You are on page 1of 25

Nyamuk

Klasifikasi ilmiah
Alam:

Hewan

Filum:

Arthropoda

Kelas:

Serangga (Insecta)

Ordo:

Diptera

familia:

Culicidae

Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata
dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan
kata Mosquito bermula sejak tahun 1583. Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order
Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes,
Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggusuntuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang
merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan
enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.
Kebiasaan makan nyamuk cukup unik karena hanya nyamuk betina dewasa yang
menusuk manusia dan hewan lainnya. Sedangkan nyamuk jantan hanya makan nektar
tanaman..Beberapa nyamuk betina memilih untuk makan hanya satu jenis binatang. Nyamuk
betina mengigit manusia, hewan peliharaan, seperti sapi, kuda, kambing, dan sebagainya;
semua jenis burung termasuk ayam; semua jenis binatang liar, termasuk rusa, kelinci, dan
mereka juga mengigit darah ular, kadal, katak, dll. Kebanyakan nyamuk betina harus
mendapatkan darah yang cukup untuk makan sebelum ia dapat mengembangkan telur. Jika
mereka tidak mendapatkan makanan darah ini, maka mereka akan mati tanpa meletakkan
telur.
Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus
kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk
menghisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh
karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein,
kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang
diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak
sesuai untuk menghisap darah. Agak rumit nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites,
tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik
nyamuk yang lain.
Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup: telur, larva, pupa, dan dewasa.
Tempo tiga peringkat pertama bergantung kepada spesies dan suhu. Hanya nyamuk betina
saja yang menyedot darah mangsanya. dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan
makan. Sebab, pada kenyataanya, baik jantan maupun betina makan cairan nektar bunga.

sebab nyamuk betina memberi nutrisi pada telurnya. telur-telur nyamuk membutuhkan
protein yang terdapat dalam darah untuk berkembang.
Fase perkembangan nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sangat
menakjubkan. Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembab atau kolam yang kering.
Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan menggunakan reseptor yang ada
di bawah perutnya. reseptor ini berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembaban. setelah
tempat ditemukan, induk nyamuk mulai mengerami telurnya. telur-telur itu panjangnya
kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu.
beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling menggabung membentuk suatu
rakit yang bisa terdiri dari 300 telur. Selesai itu, telur berada pada masa periode inkubasi
(pengeraman). pada periode ini, inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Selesai setelah
itu larva mulai keluar dari telurnya semua hampir dalam waktu yang sama. sampai siklus
pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan, larva nyamuk akan berubah kulitnya sebanyak 2
kali. Selesai berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini dinamakan fase
pupa.
Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa. Agar tetap bertahan,
sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke
atas air. pipa itu digunakan untuk alat pernafasan . Nyamuk dalam kepompong pupa yang
cukup dewasa dan siap terbang dengan semua organnya seperti antenaa, belalai, kaki, dada,
sayap, perut, dan mata besar yang menutupi sebagian besar kepalanya. lalu kepompong pupa
disobek di atas. Tingkat ketika nyamuk yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang
paling membahayakan. Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air,
sehingga hanya kakinyalah menyentuh permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting,
meskipun angin tipispun dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas
untuk penerbangan perdananya setelah istirahatsekitar setengah jam.
Beragam jenis nyamuk berfungsi sebagai vektor atau pembawa protozoa, virus, dan
tidak sedikit pula pembawa larva cacing yang dapat menimbulkan bermacam-macam
penyakit pada manusia. Cara hidup dan cara menusuk- nya pun berbeda-beda. Beberapa
genus nyamuk yang perlu kita ketahui adalah Anopheles, Aedes,Culex, dan Mansonia.
Malaria adalah salah satu penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk Anopheles dan
mempunyai penyebaran luas. Sampai saat ini malaria masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat Indonesia. Malaria sebagai salah satu penyakit infeksi disebabkan oleh infeksi
protozoa dari genus Plasmodium, yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan
nyamuk Anopheles betina (Depkes RI, 2001). Penyakit ini tersebar luas di berbagai daerah,
dengan derajat infeksi yang bervariasi. Oleh sebab itu perlu diketahui lebih jauh lagi
mengenai nyamuk Anopheles dan penyakit yang ditimbulkannya.
2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah karakteristik dari nyamuk Anopheles sp ?
2. Bagaimanakah daur hidup nyamuk Anopheles sp ?
3. Bagaimanakah morfologi nyamuk Anopheles sp ?
4. Apakah penyakit yang dapat ditimbulkan oleh nyamuk Anopheles sp ?
5. Bagaimanakah kasus malaria yang terjadi saat ini ?

6. Bagaimanakah cara pengobatan penyakit malaria ?


7. Bagaimanakah cara pengendalian penyakit malaria ?
3. TUJUAN PENULISAN MAKALAH

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :


1. Untuk mengetahui karakteristik dari nyamuk Anopheles sp.
2. Untuk mengetahui daur hidup nyamuk Anopheles sp.
3. Untuk mengetahui morfologi nyamuk Anopheles sp.
4. Untuk mengetahui penyakit yang dapat ditimbulkan oleh nyamuk Anopheles sp.
5. Untuk mengetahui kasus malaria yang terjadi saat ini.
6. Untuk mengetahui cara pengobatan penyakit malaria.
7. Untuk mengetahui cara pengendalian penyakit malaria.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Nyamuk Anhopeles sp

1. Taksonomi

Gambar 2. Nyamuk anopheles betina sedang menghisap darah


Sumber : http://dinafrasasti.blogspot.com/2011/03/nyamuk.html (2016)

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

Class

: Insecta

Ordo

: Diptera

Famili

: Culicidae

Genus

: Anopheles

Spesies

: Anopheles sp.

A. Tipe Spesies Anopheles


Nyamuk ANOPHELENI yang berperan sebagai vektor malaria hanyalah genus Anopheles.
Di seluruh dunia, genus Anopheles jumlahnya kurang lebih 2000 spesies, diantarannya
60 spesies sebagai vektor malaria. Jumlah nyamuk ANOPHELINI di Indonesia kira-kira 80
spesies dan 16 spesies telah dibuktikan berperan sebagai vektor malaria yang berbeda
dari satu daerah ke daerah lain tergantung kepada bermacam-macam faktor, seperti
penyebaran geografik, iklim, dan tempat perindukan (Gandahusada, 2006).

Gambar 1. Distribusi Nyamuk Anopheles di Indonesia (Sukadi, 2009)


Ada beberapa spesies Anopheles yang penting sebagai vektor malaria di Indonesia
antara lain:
1. Anopheles sundaicus
An. Sundaicus pertama sekali ditemukan oleh Rodenwalt pada tahun 1925. Pada vektor
jenis ini umurnya lebih sering menghisap darah manusia dari pada darah binatang.
Nyamuk ini aktif menggigit sepanjang malam tetapi paling sering antara pukul 22.00 01.00 dini hari. Pada waktu malam hari nyamuk masuk ke dalam rumah untuk mencari
darah, hinggap didinding baik sebelum maupun sesudah menghisap darah (Hiswani,
2004) .
Spesies ini terdapat di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Bali. Jentiknya
ditemukan pada air payau yang biasanya terdapat tumbuh-tumbuhan enteromorpha,
chetomorpha, dengan kadar garam adalah 1,2 sampai 1,8%. Di Sumatra, jentik
ditemukan pada air tawar seperti Mandailing dengan ketinggian 210 m dari permukaan
laut dan Danau Toba pada ketinggian 1000 m (Hiswani, 2004) .
Masih menurut Hiswani (2004), perilaku istirahat nyamuk ini sangat berbeda antara
lokasi yang satu dengan lokasi yang lainnya. Di pantai Selatan Pulau Jawa dan pantai
Timur Sumatera Utara, pada pagi hari, sedangkan di daerah Cilacap dan lapangan
dijumpai pada pagi hingga siang hari. Jenis vektor An.Sundaicus istirahat dengan
hinggap didinding rumah penduduk. Jarak terbang An. Sundaicus betina cukup jauh.
Pada musim densitas tinggi, masih dijumpai nyamuk betina dalam jumlah cukup banyak
disuatu tempat yang berjarak kurang lebih 3 kilometer (Km) dari tempat perindukan
nyamuk tersebut.
Vektor An. Sundaicus biasanya berkembang biak di air payau, yaitu campuran antara air
tawar dan air asin, dengan kadar garam optimum antara 12% -18%. Penyebaran jentik
ditempat perindukan tidak merata dipermukaan air, tetapi terkumpul ditempat-tempat
tertutup seperti diantara tanaman air yang mengapung, sampah dan rumput - rumput
dipinggir Sungai atau pun parit. Genangan air payau yang digunakan sebagai tempat
berkembang biak adalah yang terbuka yang mendapat sinar matahari langsung. Seperti
pada muara sungai, tambak ikan, galian -galian yang terisi air di sepanjang pantai dan
lain lain (Hiswani, 2004) .
2. Anopheles aconitus

Menurut Hiswani (2004), vektor An. Aconitus pertama sekali ditemukan oleh Donitz pada
tahun 1902. Vektor jenis An. aconitus betina paling sering menghisap darah ternak
dibandingkan darah manusia. Perkembangan vektor jenis ini sangat erat hubungannya
dengan lingkungan dimana kandang ternak yang ditempatkan satu atap dengan rumah
penduduk.
Di Indonesia nyamuk ini terdapat hampir diseluruh kepulauan, kecuali Maluku dan Irian.
Biasanya dijumpai di daratan rendah tetapi lebih banyak di daerah kaki gunung dengan
ketinggian 400-1000 m dengan persawahan bertingkat. Nyamuk ini merupakan vektor
pada daerah tertentu di Indonesia, terutama di Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan
Bali. Biasanya aktif mengigit pada waktu malam hari, hampir 80% dari vektor ini bisa
dijumpai diluar rumah penduduk antara jam 18.00 -22.00. Nyamuk jenis Aconitus ini
hanya mencari darah di dalam rumah penduduk. Setelah itu biasanya langsung keluar.
Nyamuk ini biasanya suka hinggap di daerah-daerah yang lembab. Seperti dipinggirpinggir parit, tebing sungai, dekat air yang selalu basah dan lembab (Hiswani, 2004).
Tempat perindukan vektor Aconitus terutama didaerah pesawahan dan saluran irigasi.
Persawahan yang berteras merupakan tempat yang baik untuk perkembangan nyamuk
ini. Selain disawah, jentik nyamuk ini ditemukan pula ditepi sungai yang airnya mengalir
perlahan dan kolam air tawar. Distribusi dari An. Aconitus, terdapat hubungan antara
densitas dengan umur padi disawah. Densitas mulai meninggi setelah tiga - empat
minggu penanaman padi dan mencapai puncaknya setelah padi berumur lima sampai
enam minggu (Hiswani, 2004).
3. Anopheles barbirotris
Vektor An. Barbirotris pertama sekali diidentifikasi oleh Van der Wulp pada tahun 1884.
Spesies ini tersebar di seluruh Indonesia, baik di daratan tinggi maupun di daratan
rendah. Jentik biasanya terdapat dalam air yang jernih, alirannya tidakbegitu cepat, ada
tumbuh-tumbuhan air pada tempat yang agak teduh seperti pada saah dan parit. Jenis
nyamuk ini di Sumatera dan Jawa jarang dijumpai menggigit orang tetapi lebih sering
dijumpai menggigit binatang peliharaan. Sedangkan pada daerah Sulawesi, Nusa
Tenggara Timur dan Timor- Timur nyamuk ini lebih sering menggigit manusia daripada
binatang. Jenis nyamuk ini biasanya mencari darah pada waktu malam hingga dini hari
berkisar antara pukul 23.00 -05.00. Frekuensi mencari darah tiap tiga hari sekali
(Hiswani, 2004).
4. Anopheles kochi
Spesies ini tersebar di seluruh Indonesia, kecuali Irian. Jentik biasanya ditemukan pada
tempat perindukan terbuka seperti genangan air, bekas tapak kaki kerbau, kubangan
dan sawah siap ditanami (Hiswani, 2004).
5. Anopheles maculatus
Vektor An. Maculatus pertama sekali ditemukan oleh Theobaldt pada tahun 1901.
Vektor An. Maculatus betina lebih sering mengihisap darah binatang daripada darah
manusia. Vektor jenis ini aktif mencari darah pada malam hari antara pukul 21.00
hingga 03.00. Penyebaran spesies ini di Indonesia sangat luas, kecuali Maluku dan Irian.
Spesies ini terdapat di daerah pegunungan sampai ketinggian 1600 m diatas permukaan
air laut. Jentik ditentukan pada air jernih dan banyak kena sinar matahari (Hiswani,
2004).

Nyamuk ini berkembang biak di daerah pegunungan. Dimana tempat perindukan yang
spesifik vektor An. Maculatus adalah di sungai yang kecil dengan air jernih, mata air
yang mendapat sinar matahari langsung. Di kolam dengan air jemih juga ditemukan
jentik nyamuk ini, meskipun densitasnya rendah. Densitas An. Maculatus tinggi pada
musim kemarau, sedangkan pada musim hujan vektor jenis ini agak berkurang karena
tempat perindukan hanyut terbawa banjir (Hiswani, 2004).
6. Anopheles subpictus
Spesies ini terdapat diseluruh wwilayah Indonesia. Nyamuk ini dapat dibedakan menjadi
dua spesies yaitu (Hiswani, 2004):
a) Anopheles subpictus subpictus
Jenik ditemukan di daratan rendah, kadang-kadang ditemukan dalam air payau dengan
kadar air tinggi.
b) Anopheles subpictus malayensis
Spesies ini ditemukan pada dataran rendah sampai dataran tinggi. Jentik ditemukan
pada air tawar, pada kolam yang penuh dengan rumput pada selokan parit.
7. Anopheles balabacensis
Spesies ini terdapat di Purwakarta, Jawa Barat, Balik Papan, Kalimantan Timur, dan
Kalimantan Selatan. Jentik ditemukan pada genangan air bekas tapak binatang, pada
kubangan bekas roda, dan parit yang aliran airnya terhenti.

4. Beberapa Aspek Perilaku (Bionomik) Nyamuk


Bionomik nyamuk mencakup pengertian tentang perilaku, perkembangbiakan, umur,
populasi, penyebaran, fluktuasi musiman, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
berupa lisan fisik (musim. kelembaban. angin. matahari, arus air). lingkungan kimiawi (kadar
gram, PH) dan lingkungan biologik seperti tumbuhan bakau, gangang vegetasi disekitar
tempat perindukan dan musim alami.
Sebelum mempelajari aspek perilaku nyamuk atau makhluk hidup lainnya harus
disadari bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan biologik selalu ada variasinya. Variasi
tingkah laku akan terjadi didalam spesies tunggal baik didaerah yang sama maupun berbeda.
Perilaku binatang akan mengalami perubahan jika ada rangsangan dari luar. Rangsangan dari
luar misalnya perubahan cuaca atau perubahan lingkungan baik yang alami manpun karena
ulah manusia.
5. Perilaku Mencari Darah.
Perilaku mencari darah nyamuk dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu:
a. Perilaku mencari darah dikaitkan dengan waktu.
Nyamuk Anopheles pada umumnya aktif mencari darah pada waktu malarn hari.
apabila dipelajari dengan teliti ternyata tiap spesies mempunyai sifat yang tertentu, ada
spesies yang aktif mulai senja hingga menjelang tengah malam dan sampai pagi hari.
b. Perilaku mencari darah dikaitkan dengan tempat.
Apabila dengan metode yang sama kita adakan. Penangkapan nyarnuk didalam dan
diluar rumah maka dari hasil penangkapan tersebut dapat diketahui ada dua golongan
nyamuk, yaitu: eksofagik yang lebih senang mencari darah diluar rumah dan endofagik yang
lebih senang mencari darah didalam rumah.

c.

Perilaku mencari darah dikaitkan dengan sumber darah.


Berdasarkan macam darah yang disenangi, kita dapat membedakan atas: antropofilik
apabila lebih senang darah manusia, dan zoofilik apabila nyamuk lebih senang menghisap
darah binatang dan golongan yang tidak mempunyai pilihan tertentu.
d. Frekuensi menusuk
Telah diketahui bahwa nyamuk betina biasanya hanya kawin satu kali selama
hidupnya Untuk mempertahankan dan memperbanyak keturunannya, nyamuk betina hanya
memerlukan darah untuk proses pertumbuhan telurnya. Tiap sekian hari sekali nyamuk akan
mencari darah. Interval tersebut tergantung pada species, dan dipengaruhi oleh temperatur
dan kelembaban, dan disebut siklus gonotrofik. Untuk iklim Indonesia memerlukan waktu
antara 48-96 jam.
6. Perilaku Istirahat.
Istirahat bagi nyamuk mempunyai 2 macam artinya: istirahat yang sebenarnya selama
waktu menunggu proses perkembangan telur dan istirahat sementara yaitu pada waktu
nyamuk sedang aktif mencari darah. Meskipun pada umumnya nyamuk memilih tempat yang
teduh, lembab dan aman untuk beristirahat tetapi apabila diteliti lebih lanjut tiap species
ternyata mempunyai perilaku yang berbeda-beda. Ada spesies yang halnya hinggap tempattempat dekat dengan tanah (AnAconitus) tetapi ada pula species yang hinggap di tempattempat yang cukup tinggi (An.Sundaicus). Pada waktu malam ada nyamuk yang masuk
kedalam rumah hanya untuk menghisap darah orang dan kemudian langsung keluar. Ada pula
yang baik sebelum maupun sesudah menghisap darah orang akan hinggap pada dinding untuk
beristirahat.
7.

Perilaku Berkembang Biak.


Nyamuk Anopheles betina mempunyai kemampuan memilih tempat perindukan atau
tempat untuk berkembang biak yang sesuai dengan kesenangan dan kebutuhannya Ada
species yang senang pada tempat-tempat yang kena sinar matahari langsung (an. Sundaicus),
ada pula yang senang pada tempat-tempat teduh (An. Umrosus). Species yang satu
berkembang dengan baik di air payau (campuran tawar dan air laut) misalnya (An.
Aconitus) dan seterusnya Oleh karena perilaku berkembang biak ini sangat bervariasi, maka
diperlukan suatu survai yang intensif untuk inventarisasi tempat perindukan, yang sangat
diperlukan dalam program pemberantasan.

Gambar 2. Tempat Perkembangbiakan Anopheles (Sukadi, 2009)

2. DAUR HIDUP

Ada empat stadium dalam siklus hidup nyamuk, yaitu: Telur, larva, pupa dan
nyamuk dewasa. Waktu yang dibutuhkan mulai dari stadium telur sampai
menjadi nyamuk dewasa bervariasi antar spesies dan amat dipengaruhi suhu
dan kelembaban udara. Pada suhu yang lebih tinggi periodenya memendek,

sebaliknya pada suhu yang lebih rendah periodenya memanjang. Di daerah


tropis, perjalanan dari telur sampai ke nyamuk dewasa umumnya membutuhkan
waktu 10-14 hari (CDC).

Keterangan :
Stadium dewasa sebagai nyamuk yang hidup dialam bebas, sedangkan ketiga stadium
yang hidup dan berkembang didalam air.

Stadium telur
Satu batch telur berjumlah kira-kira 50-200 butir. Telur Anopheles
posisinya terserak. Seekor induk Anopheles selama hidupnya bisa bertelur 1-3
batch, ada juga yang lebih banyak, sampai 5-7 batch, bergantung sampai berapa
lama nyamuk bisa bertahan hidup. Dalam suhu tropis yang sesuai, nyamuk bisa
hidup sampai satu bulan, walaupun pada umumnya hanya mencapai 1-2
minggu. Dalam 2-3 hari pada suhu tropis telur akan menetas menjadi larva.
Terhadap pengeringan, telur nyamuk tidak resisten

Stadium larva
Dalam satu atau dua hari telur akan menetas jadi larva. Karena tidak
punya cukup siphon untuk pernapasan seperti larva Culex dan Aedes, maka
posisi larva Anopheles adalah mengapung sejajar dengan permukaan air (Larva
Culex dan Aedes tegak atau agak diagonal). Dengan mengapung sejajar ia bisa
memperoleh oksigen lebih banyak. Makanan tersedia di sekitarnya: Ganggang,
bakteri dan lain-lain mikroorganisme. Bila terusik ia akan cepat-cepat berenang
ke arah bawah dengan gerakan menggeliat.
Ada empat tahapan larva yang disebut instars. Instars pertama sampai
ke tiga berusia kurang lebih dua hari. Larva akan bertahan tiga atau empat hari
pada tahap instars ke empat. Kehidupan larva ini berlangsung paling lama
diantara tiga tahap aquatic, yaitu kurang-lebih 8-10 hari pada suhu tropis

normal. Pada suhu yang lebih rendah, tahap akuatik ini umumnya berlangsung
lebih lama.

Stadium pupa
Pupa berbentuk seperti koma. Posisi berada di bawah permukaan air, dan
berenang ke bawah bila terganggu. Beda dengan larva yang hari-harinya
dihabiskan untuk makan, maka pupa tidak makan.
Barangkali sudah cukup makan pada stadium larva, dan mungkin juga
harap-harap cemas menunggu datangnya perubahan. Perubahan besar terjadi
pada stadium ini yaitu dari kehidupan di air berubah menjadi nyamuk dewasa
yang bisa terbang.
Stadium pupa berlangsung selama kurang-lebih 2-3 hari. Selanjutnya kulit
pupa pecah dan lahirlah nyamuk dewasa. Sejenak istirahat di permukaan air,
setelah
merasa
sayapnya
kuat
terbanglah
sang
nyamuk
baru
meneruskan amanah nenek moyangnya sebagai vektor pembawa malaria.
Nyamuk dewasa
Secara sederhana kita dapat membedakan nyamuk Anopheles dewasa dengan
nyamuk lainnya dari posisi istirahatnya yang nungging. Nyamuk jantan murni
vegetarian, dia hanya mengisap nectar atau madu dari tumbuh-tumbuhan,
sedangkan nyamuk betina membutuhkan tambahan darah manusia demi
mutu telur-telurnya.
Anopheles betina siap kawin begitu keluar dari pupa. Kawin cukup satu kali
karena sperma dari Anopheles jantan jumlahnya cukup banyak untuk membuahi
beberapa batch telur. Yang penting, selesai kawin nyamuk Anopheles betina
harus memperoleh darah manusia guna memberi nutrisi telur yang diproduksi.
Batch pertama perlu dua kali isap darah sedangkan batch berikutnya cukup satu
kali saja.
3.

Morfologi Nyamuk Anopheles sp


a. Anopheles

Gambar 6. Telur nyamuk Anopheles


Sumber : http://ratnatanjung.blogspot.com/2012/05/anopheles-stadium.html (2016)

Telur nyamuk ini biasa disimpan di permukaan air satu per satu. Menetas dalam
waktu 1-3 hari pasa suhu 30C dan 7 hari jika suhu 16C. Telur berbentuk oval, salah satu
atau kedua ujungnya meruncing, adanya bentuk spiral transparan di sisi kanan kiri yang
menyerupai pelampung. Telur Anopheles tidak tahan dalam keadaan kekurangan air.
a. Anopheles

Gambar 10. Larva nyamuk Anopheles


Sumber : http://ratnatanjung.blogspot.com/2012/05/anopheles-stadium.html (2016)

Larva nyamuk ini memiliki bagian ekor yang tidak mengalami percabangan, di setiap
segmen abdomen (perut) terdapat rambut palma di sisi kanan dan kiri (nampak warna lebih
gelap), mempunyai tegral plate di bagian dorsal abdomen, pada segmen terakhir terdapat
spirakel dan gigi sisir. Larva Anopheles memiliki posisi istirahat sejajar dengan permukaan
air.
a. Anopheles

Gambar 14. Pupa nyamuk Anopheles

Sumber : http://ratnatanjung.blogspot.com/2012/05/anopheles-stadium.html (2016)

Bentuk seperti udang, memiliki air tube seperti

corong nafas (nampak seperti

terompet yang melekat pada permukaan air), pergerakan terbatas (bagian kepala tidak
bergerak). Pertumbuhan hanya berlangsung 2-3 hari di daerah tropis dan mencapai 1-2
minggu di cuaca dingin.
a. Anopheles

Gambar 18. Struktur tubuh nyamuk Anopheles dewasa


Sumber : http://www.enchantedlearning.com/subjects/insects/mosquito/Mosquito.shtml (2016)

Gambar 19. Bagian kepala nyamuk Anopheles jantan


Sumber : http://ratnatanjung.blogspot.com/2012/05/anopheles-stadium.html (2016)

Morfologi nyamuk dewasa Anopheles jantan, yaitu terdapat probosis/alat penghisap


(posisi di tengah kepala/di antara palpus maksilaris), di ujung probosis terdapat labella
(bentuk seperti ujung tombak), di antara probosis ada palpus maksilaris. Bentuk khas pada
Anopheles jantan, yaitu pada ujung palpus maksilaris mengalami perlebaran, antena
berambut lebat yang disebut Plumose.

Gambar 20. Bagian kepala nyamuk Anopheles betina


Sumber : http://ratnatanjung.blogspot.com/2012/05/anopheles-stadium.html (2016)

Sedangkan untuk morfologi nyamuk dewasa betina, yaitu terdapat probosis/alat penghisap
(posisi di tengah kepala/di antara palpus maksilaris), di ujung probosis terdapat labella
(bentuk seperti ujung tombak), di antara probosis ada palpus maksilaris. Bentuk khas pada
Anopheles betina tidak mengalami pelebaran, antena berambut jarang yang disebut Pilose.
4. PENYAKIT
Malaria adalah salah satu dari jenis penyakit menular dan disebabkan oleh parasit
( plasmodium ) yang ditularkan oleh nyamuk malaria ( Anopheles ) dan menginfeksi sel-sel
darah merah. Secara epidemiologi penyakit malaria dapat menyerang semua orang baik itu
laki-laki maupun perempuan, dan juga pada semua golongan umur, dari bayi sampai orang
dewasa. Penyakit malaria ini seringkali ditandai dengan siklus menggigil, demam, sakit, dan
juga berkeringat. Malaria adalah suatu infeksi pada bagian dari sel darah yaitu infeksi pada
sel darah merah. Penyakit malaria ini ditularkan oleh nyamuk yang membawa parasit yang
menyebabkan malaria. Apabila nyamuk pembawa parasit ini menggigit anda, parasit dapat
masuk ke dalam darah anda. Parasit tersebut bertelur, yang kemudian akan berkembang,
melakukan replikasi sehingga menjadi banyak, dan parasit tersebut hidup dari sel darah anda
sampai anda menjadi sakit. Jika tidak dilakukan pengobatan, malaria dapat sangat fatal
sehingga berakibat pada kematian seseorang.

a.
b.
c.
d.

Malaria merupakan penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, malaria disebabkan
oleh protozoa dari genus plasmodium ditandai dengan demam, anemia dan splenomegali.
Sampai sekarang dikenal 4 jenis plasmodium, yaitu :
plasmodium falciparum sebagai penyebab Malaria Tropika.
plasmodium vivaks sebagai penyebab penyakit Malaria Tertiana.
plasmodium malariae sebagai penyebab penyakit Malaria Quartana.
plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit Malaria yang hampir serupa dengan Malaria
Tertiana.
Penyakit malaria seperti yang telah diterangkan di atas bahwa merupakan salah satu jenis
penyakit menular. Cara penularan penyakit malaria ini adalah ditularkan melalui gigitan
nyamuk malaria ( anopheles ). Bila nyamuk anopheles ini mengigit orang yang sakit
malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita. Dalam tubuh nyamuk,
parasit tersebut berkembang biak. Sesudah 7-14 hari apabila nyamuk tersebut mengigit orang
sehat, maka parasit tersebut akan di tularkan ke orang tersebut. Di dalam tubuh manusia
parasit akan berkembang biak, menyerang sel-sel darah merah. Dalam waktu kurang lebih 12
hari, orang tersebut akan terserang penyakit malaria.

5. KASUS

KASUS (PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH


Anopheles sp.)
Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan
oleh
infeksi
parasit plasmodium yang ditularkan melalui
vektor nyamuk. Spesies nyamuk yang membawa parasit
plasmodium dikenal dengan Anopheles sp. Penyakit yang
disebabkan oleh perantaraan vektor nyamuk Anopheles sp.
masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. World
Health Organization memperkirakan bahwa 207 juta kasus
malaria terjadi secara global pada tahun 2012 dan 627 ribu
kematian. Sebanyak 80 % kasus dan 90 % kematian terjadi di
Afrika dan sebagian besar kematian yaitu 77 % terjadi pada
anak di bawah usia 5 tahun (WHO, 2013). Kabupaten
Bulukumba merupakan salah satu Kabupaten yang ada di
Provinsi Sulawesi Selatan dengan kasus malaria tinggi,
setelah luwu utara, dan enrekang. Data lima tahun terakhir
tentang penyakit malaria di Kabupaten Bulukumba yakni
tahun 2008 jumlah penderita malaria (klinis/1000 penduduk)
yakni 3.937 orang, Positif 1.920 orang, AMI 10,4 dan
API 5,06 . Pada tahun 2009 sampai tahun 2011
kejadian malaria di Kabupaten Bulukumba lebih tinggi bila
dibandingkan Kabupaten lain, hal ini terlihat pada tahun 2009,
di temukan 5.540 penderita, Positif 1.626 orang, AMI 14,34
dan API 4,29 , tahun 2010 di temukan penderita 8.605
orang , positif 2.077 orang, AMI 22,0 dan API 5,3 ,
tahun 2011 di temukan penderita 8.633 orang, namun
yang positif mengalami penurunan menjadi 112 orang, AMI
22,0 dan API 0,29 , sedangkan tahun 2012 sampai pada
bulan oktober mengalami penurunan yakni 4.657 penderita,
positif 37 orang, AMI 11,89 dan API 0,09 (Dinkes
Bulukumba, 2007).
Data terbaru untuk tahun 2013 Kabupaten Bulukumba
dilaporkan
penderita berdasarkan penemuan secara klinis
dengan sediaan darah positif sebanyak 50 spesimen yang
positif. Beberapa kecamatan merupakan daerah endemis
malaria dengan kasus malaria seperi pada
puskesmas

kecamatan masing-masing seperti caile (2 % kasus), ponre


( 6% kasus), Ujung loe (10% kasus), Bonto bahari (22 %
kasus), Tanete (10% kasus), Bonto bangun (18 % kasus),
kajang (12 % kasus), Tanah towa (2% kasus), Bonto tiro
(12% kasus), Batang (2% kasus), Herlang (2 % kasus), dan
Balibo (2 % kasus). Perhitungan Annual Parasite Incindence
(API) untuk keseluruhan Kabupaten Bulukumba diperoleh
0,13 < 1/1000 penduduk yaitu wilayah termasuk low case
incidence(LCI) (Dinkes Bulukumba, 2013).
Konfirmasi vektor nyamuk Anopheles untuk Kabupaten
Bulukumba
berdasarkan peneltian
(Asniar,
2013)
menunjukkan bahwa tinggi ditemukan vektor Anopheles sp.
pada wilayah puskesmas Tanete (107 ekor), Ujung loe (89
ekor), gantareng (64 ekor), Bonto Bangun (23 ekor), dan
Balibo (14 ekor). Sedangkan rendah ditemukan vektor pada
daerah bulukumba seperti borong rappoa, caile, dan ponre.
Wilayah dengan tinggi kasus dan vektor yang ditemukan
merupakan daerah yang sebagiannya memiliki daerah
pesisir yang merupakan tempat yang disukai oleh vektor
untuk bermukim. Meskipun terlihat penurunan kasus dari
tahun ke tahun, namun hasil penelitian menunjukkan
kepadatan vektor dibeberapa wilayah Kabupaten Bulukumba
masih tinggi. Sehingga jika tidak diantisipasi sedini mungkin,
risiko untuk terjadi KLB di wilayah tersebut.

6. PENGOBATAN
Pengobatan Pada Malaria
Pemulihan secara sempurna bisa dilakukan jika malaria diobati dan dirawat dengan benar.
Jenis obat-obatan antimalaria dipakai untuk mencegah dan juga mengobati malaria yaitu
minum obat doksisilin 1 x 1 kapsul / hari.
Obat-obatan yang diberikan tergantung pada beberapa hal. Tingkat keparahan gejalagejalanya bisa menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu akan diperiksa mengenai jenis
parasit yang menyebabkan malaria. Khusus terhadap penderita yang sedang hamil,
pengobatan malaria akan dibedakan dengan penderita yang sedang tidak hamil.
Pengendalian Nyamuk Anopheles
1.

Pengendalian yang mungkin dan sudah di lakukan

Nyamuk Anopheles dewasa ini banyak sekali metode pengendalian vector dan binatang
pengganggu yang telah dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia. Dari berbagai metode yang
telah dikenal dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1)
Pengendalian dengan cara menghindari/mengurangi kontak atau gigitan
nyamukAnopheles.
a.
Penggunaan kawat kasa pada ventilasi.
Dimana keadaan rumah ventilasi udara dipasangi atau tidak dipasangi kawat kasa ini
berfungsi untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
b.
Menggunakan kelambu pada waktu tidur.
Kebiasaan menggunakan kelambu pada tempat yang biasa di pergunakan sebagai tempat tidur
dan di gunakan sesuai dengan tata cara penggunaan kelambu untuk tempat tidur dan waktu
penggunaan kelambu saat jam aktif nyamuk mencari darah.
c.
Menggunakan zat penolak (Repellent).
Untuk kebiasaan penggunaan repellent yang digunakan pada saat atau waktu nyamuk
menggigit atau pada waktu akan tidur malam atau pada waktu lain di malam hari.
2)
Pengendalian dengan cara genetik dengan melakukan sterelisasi pada nyamuk dewasa.
3)
Pengendalian dengan cara menghilangkan atau mengurangi tempat perindukan, yang
termasuk kegiatan ini adalah :
a.
Penimbunan tempat-tempat yang dapat menimbulkan genangan air.
b.
Pengeringan berkala dari satu sistem irigasi.
c.
Pengaturan dan perbaikan aliran air.
d.
Pembersihan tanaman air dan semak belukar.
e.
Pengaturan kadar garam misalnya pada pembuatan tambak ikan atau udang.
4)
Pengendalian Cara Biologi.
Pengendalian dengan cara ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya
(predator) atau dengan menggunakan protozoa, jamur dan beberapa jenis bakteri serta jenisjenis nematoda.
5)
Pengendalian Cara Fisika-Mekanik.

Pengendalian dengan Fisika-Mekanik ini menitik beratkan usahanya pada penggunaan dan
memanfaatkan faktor-faktor iklim kelembaban suhu dan cara-cara mekanis.
6)
Pengendalian dengan cara pengolaan lingkungan (Environmental management).
Dalam pengendalian dengan cara pengelolaan lingkungan dikenal dua cara yaitu .
a.
Perubahan lingkungan (Environmental Modivication).
Meliputi kegiatan setiap pengubahan fisik yang permanen terhadap tanah, air dan tanaman
yang bertujuan untuk mencegah, menghilangkan atau mengurangi tempat perindukan nyamuk
tanpa menyebabkan pengaruh yang tidak baik terhadap kuwalitas lingkungan hidup manusia.
Kegiatan ini antara lain dapat berupa penimbunan (filling), pengertian (draining), perataan
permukaan tanah dan pembuatan bangunan, sehingga vektor dan binatang penganggu tidak
mungkin hidup.
b.
Manipulasi Lingkungan (Environment Manipulation)
Sehingga tidak memungkinkan vektor dan binatang pengganggu berkembnang dengan baik.
Kegiatan ini misalnya dengan merubah kadar garam (solinity), pembersihan tanaman air atau
lumut dan penanaman pohon bakau pada pantai tempat perindukan nyamuk sehingga tempat
itu tidak mendapatkan sinar matahari.
2.

Pengendalian Dengan Cara Kimia (Chemical Control)

Pengendalian dengan cara kimia (Chemical Control) ini disebut juga pengendalian dengan
menggunakan pestisida. Pestisida adalah suatu zat kimia yang dapat membunuh vektor dan
binatang pengganggu. Disamping pengendalian secara langsung kepada vektor, pengendalian
secara kimiawi juga bisa dilakukan terhadap tanaman yang menunjang kehidupan vektor dan
binatang penggangu dengan menggunakan herbisida. Penggunaan pestisida untuk
mengendalikan vektor dan binatang pengganggu memang sangat efektif tetapi dapat
menimbulkan masalah yang serius karena dapat merugikan manusia dan lingkungannya.
3.

Pemanfaatan Ekstrak Daun Zodia

Zodia merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari daerah Irian (Papua). Oleh
penduduk setempat tanaman ini biasa digunakan untuk menghalau serangga, khususnya
nyamuk apabila hendak pergi ke hutan, yaitu dengan cara menggosokkan daunnya ke kulit.

Selain itu tanaman yang memiliki tinggi antara 50 cm hingga 200 cm (rata-rata 75 cm) di
percaya mampu mengusir nyamuk dan serangga lainnya dari sekitar tanaman. Oleh sebab itu,
tanaman ini sering di tanam di pekarangan ataupun di pot untuk menghalau nyamuk. Aroma
yang dikeluarkan oleh tanaman zodia cukup wangi.
Biasanya tanaman ini mengeluarkan aroma apabila tanaman tergoyah oleh tiupan angin
hingga di antara daunnya saling menggosok maka keluarlah aroma yang wangi.
Saat ini sebagian masyarakat menyimpan tanaman zodia pada pot didalam ruangan sehingga
selain memberikan aroma yang khas, juga aromanya dapat menghalau nyamuk didalam
ruangan. Namun demikian tidak berarti bahwa nantinya di dalam ruangan terdapat bangkai
nyamuk sebagai akibat dari tanaman ini, nyamuk hanya terusir karena tidak menyukai aroma

dari tanaman ini. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan disekitar tempat angin masuk
ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau.
F.

Repellent

Repellent adalah substansi yang digunakan untuk melindungi manusia dari gangguan nyamuk
dan serangga pengigit lainnya. Secara umum repellent dibagi menjadi 2 kategori, yakni
repellen kimia dan Repellen alami. Repellen kimia misalnya DEET (N, N diethyl-mToluamide). Repellen alami dapat digunakan peptisida nabati. Peptisida nabati menimbulkan
residu relative rendah pada bahan makanan dan lingkungan serta dianggap lebih aman dari
pada pestisida sintesis. Pestisida nabati dapat diperoleh melalui tumbuhan penghasil
insektisida nabati. Insektisida nabati adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida
pengendali hama insekta.
Tumbuhan yang biasa digunakan sebagai insektisida nabati salah satunya dlingo. Bagian
tumbuhan yang digunakan rimpangnya, rimpang dlingo dapat digunakan dalam dua bentuk
yaitu berbentuk tepung dan minyak. Rimpang dlingo mengandung minyak yang dapat
digunakan sebagai bahan insektisida yang berkerja sebagai repellen (penolak serangga)
tanaman lainnya bisa menggunakan pyrethrum, serai, zodia, gerainium, rosmery, soga,
bitung, babandotan.
Repellent digunakan dengan cara menggosokkan pada tubuh atau menyemprotkan pada
pakaian. Oleh karena itu repellen mempunyai syarat.
a.
Sifat fisio kimia seperti stabilitas, kompatibel (dengan bahan lain dalam formulasi)
b.
Efektif dan berefek lama sebagai repellen
c.
Bersifat spektrum luas (efek terhadap macam jenis serangga)
d.
Toksisitas rendah, tidak berbahaya, tidak menyebabkan iritasi
e.
Nyaman digunakan
f.
Tidak merusak pakaiaan, tahan air
g.
Sumber bahan banyak, teknologi industri sederhana, biaya rendah, harga terjangkau
Efektifitas penggunaan repellen dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain komponen
kimia bahan aktif, titik didih dan kecepatan penguapan, jenis serangga target, pemakai
(lingkungan, kelembaban udara, temperature atmosfer, dan sirkulasi udara). Pengendalian
nyamuk dengan Repellen mempunyai keuntungan misalnya digunakan secara perorangan
dengan mudah, mencegah polusi lingkungan, dan toksistas rendah.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Nyamuk ini berbahaya walaupun kecil. Oleh sebab itu berhati hatilah saat berpergian di
daerah yang banyak terdapat nyamuknya. Misalnya bagi anda yang memilki pekerjaan
sebagai petani, baik itu petani karet, petani sawit dan berbagai jenis perkebunan dan ladang
yang anda garap, harap lebih menjaga tubuh dari gigitan nyamuk anopheles ini.

DAFTAR PUSTAKA