You are on page 1of 8

BAB 4

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Sumber : PT. Pertamina Sungai Pakning


Gambar 4.1 Kilang Produktion Sungai Pakning

4.1

Profil PT.Pertamina RU II Sei Pakning


PT. Pertamina RU II Sei Pakning merupakan salah satu Fungsi / Bagian dari

Pertamina Refinery Unit II Dumai. Berada di provinsi Riau dan telah memberikan
sumbangan yang nyata bagi perkembangan dan kemajuan daerah khususnya
Sungai Pakning., serta telah memberikan sumbangan yang besar dalam memenuhi
Bahan Bakar Minyak Nasional
Berbagai produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Non Bahan Bakar
Minyak (NBM) telah dihasilkan oleh pertamina RU II Sei Pakning memenuhi
kebutuhan dalam negri maupun luar negri seperti produk-produk NBM dan
LSWR.
Salah satu komitment pertamina menjadi kilang minyak kebanggan nasional
terus berupa yang meningkatkan program kehandalan kilang dan kualitas dalam
mengelola minyak mentah

yang berwawasan lingkungan,

28

diantaranya yaitu

Pertamina telah berhasil mendapatkan penghargaan proper biru dari kementrian


lingkungan hidup dan sertifikat ISO 14001 (SGS_UKAS) seta ISO-17025 (KAN).
Dalam upaya meningkatkan kehandalan kilang dan kepuasan pelanggan,
berbagai proyek sedang di jalankan seperti proyek Distribution Control System
(DCS).
Kilang Bahan Bakar Minyak Sei Pakning merupakan bagian dari Pertamina
Refinery Unit II Dumai. Kilang ini berada pada lokasi yang sangat strategis
karena letaknya di tepi pantai dengan luas 40 ha. Sehingga penyediaan Feed dan
penyaluran produksinya bisa lancar dengan didukung oleh dermaga yang handal.
Kilang Sei Pakning mulai dibangun pada bulan November 1968 oleh
Refining Associated Canada LTD atau sering disebut dengan REFICAN dan
selesai serta mulai beroperasi pada tahun 1969 dengan kapasitas 25.000 barel per
hari pada bulan September 1975 kilang minyak di ambil alih oleh Pertamina
dengan perbaikan sarana penunjang dan penambahan dan pembaharuan peralatan..
Maka pada akhir tahun 1977 kapasitas kilang dapat di tingkatkan lagi menjadi
35.000 barel per hari, selanjutnya pada bulan april 1980 kapasitas kilang di
tingkatkan lagi menjadi 40.000 barel per hari, yang akhirnya pada tahun 1982
kapasitas kilang di sesuaikan dengan design nya yaitu 50.000 barel per hari.
Kilang minyak Pertamina RU II Sei Pakning memproduksi Bahan Bakar Minyak
untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Daerah Riau dan Sumatra bagian Utara
dan bagian Selatan.
4.2

Tugas Kilang Pertamina Sei-Pakning

1. Mengelola minyak mentah menjadi produk Bahan Bakar Minyak (BBM)


berupa ADO dan Kerosene yang sebagian produksinya langsung dipasarkan
kepada masyarakat Sei Pakning.
2. Menghasilkan produksi setengah jadi berupa Naptha yang di olah lebih lanjut
di RU II Dumai menjadi produk premium.
3. Menghasilkan produksi LSWR yang di gunakan sebagai umpan pada
Hidrocraker kilang RU II Dumai dan sebagiannya di exsport keluar negri.

29

4.3

Bahan Baku

Bahan Baku adalah minyak mentah (Crude Oil) yang terdiri dari :
1. SLC (Sumatra Ligth Crude)
2. LCO (Lirik Crude Oil)
3. SPC (Selat Panjang Crude)
a.

Asal Bahan Baku

1. Sumatra Ligth Crude (SLC). Berasal dari lapangan Minas dan Duri yang
dihasilkan PT. Cevron Pasific Indonesia dkirim ke Sungai Pakning dengan
kapal laut yang berbobot 17.000-35.000 Dwt dari Dumai.
2. Lirik Crude Oil (LCO). Berasal dari lapangan Lirik yang di hasilkan
Pertamina, dengan kapal laut dikirim ke Sungai Pakning melalui Sungan Siak.
3. Selat Panjang Crude (SPC). Berasal dari selat panjang dikirim dengan kapal
kesungai pakning.
b.

Komposisi Bahan Baku yang diolah.

1. Sumatra Light Crude (SLC)=+- 83 %


2. Lirik Crude Oil ( LCO)= +_ 15%
3. SelatPanjang Crude ( SPC)= +_ 1 %
4. Slop Oil= +_ 1%
c.

Proses Pengolahan

1. Pemanasan Tahap Pertama


Minyak mentah dengan temperature 45-500 C dipompakan dari tangki
penampungan melalui pipa di air kedalam alat pemanas ( penukar panas)
sehingga di capai temperature kurang lebih 140 1450C, kemudian dimasukan
ke Desa untuk mengurangi atau menghilangkan garam-garam yang terbawa
didalam minyak mentah (Crude Oil).
2. Pemanasan Tahap Kedua
Setelah melalui pemansan tahap pemanasan, minyak dialirkan kedalam alat
pemanas (penukar panas) dan kemudian di panaskan di dapur (furnace)
sehingga dicapai temperatur 325 3300C, pada temperature tersebut minyak

30

akan membentuk uap dan cairan panas kemudian dimasukan kedalam kolom
fraksinasi (Bejana Disdtilasi D-10) untuk proses pemisahan fraksi minyak.
3. Pemisahan Fraksi-Fraksi
Di dalam kolom fraksinasi (Bejana Distilasi D-1) terjadi proses distilasi, yaitu
pemisahan fraksi yang satu dengan lainnya berdasarkan perbedaan titik didih
(Boiling rangengya).
d.

Produk yang dihasilkan Pertamina RU II Sei Pakning

Persentase produk yang di hasilkan terhadap Bahan Baku yang diolah adalah :
a.

BahanBakarMinyak

1. Solar / Automotive Diesel Oil ( ADO)


2. Kerosene / Minyak Tanah
3. Low Sulfur Wax RESIDU (LSWR)
4. Naptha
b.

Service

1. Uji laboraterium
2. Pelabuhan Kursus
3. Shipping Agency
4.4

Visi dan Misi


Adapun visi dan misi PT. Pertamina (Persero) RU II Sungai Pakning adalah

sebagai berikut:
Visi tahun 2015 PT. Pertamina Production Sungai Pakning menjadi kilang
(BERCAHAYA) yaitu Bersih, Cantik, Harmonis, Andal & Terpercaya Small is
beautifull.
a.

Strategi Obyektif

1. Pelanggan
Menjamin

tersedia

nya

produk

BBM

dan

intermediate

serta

pendistribusiannya sesuai rencana kerja RU II melalui peningkatan


kehandalan operasi penigkatan realisasi produk BBM melalui maximize Yield
product Mield Distillate dan penigkatan nilai tambah produk lainnya.

31

2. Keuangan
Penurunan biaya produksi dengan mengoptimalkan pemakaian energy / SDA
Optimal Anggaran Biaya Operasi yang berdasarkan Cost Effectiveness (Cost
and Benefit).
3. Proses Bisnis Internal
Peningkatan mutu proses kerja melalui penguasaan dan penyempurnaan STK
secara terus menerus. Peningkatan keselamatan secara proses dan dampak
terhadap lingkungan melalui penerapan manajemen kesaelamatan MKP dan
system manajemen lingkungan SML ISO 14001.
4. Pembelajaran pertumbuhan SDM.
Peningkatan kapabilitas

pekerjan

melalui peltihan yang

berdasarkan

kompetensi dan bencmarking. Peningkatan innovative dan learning culture


melalui kegiatan continuous improvement program (CIP). Terciptanya
lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.
b.

Strategi Inisiatif

1. Keandalan Operasi
Penyehatan Pusat Pembangkit Tenaga Listrik (PPTL). Penyehatan Enginer
driver. Standarlisasi piping system. Penataan ulang system pemeliharaan ulang.
2. Add Value Product
Optimal Crude Sludge, Maximeze Yield Product, Minimize Refinery Loss.
Peningktan system pengendaian oprerasi, pencipta product alternative.
3. Pemakaian Energi
Peningkatan energy Heater dan Pre-Heater, penyempurnaan system isolasi,
peningkatan kinerja Boiller, Minimize Steam Leak,(ZERO Leak), peningkatan
efisien pola operasi GT.
4. Cost Effectininess
Peningkatan control/pengendalian anggaran biaya operasi, penyempurnaan
system penetapan harga satuan, penyempurnaan system, pengadaan barang
dan jasa.
5. Penerapan MKP dan SML

32

Peningkatan pemahaman terhadap manajement keselamatan proses MKP dan


system, manajemen Lingkungan / SML, peningkatan penerapan MKP dan
SML. Peningkatan system audit MKP dan SML, pemenuhan standar dan
peraturan.
6. Budaya Kerja
Peningkatan pemahaman terhadap visi, misi, nilai-nilaidasar dan keyakinan
dasar, peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap Continous
Impriovement Project (CIP), Peningkatan kegiatan CIP, peningkatan system
Audit CIP.
7. Kapabilitas dan komitmen pekerja
Penataan ulang struktur organisasi, peningkatan system training / pelatihan,
standarilasasi sarana/prasarana/fasilitas, peningkatan kualiatas hidup pekerja
dan keluarga.
8. Lingkungan masyarakat.
Peningkatan citra perusahaaan, penigkatan keharmonisan dengan masyarakat,
pembangunan kemitraan dengan masyarakat.
4.5

Tata Nilai Perusahaan

1. Clean (Bersih)
Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak
menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman
pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
2. Competitive (Kompetitif)
Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong
pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan
menghargai kinerja
3. Confident (Percaya Diri)
Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam
reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa
4. Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan)

33

Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan


pelayanan terbaik kepada pelanggan.
5. Commercial (Komersial)
Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan
berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
6. Capable (Berkemampuan)
Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta
dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan
riset dan pengembangunan.
4.6

Map Kilang

Sumber : PT. Pertamina Sungai Pakning


Gambar 4.2 Map Kilang

4.7

Stuktur Organisasi PERTAMINA RU II Sungai Pakning


Strukur Organisasi PT.Pertamina RU II Sungai Pakning dapat dilihat

digambar berikut :

34

Sumber : PT. Pertamina Sungai Pakning


Gambar 4.3 Struktur Organisasi PT. Pertamina RU II Sungai Pakning

35