You are on page 1of 30

IDENTITAS PASIEN

NAMA

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Mengeluhkan mual serta nafsu


makan dan minum menurun sejak 3
hari
BAB dan BAK tidak ada keluhan
Sebelumnya pasien mengkonsumsi
obat gula darah, Os sudah minum
obat tersebut
selama 2 hari
berturut-turut. Obat dibeli sendiri
tanpa resep dokter

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

HIPERTENSI (-)
Diabetes Melitus (-)
Asthma (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran
: E2 V1 M3
Keadaan umum
: Tampak Lemah
Tekanan darah
: 140/80 mmHg
Nadi
: 89 x/menit
Pernafasan
: 24 x/menit
Suhu
: 35,6 C

Kepala

Paru

Abdomen

Genitalia

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

GDS: 37 mg/dl

Diagnosa

PLANNING

O2 3-4 lt/menit nasal kanul


IVFD D 10 % 30 tpm
Injeksi IV Dextrose 40 % bolus 2 fls
Observasi
Inj. Ranitidine 50 mg/ 12 jam

observasi
Subjective:
Lemah, pusing
Objective:
KU/Kes: Tampak lemah/ GCS E4V4M5
TD
: 130/80 mmHg
N
: 80X/menit
RR
: 20 X/menit
S : 35,8 C
Assestment:
- Post koma hipoglikemi
Planning:

PLANNING (2)

Protap Hipoglikemi
Cek GDS 1-2 Jam
Jika GDS < 50 Bolus D40% 50 cc
GDS 50-100 D40% 25 cc
GDS 100-150 tanpa bolus
D40%
GDS 150-200 Inf D5% 20 tpm
GDS > 200 Ganti infus dengan
NaCl 0,9%

Pemeriksaan Penunjang
(4/12/2015)
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

10,5 g/dl

11,4 17,7

Leukosit

11.400 /mm3

4000 10500

Trombosit

237.000 mm3

140000 440000

35,2 U/l

35 55

SGOT

32 U/l

10-40

SGPT

19 mg/dl

10-55

Ureum

17 mg/dl

10 45

Kreatinin

0,8 mg/dl

0,7 1,3

Glukosa Sewaktu

69 mg/dl

< 140

Hemoglobin

Hematokrit

Lembar Observasi(IGD)
Jam

GDS

Keterangan

19.40

37

Bolus D40% 2
flash

21.00

79

Bolus D40% 1
flash

23.00

71

Bolus D40% 1
flash

03.30

83

Bolus D40% 1
flash

07.00

100

Follow Up
Date

FOLLOW UP

Subjective

5/12/201 Rawat hari ke 1


5
Pusing (+)
Lemas
Nafsu makan kurang

Objective
-KU/Kes:

TSS/CM
TD: 110/70
mmHg
N: 84 x/m
RR: 20 X/M
S: 36,4 C
Motorik 5/5
GDS: 112
mg/dl

Assessment
Post Koma
Hipoglikemia

Plans
Cek GDS/ 8jam
-Protap
Hipoglikemia
-Inj. Ranitidine
2x 50 mg
- Inpepsa Syr
3x1 C

Lembar Observasi
5/12/2015
Jam

GDS

08.00

112

16.00

44

23.00

117

Keterangan

Bolus D40% 2
flash

Follow Up
Date

FOLLOW UP

Subjective

6/12/201 Rawat hari ke 2


5
Pusing berkurang
Lemas
Nafsu makan kurang

Objective
-KU/Kes:

TSS/CM
TD: 110/70
mmHg
N: 84 x/m
RR: 20 X/M
S: 36,4 C
Motorik 5/5
GDS: 109
mg/dl

Assessment
Post Koma
Hipoglikemia

Plans
Terapi lanjut

Lembar Observasi
6/12/2015
Jam

GDS

08.00

109

16.00

105

23.00

142

Keterangan

HIPOGLIKEMIA

DEFINISI
Suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah. Dalam keadaan
normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dl. Kadar gula darah
yang rendah dapat menyebabkan gangguan fungsi berbagai sistem organ.
KLASIFIKASI
Ringan : Simtomatik, dapat diatasi sendiri, tidak ada gangguan aktivitas sehari - hari
yang nyata.
Sedang :Simtomatik, dapat diatasi sendiri, menimbulkan gangguan aktivitas
sehari-hari yang nyata.
Berat :Sering tidak simtomatik, karena gangguan kognitif pasien tidak mampu
mengatasi sendiri.

PENYEBAB HIPOGLIKEMIA

1. Pelepasan insulin yang berlebihan oleh pankreas


2. Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi,
yang diberikan kepada penderita diabetes untuk
menurunkan kadar gula darahnya.
3. Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau
obat diabetes lain yang terlambat atau tidak makan
pada waktu seharusnya
4. Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal
5. Gangguan pada penyimpanan karbohidrat atau
pembentukan glukosa di hati.

Etiologi dan Patofisiologi


Hipoglikemia pada Diabetes
Hypoglycemia Associated Autonomic Failure

Hipoglikemia tidak pada Diabetes

Obat-obatan
Penyakit Kritis
Hormon defisiensi
Non-beta sel tumor
Hiperinsulin Endogen

Faktor Resiko Convensional


Hipoglikemia pada DM
Relatif atau absolut kelebihan insulin pada
keadaan-keadaan sebagai berikut :
Kadar atau dosis insulin terlalu tinggi,
sedang sakit (infeksi), salah jenis DM
Exogen glukosa kurang (puasa)
Peningkatan pemakaian glukosa
(olahraga)
Sensitivitas terhadap insulin meningkat
(terkontrol,penurunan berat badan)
Produksi endogen glukosa berkurang
(alcoholism)

Hypoglycemia Associated
Autonomic Failure
Gangguan mekanisme kontraregulator
mengakibatkan gangguan pertahanan
fisiologis (penurunan insulin, peningkatan
glukagon dan epinefrin) dan hipoglikemia
yang tidak disadari akan mengganggu
mekanisme pertahanan sepeerti keinginan
untuk makan dan mengonsumsi
karbohidrat.

DIAGNOSA

Gejala hipoglikemia jarang terjadi sebelum


kadar gula darah mencapai 50 mg/Dl.
Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan
gejala-gejala dan hasil pemeriksaan kadar gula
darah dibawah 70 mg / dl.

TATALAKSANA