You are on page 1of 11

Konsep dan Asuhan Keperawatan Pada Bayi Baru Lahir Semester 05 Kegiatan Belajar II

Keperawatan Maternitas I Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia


Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013 Prodi Keperawatan Sofia
Februanti http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/07/18/article-0-0234B6B400000578627_634x688.jpg
2. Konsep Dasar Bayu Baru Lahir
3. Pengertian Periode neonatal/ neonates/ BBL adalah periode sejak bayi lahir sampai 28 hari
pertama kehidupan. Selama beberapa minggu, neonatus mengalami masa transisi dari kehidupan
intrauterin ke extrauterine dan menyesuaikan dengan lingkungan yang baru
http://readystepgrow.com.au/communities/0/004/010/805/030/images/4580694351.jpg
4. Adaptasi Fisiologis Sebelum lahir, O2 janin disuplai oleh plasenta, sehingga agar neonates
dapat bertahan, maka maturasi organ paru sangat penting karena proses ini melibatkan faktor
fisik, sensorik, dan kimiawi (perubahan tekanan dari kehidupan di dalam uterus & kehidupan di
luar uterus mungkin menghasilkan stimulasi fisik untuk mempercepat pernafasan.
http://cf.ltkcdn.net/pregnancy/images/std/141264-425x282-Newborn_In_Incubator.jpg Sistem
Pernapasan
5. Adaptasi Fisiologis Saat dilakukan klem pada tali pusat terjadi peningkatan volume darah
yang cepat sehingga menekan vaskularisasi jantung & paru. BBL dapat menjadi
hiperbilirubinemia selama minggu- minggu pertama kehidupannya sebagai hasil dari pemecahan
hemoglobin tambahan http://cf.ltkcdn.net/pregnancy/images/std/141264-425x282Newborn_In_Incubator.jpg Sistem Kardiovaskuler
6. Adaptasi Fisiologis Sirkulasi perifer pada BBL agak lambat sehingga terjadi sianosis
residual pada area tangan, kaki, & sirkumoral BBL. Frekuensi nadi cenderung tidak stabil, &
mengikuti pola yang serupa dengan pernapasan. Frekuensi nadi normal 120 160 x/ menit
http://cf.ltkcdn.net/pregnancy/images/std/141264-425x282-Newborn_In_Incubator.jpg Sistem
Kardiovaskuler
7. Adaptasi Fisiologis Karakteristik BBL yang dapat menyebabkan hilangnya panas antara
lain kulit tipis, pembuluh darah yang dekat dengan permukaan, sedikit lemak subkutan Untuk
menjaga panas, bayi cukup bulan yang sehat akan mempertahankan posisi fleksi.
http://www.suara-islam.com/images/berita/bayi-.jpg Sistem Termoregulasi
8. Adaptasi Fisiologis Anda harus mengkaji reflek-reflek fisiologis BBL karena hal ini
penting sekali untuk mengetahui reflek protektif seperti blink, gag, bersin, batuk. Sedangkan
reflek primitif: rooting/sucking, moro, startle, tonic neck, stepping, and palmar/plantar grasp
(anda dapat melihat cara pengkajian reflek- reflek fisiologis BBL). http://tnc-neuro.com/wpcontent/themes/tnc-dec10/images/baby-eeg.jpg Sistem Neurologis
9. Adaptasi Fisiologis Volume darah rata- rata pada BBL 80-85ml/Kg. Eritrosit/ sel darah
merah (SDM) lebih banyak dan lebih banyak mengandung hemoglobin dan hematokrit
dibandingkan dengan dewasa. Sedangkan leukosit/ sel darah putih (SDP) 9000- 30.000/mm3.
http://dxline.info/img/new_ail/blood.png Sistem Hematologi
10. Adaptasi Fisiologis BBL harus mulai makan, mencerna, & mengabsorpsi makanan
setelah lahir. Kapasitas lambung 6 ml/Kg saat lahir tapi bertambah sekitar 90 ml pada hari
pertama kehidupan http://www.lucinafoundation.org/assets/diaphragmatic-hernia-flat.jpg Sistem
Gastrointestinal
11. Adaptasi Fisiologis BBL mendapat imunitas pasif dari ibu selama kehamilan trimester 3,
kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI. IgG menembus plasenta saat fetus (imunitas pasif
temporer terhadap toksin bakteri & virus). IgM diproduksi BBL untuk mencegah penyerangan

bakteri gram negativehttp://http://www.similac.ca/sites/default/files/baby-month4-1.jpg Sistem


Imunitas
12. Adaptasi Fisiologis Kemampuan bayi dalam mengkonsentrasikan urin kurang. Intake/
asupan 2 hari pertama: 65ml/ Kg. Output 2-6 X/ hari. Distribusi cairan pada BBL: Total Cairan
Tubuh 78 %, Cairan Extraseluler 45 %, Cairan IntraSeluler 33 % sedangkan dewasa Total Cairan
Tubuh 55-60%, Cairan Extraseluler 20 %, Cairan IntraSeluler 40 %.
http://www.impactednurse.com/pics5/babypeeH.jpg Sistem Urinari
13. Adaptasi Fisiologis Sistem ini merupakan sistem yang kodisinya lebih baik dari pada
sistem yang lainnya. Jika terjadi gangguan, biasanya berkaitan dengan kondisi hormonal ibunya.
http://2.bp.blogspot.com/-cxKNhzFvi0/Tx0kzuegu5I/AAAAAAAANMU/yCeszorhGO0/s400/empedu.jpg Sistem Endokrin
14. Asuhan Keperawatan Bayu Baru Lahir
15. Pengkajian 1. Buka pembungkus BBL dan amati postur ketika BBL tenang 2. Mengukur
lingkar kepala dengan menempatkan pita ukur (metline) sekitar kepala tepat di atas telinga dan
alis. Pengukuran biasanya dicatat dalam sentimeter 3. Mengukur dengan menempatkan pita
sekitar dada atas garis puting susu (30,5-33 cm (12-13 inci) atau 2-3 cm kurang dari kepala
lingkar) http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/13/1107535620X310.jpg Pemeriksaan
Fisik
16. Pengkajian 4. Ukur panjang badan dengan mengukurkan pita di permukaan yang datar. 5.
Bersihkan timbangan sebelum digunakan. Mengatur skala nol. Tempatkan BBL tanpa pakaian di
timbangan. Catat berat badan BBL. Jangan biarkan BBL tanpa pengawasan saat penimbangan. 6.
Tempatkan termometer di daerah ketiak. Suhu aksila lebih disukai karena risiko minimal
terjadinya trauma jaringan, perforasi, dan kontaminasi silang terkait dengan rektum metode suhu.
http://sehatnegeriku.com/wp-content/uploads/2011/11/Juara-2-MENGUKUR-BALITA-Arifwibowo-DIY1.jpg Pemeriksaan Fisik
17. Pengkajian 7. Menilai tingkat pernapasan oleh mengamati naik turunnya dari dada dan
perut selama satu menit penuh. 8. Menilai denyut nadi apical, auskultasi dengan menggunakan
stetoskop (selama satu menit penuh). Menilai frekuensi dan irama. 9. Periksa kulit untuk warna,
Keutuhan, memar, tanda lahir, kekeringan, ruam, kehangatan, tekstur, dan turgor. Periksa kuku
http://0.tqn.com/d/pediatrics/1/0/3/P/baby_thermometer.jpg Pemeriksaan Fisik
18. Pengkajian 10. Perhatikan bentuk kepala. Periksa dan raba fontanel dan sutura. Periksa
dan raba kepala untuk mengetahui adanya caput succedaneum dan / atau cephalohematoma 11.
Angkat dagu untuk mengkaji area leher 12. Menilai posisi mata. Buka kelopak mata dan kaji
warna sclera dan ukuran pupil. Menilai refleks mengedip, refleks cahaya merah, dan reaksi pupil
terhadap cahaya http://1.bp.blogspot.com/46cZeETlTxM/Tvpyyzl7XCI/AAAAAAAAAMc/NRp-b5TJT58/s1600/DSC00308.JPG
Pemeriksaan Fisik
19. Pengkajian 13. Periksa telinga untuk posisi, bentuk, dan drainase. Tes pendengaran
dilakukan sebelum pulang 14. Amati bentuk hidung. Periksa pembukaan nares. Menilai patensi
dari nares dengan memasukkan kateter kecil lembut (Ini mungkin tidak dilakukan pada semua
bayi. Memeriksa dan prosedur manual merupakan kebijakan rumah sakit.) 15. Periksa bibir, gusi,
lidah, langit-langit, dan membran mukosa. Buka mulut dengan menekan lembut di bagian bawah
bibir. kaji untuk refleks rooting, mengisap, menelan, dan refleks muntah
http://2.bp.blogspot.com/-J7DMSj0QU8/T1Mb477gRaI/AAAAAAAAAdY/KxpGdwX9Ekc/s1600/P1040554.JPG Pemeriksaan Fisik

20. Pengkajian 16. Periksa bentuk, kesimetrisan, dan area dada. Periksa payudara untuk
ukuran dan pengeluaran. Auskultasi bunyi nafas. 17. Auskultasi bunyi jantung; selama satu menit
penuh. Palpasi denyut nadi perifer 18. Periksa ukuran dan bentuk perut. Meraba perut, menilai
tonus otot, hernia, dan diastasis recti. Auskultasi untuk bising usus. Periksa tali pusar.
http://www.mission2care.ca/wordpress/wp-content/uploads/2013/05/baby-stethoscope960x390.jpg Pemeriksaan Fisik
21. Pengkajian 19. Inspeksi anus 20. Tempatkan jempol di kedua sisi dari labia dan pisahkan
secara lembut jaringan untuk memeriksa alat kelamin secara visual. Menilai keadaan dan posisi
klitoris, vagina, dan meatus kemih. 21. Periksa penis, mencatat posisi meatus uretra. Memeriksa
dan meraba skrotum untuk menilai testis. http://www.circinfo.net/images/baby_circumcision.jpg
Pemeriksaan Fisik
22. Pengkajian 22. Periksa ekstremitas, tulang belakang, dan lipatan glutealis. Palpasi
klavikula. Lakukan manuver Barlow- Ortolani. 23. Kaji postur, kaji tonus otot, kaji reflex BBL
http://www.alecrivers.com/fastlsm/images/baby.gif Pemeriksaan Fisik
23. REFLEKS CARA MENGKAJI Tonic Neck Muncul antara lahir dan 6 minggu;
menghilang dengan 4 sampai 6 bulan Ketika posisi BBL terlentang, kepala menoleh ke samping
sehingga dagu berada di atas bahu Rooting muncul saat lahir; menghilang antara 3 dan 6 bulan
Sentuh ujung bibir BBL dengan jari, maka mulut BBL akan menoleh ke arah jari pemeriksa
Mengisap/ sucking muncul saat lahir; menghilang pada 10-12 bulan Masukkan putting ibu atau
jari atau dot, maka BBL akan mengisap benda yang dimasukkan tersebut
24. REFLEKS CARA MENGKAJI Palmar grasp (tangan menggenggam) Muncul sejak lahir,
menghilang pada usia 3 4 bulan Letakkan jari pemeriksa di telapak tangan BBL, maka BBL
akan menggenggam jari pemeriksa Plantar grasp (kaki menggenggam) Muncul sejak lahir,
menghilang pada usia 3 4 bulan Letakkan jari pemeriksa di telapak kaki BBL, maka BBL akan
menggenggam jari pemeriksa Babinski Muncul sejak lahir, menghilang pada usia 1 tahun
Sentuh/ tekan permukaan lateral telapak kaki, maka jari BBL akan hiperekstensi dan meregang
25. REFLEKS CARA MENGKAJI Stepping/ melangkah Muncul sejak lahir, menghilang
pada usia 3 4 minggu Pegang BBL dengan posisi berdiri dengan kaki BBL menyentuh
permukaan alas yang datar. Maka BBL akan melangkah
26. Pengkajian Risiko tinggi perubahan suhu tubuh berhubungan dengan penurunan jumlah
lemak subkutan dan / atau permukaan tubuh besar Risiko infeksi berhubungan dengan trauma
jaringan dan / atau teknik mencuci tangan yang kurang oleh petugas kesehatan dan orangtua
Risiko gangguan pertukaran gas berhubungan dengan transisi dari janin ke sirkulasi neonatal,
dingin stres, dan / atau produksi lendir yang berlebihan http://3.bp.blogspot.com/wbxjZuTbs4A/UZatG0vhWdI/AAAAAAAAAdQ/pZsD6D_hoo/s320/Tips+Merawat+Bayi+Baru+Lahir.jpg Diagnose Keperawatan
27. Pengkajian Risiko defisit volume cairan berhubungan dengan asupan oral terbatas
Risiko defisit pengetahuan berhubungan dengan pertama kali menjadi orangtua dan / atau
sumber daya belajar yang terbatas http://ptfi.co.id/media/images/banner/photo-gallery/kuala033.jpg Diagnose Keperawatan
28. Perencanaan (Intervensi Keperawatan) Menjaga suhu bayi dengan menutup pintu. Jaga
BBL agar tetap kering. Tutup BBL agar tetap hangat dengan selimut kering. Tempatkan topi/
penutup kepala BBL Tempatkan BBL dengan kontak kulit-ke-kulit pada orang tua dan selimut
hangat menutupi ibu dan BBL. Monitor suhu sesuai protokol tiap RS. Beritahu dokter atau

perawat praktisi jika suhu neonatus masih rendah atau sudah naik
http://statik.tempo.co/data/2013/06/12/id_192540/192540_620.jpg Diagnose Keperawatan I
29. Perencanaan (Intervensi Keperawatan) Pantau kulit apakah terjadi kerusakan jaringan.
Monitor suhu sesuai protokol RS. Jaga kulit bersih dan kering. Instruksikan orang tua dan
pengunjung yang tepat Cuci tangan sebelum menyentuh neonatus. Instruksikan orang tua
untuk mencuci tangan setelah mengganti popok. Beritahu dokter atau perawat praktisi jika
neonatus yang letargi/ lemah, suhu meningkat atau lesi pada kulit http://2.bp.blogspot.com/cxKNhzFv-i0/Tx0kzuegu5I/AAAAAAAANMU/yCeszorhGO0/s400/empedu.jpg Diagnose
Keperawatan II
30. Perencanaan (Intervensi Keperawatan) Monitor pernafasan dan fungsi jantung sesuai
protokol RS. Auskultasi suara napas. Kaji adanya dan lokasi sianosis. Hisap mulut dan
hidung. Berikan oksigen sesuai protocol / order. Laporkan tanda-tanda distress pernapasan
kepada dokter atau perawat praktisi
https://koestoer.files.wordpress.com/2013/11/110813_0714_ruangnicuda2.jpg?w=523 Diagnose
Keperawatan III
31. Perencanaan (Intervensi Keperawatan) Monitor intake dan output. Monitor tanda-tanda
dehidrasi, yaitu, fontanel cekung, turgor kulit buruk, membrane mukosa kering. Berikan
pemberian makan/ cairan secara oral. http://www.bayi.web.id/wpcontent/uploads/2012/06/Memberi-obat-telan-pada-bayi1.jpg Diagnose Keperawatan IV
32. Perencanaan (Intervensi Keperawatan) Kaji tingkat pengetahuan orang tua Berikan
informasi tentang karakteristik dan perilaku baru lahir Berikan informasi tentang perawatan
BBL (bayi baru lahir) Bantu orang tua dengan mengurus bayi mereka Puji orang tua untuk
perawatan mereka dari mereka baru lahir http://ptfi.co.id/media/images/banner/photogallery/kuala-197.jpg Diagnose Keperawatan V
33. Evaluasi Suhu BBL akan berada dalam batas normal, dan kulit akan menjadi merah
muda dan terasa hangat saat disentuh. BBL tidak akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala
dari suatu infeksi. Tingkat pernapasan BBL dan denyut jantung akan berada dalam rentang
normal, kulit akan menjadi merah muda dan jalan napas akan tetap bersih. BBL akan BAK
enam kali sehari. Orang tua akan merespon kebutuhan bayi mereka
http://ptfi.co.id/media/images/banner/photo-gallery/kuala-035.jpg

MODUL BBL
MODUL 2 (KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN IBU INTRANATAL DAN BAYI
BARU LAHIR) KEPERAWATAN MATERNITAS I Penulis Sofia Februanti PENDIDIKAN
JARAK JAUH PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN Pusdiklatnakes, Badan PPSDM

Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2013 Hak Cipta Pusdiklatnakes, Badan
PPSDM Kesehatan, Kemenkes RI, 2013
2. Tujuan Pembelajaran Umum Tujuan Pembelajaran Khusus Kegiatan Belajar 1 Kembali
ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif II Setelah mengikuti diklat PJJ,
peserta diharapkan dapat memahami konsep dan asuhan keperawatan bayi baru lahir.
TUJUANPembelajaran Umum TUJUANPembelajaran Khusus Setelah mengikuti diklat PJJ,
peserta diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian bayi baru lahir 2. Memahami adaptasi
fisiologis bayi baru lahir 3. Memahami asuhan keperawatan bayi baru lahir (BBL) 4. Melakukan
praktikum perawatan bayi baru lahir. Pokok- pokok Materi 1. Konsep dasar meliputi pengertian
dan adaptasi fisiologis bayi baru lahir 2. Asuhan keperawatan bayi baru lahir 3.
Praktikumlaboratorium:perawatan bayi baru lahir Konsep dan Asuhan Keperawatan pada Bayi
Baru Lahir
3. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 2
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Apakah anda pernah melihat
bayi baru lahir? Lucu kan? Menggemaskan? Bayi baru lahir memerlukan perjuangan yang hebat
untuk dapat bertahan hidup di lingkungan barunya. Selama janin berada di lingkungan
intrauterine (di dalam kandungan ibu), dia mendapatkan pasokan nutrisi dan oksigen serta
membuang hasil ekskresinya dibantu oleh plasenta. Namun sejak jani itu dilahirkan, maka bayi
tersebut harus berjuang untuk bias menyesuaikan diri dengan ingkungan extrauterin (di luar
kandungan ibu). Pada materi ini, peserta diklat akan mempelajari tentang konsep dasar dan
asuhan keperawatan bayi baru lahir. 1. Konsep dasar bayi baru lahir A. Pengertian Periode
neonatal/ neonates/ BBL adalah periode sejak bayi lahir sampai 28 hari pertama kehidupan.
Selama beberapa minggu, neonatus mengalami masa transisi dari kehidupan intrauterin ke
extrauterine dan menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. Kebanyakan neonatus yang matur
(matang usia kehamilannya) dan ibu yang mengalami kehamilan yang sehat dan persalinan
berisiko rendah, untuk mencapai masa transisi ini berjalan relatif mudah. B. Adaptasi fisiologis
1) Sistem Pernafasan Sebelum lahir, O2 janin disuplai oleh plasenta. sehingga agar neonates
dapat bertahan, maka maturasi organ paru sangat penting karena proses ini melibatkan faktor
fisik, sensorik, dan kimiawi (perubahan tekanan dari kehidupan di dalam uterus & kehidupan di
luar uterus mungkin menghasilkan stimulasi fisik untuk mempercepat pernafasan. Karakteristik
Pernapasan BBL (nenonatus): Jam- jam pertama sering disebut periode reaktivitas Respirasi
Rate (RR) BBL normal 30 60x/ menit tapi kecepatan & kedalamannya tidak teratur, nafas
dapat berhenti sampai 20 detik, RR bisa sampai 80x/ menit Dapat terjadi nafas cuping hidung,
retraksi dada Uraian Materi
4. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 3
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif 2) System kardiovaskuler
Menilai volume darah pada BBL sulit. Saat dilakukan klem pada tali pusat terjadi peningkatan
volume darah yang cepat sehingga menekan vaskularisasi jantung & paru. BBL dapat menjadi
hiperbilirubinemia selama minggu- minggu pertama kehidupannya sebagai hasil dari pemecahan
hemoglobin tambahan. Sirkulasi perifer pada BBL agak lambat sehingga terjadi sianosis residual
pada area tangan, kaki, & sirkumoral BBL. Frekuensi nadi cenderung tidak stabil, & mengikuti
pola yang serupa dengan pernapasan. Frekuensi nadi normal 120 160 x/ menit. Karakteristik
kardiovaskuler pada BBL: Jika BBL menangis, Heart Rate (HR) dapat mencapai 180 x/ mnt,
namun jika BBL tidur maka HR turun menjadi 100 x/ menit. Perubahan sirkulasi menyebabkan
darah mengalir ke paru- paru. Perubahan tekanan di (paru- paru, jantung, pembuluh darah
besar) menyebabkan menutupnya foramen ovale, duktus arteriosus, duktus venosus.

InspirasiO2menyebabkanvenapulmonaldilatasisehinggaresistensi vaskuler di pulmonal menurun


(tekanan di atrium kanan, ventrikel kanan, arteri pulmonal menurun sehingga terjadi peningkatan
aliran darah pulmonal) Kondisi yang mempengaruhi penutupan duktus: Peningkatan
konsentrasi O2 dalam darah, Penurunan prostaglandin (dari plasenta), Asidosis (PO2 menurun,
pH menurun PCO2 meningkat). 3) System termoregulasi Karakteristik BBL yang dapat
menyebabkan hilangnya panas antara lain kulit tipis, pembuluh darah yang dekat dengan
permukaan, sedikit lemak subkutan Untuk menjaga panas, bayi cukup bulan yang sehat akan
mempertahankan posisi fleksi. BBL dapat mengalami Kehilangan panas melalui cara:
Penguapan/ evaporasi: terjadi ketika permukaan yang basah terkena udara (selama mandi,
Insensible Water Loose (IWL {kehilangan panas tanpa disadari}), linen basah atau pakaian)
5. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 4
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Konduksi: terjadi ketika
bayi bersentuhan langsung dengan benda- benda yang lebih dingin dari kulit mereka (skala,
tangan dingin, stetoskop) Konveksi: terjadi ketika panas dipindahkan ke udara sekitar bayi
(pintu/ jendela terbuka, AC) Radiasi: transfer panas ke benda dingin yang tidak bersentuhan
langsung dengan bayi (bayi di dekat panas permukaan yang dingin hilang ke luar dinding &
jendela) 4) System neurologis Anda harus mengkaji reflek-reflek fisiologis BBL karena hal ini
penting sekali untuk mengetahui reflek protektif seperti blink, gag, bersin, batuk. Sedangkan
reflek primitif: rooting/sucking, moro, startle, tonic neck, stepping, and palmar/plantar grasp
(anda dapat melihat cara pengkajian reflek- reflek fisiologis BBL). Anda dapat melihat
perbedaan antara Caput succedanum & cephalhematom di bawah ini: Caput succedanum
Cephalhematom Muncul saat lahir Tidak bertambah besar Hilang beberapa hari Batas tidak
tegas Kadang- kadang melewati sutura Tdk ada komplikasi Muncul beberapa jam setelah
lahir Bertambah besar pada hari 2-3 hari Hilang setelah 6 minggu Batas tegas Tidak
melewati sutura Penyebab perdarahan periosteum Komplikasi: jaundice, faktur, perdarahan
intrakranial 4) System hematologi Volume darah rata- rata pada BBL 80-85ml/Kg. Eritrosit/ sel
darah merah (SDM) lebih banyak dan lebih banyak mengandung hemoglobin dan hematokrit
dibandingkan dengan dewasa. Sedangkan leukosit/ sel darah putih (SDP) 9000-30.000/mm3.
BBL memiliki risiko Defisiensi Pembekuan darah. Hal ini terjadi karena: BBL risiko defisit
faktor pembekuan karena kurang vitamin K (berfungsi sebagai aktivasi/ pemicu faktor
pembekuan secara umum (factor II, VII, IX, X).
6. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 5
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Vitamin K disintesa di usus
tapi makanan & flora usus normal membantu proses ini Untuk mengurangi risiko perdarahan,
vitamin K diberikan secara Intra Muskuler (IM) 5) system gastrointestinal BBL harus mulai
makan, mencerna, & mengabsorpsi makanan setelah lahir. Kapasitas lambung 6 ml/Kg saat lahir
tapi bertambah sekitar 90 ml pada hari pertama kehidupan. Udara masuk ke saluran
gastrointestinal setelah lahir & bising usus terdengar pada jam pertama. Enzim mengkatalis
protein & karbohidrat sederhana. Enzim pancreatic lipase sedikit diproduksi, lemak susu dalam
ASI mudah dicerna dibanding dengan susu formula. BBL yang aterm (matang usia
kehamilannya) memiliki kadar glukosa stabil 50-60mg/dl (jika dibawah 40mg/dl hipoglikemi)
Apakah anda pernah melihat feses pertama yang dikeluarkan oleh BBL? Iya warnanya hijau
kehitaman, lengket. Namanya adalah mekonium. Mekonium merupakan feses yang dikeluarkan
oleh BBL yang terdiri dari partikel cairan amnion seperti sel kulit & rambut, empedu & sekresi
intestine lainnya. Apakah anda pernah melihat bayi mengalami kuning/ ikterik/ jaundice? Pada
usia berapa bayi tersebut mengalami kuning? Iya, baik kita bahas tentang jaundice pada BBL.

Fisiologis jaundice terjadi pada usia 2-3 hari setelah lahir. Sedangkan Jaundice patologis muncul
pada 24 jam pertama. Jumlah Bilirubin direct di atas 1 mg/dl atau bilirubin total > 5 mg/dl.
Jaundice patologis terjadi karena terjadi karena destruksi eritrosit yang berlebih Sumber bilirubin
adalah berasal dari hemolisis eritrosit Hemolisis bilirubin bilirubin tak terkonyugasi
menyebar di serum darah tempat mengikat albumin, lemak subkutan & jaundice, jaringan otak
hati & glucoronyl transferase empedu duodenum & intestinal flora ekskresi . Bilirubin
serum normal 5-7 mg/dl 6) system imunitas BBL kurang efektif melawan infeksi karena SDP
berespon lambat
7. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 6
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif dalam menghadapi
mikroorganisme. BBL mendapat imunitas pasif dari ibu selama kehamilan trimester 3, kemudian
dilanjutkan dengan pemberian ASI. IgG menembus plasenta saat fetus (imunitas pasif temporer
terhadap toksin bakteri & virus). IgM diproduksi BBL untuk mencegah penyerangan bakteri
gram negative. IgA diproduksi BBL setelah usia 6-12 minggu setelah lahir (bisa didapat pada
kolostrum & ASI) 7) system urinary Kemampuan bayi dalam mengkonsentrasikan urin kurang.
Intake/ asupan 2 hari pertama: 65ml/ Kg. Output 2-6 X/ hari. Distribusi cairan pada BBL: Total
Cairan Tubuh 78 %, Cairan Extraseluler 45 %, Cairan IntraSeluler 33 % sedangkan dewasa Total
Cairan Tubuh 55-60%, Cairan Extraseluler 20 %, Cairan IntraSeluler 40 %. BBL mudah
kehilangan bikarbonat sampai di bawah dewasa (meningkat risiko asidosis) 8) System endokrin
Sistem ini merupakan sistem yang kodisinya lebih baik dari pada sistem yang lainnya. Jika
terjadi gangguan, biasanya berkaitan dengan kondisi hormonal ibunya. Contoh.:
pseudomenstruasi (seperti terdapat menstruasi pada BBL perempuan), breast engorgement
(seperti terdapat pembesaran pada payudara). Kondisi tersebut adalah normal pada bayi yang
dilahirkan oleh ibu dengan DM. 2. Asuhan keperawatan bayi baru lahir Fokus asuhan
keperawatan selama periode neonatal adalah untuk melindungi dan mendukung neonatus saat ia
mengalami banyak perubahan fisiologis dan menyesuaikan dengan kehidupan ekstrauterin, yang
dilakukan dengan: Mempertahankan panas tubuh Mempertahankan fungsi pernafasan
Penurunan risiko infeksi Membantu orang tua dalam memberikan nutrisi yang tepat dan hidrasi
Membantu orangtua dalam belajar untuk merawat bayi mereka A. Pengkajian Apakah anda
pernah melakukan pemeriksaan fisik pada BBL? Jika belum
8. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 7
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif pernah melakukannya
apakah anda pernah menimbang BB dan panjang badan (PB) BBL? Baik kita akan membahas
pengkajian pada BBL terutama pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik pada BBL 1. Buka
pembungkus BBL dan amati postur ketika BBL tenang 2. Mengukur lingkar kepala dengan
menempatkan pita ukur (metline) sekitar kepala tepat di atas telinga dan alis. Pengukuran
biasanya dicatat dalam sentimeter. 3. Mengukur dengan menempatkan pita sekitar dada atas garis
puting susu (30,5-33 cm (12-13 inci) atau 2-3 cm kurang dari kepala lingkar) 4. Ukur panjang
badan dengan mengukurkan pita di permukaan yang datar. Tempatkan alat pengukur di atas
kepala BBL. Pengukuran diambil dari bagian atas kepala ke bawah tumit.
9. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 8
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif 5. Bersihkan timbangan
sebelum digunakan. Mengatur skala nol. Tempatkan BBL tanpa pakaian di timbangan. Catat
berat badan BBL. Jangan biarkan BBL tanpa pengawasan saat penimbangan. 6. Tempatkan
termometer di daerah ketiak. Suhu aksila lebih disukai karena risiko minimal terjadinya trauma
jaringan, perforasi, dan kontaminasi silang terkait dengan rektum metode suhu. 7. Menilai

tingkat pernapasan oleh mengamati naik turunnya dari dada dan perut selama satu menit penuh.
Menilai denyut nadi apical, auskultasi dengan menggunakan stetoskop (selama satu menit
penuh). Menilai frekuensi dan irama. 8. Periksa kulit untuk warna, Keutuhan, memar, tanda lahir,
kekeringan, ruam, kehangatan, tekstur, dan turgor. Periksa kuku 9. Perhatikan bentuk kepala.
Periksa dan raba fontanel dan sutura. Periksa dan raba kepala untuk mengetahui adanya caput
succedaneum dan / atau cephalohematoma 10. Angkat dagu untuk mengkaji area leher
10. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 9
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif 11.
Menilaiposisimata.Bukakelopakmatadankajiwarnascleradanukuranpupil. Menilai refleks
mengedip, refleks cahaya merah, dan reaksi pupil terhadap cahaya 12. Periksa telinga untuk
posisi, bentuk, dan drainase. Tes pendengaran dilakukan sebelum pulang 13. Amati bentuk
hidung. Periksa pembukaan nares. Menilai patensi dari nares dengan memasukkan kateter kecil
lembut (Ini mungkin tidak dilakukan pada semua bayi. Memeriksa dan prosedur manual
merupakan kebijakan
11. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 10
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif rumah sakit.) 14. Periksa
bibir, gusi, lidah, langit-langit, dan membran mukosa. Buka mulut dengan menekan lembut di
bagian bawah bibir. kaji untuk refleks rooting, mengisap, menelan, dan refleks muntah 15.
Periksa bentuk, kesimetrisan, dan area dada. Periksa payudara untuk ukuran dan pengeluaran.
Auskultasi bunyi nafas. 16. Auskultasi bunyi jantung; selama satu menit penuh. Palpasi denyut
nadi perifer 17. Periksa ukuran dan bentuk perut. Meraba perut, menilai tonus otot, hernia, dan
diastasis recti. Auskultasi untuk bising usus. Periksa tali pusar. 18. Inspeksi anus 19. Tempatkan
jempol di kedua sisi dari labia dan pisahkan secara lembut jaringan untuk memeriksa alat
kelamin secara visual. Menilai keadaan dan posisi klitoris, vagina, dan meatus kemih.
12. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 11
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif 20. Periksa penis, mencatat
posisi meatus uretra. Memeriksa dan meraba skrotum untuk menilai testis. Dengan ibu jari dan
telunjuk satu tangan, meraba masing masing testis sementara ibu jari yang lain dan telunjuk yang
ditempatkan di atas kanal inguinal untuk mencegah naiknya testis selama pengkajian. Mulai dari
atas skrotum dan menjauh dari tubuh. 21. Periksa ekstremitas, tulang belakang, dan lipatan
glutealis. Palpasi klavikula. Lakukan manuver Barlow-Ortolani. 22. Kaji postur, kaji tonus otot,
kaji reflex BBL
13. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 12
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif REFLEKS CARA
MENGKAJI Tonic Neck Muncul antara lahir dan 6 minggu; menghilang dengan 4 sampai 6
bulan Ketika posisi BBL terlentang, kepala menoleh ke samping sehingga dagu berada di atas
bahu Rooting muncul saat lahir; menghilang antara 3 dan 6 bulan Sentuh ujung bibir BBL
dengan jari, maka mulut BBL akan menoleh ke arah jari pemeriksa
14. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 13
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Mengisap/ sucking muncul
saat lahir; menghilang pada 10-12 bulan Masukkan putting ibu atau jari atau dot, maka BBL
akan mengisap benda yang dimasukkan tersebut Palmar grasp (tangan menggenggam) Muncul
sejak lahir, menghilang pada usia 3 4 bulan Letakkan jari pemeriksa di telapak tangan BBL,
maka BBL akan menggenggam jari pemeriksa Plantar grasp (kaki menggenggam) Muncul sejak
lahir, menghilang pada usia 3 4 bulan Letakkan jari pemeriksa di telapak kaki BBL, maka BBL

akan menggenggam jari pemeriksa Babinski Muncul sejak lahir, menghilang pada usia 1 tahun
Sentuh/ tekan permukaan lateral telapak kaki, maka jari BBL akan hiperekstensi dan meregang
15. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 14
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Stepping/ melangkah Muncul
sejak lahir, menghilang pada usia 3 4 minggu Pegang BBL dengan posisi berdiri dengan kaki
BBL menyentuh permukaan alas yang datar. Maka BBL akan melangkah Diagnose keperawatan
yang mungkin muncul: Risiko tinggi perubahan suhu tubuh berhubungan dengan penurunan
jumlah lemak subkutan dan / atau permukaan tubuh besar Risiko infeksi berhubungan dengan
trauma jaringan dan / atau teknik mencuci tangan yang kurang oleh petugas kesehatan dan
orangtua Risiko gangguan pertukaran gas berhubungan dengan transisi dari janin ke sirkulasi
neonatal, dingin stres, dan / atau produksi lendir yang berlebihan Risiko defisit volume cairan
berhubungan dengan asupan oral terbatas Risiko defisit pengetahuan berhubungan dengan
pertama kali menjadi orangtua dan / atau sumber daya belajar yang terbatas B. Perencanaan
Hasil yang diharapkan: 1. Suhu neonatus berada dalam batas normal, dan kulit berwarna merah
muda dan terasa hangat saat disentuh 2. Neonatus tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala
dari suatu infeksi. 3. Tingkat pernapasan neonatus dan denyut jantung berada dalam rentang
normal, kulit berwarna merah muda dan jalan napas bersih. 4. Neonatus BAK minimal enam kali
sehari. 5. Orang tua merespon kebutuhan bayi mereka
16. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 15
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Intervensi keperawatan:
Diagnose keperawatan 1. a. Menjaga suhu bayi dengan menutup pintu. b. Jaga BBL agar tetap
kering. c. Tutup BBL agar tetap hangat dengan selimut kering. d. Tempatkan topi/ penutup
kepala BBL. e. Tempatkan BBL dengan kontak kulit-ke-kulit pada orang tua dan selimut hangat
menutupi ibu dan BBL. f. Monitor suhu sesuai protokol tiap RS. g. Beritahu dokter atau perawat
praktisi jika suhu neonatus masih rendah atau sudah naik Diagnose keperawatan 2. a. Pantau
kulit apakah terjadi kerusakan jaringan. b. Monitor suhu sesuai protokol RS. c. Jaga kulit bersih
dan kering. d. Instruksikan orang tua dan pengunjung yang tepat e. Cuci tangan sebelum
menyentuh neonatus. f. Instruksikan orang tua untuk mencuci tangan setelah mengganti popok.
g. Beritahu dokter atau perawat praktisi jika neonatus yang letargi/ lemah, suhu meningkat atau
lesi pada kulit Diagnose keperawatan 3. a. Monitor pernafasan dan fungsi jantung sesuai
protokol RS. b. Auskultasi suara napas. c. Kaji adanya dan lokasi sianosis. d. Hisap mulut dan
hidung. e. Berikan oksigen sesuai protocol / order. f. Laporkan tanda-tanda distress pernapasan
kepada dokter atau perawat praktisi Diagnose keperawatan 4. a. Monitor intake dan output. b.
Monitor tanda-tanda dehidrasi, yaitu, fontanel cekung, turgor kulit buruk, membrane mukosa
kering.
17. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 16
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif c. Berikan pemberian makan/
cairan secara oral. Diagnose keperawatan 5. a. Kaji tingkat pengetahuan orang tua . b. Berikan
informasi tentang karakteristik dan perilaku baru lahir. c. Berikan informasi tentang perawatan
bayi baru lahir d. Bantu orang tua dengan mengurus bayi mereka. e. Puji orang tua untuk
perawatan mereka dari mereka baru lahir C. Implementasi Sesuai dengan intervensi D. Evaluasi
1) Suhu BBL akan berada dalam batas normal, dan kulit akan menjadi merah muda dan terasa
hangat saat disentuh. 2) BBL tidak akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala dari suatu infeksi.
3) Tingkat pernapasan BBL dan denyut jantung akan berada dalam rentang normal, kulit akan
menjadi merah muda dan jalan napas akan tetap bersih. 4) BBL akan BAK enam kali sehari. 5)
Orang tua akan merespon kebutuhan bayi mereka 3. Praktikum perawatan bayi baru Untuk

praktikum perawatan bayi baru lahir, peserta diklat dapat membuka buku pedoman praktikum
perawatan bayi baru lahir.
18. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 17
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Rangkuman Selamat anda
telah menyelesaikan kegiatan belajar 2 pada modul 2 tentang Keperawatan Maternitas I: konsep
dasar dan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir. Dengan demikian anda sebagai calon
perawat ahli madya telah memahami konsep dasar dan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir.
Hal- hal penting yang telah anda pelajari dalam modul konsep dasar dan asuhan keperawatan
pada bayi baru lahir adalah sebagai berikut: Periode neonatal/ neonatus/ BBL adalah periode
sejak bayi lahir sampai 28 hari pertama kehidupan Setiap bayi yang baru lahir dari intrauterine
ke extrauterin, pasti akan mengalami adaptasi fisiologis mulai dari system pernafasan/ respirasi,
kardiovaskuler, pencernaan/ gastrointestinal, dan system- system yang ada di seluruh tubuh BBL
Perawat harus dapat melakukan pengkajian fisik pada BBL yang dimulai dari antropometri
(melakukan pengukuran ukuran tubuh), pemeriksaan fisik dari ujung kepala hingga ujung kaki.
19. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 18
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tes Formatif 1. Seorang bayi
perempuan lahir pada tanggal 1 november 2012, pukul 13.55 WIB. Bayi langsung menangis
kuat, APGAR scorre 8/10. Setelah dilakukan IMD, bayi dilakukan penimbangan, pengukuran
panjang badan, dan antropometri lainnya. Bayi tersebut menangis karena popoknya basah dan
tidak segera diganti karena ibunya sedang mandi. Bagaimanakah bayi tersebut dapat mengalami
kehilangan panas? A. Radiasi B. Distraksi C. Konduksi D. Konveksi E. Evaporasi 2. Seorang
bayi perempuan lahir pada tanggal 1 november 2012, pukul 13.55 WIB. Bayi langsung menangis
kuat, APGAR scorre 8/10. Setelah dilakukan IMD, bayi dilakukan penimbangan badan. Perawat
lupa melapisi timbangan badan dengan alas kain yang hangat. Bagaimanakah bayi tersebut dapat
mengalami kehilangan panas? A. Radiasi B. Distraksi C. Konduksi D. Konveksi E. Evaporasi 3.
Seorang bayi perempuan lahir pada tanggal 1 november 2012, pukul 13.55 WIB. Bayi langsung
menangis kuat, APGAR scorre 8/10. Setelah dilakukan IMD, bayi dilakukan pemeriksaan fisik
kemudian diletakkan di tempat tidur dekat dengan jendela yang terbuka. Bagaimanakah bayi
tersebut dapat mengalami kehilangan panas?
20. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 19
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif A. Radiasi B. Distraksi C.
Konduksi D. Konveksi E. Evaporasi 4. Seorang bayi menjalani persalinan dengan bantuan
Vakum Ekstraksi (VE), maka jejas yang dapat timbul pada bayi Ny U berupa Caput succedanum
Bagaimanakah ciri Caput succedanum yang dapat timbul pada bayi tersebut A. Batas tidak
tegas B. Muncul saat lahir C. Tidak bertambah besar D. Kadang- kadang melewati sutura E.
Dapat menimbulkan komplikasi berupa jaundice 5. Seorang Bayi, lahir pada tanggal 17 Oktober
2012, pukul 17.30 WIB di ruang bersalin RS. Bayi tersebut menangis kuat, kemudian setelah
disusui bayi diam. Berapakah rentang nadi normal bayi tersebut saat menangis? A. 30 60 x/
menit B. 30 80 x/ menit C. 60 100 x/ menit D. 80 120 x/ menit E. 120 160 x/ menit 6.
Seorang Bayi, lahir pada tanggal 17 Oktober 2012, pukul 17.30 WIB di ruang bersalin RS. Bayi
tersebut menangis kuat, kemudian setelah disusui bayi diam. Berapakah rentang respirasi rate
(RR) normal bayi tersebut? A. 16 - 20 x/ menit
21. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 20
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif B. 16 - 60 x/ menit C. 30 - 60
x/ menit D. 60 - 80 x/ menit E. 60 - 100 x/ menit 7. Seorang Bayi, lahir pada tanggal 17 Oktober
2012, pukul 17.30 WIB di ruang bersalin RS. RR 60 x/ menit, Nadi 110 x/ menit, suhu 36,50 C.

Leher bayi tersebut menoleh ke samping. Apakah Reflex primitive yang ada pada bayi tersebut?
A. Moro B. Rooting C. Sucking D. Tonik neck E. Swallowing 8. Seorang Bayi, lahir pada
tanggal 17 Oktober 2012, pukul 17.30 WIB di ruang bersalin RS. RR 60 x/ menit, Nadi 110 x/
menit, suhu 36,50 C. Saat perawat akan mengkaji reflex BBL tersebut, jari pemeriksa digenggam
oleh telapak tangan bayi. Apakah Reflex primitive yang ada pada bayi tersebut? A. Moro B.
Rooting C. Swallowing D. Palmar grasp E. Plantar grasp 9. Seorang Bayi, lahir pada tanggal 17
Oktober 2012, pukul 17.30 WIB di ruang bersalin RS. RR 60 x/ menit, Nadi 110 x/ menit, suhu
36,50 C. Saat perawat akan mengkaji reflex BBL tersebut, jari pemeriksa menekan atau
menyentuh permukaan lateral telapak kaki bayi. Pada usia berapakah reflex tersebut harus hilang
pada bayi? A. 12 bulan B. 6 bulan C. 4 bulan
22. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 21
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif D. 3 bulan E. 1 bulan 10.
Seorang Bayi, lahir pada tanggal 17 Oktober 2012, pukul 17.30 WIB di ruang bersalin RS. RR
60 x/ menit, Nadi 110 x/ menit, suhu 36,50 C. bayi tersebut menangis karena sedang dimandikan.
Apakah tindakan keperawatan yang harus dilakukan agar mengurangi risiko penurunan suhu
tubuh? A. Memberi informasi pada ibu tentang perawatan bayi baru lahir B. Menutupi kepala
bayi setelah diberi pakaian hangat C. Menganjurkan ibu segera menyusui bayi D. Memonitor
intake dan output bayi E. Menonitor pernafasan bayi KUNCI JAWABAN 1. E 2. E 3. D 4. E 5. E
6. C 7. D 8. D 9. A 10. B
23. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 22
Kembali ke : Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tugas Terstruktur dan Tugas
Mandiri Tugas Terstruktur (Praktikum) Lakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir di tempat
anda bekerja. Tugas Mandiri 1. Berdiskusi dengan teman sejawat terkait dengan materi konsep
dasar dan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir 2. Baca buku, makalah, jurnal terkait dengan
materi konsep dasar dan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir