You are on page 1of 2

1.

Anopheles barbirostris
2. Phtisis
3. Malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yangdisebabkan oleh parasit lasmodium
yang hidup dan berkembang biak dalam eritrosit manusia. Penyakit ini
ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina.
a. Manifestasi klinis
- Masa inkubasi berkisar 1-2 minggu
- Keluhan utama pada malaria tanpa komplikasi yaitu demam,
menggigil, berkeringat dapat disertai sakit kepala, mual, muntah,
diare, dan nyeri otot.
- Keluhan pada malaria dengan komplikasi yaitu gangguan
kesadaran, lemah, kejang-kejang, perdarahan, panas tinggi, air seni
tua.
b. Diagnosis
- Deteksi antigen parasit malaria dengan rapid diuagnostik test.
- Pemeriksaan dengan mikroskop melalui pulasan darah yang
diwarnai giemsa dengan pembesaran 700-1000x
c. Penatalaksanaan
1. Malaria falcifarum
- Lini I: artesunate(4mg/kgbb/hari) + amodiaguin(10mg/kgbb/hari)
dosis tunggal selama 3 hari + primakuin(0,75mg/kgbb/hari) pada
hari I.
- Lini II: kina tetrasiklin/doksisiklin selama 7 hari + primakuin pada
hari I
2. Malaria vivax
- Lini I
klo
3. Malaria mix
4. Schistosomiasis
5. Limfatic filariasis
6. Demam berdarah dengue
a. Manifestasi klinis
- Demam tinggi mendadak tanpa sebab jelas terus menerus selama
2-7 hari.
- Manifestasi perdarahan termasuk uji rumple leede positif.
- Trombositopenia (<100.000)
- Peningkatan hematokrit 20%
- Dengan atau tanpa hepatomegali.
b. Penyebab
Disebabkan oleh virus dengue dengan serotype den 1, 2, 3 dan 4.
Dengan distribusi terluas den 3 dan 2. Menular melalui gigitan nyamuk
aedes aegypti dan aedes albopictus. Nyamuk ini terdapat hamper di
seluruh pelosok Indonesia kecuali tempat tinggi lebih dari 1000 meter
di atas permukaan laut.
c. Penatalaksanaan
- Pemeriksaan tanda-tanda vital untuk menilai demam dan tekanan
darah untuk identifikasi syok. Selain itu juga dilakukan tes rumple
leede untuk menilai perdarahan dan pemeriksaan darah rutin untuk
menilai trombosist dan hematokrit secara berkala. Juga dilakukan
pemeriksaan serologis yaitu HI test atau IgG dan IgM dengan
dengue rapid test.

Bila dicurigai DBD namun hasil Hb, Ht, dan trombosit masih dalam
batas normal dapat dipulangkan dengan anjuran kembali control
dalam 24 jam atau saat keadaan memburuk. Sedangkan pada kasus
yang meragukan indikasi rawatnya, maka pasien diobservasi
dengan anjuran minum yang banyak serta diberikan infuse ringer
laktat sebanyak 500cc dalam 4 jam. Lalu kembali dilakukan
pemeriksaan Hb, Ht, dan trombosit.
7. Onchocercariasis
8. American tryphanosomiasis
9. African tryphanosomiasis
10.Tuberculosis
11.Leprosy
12.Leishmaniasis
13.Kebijakan pemerintah
14.Screening dan surveilans
15.