You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DENGAN


TONSILITIS
Kelompok: 2

Defenisi

Tonsilitis adalah suatu penyakit yang


dapat sembuh sendiri berlangsung sekitar
lima hari dengan disertai disfagia dan
demam (Megantara, Imam, 2006).
Tonsilitis akut adalah radang akut yang
disebabkan oleh kuman streptococcus
beta hemolyticus, streptococcus viridons
dan streptococcus pygenes, dapat juga
disebabkan oleh virus (Mansjoer, A. 2000).

Anatomi dan Fisiologi

Tonsil terbentuk oval dengan panjang 25 cm, masing-masing tonsil mempunyai


10-30 kriptus yang meluas ke dalam
jaringan tonsil. Tonsil tidak mengisi
seluruh fosa tonsilaris, daerah kosong di
atasnya
dikenal
sebagai
fosa
supratonsilaris. Bagian luar tonsil terikat
longgar pada muskulus konstriktor faring
superior, sehingga tertekan setiap kali
makan.

Secara mikroskopik, tonsil mengandung 3 unsur utama:

Jaringan ikat/trabekula sebagai rangka


penunjang pembuluh darah saraf.
Folikel germinativum dan sebagai pusat
pembentukan sel limfoid muda.
Jaringan interfolikuler yang terdiri dari
jaringan limfoid dalam berbagai stadium

Secara struktur anatomi

Tonsil fariengalis, agak menonjol keluar


dari atas faring dan terletak di belakang
koana
Tonsil palatina, dilapisi oleh epitel
berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.
Tonsil linguais, epitel berlapis gepeng
tanpa lapisan tanduk

Tonsil berfungsi mencegah agar infeksi


tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan
cara menahan kuman memasuki tubuh
melalui mulut, hidung, dan kerongkongan,
oleh karena itu tidak jarang tonsil
mengalami peradangan. Peradangan pada
tonsil disebut dengan tonsilitis, penyakit ini
merupakan salah satu gangguan Telinga
Hidung & Tenggorokan (THT).

Macam-macam tonsilitis
Akut

Etiologi
Penyebabnya adalah infeksi bakteri
streptococcus atau infeksi virus, Biasanya
kuman streptococcus beta hemolyticus,
streptococcus viridans dan streptococcus
pyogenes.

Patofisiologi

woc tonsilitis.xlsx

Manifestasi klinis
Menurut Hembing :

Komplikasi

Pencegahan dan pengobatan

Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan tonsilitis akut
Antibiotik golongan penicilin atau sulfanamid selama
5 hari dan obat kumur atau obat isap dengan
desinfektan, bila alergi dengan diberikan eritromisin
atau klindomisin.
Antibiotik yang adekuat untuk mencegah infeksi
sekunder, kortikosteroid untuk mengurangi edema
pada laring dan obat simptomatik.
Pasien diisolasi karena menular, tirah baring, untuk
menghindari komplikasi kantung selama 2-3 minggu
atau sampai hasil usapan tenggorok 3x negatif.
Pemberian antipiretik.

Penatalaksanaan tonsilitis kronik


Terapi lokal untuk hygiene mulut dengan
obat kumur / hisap.
Terapi radikal dengan tonsilektomi bila
terapi medikamentosa atau terapi
konservatif tidak berhasil.

Pemeriksaan penunjang
Tes Laboratorium

ASUHAN KEPERAWATAN
tonsilitis kelompok 2.doc

Terima kasih