
sempit pada titik dimana dinding yang berlawanan bersentuhan.
Krekels bunyi discontineu singkat dan eksplosif dan terdengar keras
pada saat insprirasi. Ronkhi atau bunyi gemuruh contineu dapat
terdengar lebih jelas pada saat ekspirasi,frictio ru pleural atau bunyi
tajam dan terdengar seperti orang memarut.pada jantung. Area
katup aorta,katup pulmonal,area pulmonal kedua,area
trikuspidalis,untuk mengetahui keadaan abnormal pada jantung dan
organ sekitar jantung.kaji bunyi S1, S2, S3 dan S4, murmur dan
gallop

8. Abdomen
Inspeksi; bentuk seperti distensi,flat,simetris.

Serta kaji gerakan pernafasan.


Palpasi : adanya benjolan, pembesaran hepar
dan limfa, dan kaji adanya nyeri tekan
Perkusi; adanya udara dalam
abdomen,kembung.
Auskultasi; bising usus dengan frekuensi normal
20x/mnt pada kuadran 8 periksa
karakternya,desiran pada daerah epigastrik dan
keempat kuadran

9. Genetalia
Inspeksi ; Pada pria.bentuk, kesimetrisan ukuran

skrotum, kebersiahan, kaji adanya hemoroid pada


anus. Pada wanita. Kebersiahan, karakter mons
pubis dan labia mayora serta kesimetrisan labia
mayora. Klitoris ukuran bervariasi, tetapi biasanya
lebih kecil dari organ dewasa.
Palpasi ; Pada pria.batang lunak, ada nyeri tekan,
tanpa nodulus atau dengan nodulus, palpasi pula
skrotum dan testis mengenai ukuran, letak dan
warna. Pada wanita. bagian dalam labia mayora dan
minora, kaji warna, kontur kering dan
kelembabannya.

10. Ekstremitas
Inspeksi ; pada ekstremitas. warna kuku, ibu jari, dan

jari-jari tangan penurunan transparasi, beberapa


distorsi dari datar normal atau permukaan agak
melengkung pada inspeksi bentuk kuku, permukaan
tebal dan rapuh. Penggunaan alat bantu,rentang gerak,
deformitas, tremor, edema kaki. Pada saraf.kaji
koordinasi dan propriosepsi untuk mengetahui gerakan
yang cepat berubah-ubah, gerakan halus berirama,
bertujuan, gerakan langkah cepat. Lakukan tes jari ke
hidung. Lakukan tes nyeri, sensori, vibrasi, posisi. Pada
muskuluskeletal. kaji kekuatan otot ekstremitas dengan
melakukan pengujian kekuatan otot.

Palpasi ; Pada ekstremitas. permukaan kuku

licin, permukaan menonjol dan kasar. Pada


muskuluskeletal. Turgor kulit hangat, dingin.
Pada saraf. Kaji sensasi kortikal dan
pembedahan, kaji reflek-reflek superficial
pada daerah brachioradialis, triseps, patella,
plantar dan kaji reflek-reflek patologis. untuk
mengetahui adanya keseimbangan saraf.

11. Integumen
Inspeksi ; kebersihan, warna area terpajan serta

kelembapan dan gangguan kulit yang tidakk


jelas khusus pada wanita, kesemetrisan, kontur,
warna kulit,tekstur dan lesi pada payudara.
Putting susu ukuran dan bentuk, arah, warna.
Palpasi; Kasar atau halus permukaan kulit.
Khusus pada wanita masa pada payudara,
lakukan perabaan pada putting susu lalu putar
searah jarum jam untuk mengetahui adanya
massa dan menditeksi kanker payudara lebih
awal.

Terima kasih