You are on page 1of 5

Jenis- jenis penelitian

1. Berdasarkan tujuan :
a. Eksploratif : Penelitian ini dilakukan untuk menggali suatu gejala
yang relatif masih baru. Dapat dikatakan bahwa ada suatu
fenomena atau gejala yang selama ini belum pernah diketahui
atau dirasakan. Dalam ilmu sosial studi kelayakan merupakan
jenis penelitian yang berupa mengeksplorasi tentang suatu
fenomena yang baru. Mengingat bahwa topik yang akan diteliti
merupakan topik yang baru, penelitian ini biasanya memiliki sifat
kreatif, fleksibel, serta terbuka bagi berbagai informasi yang ada.
Biasanya penelitian ini menghasilkan teori-teori yang baru,
pengembangan dari teori yang sudah ada. Dengan topik atau
gejala yang baru, maka seringkali penelitian ini diidentikkan
dengan penelitiaan yang selalu menggunakan pertanyaan APA
dan SIAPA dalam menggali informasi. Tujuan dari penelitian
eksplorasi

sendiri

adalah;

mengembangan

gagasan

dasar

mengenai topik yang baru dan memberikan dasar bagi penelitian


lanjutan
Contoh : Studi kasus penemuan virus ebola tipe baru.
b. Verifikatif : Teknik analisis penelitian asosiatif
teknik

analisis

kuantitatif

(statistik).

menggunakan

Perhitungan

untuk

mengatahui hubungan dan pengaruh antar variabel itu antara


lain perhitungan koefesien korelasi rank Spearman dan Person
Product moment.
Contoh : pengaruh

reward

terhadap

peningkatan

kinerja

karyawan PT X.
c. Development : Penelitian Pengembangan merupakan suatu
pengkajian sistematik terhadap pendesainan, pengembangan
dan evaluasi program, proses dan produk pembelajaran yang
harus memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektifitas
(Seals dan Richey , 1994)
Contoh : Studi tentang populasi mahasiswa Fakultas Kesehatan
Masyarakat sebelum dan sesudah penerapan UKT.

2. Berdasarkan metode :
a. Survei : Penelitian survey digunakan untuk mengumpulkan data
atau

informasi

tentang

populasi

yang

besar

dengan

menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa


berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi dan unitunit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya
adalah orang. Desain survey tergantung pada penggunaan jenis
kuisoner. Survey memerlukan populasi yang besar jika peneliti
menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata, semakin
besar

sample

Penelitian

survey

survei

semakin

memiliki

memberikan

tiga

tujuan

hasil
utama

akurat.
yaitu

menggambarkan keadaan saat itu, mengidentifikasi secara


terukur keadaan sekarang untuk membandinkan, menentukan
hubungan kejadian yang spesifik.
Contoh : Stress and Burnout in Rural and Urban Secondary School
Teachers. Journal of Educational Research. 1999. 92, pg. 287
293. (dalam Creswell, 2012:378)
b. Eksperimen

Penelitian

eksperimental

merupakan

bentuk

penelitian percobaan yang berusaha untuk mengisolasi dan


melakukan kontrol setiap kondisi-kondisi yang relevan dengan
situasi yang diteliti kemudian melakukan pengamatan terhadap
efek atau pengaruh ketika kondisi-kondisi tersebut dimanipulasi.
Dengan kata lain, perubahan atau manipulasi dilakukan terhadap
variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel terikat.
Menurut Emzir (2008:96-103) desain penelitian ekperimen dibagi
menjadi empat bentuk yakni, pre-experimental design, true
experimental design, quasy experimental design dan factorial
design.
Contoh: Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran TANDUR
Berbantuan Web Interaktif Terhadap Hasil Belajar Teknologi
Informasi dan Komunikasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Malang. (Kuasi
Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Malang Tahun

Ajaran 2010/2011). (Sumber: perpustakaan Universitas Negeri


Malang, skripsi tidak diterbitkan)
c. Policy research : Policy Research (penggunaan metode penelitian
kebijakan) dimulai karena adanya masalah, dan masalah ini pada
umumnya

dimiliki

oleh

pengambil

keputusan

para

pada

administrator/manajer

suatu

organisasi.

atau

Majchrzak

para
(1984)

mendefinisikan policy research adalah suatu proses penelitian yang


dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang
mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada
pembuat

keputusan

untuk

bertindak

secara

praktis

dalam

menyelesaikan masalah. Policy research ini sangat relevan bagi


perencana dan perencanaan.

Contoh

Penelitian

untuk

mendapatkan

informasi

guna

menentukan sistem penggajian karyawan.


d. Sejarah : Penelitian historikal merupakan bentuk penelitian yang
memiliki tujuan untuk menggambarkan fakta dan menarik
kesimpulan atas kejadian masa lalu. Data primer dari penelitian
ini adalah data yang bersifat historis, misalnya para arkeolog
menggunakan sumber data berupa dokumentasi tentang masa
lalu. Penelitian historikal dapat digunakan untuk menemukan
solusi

sementara

berdasarkan

kejadian

masa

lalu

dan

menggambarkan tren masa kini atau masa depan. Kothari (2004)


mengategorikan
pendekatan,

jenis

yaitu

kegiatan/agenda

penelitian
pendekatan

masa

lampau

histori

ke

perspektif
sampai

dalam

dua

mempelajari
sekarang-

dan

pendekatan retroperpektif mempelajari kegiatan/agenda saat ini


kemudian dihubungkan dengan hal serupa di masa lalu-.
Contoh: Seni Tradisi Gembyung di Kampung Ganceuy Kabupaten
Subang 1975-1999 (Suatu Kajian Historis Terhadap Sosial Budaya
Masyarakat). (Sumber: repository.upi.edu).
3. Berdasarkan tingkat explansi :
a. Deskriptif : Penelitian Deskriptif

selalu

dikaitkan

dengan

persoalan tujuan penelitian, akan tetapi tidak semua ahli


metodologi

penelitian

menyatakan

demikian.

Menurut

Surakhmad,

penelitian

deskriptif

tertuju

pada

pemecahan

masalah yang ada pada masa sekarang. Mely G.Tan mengatakan,


bahwa penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara
tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau kelompok
tertentu.

Sedangkan

menurut

Nawawi,

metode

penelitian

deskriptif mempunyai 2 ciri pokok, yaitu memusatkan perhatian


pada masalah-masalah yang bersifat akmat, menggambarkan
fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki sebagaimana adanya
diiringi dengan interpretasi rasional.
Contohnya : Penelitian tentang pentingnya

peranan

HSE

perusahaan dalam upaya meningkatkan penerapan K3 dalam


perusahaan X .
b. Komparatif : Penelitian kausal komparatif atau penelitian ex post
facto adalah penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan
tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena
eksistensi variabel tersebut telah terjadi. Pendekatan dasar
klausa komparatif melibatkan kegiatan peneliti yang diawali dari
mengidentifikasi

pengaruh

variabel

satu

terhadap

variabel

lainnya kemudian dia berusaha mencari kemungkinan variabel


penyebabnya. Penelitian komparatif membandingkan situasi
masa lalu dan saat ini atau situasi-situasi paralel yang berbeda,
khusunya apabila peneliti tidak memiliki kontrol terhadap situasi
yang diteliti. Penelitian ini bisa memiliki perspektif makro (misal:
internasional,nasional) dan mikro (misal: komunitas, individu).
Contoh: Studi Komparatif Penerapan Model Contextual Teaching
and Learning (CTL) dengan Model Problem Based Learning (PBL)
dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Standar
Kompetensi Menganalisis Rangkaian Listrik dan Elektronika Di
SMKN 12 Bandung. (Sumber: repository.upi.edu).
c. Asosiatif : Penelitian asosiatif adalah penelitian yang berusaha
mencari hubungan antara satu varibal dengan varibal lain.
Hubungannya bisa simetris, kausal, atau interaktif. Hubungan
simetris adalah hubungan anatara dua variabel yang bersifat

sejajar, sama. Teknik analisis penelitian asosiatif menggunakan


teknik

analisis

kuantitatif

(statistik).

Perhitungan

untuk

mengatahui hubungan dan pengaruh antar variabel itu antara


lain perhitungan koefesien korelasi rank Spearman dan Person
Product moment.
Contoh : hubungan antara kemampuan matematis dengan
kemampuan berbahasa.

Hubungan kausal adalah hubungan

yang bersifat sebab-akibat.


4. Berdasarkan jenis data dan analisis :
a. Kuantitatif : Penelitian penelitian kuantitif adalah penelitian yang
lebih menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka)
yang diolah dengan metode statistik. Pada dasarnya, pendekatan
kuantitatif dilakukan pada penelitian inferensial (dalam rangka
pengujian hepotesis) dan menyandarkan kesimpulan hasilnya
pada pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hepotesis
nihil. Dengan metode kuantitatif akan diperoleh signifikansi
perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel
yang diteliti. Pada umumnya penelitian kuantitatif merupakan
penelitian sampel besar.
Contoh :
Pengaruh Tekanan Panas (Heat Stress) Terhadap
Kejadian Kristalisasi Urine Pada Pekerja Bagian Produksi II Pt Hok
Tong Palembang
b. Kualitatif : Penelitian kualitatif adalah penelitian yang lebih
menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan
induktif

serta

pada

analisis

terhadap

dinamika

hubungan

antarfenomena yang diamati, dengan menggunakan logika


ilmiah. Hal ini bukan berarti bahwa penelitian kualitatif sama
sekali tidak menggunakan dukungan data kuantitatif akan tetapi
penekanannya tidak pada pengujian hepotesis melainkan pada
usaha menjawab pertanyaan penelitian melalui cara-cara berfikir
formal dan argumentatif. Banyak penelitian kualitatif yang
merupakan penelitian sampel kecil
Contoh : Analisis Hubungan Ketersediaan Kantin dengan Status
Gizi Pekerja di PT Hok Tong Palembang