You are on page 1of 14

1.

Buah Persik

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Upagenus:
Spesies:

Plantae
Magnoliophyta
Magnoliopsida
Rosales
Rosaceae
Prunus
Amygdalus
P. persica

Persik (Prunus persica) adalah tanaman tanaman berbuah dari famili Rosaceae. Buah ini disebut juga
sebagai buah momo di dalam Bahasa Jepang. Buah persik memiliki daging berwarna kuning dengan
aroma harum dan memiliki satu biji yang keras.

-Manfaat
Bermanfaat meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem kinerja pencernaan, dan berguna sekali
untuk membersihkan usus karena banyak sekali vitamin yang terkandung di dalamnya. Menurut
penelitian, buah persik mampu mempengaruhi proses pengurangan kolesterol di dalam tubuh terutama
bila dikonsumsi sebelum tidur. Oleh karena itu, buah ini sangat dianjurkan bagi yang menderita
penyempitan pembuluh nadi. Karena buah persik mengandung garam kalium yang membantu tubuh
dalam pengeluaran air dan garam pada makanan, maka dia juga bermanfaat bagi orang yang terkena
tekanan darah rendah, penyakit ginjal, dan rematik. Akan tetapi buah persik kering tidak dianjurkan
bagi mereka yang obesitas dan diabetes karena dapat memberikan energi yang tinggi pada tubuh.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

2.Rosella

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo:
Malvales
Famili:
Malvaceae
Genus:
Hibiscus
Spesies:
H. sabdariffa
Rosela, rosella, asam paya, asam kumbang dan asam susur atau Hisbiscus sabdariffa, adalah
spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan
penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin
di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat
yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan
mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah
dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat
musim dingin. Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes
tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak jarang, rosela juga
dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula
jagung. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

Khasiat/Manfaat Rosella
Khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat, Hipertensi, Diabetes mellitus,
memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan Tubuh, menghambat sel kanker, mencegah
sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mencegah flu, antioksidan,
antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing),
sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol.Pemanfaatan kelopak bunga Rosela sudah
dikenal dan diteliti baik oleh pakar kesehatan modern maupun pakar kesehatan tradisional di
berbagai negara di dunia. Kelopak bunga tersebut diketahui mengandung zat-zat penting yang
diperlukan oleh tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium, dan 18 jenis
asam amino, termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel
tubuh.Secara tradisional, ekstrak kelopak rosela berkhasiat sebagai antibiotik, aprodisiak
(meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), pelarut, sedativ
(penenang), dan tonik. Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Chung San Medical
University di Taiwan, Chau-Jong Wang, konsumsi rosela digunakan sebagai salah satu cara
baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Flora ini terbukti secara klinis mampu
mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Tidak hanya itu,
rosela juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL dan
lemak dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa rosela juga bermanfaat terhadap penurunan
tekanan darah pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), membantu program diet bagi
penderita kegemukan (obesitas), melancarkan peredaran darah, menurunkan demam umum,
melancarkan dahak bagi batuk berdahak, dan dapat dimanfaatkan untuk melancarkan buang
air besar.Ditinjau menurut sudut pandang medis modern (kedokteran), mengonsumsi olahan
kelopak bunga rosela secara teratur menunjukkan kesetaraan hasil dengan pengobatan
modern (farmakologis) pada beberapa penyakit berikut ini:

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

3.Lamtoro

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Fabales
Famili:
Fabaceae
Upafamili: Mimosoideae
Genus:
Leucaena
Spesies:
L. leucocephala
Nama binomial Leucaena leucocephala
(Lamk.) de Wit Sinonim
Leucaena glauca, (Linn.) Benth
Mimosa glauca, Linn.

Acacia glauca, Willd.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

Lamtoro
Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae
(=Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau
pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun dimasukkan
ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan, dan kemudian menyebar pula ke pulaupulau yang lain di Indonesia. Oleh sebab itu agaknya, maka tanaman ini di Malaysia dinamai
petai jawa.Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan yang lain seperti plnding,
peuteuy slong (Sd.); kemlandingan, mtir, lamtoro dan lamtoro gung (=lamtoro besar; untuk
varietas yang bertubuh lebih besar) (Jw.); serta kalandhingan (Md.).Nama-namanya dalam
pelbagai bahasa asing, di antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG); ipilipil, 5lena, kariskis (Fil.); krathin (Thai); leucaena, white leadtree (Ingg.); dan leucaene, faux
mimosa (Prc.). Nama spesiesnya, leucocephala (=berkepala putih) mengacu kepada
bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan.

Manfaat
Sejak lama lamtoro telah dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, pencegah erosi, sumber kayu
bakar dan pakan ternak. Di tanah-tanah yang cukup subur, lamtoro tumbuh dengan cepat dan
dapat mencapai ukuran dewasanya (tinggi 1318 m) dalam waktu 3 sampai 5 tahun.
Tegakan yang padat (lebih dari 5000 pohon/ha) mampu menghasilkan riap kayu sebesar 20
hingga 60 m perhektare pertahun. Pohon yang ditanam sendirian dapat tumbuh mencapai
gemang 50 cm.[5]
Lamtoro adalah salah satu jenis polong-polongan serbaguna yang paling banyak ditanam
dalam pola pertanaman campuran (wanatani). Pohon ini sering ditanam dalam jalur-jalur
berjarak 310 m, di antara larikan-larikan tanaman pokok. Kegunaan lainnya adalah sebagai
pagar hidup, sekat api, penahan angin, jalur hijau, rambatan hidup bagi tanaman-tanaman
yang melilit seperti lada, panili, markisa dan gadung, serta pohon penaung di perkebunan
kopi dan kakao.[2][6] Di hutan-hutan tanaman jati yang dikelola Perhutani di Jawa, lamtoro
kerap ditanam sebagai tanaman sela untuk mengendalikan hanyutan tanah (erosi) dan
meningkatkan kesuburan tanah.[7] Perakaran lamtoro memiliki nodul-nodul akar tempat
mengikat nitrogen. Lamtoro juga digunakan sebagai makanan sehari-hari seperti
lalapan/ungkusan.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

4.Kayu Apu

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
(tidak termasuk) Monocots
Ordo:
Alismatales
Famili:
Araceae
Genus:
Pistia
L.

Spesies:

P. stratiotes

Nama binomial Pistia stratiotes


Kayu apu (Pistia stratiotes) merupakan tumbuhan air yang biasa dijumpai mengapung di
perairan tenang atau kolam. Ia juga 6opular sebagai tumbuhan pelindung akuarium.
Tumbuhan ini adalah satu-satunya anggota marga Pistia. Orang juga mengenalnya sebagai
apu-apu atau kapu-kapu. Kayu apu kadang-kadang disebut pula sebagai
kiambang/kayambang, namun penamaan ini salah kaprah, karena mengacu pada tumbuhan
air yang lain.Asal tumbuhan ini tidak jelas namun telah diketahui menyebar di seluruh
wilayah tropika dan subtropika.

-Manfaat
1. Pelindung Akuarium
2. Sebagai makanan ikan
3.Pelindung ikan dari terik matahari
4. Menurunkan kadar pencemar air limbah

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

5.Jambu Mete

Jambu monyet atau jambu mede (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari
suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan. Yang
lebih terkenal dari jambu mede adalah kacang mede, kacang mete atau kacang mente;
bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan.
Secara botani, tumbuhan ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun
kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan mangga
(suku Anacardiaceae).Dikenal juga dengan berbagai nama seperti jambu md (Sd.); jambu
mt atau jambu mnt (Jw.); jhambu monyt (Md.); jambu dwipa, jambu jipang, nyambu
monyt (Bl.); nyambuk nybt (Sas.); jambu rang, jambu mony (Mink.); jambu dipa
(Banj.); buwah monyet (Timor); buwah yaki (Manado); buwa yakis, wo yakis (Sulut); buwa
yaki (Ternate, Tidore); buwa jakis (Galela); jambu dar, jambu masong (Mak.); jampu
srng, jampu tapsi (Bug.); dan lain-lain.Dalam bahasa Inggris dinamakan cashew (tree),
yang diturunkan dari perkataan Portugis untuk menamai buahnya, caju, yang sebetulnya juga
merupakan pinjaman dari nama dalam bahasa Tupi, acaj. Sementara nama marganya
(Anacardium) merujuk pada bentuk buah semunya yang seperti jantung terbalik.
-Manfaat Jambu Mete/Monyet
Bijinya digunakan sebagai makanan yang sangat popular dikalangan masyarakat. Selain
bijinya,kayu pohon Jambu Monyet juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan,
peralatan rumah tangga dan kerajinan tangan. Daun mudanya dapat dijadikan lalapan (baik
mentah maupun dikukus terlebih dahulu). Buah semu nya juga dapat langsung dimakan
sebagai bahan rujak atau minuman. Kulit bijinya juga dapat diolah menjadi bahan pelumas,
insektisida, pernis, dan plastikSelain kegunaan diatas, tanaman jambu monyet juga memiliki
khasiat yang menyehatkan.Daunnya yang berbau aromatik, rasaya kelat, memiliki khasiat
anti radang dan penurunan kadar glukosa darah. Tangkai daunnya berfungsi sebagai pengelat.
Bijinya berkhasiat sebagai pelembut kulit dan penghilang rasa nyeri (analgesik).Akarnya
bermanfaat sebagai pencahar (laksatif). Kulit kayunya berbau tanah, rasanya kelat dana lama
kelamaan menimbulkan rasa tebal di lidah. Khasiatnya sebagai pencahar, astringen dan

memacu aktivitas enzim pencernaan.Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan Jambu


Mete antara lain: Sembelit (Kulit kayu), Kencing Manis (kulit kayu), Radang Tenggorokan
(daging buah jambu monyet), Sariawan (Daun muda), Rematik/Tekanan darah tinggi (Daun
jambu), Digigit ular berbisa (1 buah jambu mede utuh), Sakit gigi (biji mede).

6.Melinjo

Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu
spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia
tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo
(bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog),
Khalet (Bahasa Kamboja). Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau
pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya.Berbeda dengan anggota
Gnetum lainnya yang biasanya merupakan liana, melinjo berbentuk pohon.

Manfaat
Melinjo jarang dibudidayakan secara intensif.Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan
dan alat rumah tangga sederhana.Daun mudanya (disebut sebagai so dalam bahasa Jawa)
digunakan sebagai bahan sayuran (misalnya pada sayur asem).Bunga (jantan maupun betina)
dan bijinya yang masih kecil-kecil (pentil) maupun yang sudah masak dijadikan juga sebagai
sayuran.Biji melinjo juga menjadi bahan baku emping.Kulitnya bisa dijadikan abon kulit
melinjo.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

7.Buah Naga

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus
dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan
namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina,
Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan
Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai
tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh
sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas
meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari
kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina
dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa
dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).

Manfaat buah naga


Selain rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang
percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Belum ada
penelitian tentang manfaat buah ini, namun karena asalnya dari jenis buah kaktus dipercaya
buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium, dan karbohidrat. Buah naga
mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan
memperlancar proses pencernaan.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

8.Turi

Turi (Sesbania grandiflora syn. Aeschynomene grandiflora) merupakan pohon kecil (tinggi
mencapai 10m). Asal diduga dari Asia Selatan dan Asia Tenggara namun sekarang telah
tersebar ke berbagai daerah tropis dunia.Bentuk berupa pohon dengan percabangan jarang,
cabang mendatar, batang utama tegak, tajuk cenderung meninggi, daun menyirip ganda.
Bunganya tersusun majemuk, mahkota berwarna putih, tipe kupu-kupu khas Faboideae. Buah
polong, menggantung.Turi dimanfaatkan sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan.
Daun dan bunganya dapat disayur. Bunganya biasanya digunakan dalam pecel. Kulit batang
turi berkhasiat sebagai obat radang usus, obat seriawan dan obat kudis.Nama-nama lokal di
Indonesia mencakup turi (Jawa Tengah), turi (Pasundan), toroi (Madura), tuwi, suri
(Mongondow), uliango (Gorontalo), gorgogua (Buol), kayu jawa (Baree, Makasar), ajutaluma
(Bugis), palawu (Bima), tanunu (Sumba), gala-gala (Timor), tun (Ternate, Tidore).

-Manfaat Turi
Daun, bunga dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah
dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui anaknya untuk menambah produksi
asi, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis, biasanya bunga
berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga
merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau.
Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah
diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan
untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan
nama kayu timor. Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena
memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk
pengobatan luka ataupun disentri.

FAIZAL SANDRA SAMAJAYA X4

9.Mangga

Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga
termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku
Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.Pohon mangga termasuk tumbuhan
tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu
tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai
tinggi 10-40 m.Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam
bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orangorang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan
lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: (pohon) yang berbuah mangga,
berasal dari India.Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah
menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal
pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.).

-Manfaat mangga untuk kesehatan, yaitu :


1. Mangga dapat menyembuhkan infuenza
2. Menyembuhkan luka pada kulit,
3. Menambah nafsu makan
4. Mengobati radang tenggorokan dan batuk (mangga yang sudah masak, kalau mangga
yang
masih muda malah akan menyebabkan batuk.)
5. Mangga Mengandung vitamin A, C dan juga E

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

10.Gandum

Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-padian yang
kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu,
pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol.

-Manfaat Gandum
1. Membantu menjaga Berat Badan, Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan
gandum utuh lebih kecil kemungkinannya untukk menjadi gemuk.
2. Jantung lebih sehat, Orang yang makan lebih banyak gandum utuh sebagian dari gaya
hidup sehatnya cenderung mengalami penurunan resiko penyakit jantung.
3. Pencernaan lebih baik, Gandum utuh mempunyai kandungan serat yang lebih tinggi,
yang membantu menyehatkan sistem pencernaan.
4. Bahan bakar untuk pertumbuhan dan aktivitas, Gandum utuh menjadi sumber energi
yang baik. Sebagai karbohidrat kompleks, gandum utuh dicerna secara perlahan-lahan
dan melepas energi secara konstan.

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4

1 . Aprikot

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:

Plantae

Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Rosales

Famili:

Rosaceae

Genus:

Prunus

Upagenus:

Prunus

Seksi:

Armeniaca

Spesies:

P. armeniaca

Aprikot (Prunus armeniaca, bahasa Latin untuk "plum Armenia", syn. Armeniaca vulgaris
Lam., Armenia: , Mandarin: xing) adalah salah satu spesies dari subgenus Prem.
Asal tanaman ini sulit dipastikan karena sudah dibudayakan orang sejak zaman prasejarah.
Kemungkinan besar tanaman ini berasal dari sebelah utara dan barat daratan Cina atau Asia
Tengah, tapi mungkin juga berasal dari Korea atau Jepang.
-Khasiat dan manfaat dari buah aprikot:

Mengurangi kolesterol dan resiko terkena kanker


Memperkuat sistem respirasi dan mengurangi resiko penyakit batuk dan asma

Pereda diare dan konstipasi

Membantu regenerasi cairan tubuh, detoksifikasi, dan penawar dahaga

FAIZAL SANDRA SAMJAYA X4