You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

Tapian Nauli merupakan dua perusahaan rekanan PT. PERTAMINA


(Persero) yang masing-masing berstatus Perseroan Komanditer (CV)
dengan nama CV. TAPIAN NAULI; dan Perseroan Terbatas (PT) dengan
nama

PT.

TAPIAN

NAULI

MULIA.

Kedua

perusahaan

ini

merupakan

perusahaan yang memiliki hubungan genealogis, di mana yang satu


melahirkan yang lainnya. Bermula dari CV. TAPIAN NAULI yang telah
berdiri sejak tahun 1977, karena beberapa faktor kemudian TAPIAN
NAULI dikembangkan menjadi dua perusahaan pada tahun 2004, CV.
TAPIAN NAULI sendiri dan PT. TAPIAN NAULI MULIA.
CV. TAPIAN NAULI berdiri dengan Akte Notaris Master Harahap,
No.

6,

tanggal

perubahan

14

dengan

September

1977.

pemasukan

dan

Pada

tahun

pengeluaran

1997

terjadi

pengurus

baru

berdasarkan akte perubahan Notaris Purnama SH, No. 01, tanggal 1


Oktober 1997, kemudian diperbaharui lagi dengan akte perubahan
Notaris Megawati, SH, No. 12 tanggal 30 Januari 2002. Sejak tahun
1980-an, CV. TAPIAN NAULI telah menjadi rekanan PT. PERTAMINA
(Persero)
status

yang

rekanan

berkedudukan
ini

342/F11800/2009-SO

di

kemudian

tanggal

Sibolga,

dikukuhkan

17

Juni

2009

secara
dengan
dengan

administratif
SKT

No.

Nomor

SKTVendor

122493.
Pada
(Persero)
penyediaan
rekanan

tahun

2004,

mengharuskan
tanaga

yang

peraturan
rekanan

kerja.

memberikan

CV.
jasa

di

lingkungan

berbadan
TAPIAN

hukum

NAULI

penyediaan

PT.
PT

PERTAMINA
dalam

sendiri

tenaga

hal

merupakan

kerja

di

PT.

PERTAMINA (Persero) Terminal BBM Sibolga, sehingga karenanya CV.


TAPIAN NAULI mengalami benturan dengan peraturan tersebut. Kondisi
inilah yang kemudian melatari didirkannya PT. TAPIAN NAULI MULIA
sebagai perusahaan yang berdiri sendiri dan terpisah dari CV.
TAPIAN NAULI meski memiliki hubungan genealogis.
PT.

TAPIAN

NAULI

MULIA

didirikan

dengan

Akte

Notaris

Megawati, SH, No. 4 tanggal 27 Januari 2004. Akte ini kemudian


diperbaharui dengan Akte Perubahan Notaris Megawati, SH, No. 39
tanggal 16 Januari 2012, terakhir diperbaharui kembali dengan Akte
Perubahan Notaris Megawati SH, No. 95 tanggal 22 April 2013. Meski
telah beroperasi sejak tahun 2004, pengukuhan PT. TAPIAN NAULI
MULIA secara administratif sebagai rekanan PT. PERTAMINA (Persero)

dilakukan berdasarkan SKT No. SKT-261/F11800/2008-SO tanggal 24


Oktober 2008, dengan Nomor Vendor 122345.
Sampai sejauh ini, CV. TAPIAN NAULI dan PT. TAPIAN NAULI
MULIA

fokus

beroperasi

di

lingkungan

PT.

PERTAMINA

(Persero)

wilayah Sibolga, meskipun dalam beberapa aspek, CV. TAPIAN NAULI


beroperasi juga di wilayah lainnya, seperti Terminal BBM Gunung
Sitoli dan Terminal BBM Kisaran. Kondisinya menunjukkan bahwa pada
waktu-waktu yang lalu, CV. TAPIAN NAULI jauh lebih aktif dibanding
PT. TAPIAN NAULI MULIA. Kondisi tersebut telah menunjukkan sebuah
kelemahan tatakelola perusahaan dalam mengambil peluang. Dalam
aspek kualifikasi dan peluang, PT. TAPIAN NAULI MULIA yang status
hukumnya merupakan badan hukum independen dibanding CV. TAPIAN
NAULI yang hanya berstatus akte notaris, semestinya harus lebih
aktif. Akan tetapi, selain persoalan sertifikasi sub bidang usaha
(SBU) CV. TAPIAN NAULI yang jauh lebih luas dibanding PT. TAPIAN
NAULI MULIA, kelemahan ini juga diakibatkan oleh ketidakpahaman
pengurus

sebelumnya

dalam

melakukan

tatakelola

perusahaan,

terutama pemahaman tentang aspek hukum perusahaan.


Selain ketidakseimbangan pengelolaan antara CV. TAPIAN NAULI
dengan PT. TAPIAN NAULI MULIA, kelemahan lain yang juga ditemukan
pada

dua

perusahaan

ini

hingga

penghujung

tahun

2012

adalah

kelemahan manajemen perusahaan. Dalam aspek manajemen keuangan,


meski sudah cukup lama beroperasi, perusahaan ini tidak memiliki
kronologi yang jelas tentang arus keuangan karena keuangan tidak
tercatat dengan baik, hal ini mengakibatkan tidak terukurnya labarugi perusahaan karena sistem pengelolaan yang individualistik.
Lemahnya manajemen dan tatakelola perusahaan pada CV. TAPIAN
NAULI dan PT. TAPIAN NAULI MULIA pada dasarnya diakibatkan oleh
tidak

dimilikinya

pengelolaan
sejatinya

sumber

perusahaan.

bisa

daya
Secara

dipekerjakan

manusia

(SDM)

profesional,

dengan

mengambil

yang

tepat

SDM

itu

tenaga

dalam

sendiri

ahli

yang

digaji sesuai dengan kapasitasnya. Namun demikian, pengurus Tapian


Nauli tampaknya kurang berani mengambil langkah tersebut meskipun
langkah

tersebut

dihindari

bagi

merupakan
sebuah

konsekuensi

perusahaan

logis

untuk

bisa

yang

tidak

berjalan

bisa

secara

profesional.
Berangkat dari kondisi objektif di atas, dipandang perlu
melakukan

sebuah

perbaikan

manajemen

dan

tatakelola

perusahaan

yang jaug lebih baik dan profesional. Karenanya, pada penghujung

tahun 2012, perbaikan tersebut dilakukan melalui sebuah merger


dengan

langkah

menggabungkan

tatakelola

kedua

perusahaan

yang

memiliki hubungan genealogis ini ke dalam sebuah sistem manajemen


satu meja yang tergabung dalam TAPIAN NAULI GROUP. Meski belum
memiliki hasil maksimal, perbaikan ini setidaknya telah merubah
tradisi perusahaan yang sebelumnya dikelola secara individualistik
tanpa pertanggung jawaban yang jelas, menjadi perusahaan dengan
pengelolaan

yang

jauh

lebih

terukur

dan

bisa

dipertanggung

jawabkan.
Laporan Akhir Tahun TAPIAN NAULI GROUP ini merupakan salah
satu bentuk dari upaya menjalankan perusahaan secara profesional.
Laporan ini secara deskriptif dan statistik memuat perkembangan
dan kemajuan perusahaan yang secara khusus disajikan pada bab
kedua.

Tujuannya

berkembang

untuk

dengan

melihat

sejauhmana

indikator-indikator

perusahaan

yang

ini

terukur

serta

membandingkannya dengan keadaan sebelumnya agar pengelolaan yang


jauh lebih baik bisa dilakukan pada masa menedatang.
Deskripsi

tentang

proyek

yang

diperoleh

pada

tahun

buku

berjalan juga menjadi bagian penting yang disajikan. Deskripsi


tentang perolehan proyek tahun buku berjalan disajikan pada bab
ketiga yang memuat tentang gambaran umum proyek yang diperoleh,
mekanisme pelaksanaan yang berkaitan dengan peluang dan hambatanhambatan,

serta

nilai

proyek

yang

mencakup

keuntungan

dan

distribusi keuntungan. Tujuan deskripsi ini adalah untuk mengukur


hasil apa saja yang bisa diperoleh pada tahun buku berjalan dan
langkah-langkah

yang

harus

ditempuh

untuk

pengembangannya

pada

masa mendatang.
Keadaan

objektif

keuangan

yang

berkaitan

dengan

modal,

sumber modal dan keuntungan juga menjadi bagian penting sebuah


perusahaan.
keempat.

Deskripsi

Penyajian

ini

secara

mencakup

statistik

modal

dan

disajikan

sumber

pada

modal,

bab

beban

perusahaan serta analisa terhadap pengelolaan keuangan.


Sebagai acuan untuk pengembangan perusahaan pada tahun-tahun
berikutnya,

rencana

anggaran

pendapatan

dan

belanja

perusahaan

juga penting disajikan. Hal ini berutujuan untuk membuat sebuah


perencanaan

yang

matang

dan

terukur

tentang

pengeluaran

dan

pendapatan yang harus diperoleh perusahaan dalam satu tahun buku.