You are on page 1of 7

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

1. Standarisasi larutan Na-EDTA dengan CaCl2 baku


Pada percobaan kompleksometri ini dasar yang digunakan adalah
terbentuknya senyawa kompleks antara beberapa logam (Ca, Mg, Ni, Zn, Cu, dll)
dengan EDTA. EDTA tidak dapat digunakan sebagai larutan standart primer
karena memiliki sifat yang higroskopis, ketidakmurniannya dapat mencapai
0,02% dan selama dalam masa penyimpanan akan mengalami perubahan struktur.
Oleh karena itu sebelum digunakan harus distandarisasi terlebih dahulu dengan
CaCl2.
Untuk membuat larutan baku CaCl2, pertama ditimbang 0,0867 gram
CaCO3 dengan neraca analitik dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL
kemudian ditambahkan 50 mL aquades. Larutan dikocok hingga endapan tidak
berkurang kemudian ditambahkan HCl 1:1 tetes demi tetes sambil dikocok hingga
endapan tepat larut atau endapan berhenti mengeluarkan gas. Tambahkan aquades
ke dalam labu ukur hingga tanda batas dan kocok hingga larutan tercampur
sempurna. Padatan CaCO3 memiliki kelarutan yang kecil didalam air karena itu
HCl ditambahkan agar CaCO3 larut membentuk senyawa CaCl2 yang nantinya
digunakan sebagai baku. Terjadi reaksi sebagai berikut :
CaCO3(s) + H2O(l) CaCO3(aq)
CaCO3(s) + 2HCl(aq) CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Dipipet 10 mL larutan CaCl2 dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250
mL kemudian tambahkan 1 mL larutan buffer pH 10 dan 5 tetes indikator EBT
sehingga warna yang tadinya tidak berwarna berubah menjadi ungu muda. larutan
buffer yang ditambahkan berupa campuran larutan ammoniak dengan garamnya,
agar dapat mempertahankan larutan tetap pada pH 10, karena reaksi antara ion
logam dengan EDTA akan selalu menghasilkan H+ dan akan menyebabkan larutan
berubah menjadi asam. Jika larutan terlalu asam maka reaksi kesetimbangan
pembentukan kompleks akan bergeser ke kiri dan jika larutan terlalu basa maka
kemungkinan akan terbentuk endapan hidroksida dari logam yang bereaksi.
Larutan dititrasi dengan Na-EDTA hingga terjadi perubahan warna dari
merah anggur menjadi biru muda. Hal ini karena pada standarisasi ini digunakan
indikator logam yaitu indikator EBT. Indikator ini stabil pada pH 8-10 dan

senyawa ini sendiri berwarna biru dan kompleksnya berwarna merah anggur
sehingga sehingga saat ditambahkan pada larutan, akan membentuk kompleks
berwarna merah anggur dan saat dilakukan titrasi dengan EDTA kompleks akan
terputus dan bereaksi dengan air membentuk senyawa HIn 2- berwarna biru yang
menandakan logam telah habis bereaksi dengan EDTA. Reaksi yang terjadi adalah
:
Indikator

: H2In-(aq) HIn2-(aq) + H+(aq)

Dengan ion logam

: HIn2-(aq) + Ca2+(aq) CaIn-(aq) + H+(aq)

Dengan EDTA : MgIn2- (aq) + H2Y2-(aq) MgH2Y2-(aq) MgH2Y(aq)+ In3(aq)


: In3(aq) + H2O(l) HIn2-(aq) + OH-(aq)
CaIn- (aq) : berwarna merah anggur
HIn2- (aq) : berwarna biru
Setelah dilakukan titrasi didapatkan volume EDTA masing-masing: 8,15
mL, 8,15 mL, 8,2 mL dengan molaritas rata-ratanya adalah 0,01061 M.
2. Penentuan kesadahan air PDAM
Untuk menentukan kesadahan air PDAM, pertama dipipet 10 mL air
PDAM dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 mL kemudian ditambahkan 1
mL larutan buffer pH 10 dan 3 tetes indikator EBT sehingga warna larutan yang
tadinya tidak berwarna berubah menjadi larutan ungu muda. larutan kemudian
dititrasi dengan Na-EDTA yang telah distandarisasi sebelumnya, titrasi dihentikan
saat terjadi perubahan warna dari merah anggur menjadi biru muda yang
menandakan logam Ca yang terlarut dalam air telah habis bereaksi. Reaksinya
sebagai berikut :
Indikator

: H2In-(aq) HIn2-(aq) + H+(aq)

Dengan ion logam

: HIn2-(aq) + Ca2+(aq) CaIn-(aq) + H+(aq)

Dengan EDTA : MgIn2- (aq) + H2Y2-(aq) MgH2Y2-(aq) MgH2Y(aq)+ In3(aq)


: In3(aq) + H2O(l) HIn2-(aq) + OH-(aq)
CaIn- (aq) : berwarna merah anggur
HIn2- (aq) : berwarna biru
Setelah dilakukan titrasi didapatkan data volume Na-EDTA sebagai
berikut: V1 = 2 mL, V2 = 1,9 mL, V3 = 1,95 mL. Setelah dilakukan perhitungan
didapatkan kesadahan air logam Ca dalam PDAM sebesar 0,2067 gram per 1 liter
air atau 206,7 ppm.
KESIMPULAN
1. Molaritas rata-rata Na-EDTA yang didapat dari titrasi standarisasi sebesar
0,01061 M.
2. Kesadahan rata-rata garam CaCO3 dalam sampel air PDAM per liternya
sebesar 0,2067 gram atau 206,7 ppm.

JAWABAN PERTANYAAN
Titrasi Pengomplekan
1. Carilah rumus kimia Na-EDTA, Hitam Eriokrom T !

Jawab:
Rumus Kimia Na-EDTA = Na2C10H16N2O8
NaOOCCH2
CH 2 COOH

NCH 2 CH 2 N
NaOOCCCH 2

CH 2 COOH

Rumus Kimia EBT = C20H12N3O7SNa

2. Berapa konsentrasi larutan CaCl2, jika dinyatakan dengan ppm CaCO3 ?


Jawab :
CaCO3(S) + 2 HCl(aq) CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(l)
Massa CaCO3

= 0,0801 gram
= 80,1 mg

Volume CaCO3 = 100 mL


= 0,1 L
Konsentrasi CaCO3 dalam ppm =

mg
L

ppm = 801 ppm

3. Bagaimana cara membuat larutan buffer (penyangga) ammonia + ammonia


klorida dengan pH 10 ? Tunjukkan dengan perhitungan !
Jawab :
NH4OH + NH4Cl buffer
K b [ basa ]
[OH-] = [ garam ]

pH
10
pOH
pOH
4
[OH-]

K b [ NH 4 OH ]

[ NH 4 ]
1,8 x 10 5 x [ NH 4 OH ]
[ NH 4 ]
= 14 pOH
= 14 pOH

=4
=- log [OH-]
= - log [OH-]
= 10-4
1,8 x 10 5 x [ NH 4OH ]
[ NH 4 ]
-4
10
=
[ NH 4OH ]
1,8 x 10 5
[ NH 4 ]
10 4
=
gr
Mr . V
[ NH 4OH ]
=
gr
35 . V
-5
1,8 x 10
=
-4
6,3 x 10 . V = gr
Misal V NH4OH =1 L
Maka massa
= 6,3 x 10-4 gram
gr
Mr . V
[ NH 4OH ]
=
gr
Mr . V
[ NH 4 ]
=

Aplikasi
1. Mengapa pH larutan merupakan factor penting dalam pemilihan suatu
indikator untuk titrasi khelometrik ?
Jawab :

Karena ada indikator yang stabil dalam larutan basa


dan ada indikator yang stabil dalam larutan asam, EBT
adalah salah satu yang indikator kompleksometri stabil
dalam larutan basa sehingga digunakan pada titrasi kami.
2. Suatu contoh air 100 mL mengandung ion-ion Ca2+dan Mg2+ dititrasi
dengan EDTA 15,28 mL 0,01016 M dalam suatu buffer amoniak pH 10.
Suatu contoh lain 100 mL dititrasi dengan NaOH untuk mengendapkan
Mg(OH)2 dan kemudian dititrasi pada pH 13 dengan 10,43 mL larutan
EDTA yang sama. Hitung berapa ppm CaCO3 dan MgCO3 dalam contoh?
Jawab :
Diketahui :

VEDTA 1 = 15,28 mL
VEDTA 2 = 10,43 mL
(V1 V2) EDTA = 15,28-10,43 = 4,85 mL
MEDTA = 0,01016 M

Ditanya : ppm CaCO3 dan ppm MgCO3?


Dijawab:
ppm CaCO3
mmol CaCO3 =

mg CaCO3

mmol EDTA

( M x V ) EDTA

0,01016 x 10,43

0,1059mmol

mmol x Mr

0,1059 x 100

10,59 mg

10,59 mg
0,1 L

ppm CaCO3

105,9 mg/L

mmol MgCO3 =

mmol EDTA

ppm MgCO3
=

[ M x (V1 V2)] EDTA

0,01016 x 4,85

0,0493mmol

mg MgCO3 =

mmol x Mr

0,0493 x 84

4,1412 mg
4,1412 mg
0,1 L

ppm MgCO3 =
=

41,412 mg/L