You are on page 1of 48

MOTOR LISTRIK

(DTE 3121)
Secara umum motor listrik adalah :
motor yang berfungsi untuk mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik
yang berupa tenaga putar.

Silabus :

Konstruksi, prinsip kerja dan belitan MI


Torsi dan daya MI 3
Rugi daya MI
Rangkaian Kesetaraan Motor Induksi
Pengujian tanpa beban dan blok rotor
Motor Induksi fase tunggal
Karakteristik MI

Bahan Bacaan Utama


Mittal, A. and Mittle, V.N., 2004, Design of Electrical
Machines, Standard Publishers Distributors.
Chapman, S.J., 1999, Electric Machinery Fundamentals,
Mc Graw-Hill.
Theraja, B.L., 1997, A Text Book of Electrical Technology,
S.chand & Company Ltd, Delhi.Wildi,
Theodero, 1997, Electrical Machines, Driver and Power
System, Prentisce Hall, New Jersey.Stephen,
Fitzgerald, A.E., Kingsley, A.E., Umans, A.E., Achyanto,
Djoko, 1986, Mesin-mesin Listrik, Erlangga, Jakarta.

Motor Listrik AC

Gambar 1. Contoh motor listrik AC

Berdasar prinsip kerjanya motor listrik


Alternating Current (AC) dibedakan menjadi :

Motor Induksi atau Asinkron (TakSerempak)


Motor Sinkron (Serempak)

Motor Induksi atau Asinkron


(Tak-Serempak)
Ditinjau dari jumlah fasenya :
Motor Induksi Fase Banyak
Motor Induksi Fase Tunggal

Motor Sinkron (Serempak)

Jenis medan berputar


Jenis jangkar berputar

Motor Induksi
Motor induksi dapat diidentikkan dengan
transformator yang kumparan primernya
sebagai kumparan stator, sedangkan
kumparan sekundernya sebagai
kumparan rotor.

Motor Induksi

Motor induksi fese banyak (polyphase)


banyak dipakai dikalangan industri, hal ini
berkaitan dengan beberapa keuntungan

Keuntungan Motor Induksi Fase Banyak:


Sangat sederhana dan daya tahan kuat
(kususnya tipe sangkar)
Harga relative murah dan perawatan mudah
Efisiensi tinggi

Kerugian Motor Induksi :

Kecepatan tidak dapat berubah tanpa


pengorbanan efisiensi
Kopel awal mutunya rendah dibanding
dengan motor DC shunt.

Konstruksi Motor Induksi


Bagian Stator
Pada bagian stator terdapat beberapa
alur (slot) yang merupakan tempat
kawat (konduktor) dari ketiga
kumparan fasenya yang disebut
kumparan stator.

Bagian Stator

Gambar 2. Bagian stator motor induksi tiga fase

Bagian Rotor
Bagian rotor merupakan bagian yang berputar.
Ada 2 jenis rotor motor induksi

a. Rotor Sangkar (Squirrel Cage)


Sebagian besar rotor motor induksi
yang digunakan adalah jenis squirrel- cage
(sangkar tupai)

Sketsa rotor sangkar tupai

Motor Induksi

Gambar 4. Rotor sangkar tupai buatan Siemens

Motor Induksi

b. Rotor Lilit (wound-rotor)

Motor induksi rotor lilit umumnya dibuat


jika memerlukan tahanan geser sewaktu
motor mulai berjalan hingga pengaturan
kecepatan putaran motor.

Motor Induksi

Gambar 5. Rotor lilit dengan cincin geser

Prinsip Kerja Motor Induksi


Belitan stator yang dihubungkan dg
sumber tegangan tiga fase, akan
menghasilkan medan magnet yang
berputar, sehingga kumparan stator
berfungsi sebagai kumparan medan.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Gambar 6. Stator dasar yang terhubung ke sumber tiga fase

Prinsip Kerja Motor Induksi

Gambar 7. Nilai sesaat arus dan posisi fluks pada Gambar 6

Nilai sesaat arus dan posisi fluks

Bentuk gelombang sinusoidal tiga fase di


atas adalah terdapat di stator yang
berasal dari pembangkit listrik.
Pada rotor akan ikut berputar searah
medan putar yang dihasilkan stator

Prinsip Kerja Motor Induksi

Medan putar pada stator akan memotong


konduktor-konduktor pada rotor, sehingga
terinduksi arus pada rotor.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Rotor tidak memperoleh sumber arus tertentu,


tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai
akibat adanya perbedaan relative antara
putaran rotor dengan medan putar yang
dihasilkan arus stator.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Perbedaan putaran relative antara putaran


medan putar stator dan putaran rotor
disebut slip (s)

Prinsip Kerja Motor Induksi

Medan magnet putar stator ini akan memotongmotong batang-batang konduktor dari
kumparan rotor yang mengakibatkan pada
ujung-ujung dari masing-masing kumparan rotor
timbul gaya-gerak listrik induksi sebesar :
Er = 4,44 f. Nr. m
Di mana :
Er = tegangan induksi saat rotor start (Volt)
f = frekuensi (Hz)
Nr = jumlah kumparan rotor
m= fluks putar maksimum (Weber)

Gambar 8. Diagram skema motor induksi rotor lilit

Dari gambar di atas terlihat bahwa ketiga ujung


kumparan rotor dihubungkan dengan tiga cincin
yang diisolasi satu terhadap yang lainnya.
Melalui sikat yang menempel pada cincin tersebut,
dihubungkan dengan resistor luar.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Setelah gaya gerak listrik induksi Er pada motor timbul,


ketiga jepitan dirangkai tertutup dan arus rotor Ir akan
mengalir.
Dengan adanya arus Ir , yang terdapat di dalam medan
magnet putar, maka pada rotor timbul gaya Lorentz (F)
sebesar :
F = B.L.I
Di mana :
F = gaya Lorentz (Newton)
B = kerapatan fluks (Weber/m2)
L = panjang kumparan rotor (m)
I = kuat arus rotor (ampere)

Prinsip Kerja Motor Induksi

Jika jari-jari kumparan rotor sebesar r,


maka pada rotor timbul momen putar
sebesar :

= F.r

(N.m)

catatan : 1 N.m = 0,738 lb.ft

Bila kopel awal rotor yang dihasilkan oleh


F cukup besar untuk melawan gesekan
dan beban, maka rotor akan berputar
searah dengan medan putar stator.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Adapun besar GGL kumparan rotor saat


rotor berputar adalah :
E = 4,44 fr. Nr. s
rs

dengan s adalah slip

Prinsip Kerja Motor Induksi

Timbulnya induksi rotor E , karena


terpotongnya batang konduktor kumparan
rotor oleh medan putar stator.
Artinya agar timbul tegangan induksi rotor
E , diperlukan perbedaan relatif antara
kecepatan putaran medan putar stator (N )
dan kecepatan putar rotor (N ).
rs

rs

Prinsip Kerja Motor Induksi

Karena pada bagian rotor merupakan


rangkaian tertutup, maka pada bagian
rotor akan mengalir arus rotor.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Aliran arus induksi dalam satu arah pada


separoh konduktor rotor dan separohnya
yang lain berlawanan arah.
Hubung singkat pada ujung-unjung ring
menjadi jalan arus pada rotor

Prinsip Kerja Motor Induksi

Gambar 8. Gerakan magnet yang memotong tangga penghantar

Gambar 9. Prinsip kaidah Tangan Kanan untuk motor

Torsi motor akan muncul akibat interaksi arus rotor


dan medan putar magnetik sesuai kaidah tangan
kanan.

Tujuan inti besi pada rotor adalah untuk mengurangi


reluktans dan mengkonsentrasikan fluks magnet yang
melalui penghantar rotor.

Gambar 10. Arah putaran medan dan rotor

Slip
Perbedaan kecepatan putar antara
kecepatan putar medan stator N dan
kecepatan mekanik rotor N , disebut
kecepatan slip.
Kecepatan Slip adalah : N N
s

Slip

Dalam

prosentase, slip (s) dinyatakan :


S

Dengan

N s N r
Ns

100%

demikian kecepatan Slip dapat


dinyatakan :
(Ns Nr) = s Ns

Prinsip Kerja Motor Induksi

Pada saat kecepatan putar rotor sama


dengan kecepatan medan putar stator,
tegangan induksi rotor (Ers) tidak ada dan
arus rotor Ir juga tidak timbul, sehingga
kopel tidak dihasilkan.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Kopel akan timbul jika kecepatan putar


rotor lebih kecil dari pada kecepatan
medan putar stator.
Karena itu motor induksi disebut juga
motor asinkron (tak serempak).
Bertambahnya beban motor akan
memperbesar kopel, sehingga akan
memperbesar arus induksi pada rotor,
akibatnya slip nya bertambah besar.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Kecepatan Putar Medan Putar


Kecepatan putar medan stator adalah kecepatan sinkron
yang nilainya dipengaruhi oleh jumlah kutub motor dan
besar frekuensi sumber.

120 f
Ns p
dimana : Ns
f
p

=
=
=

kecepatan putar medan putar stator (rpm)


frekuensi arus dan tegangan stator (Hz)
banyaknya kutub (buah)

Prinsip Kerja Motor Induksi

Gambar 11. Cara membentuk belitan 6 kutub

Frekuensi Rotor
Frekuensi yang dibangkitkan pada lilitan
rotor adalah f2 , dimana :
( Ns Nr ). p
f2
120

Frekuensi Stator

Sedangkan

frekuensi medan putar stator


adalah f1, dimana

Ns p
f1
120
dengan p adalah jumlah kutub (buah).

Frekuensi rotor thd stator

Dari persamaan di atas diperoleh


persamaan berikut :
f2
Ns Nr

f1
Ns

f 2 s f1

Frekuensi rotor dan slip

Besarnya slip berkisar antara 0% sampai


dengan 100%.
Apabila slip = 0, maka kecepatan putaran
rotor ( Nr ) akan sama dengan kecepatan
medan putar stator (Ns).
Hal itu akan berbeda apabila rotor
ditahan, maka slip = 1 sehingga putaran
motor (Nr) = 0 dan f = f
2

Frekuensi rotor dan slip

Dari persamaan f = s x f , bahwa


frekuensi rotor dipengaruhi oleh slip.
Hal itu disebabkan karena ggl induksi
dan reaktansi pada rotor merupakan
fungsi frekuensi.
2