You are on page 1of 10

ANOVA DUA ARAH

Kapan menggunakan Analisis ragam (Anova)


dua arah tanpa interaksi?
Anova digunakan untuk melihat perbandingan rata-rata beberapa kelompok
biasanya lebih dari dua kelompok. Anova dua arah tanpa interaksi digunakan
pada kelompok yang digunakan berasal dari sampel yang sama tiap kelompok.
sama

disini

diartikan

berasal

dari

kategori

yang

sama.

Jadi,

bisa

disimpulkan Pertama yang perlu dilihat tujuannya membandingkan rata-rata


kelompok lebih dari dua. Kedua Sampel yang digunakan merupakan sampel
yang sudah dikategorikan per kelompok sama. Untuk jelasnya nanti kita kasih
contoh.

Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam


analisis varians (anova):
1. Data berdistribusi normal, karena pengujiannya menggunakan uji F-

Snedecor
2. Varians atau ragamnya homogen, dikenal sebagai homoskedastisitas,

karena hanya digunakan satu penduga (estimate) untuk varians dalam


contoh
3. Masing-masing contoh saling bebas, yang harus dapat diatur dengan

perancangan percobaan yang tepat


4. Komponen-komponen dalam modelnya bersifat aditif (saling

menjumlah).

Hipotesis dalam Anova (analysis of


variance):

Dalam analysis of variance dua arah tanpa interaksi terdapat dua hipotesis
yang digunakan yaitu apakah ada perbedaan rata-rata antar kategori baik
kategori berdasarkan baris maupun kolom. kita cuma pengen tahu itu, tidak
spesifik yang mana yang berbeda. Nah kalau mau tahu kelompok yang benarbenar terdapat perbedaan rata-rata ada uji lanjutan dilakukan uji lanjutan. kalau
tentang itu akan dibahas di lain tempat. Berikut hipotesis dalam Anova dua arah
tanpa interaksi.

Hipotesis anova kolom


H0: *1 = *2 = *3 = ... = *k, Tidak ada perbedaan yang nyata antara
rata-rata hitung dari kategori kolom
H1: *1 *2 *3 ... *k, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata
hitung dari kategori kolom

Hipotesis anova baris


H0: 1* = 2* = 3* = ... = j*, Tidak ada perbedaan yang nyata antara
rata-rata hitung dari kategori baris
H1: 1* 2* 3* ... j*, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata
hitung dari kategori baris

Langkah-langkah melakukan uji hipotesis


dengan ANOVA
1.

Kumpulkan sampel dan kelompokkan


berdasarkan kategori tertentu.
Untuk memudahkan pengelompokkan dan perhitungan, buat tabel data
sesuai dengan kategori berisi sampel dan kuadrat dari sampel tersebut.
Hitung pula total dari sampel dan kuadrat sampel tiap kelompok. Selain itu,
tentukan pula hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1).

2. Menentukan tipe anova


Untuk menentukan tipe anova. terlebih dahulu bertanya apakah dari
hipotesis tersebut cocok untuk anova? jika tujuannyamembandingkan

rata-rata tiga kelompok atau lebih maka boleh pakai Anova. Pertanyaan
kedua apakah sampel tiap kelompok diambil dari sampel yang sudah
dikategorikan? jika berasal dari sampel yang sudah dikategorikan maka
menggunakan Anova dua arah/two way. Pertanyaan ketiga apakah
dalam sampel yang dikategorikan tadi terjadi pengulangan atau tidak?
jika tidak terjadi pengulangan maka menggunakan anova dua arah
tanpa interaksi.

3. Memeriksa apakah sudah memenuhi asumsiasumsi sehingga bisa digunakan anova


o

Normalitas,
adalah Menguji apakah data tiap kelompok memiliki distribusi
normal. hal ini bisa dilakukan dengan uji kolmogorov
smirnov,shapira wilk.

Homogenitas
adalah Menguji apakah varians tiap kelompok sama. Dalam
menghitung homogenitas bisa digunakan uji bartlett dan uji levene.

Saling bebas
Menunjukkan bahwa setiap kelompok tidak saling berhubungan.
Biasanya yang digunakan logika apakah saling bebas atau tidak.

Aditif (Saling menjumlahkan).


Artinya data yang dianalisis merupakan data interval/rasio

4. Menghitung variabilitas dari seluruh sampel.


Pengukuran total variabilitas atas data dapat dikelompokkan menjadi tiga
bagian, berikut rumus dalam Anova:
o

Total of sum squares (SSt) jumlah kuadrat


total (jkt).

Merupakan jumlah kuadrat selisih antara skor individual dengan


rata-rata totalnya.

Keterangan:
k = banyaknya kolom
r = Banyaknya baris
xij = data pada kolom ke-i ulangan ke-j
T** = Total (jumlah) seluruh pengamatan
o

Sum Square Between column jumlah kuadrat


kolom (jkk).
Variansi rata-rata kelompok sampel terhadap rata-rata
keseluruhannya. Variansi di sini lebih terpengaruh karena adanya
perbedaan perlakuan antar kelompok.

Keterangan
T*j = Total (jumlah) ulangan pada kolom ke-j
o

Sum Square Between row jumlah kuadrat


baris (jkb).
Variansi

rata-rata

kelompok

sampel

terhadap

rata-rata

keseluruhannya. Variansi di sini lebih terpengaruh karena adanya


perbedaan perlakuan antar kelompok.

Keterangan

Ti* = Total (jumlah) ulangan pada baris ke-i


o

Sum Square within(SSw) jumlah kuadrat


galat (jkg).
Variansi yang ada dalam masing-masing kelompok. Banyaknya
variansi akan tergantung pada banyaknya kelompok, dan variansi di
sini tidak terpengaruh / tergantung oleh perbedaan perlakuan antar
kelompok.
JKG = JKT - JKK-JKB

5. Menghitung derajat kebebasan (degree of


freedom).
Derajat kebebasan atau degree of freedom (dilambangkan dengan v,
dof, atau db) dalam ANOVA akan sebanyak variabilitas. Oleh karena itu,
ada tiga macam derajat kebebasan yang akan kita hitung:
o

Derajat kebebasan untuk JKT


merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat total (JKT) ini
akan kita lambangkan dengan dof JKT.
db JKT = rk - 1

Derajat kebebasan untuk JKK


merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat kolom (JKK) ini
akan kita lambangkan dengan dof JKK.
db JKK = k-1

Derajat kebebasan untuk JKB


merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat baris (JKB) ini
akan kita lambangkan dengan dof JKB.

db JKB = r-1
o

Derajat kebebasan untuk JKG


Merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat galat (JKG) ini
akan kita lambangkan dengan dof JKG
db JKG =(r - 1)(k - 1)

6. Menghitung variance antar kelompok dan


variance dalam kelompok.
Variance dalam ANOVA, baik untuk antar kelompok maupun dalam
kelompok sering disebut dengan kuadrat tengah atau deviasi rata-rata
kuadrat (mean squared deviation) dan dilambangkan dengan MS atau KT.
Dengan demikian, maka mean squared deviation masing-masing dapat
dicari dengan rumus sebagai berikut:
o

KTK = JKK / db JKK

KTB = JKB / db JKB

KTG = JKG / db JKG

7. Menghitung F hitung
Menghitung nilai distribusi F (Fhitung) berdasarkan perbandingan variance
antar kelompok dan variance dalam kelompok.Fhitung didapatkan dengan
rumus di bawah ini:
o

Fhitung (kolom) = KTK/KTG

Fhitung (baris) = KTB/KTG

8. Menghitung F tabel
Selain itu, F berdasarkan tabel (Ftabel) juga dihitung, berdasarkan nilai
derajat kebebasan (langkah ke-4) menggunakan tabel distribusi-F. Jangan

lupa untuk mencantumkan gambar posisi Fhitung dan Ftabel dalam grafik
distribusi-F.

9. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel :

10.

Jika Fhitung > Ftabel : tolak H0

Jika Fhitung Ftabel : terima H0

Buat kesimpulan,

sesuai dengan kasus awal yang ditanyakan. Simpulkan, apakah perlakuan


(treatment) memiliki efek yang signifikan pada sampel data atau tidak. Jika
hasil tidak signifikan, berarti seluruh rata-rata sampel adalah sama. Jika
perlakuan menghasilkan efek yang signifikan, setidaknya satu dari ratarata sampel berbeda dari rata-rata sampel yang lain.

Contoh penghitungan Analysis of variance


(Anova) dengan tabel.
Berdasarkan langkah-langkah diatas untuk mempermudah perhitungan dibuat
tabel seperti berikut:
Sumber Keragaman
Jumlah Kuadrat (JK)
(SK)

Derajat Bebas
(db)

Kuadrat Tengah
(KT)

F hitung

Kolom (K)

db JKK = k-1

KTK =
JKK / db JKK

F hitung =
KTK /
KTG

db JKK = r-1

KTK =
JKB / db JKB

F hitung =
KTB /
KTG

Baris (B)
Galat (G)
Total (T)

JKG = JKT - JKK- JKB

db JKG=(k-1)(r- KTG =
1)
JKG / db JKG
db JKT= rk-1

Contoh Kasus Anova dua arah tanpa interaksi:

Terdapat 4 metode diet dan 3 golongan usia peserta program diet Berikut data
rata-rata penurunan berat peserta keempat metode dalam tiga kelompok umur.
Penurunan Berat Badan (Kg)

Umur

Metode 1 Metode 2 Metode 3 Metode 4

Total Baris

< 20 tahun

T1* = 16

20-40

T2* = 17

> 40 tahun

T3* = 17

Total Kolom T*1 = 14 T*2 = 16 T*3 = 11 T*4 = 9

Total T** = 50

Berdasarkan gambat tersebut terlihat bahwa setiap metode memiliki perlakuan


yang sama sehingga bisa dikatakan ada hubungan dua arah. tapi tidak ada
interaksi.

Solusi kasus Anova dua arah tanpa interaksi


1. Merumuskan Hipotesis
o

Hipotesis anova kolom


H0: *1 = *2 = *3, Tidak ada perbedaan yang nyata antara ratarata hitung dari kategori Metode
H1: *1 *2 *3, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata
hitung dari kategori Metode

Hipotesis anova baris


H0: 1* = 2* = 3*, Tidak ada perbedaan yang nyata antara ratarata hitung dari kategori kelompok umur
H1: 1* 2* 3*, Ada perbedaan yang nyata antara rata-rata
hitung dari kategori Kelompok umur

2. Identifikasi model.
Pertama. berdasarkan hipotesis yang digunakan yaitu membandingkan
rata-rata

lebih dari dua

kelompok maka metode yang mungkin

adalah Anova. kedua Sampel yang digunakan tiap kelompok sudah


dikategorikan sehingga tipe anova yang cocok adalah Anova dua arah.
kemudian dari tiap kategori tersebut tidak ada pengulangan sehingga kita
menggunakan anova dua arah tanpa interaksi.

3. Memeriksa asumsi Anova.


Dalam metode anova yang perlu diperhatikan ada empat seperti pada
keterangan

diatas.

asumsi normal dan homogenitas antar

varians

kelompok harus terpenuhi. dalam contoh ini kita asumsikan asumsi


terpenuhi karena kita fokus pada langkah-langkah anova dua arah tanpa
interaksi.

kemudian

kelompok

yang

dianalisis

berasal

dari

kelompok saling bebas. dan data yang digunakan merupakan datarasio.


Setelah asumsi ini terpenuhi maka bisa lanjut ke perhitungan selanjutnya.
kalau tidak ganti metode.

4. Menghitung F hitung melalui Variabilitas, Derajat


bebas dan Kuadrat tengah
o

Jumlah Kuadrat Total (JKT)


JKT = (52+22+72+62+72+32+22+52+42+32+32+32)-(502/12)=244208.33=35.67

Jumlah Kuadrat Baris (JKB)


JKB=(162+172+172)/4-(502/12) =834/4 - 2500/12 =0.17

Jumlah Kuadrat Kolom (JKK)


JKK=(142+162+112+92)/3-(502/12) =654/3 - 2500/12 =9.67

Jumlah Kuadrat Galat (JKG)


JKG = JKT - JKK - JKB = 35.67-0.17-9.67 =25.83

Kuadrat Tengah Baris (KTB)


KTB = JKB / r-1 = 0.17/2 = 0.085

Kuadrat Tengah Kolom (KTK)


KTK = JKK / k-1 = 9.67/3 = 3.223

Kuadrat Tengah Galat (KTG)


KTG = JKG / (r-1)(k-1) = 25.83/6 =4.305

f hitung baris
f hitung =KTB / KTG = 0.085/4.305 =0.01974

f hitung kolom
f hitung =KTK / KTG = 3.223/4.305 = 0.7456

5. Perhitungan Tabel anova


Agar mempermudah perhitungan kita menggunakan tabel berikut:
Sumber Keragaman
(SK)

Jumlah Kuadrat Derajat Bebas


(JK)
(db)

Kuadrat Tengah
(KT)

Kolom (K)

JKK = 9.67

db JKK = 4-1 =
KTK =3.223
3

F hitung =
0.01974

Baris (B)

JKB = 0.17

db JKB = 3-1
=2

F hitung =
0.7456

Galat (G)

JKG = 25.83

db JKG= 3.2=6 KTG =4.305

Total (T)

JKT =35.67

db JKT=12 -1
=11

KTB =0.085

F hitung

6. Menghitung F tabel
o

F table Kolom pada = 0.01 db1=3 dan dk2=6 adalah 9.78

F table Baris pada = 0.01 db1=2 dan dk2=6 adalah 10.92

7. Kesimpulan :
Baik untuk kolom dan baris terima H0 Karena F

hitung

ada di daerah

penerimaan (F hitung < F tabel), sehingga dapat disimpulkan setiap metode


dan kelompok umur memberikan rata-rata penurunan berat badan yang
sama.