You are on page 1of 6

Nama

NPM
Mata Ajar Kuliah
P.J.M.A.

: Andreas Billy Falian


: 1406574163
: Analisis dan Diagnostik Kesehatan Lingkungan
: Dr. Suyud M.Si.

Analisis Bahan Kimia Berbahaya di Rumah


**Penggunaan nama dagang di atas ditujukan untuk kepentingan pembelajaran**
Pada era global seperti ini, kita sebagai manusia selalu beraktivitas baik di kantor, di sekolah, di tempat hiburan/rekreasi, jalanan,
maupun di rumah. Tanpa kita sadari, banyak zat kimia yang berada di sekeliling kita, dan memiliki efek-efek tertentu bagi manusia di sekitarnya.
Berikut beberapa contoh benda rumah tangga beserta kandungan zat kimia dan kegunaan serta bahayanya.
No

1.

Nama Produk
Pembersih toilet (nama dagang: Harpic)

Bahan Kimia

HCl 9,5%

Efek Kesehatan dan Lingkungan

Efek Kesehatan:
Larutan asam klorida ( HCl ) adalah cairan kimia yang sangat korosif, berbau
menyengat dan sangat iritatif dan beracun, larutan HCl termasuk bahan kimia
berbahaya atau B3. Bahaya terhadap kesehatan tergantung pada konsentrasi
larutannya, < 5% bersifat iritan lemah, 5 10% bersifat iritan kuat, > 10 % bersifat
korosif. [6]
Efek Lingkungan:
Efek biologi: lethal pada ikan dari 25 mg/l. Bersifat racun pada organisme aquatik
dan juga berbahaya dikarenakan dapat mengakibatkan perubahan pH. [6]

Pengharum Toilet (nama dagang: Super Fresh)

2.

3.

Paradichlorobenzene

Losion anti nyamuk (nama dagang: Soffell)

Diethyltoluamide
(DEET) 13%

Efek Kesehatan:
Bahaya yang dapat ditimbulkan ketika terhirup yakni iritasi, hidung berlendir (runny
nose), batuk, mata dan kulit berwarna kuning, hilang nafsu makan, berat badan
menurun, mual, muntah, kesulitan bernafas, sakit kepala, lemah, pusing, gelisah,
mati rasa, berkedut (twitching), kerusakan ginjal dan hati. Dalam jangka panjang,
memungkinkan untuk menimbulkan gangguan reproduksi dan kanker. [5]
Efek Lingkungan:
Toksisitas pada ikan : LC50 ikan 33,7 mg/L selama 96 jam.
Ekotoksisitas : Berbahaya bagi lingkungan. Dapat menyebabkan efek merugikan
jangka panjang di lingkungan perairan. [5]

Efek Kesehatan:
Bahaya DEET apabila tertelan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan
seperti mual dan muntah (tertelan dalam jumlah kecil), biasanya bersifat reversibel.
Dosis yang lebih tinggi menyebabkan hipertensi, takikardi, kejang, depresi sistem
saraf pusat, letargi, ataksia, tremor, opisthotonus, hipertonia, hepatitis toksik, depresi
saluran pernafasan dan koma. Tertelan DEET dengan dosis besar dapat
menyebabkan akibat yang fatal, terutama jika tertelan bersamaan dengan obatobat
yang menekan sistem saraf pusat seperti obat-obat sedatif. Ketika digunakan secara
langsung pada kulit, masalah yang sering muncul adalah iritasi kulit, termasuk
eritema (kemerahan pada kulit) dan pruritis (gatal). Setelah penggunaan yang
berulang dan dalam jangka waktu lama, absorbsi melalui kulit dapat menyebabkan
keracunan sistemik. Hal ini terutama terjadi pada anak anak. Kontak dengan mata
menyebabkan efek yang ringan sampai sedang tetapi umumnya iritasi jangka pendek
bersifat tidak permanen. Keracunan melalui inhalasi umumnya karena produk
repellent yang berbentuk spray sehingga menyebabkan iritasi saluran pernafasan atas.
[7]

Efek Lingkungan:
Pencemaran bahan kimia ke lingkungan perairan yang berdampak pada kelestarian
lingkungan, baik tumbuhan maupun makhluk hidup lain yang mengonsumsi air yang
tercemar.

Pengharum ruangan (nama dagang: Glade)

Perfume white liliac


2.75%
CFC (Chloro Floro
Carbon)

Formaldehyde

4.

Petroleum distillates

Koyo (nama dagang: Salonpas)

5.

Pengaruh terhadap Organisme Perairan, salah satu studi mengenai toksisitas akut
DEET teknis untuk ikan melaporkan LC50 24 jam 125 ppm dan LC50 96-jam dari
172 ppm untuk trout pelangi. Hasil ini cukup untuk mencirikan DEET sebagai zat
yang sedikit beracun untuk ikan Coldwater. Baru-baru ini, sejumlah kasus neurotoksisitas pada kucing dan anjing telah dikaitkan dengan penggunaan topikal dari
produk yang mengandung DEET (Dorman et al, 1990;. Gunung et al, 1991;. US EPA,
1988). [2]
Efek Kesehatan:
Gangguan pernapasan berupa alergi/bersin-bersin/iritasi pernapasan ringan.
Efek Lingkungan:
Pemakaian CFC secara berlebihan dan berkelanjutan dalam berbagai penggunaannya
seperti bahan pendingin pada AC, dry clean, pada industri elektronik, maupun pada
pengharum ruangan, akan makin menambah kadar pencemaran udara yang pada
akhirnya menimbun di lapisan atmosfer bumi. [11]
Efek Kesehatan:
Dapat mengiritasi paru-paru dan membran mukosa serta berpotensi menyebabkan
kanker. [1] [11]
Efek Kesehatan:
Bahan mudah terbakan, dapat mengiritasi mata, kulit, paru-paru dan memungkinkan
menyebabkan edema yang fatal bagi individu yang sensitif.

Methyl Salicylate
2,76g

Efek Lingkungan:
Tumpahan zat ini dapat membentuk lapisan pada permukaan air yang mengakibatkan
kerusakan fisik pada organisme serta mengganggu transfer oksigen yang dibutuhkan
makhluk hidup. [10]
Efek Kesehatan:
Dapat menyebabkan iritasi, luka bakar, mual, diare, dan pusing. [3] [4]

Capsicum Extract
4,61g

Efek Kesehatan:
Efek memberikan rasa hangat/panas, namun dapat menimbulkan luka bakar

6.

Obat nyamuk bakar (nama dagang: Baygon)

Transflutrin 0,3%

Efek Kesehatan:
Jangka Pendek[13]:
Terhirup
Dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, kelelahan, lemas, lesu, mengantuk,
anoreksia, peningkatan air liur dan mual,tetapi keracunan sistemik jarang
terjadi. Gejala pernafasan (batuk, bersin, dyspnea (sesak nafas), mengi, sesak
dada,dan bronkospasme), palpitasi, penglihatan kabur, muntah, pengingkatan
berkeringat dan fasikulasi sedikit sering terjadi.
Kontak dengan Kulit
Rasa terbakar, gatal, kesemutan atau mati rasa pada wajah. Gejala dapat diperburuk
jika pasien berkeringat atau mencuci dengan air hangat. Alergi dermatitis kontak
jarang terjadi.
Kontak dengan Mata
Dapat menyebabkan nyeri langsung (segera), keluar air mata (lakrimasi), sensitif
terhadap cahaya (fotofobia) dan mata merah (konjungtivitis).
Tertelan
Dapat menyebabkan mual, muntah, dan nyeri epigastrum yang umum terjadi.
Diare, peningkatan air liur, anoreksia, kejang, mengantuk, koma dan kegagalan
pernafasan dapat terjadi jika sediaan formulasi cair.
Jangka Panjang[13]:
Terhirup
Edema paru dapat terjadi pada pasien keracunan dengan tingkat yang parah.
Kontak dengan Kulit
Kejang kadang-kadang terjadi setelah terpapar selama beberapa hari, biasanya
melibatkan kontak kulit berat dan atau berkepanjangan karena kulit kontak
dengan pakaian basah.
Kontak dengan Mata
Dapat menyebabkan nyeri langsung (segera), keluar air mata (lakrimasi), sensitif
terhadap cahaya (fotofobia) dan mata merah (konjungtivitis).
Tertelan
Dapat menyebabkan detak jantung tidak beraturan, shock, disfungsi ginjal dan

hati ringan serta asidosis metabolik telah dilaporkan setelah menelan formulasi
berbasis hidrokarbon.
Efek Lingkungan:
Sangat beracun untuk organisme perairan, dapat menyebabkan efek merugikan
jangka-panjang dalam lingkungan perairan, seperti kematian biota akuatik. [13]
Deterjen (nama dagang: Rinso Anti Noda)

7.

Natrium Alkilbenzena
Sulfonate 22%

Efek Lingkungan:
Eutrofikasi Alkilbenzena (ABS) berfungsi sebagai penghasil busa, abrasif sebagai
bahan penggosok, bahan pengurai senyawa organik, oksidan sebagai pemutih dan
pengurai senyawa organik, enzim untuk mengurai protein, lemak atau karbohidrat
untuk melembutkan bahan, larutan pengencer air, bahan anti karat dan yang lainnya.
Namun, ABS ternyata mempunyai efek buruk terhadap lingkungan, yaitu sulit
diuraikan oleh mikroorganisme. Sisa limbah deterjen yang dihasilkan setiap hari oleh
rumah tangga akan menjadi limbah berbahaya yang mengancam stabilitas lingkungan
hidup. Limbah deterjen yang dihasilkan rumah tangga akan bermuara pada sebuah
tempat, seperti selokan ataupun kolam. Biasanya, eceng gondok akan tumbuh dengan
populasi yang cukup besar pada ujung selokan. [9] [14]

Sumber:
[1]

Muchtar, Abdur Rahman. 2015. Bahan Kimia. Depok: Universitas Indonesia.

[2]

Patta, Agustinus. 2011. DEET (Dietil Toluamida). Samarinda: Universitas Mulawarman.

[3]

http://gatotsadewo.staff.ugm.ac.id/image/msds/asam%20salisilat.PDF (Akses 4 November 2015)

[4]

http://ik.pom.go.id/v2012/katalog/Asam%20Salisilat.pdf (Akses 4 November 2015)

[5]

http://ik.pom.go.id/v2014/katalog/1,4-DIKLOROBENZEN-D4.pdf (Akses 4 November 2015)

[6]

http://ik.pom.go.id/v2014/artikel/AsamKuatDalamRumahTangga.pdf (Akses 4 November 2015)

[7]

http://ik.pom.go.id/v2014/artikel/BahayaDEETpadaInsect.pdf (Akses 4 November 2015)

[8]

http://ik.pom.go.id/v2014/katalog/TRANSFLUTRIN.pdf (Akses 11 November 2015)

[9]

http://lutfi-fpk11.web.unair.ac.id/artikel_detail-73950-Lingkungan-Dampak%20Limbah%20Detergen%20bagi%20Lingkungan.html (Akses 11
November 2015)

[10]

http://msdspds.castrol.com/ussds/amersdsf.nsf/3c58048aebf561b88025787e003df966/542814c75a88045b80257d1d00528242?OpenDocument
(Akses 11 November 2015)

[11]

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3697/1/fkm-nurmaini3.pdf (Akses 4 November 2015)

[12]

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3738/1/kesling-evi.pdf (Akses 11 November 2015)

[13]

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/annisa-fillaeli-ssi-msi/bahaya-obat-nyamuk.pdf (Akses 11 November 2015)

[14]

http://www.sukamart.com/id/rinso-anti-noda-900gr.html (Akses 11 November 2015)