You are on page 1of 4

TUGAS PRAKTIKUM METODE PENELITIAN SOSEK

TUGAS TKB 1 MODUL 4

Oleh :
Anggoro Putra Pradita

135040101111067

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

Tugas Kegiatan Belajar 1


1. Apa yang dimaksud dengan indeks dan skala?
2. Menurut Saudara, tipe pengukuran mana yang relevan dengan rencana
penelitian skripsi Anda? Mengapa?
Jawab :
1

Indeks dan Skala


Istilah indeks dan skala seringkali dipertukarkan dalam penggunaannya

pada beberapa literature penelitian sosial (Babie, 2007). Sementara itu, indeks dan
skala memiliki definisi yang berbeda satu sama lain. Indeks adalah suatu tipe
pengukuran yang merangkum dan meranking beberapa observasi yang spesifik
dan menampilkan kembali dalam suatu bentuk dimensi yang lebih umum.
Sedangkan skala adalah suatu tipe pengukuran yang terdiri dari beberapa hal yang
memiliki struktur yang logis diantaranya.
Skala dan indeks adalah pengukuran variabel tipe ordinal. Skala dan
indeks adalah campuran pengukuran dari variabel yang didasarkan pada lebih dari
saatu item data/pertnyataan/pertanyaan. Perbedaan antara indeks dan skala terletak
pada cara menentukan skor. Indeks adalah skor akumulasi dari semua item suatu
variabel; sedangkan skor pada setiap item atau atribut tertentu yang terkait dengan
suatu variable. Indeks lebih condong kepada cara pengukuran sejumlah indikator
dalam suatu variabel, sementara skala lebih mengacu pada perbedaan intensitas
pada masing-masing atau setiap indicator (Babbie, 2007).
Pengukuran penting untuk penelitian karena hanya dengan pengukuran
itulah peneliti dapat menghubungkan konsep-konsepnya yang abstrak dan realitas.
Melalui pengukuran peneliti berusaha mempresentasikan fenomena yang diacu
oleh konsep yang dipakainya.
Proses pengukuran merupakan rangkaian dari empat aktivitas pokok,
yaitu:
1
2

Menentukan dimensi variabel penelitian.


Setelah dimensi suatu variabel dapat ditentukan, barulah dirumuskan

ukuran untuk masing-masing dimensi.


Menentukan tingkat ukuran yang akan digunakan dalam pengukuran.

Menguji tingkat validitas dan realibilitas dari alat pengukur apabila yang
dipakai adalah alat ukur yang baru.
Dalam penelitian ilmu alami, yang diukur biasanya adalah benda yang

tertangakap oleh panca indera. Dengan demikian korespondensi antara konsep


realitas lebih jelas. Dalam penelitian social pengukuran lebih rumit, terutama
karena kebanyakan kosep ilmu sosial adalah mengenai berbagai fenomena sosial
yang abstrak dan tidak dapat diraba dan dirasa dengan panca indera. Dengan
demikian ada kemungkinan yang besar sekali bahwa instrument pengukur yang
dipakai tidak menangkap tepat fenomena sosial yang diukur. Dalam keadaan yang
sesungguhnya proses pengukuran lebih kompleks karena realita suatu fenomena
sosial tidak diketahui.
Pengukuran tidak lain dari penunjukan angka-angka pada suatu variabel.
Tingkat ukuran yang dikenal di dunia penelitian dikembangkan pertama kali oleh
S.S. Stevens pada tahun 1946, yakni:
1. Ukuran nominal
2. Ukuran ordinal
3. Ukuran interval
4. Ukuran rasio
Indeks dan Skala
Indeks dan skala adalah ukuran gabungan buat suatu variabel. Agar
diperoleh ukuran yang lebih lengkap dan tepat, ukuran suatu variabel tidak
semata-mata didasarkan pada satu pertanyaan tetapi pada beberapa pertanyaan.
Perbedaan pokok antara indeks dan skala terletak pada penentuan skor. Skala
disusun atas dasar penunjukan skor pada pola-pola atribut. Artinya dalam
penyusunan skala diperhatikan intensitas struktur dari atribut-atribut yang hendak
diukur. Salah satu contoh indeks yang paling banyak digunakan dalam penelitian
sosial adalah indeks kelas ekonomi yang didasarkan atas pemilikan barang-barang
berharga dan hewan. Salah satu contoh skala, adalah skala Partisipasi Sosial yang
disusun oleh F. Stuart Chapin. Skala ini berusaha untuk mengukur tingkat
partisipasi sosial seseorang dari derajat keterlibatannya dalam organisasi yang
dimasukinya.

Langkah-langkah yang perlu ditempuh oleh peneliti dalam penyusunan


indeks adalah:
1. Menyeleksi pertanyaan
2. Hubungan antara pertanyaan
3. Menentukan skor
Skala adalah ukuran gabungan yang didasarkan pada struktur intesitas
pertanyaan- pertanyaan. Skala Likert adalah suatu cara sistemastis untuk memberi
skor pada indeks. Yang tidak diperhatikan dalam penyusunan indeks adalah
kenyataan bahwa tidak semua indikator suatu variabel mempunyai bobot yang
sama beratnya. Di sinilah letak perbedaan antara indeks dan skala. Skala dapat
mengurutkan responden-responden ke dalam urutan ordinal dengan lebih tepat
karena dalam proses tersebut diperhatikan intensitas bobot dari tiap pertanyaan.
Ada empat metode yang banyak digunakan dalam penelitian sosial, yaitu :
1
2

Metode Bogardus : skala jarak sosial.


Metode Thurstone : skala untuk mengurutkan responden berdasarkan

kriteria tertentu.
Metode Guttman atau Skalogram : skala yang didasarkan pada
kenyataan bahwa relevansi tiap indikator terhadap variabel adalah

berbeda.
Metode Perbedaan Semantik (Semantic Differentials) : skala yang
berusaha mengukur arti obyek atau konsep bagi seorang responden.

Tipe pengukuran mana yang relevan dengan rencana penelitian skripsi Anda?
Mengapa?
Tipe pengukuran yang relevan untuk digunakan dalam penelitian
skripsi saya adalah tipe Skala Likert karena skala Likert juga dipergunakan
untuk menghitung skor indeks dari individu pernyataan. Masing-masing
responden menetapkan pilihan skor pada setiap item (pernyatan). Hasil
dari analisis item, dri responden dapat diperoleh total skor pada skala
tertentu tergantung dari jumlah pernyataan yang dipertimbangkan dalam
suatu penelitian.