You are on page 1of 20

KOMPILASI PRAKTIKUM

FARMAKOLOGI OBATOBAT DIURETIK


ELIXIR 23 - 97

DEFINISI DIURETIK
Diuretik merupakan obat-obat yang meningkatkan laju
aliran urin dengan menambah kecepatan pembentukan
urin. Istilah diuresis memiliki dua pengertian, pertama
menunjukkan adanya penambahan volume urin yang
diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah
pengeluaran (kehilangan) zat-zat terlarut dan air.

DIURETIK EFEK LANGSUNG


DRUG

MEKANISME

URINE LEVELS

BLOOD
CHEMISTRY

Carbonic
Menghambat CAI
anhidrase inhibitor di tubulus
proksimal

Peningkatan Na,
K, Ca, HCO3 dan
PO4

Hipokalemia,
asidodis,
hipercloremia

Loop Diuretic

Menghambat
Na/K/2Cl di loop
of henle

Peningkatan Na,
K, Ca, Mg, dan Cl
Penurunan
HCO3

Hipokalemia,
alkalosis,
hipomagnesemia,
hipokalsemia

Thiazid

Menghambat
Na/Cl di tubulus
distal

Peningkatan Na,
K dan Cl
Penurunan Ca

Hipokalemia,
alkalosis,
hiperkalsemia,
hiperuricosemia

Diuretik Hemat
Kalium

Hambat reseptor
aldosteron
Hambat kanal Na

Peningkatan Na
Penurunan K

Hiperkalemia
asidosis

DIURETIK EFEK TIDAK LANGSUNG


Diuretik Osmotik
Memodifikasi konsentrasi filtrat
Contoh obat: manitol, urea

TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengamati efek obat diuretik terhadap

produksi urin mencit


2. Membandingkan produksi urin mencit yang
diberi obat diuretik dengan kelompok kontrol
3. Membandingkan produksi urine akibat
pemberian diuretik intraperitoneal dengan
pemberian per oral
4. Memahami mekanisme kerja obat diuretik

ALAT BAHAN
1. Kandang Metabolik
2. Gelas Ukur
3. Spuit
4. Sonde
5. Stopwatch
6. Mencit 2 ekor
7. Furosemid 1 mg/cc (x1)
8. PZ solution 1 cc (x3)

PENJELASAN BAHAN
Larutan PZ merupakan larutan fisiologis isotonik yang

berguna untuk kontrol perlakuan dengan menyamakan


kondisi hidrasi mencit.
Dosis furosemid untuk percobaan dengan tikus dengan

berat 200g adalah 10mg/cc dan 1mg/cc.


Mencit dianggap mempunyai berat 20g maka ditemukan

dosis 1mg/cc dan 0,1mg/cc

CARA KERJA
A

PZ 1 cc per oral

PZ 1 cc intraperitoneal

Hitung produksi urin menit


ke- 5, 10, 15, 30, 45, 60

PZ 1 cc per oral

Furosemid 1 cc intra
peritoneal

Hitung produksi urin


menit ke- 5, 10, 15, 30, 45,
60

HASIL PENGAMATAN (SESI 1)


produksi urin dalam ml
Menit ke-

10

15

30

45

60

0,40

0,60

0,90

0,15

0,15

0,15

0,30

0,70

0,15

0,15

0,41

0,40

0,80

1,20

0,20

0,40

0,40

0,30

0,40

0,90

1,25

per oral

0,35

0,35

1
2
3
4
5

KESIMPULAN PRAKTIKUM
Furosemid meningkatkan produksi urin mencit
Mencit yang diinduksi Furosemide mengekskresikan urine

lebih cepat daripada mencit yang tidak diinduksi oleh


diuretik tersebut (hanya PZ) rata2 pada menit ke-30.
Lihat tabel yang kuning! Peningkatan produksi urin pada
induksi furosemid peroral lebih rendah daripada
intraperitoneal.

MENGAPA FUROSEMID?
Furosemide sebagai loop diuretik menghambat pompa
Na/K/2Cl di henle ascending menghambat reabsorbsi air
volume urine meningkat.
Bekerja cepat OA 30 menit, kadar puncak 1 jam
sehingga mudah dan cepat diamati.
Furosemid memiliki kurva dosis respon yang realtif tidak
curam sehingga banyak dijadikan pilihan diantara diuretik
kuat lain.

PRODUKSI URIN MENCIT


Kadar produksi urin normal pada mencit dengan berat
badan 20-30gr:
0,5 - 1,0 mL/hari
3,3 mL/hari
1,0 - 2,0 mL/hari
//masih ditanyakan ke dr. Elly

ORAL VS IV
Intraperitoneal memiliki penyerapan lebih cepat daripada
secara oral karena rongga peritoneum mempunyai
permukaan absorbsi yang sangat luas sehingga obat
dapat masuk ke sirkulasi sistemik secara cepat
PER ORAL

PER INTRAVENA

Onset of Action

Sekitar 1 jam

Peak Effect

1 2 jam setelah pemberian Dalam 30 menit

Duration of Action Sekitar 6 jam

Dalam beberapa menit

Sekitar 2 jam

Absorbsion

65% (tablet) | 60% (Solution) 50%

Excretion

50% diekresikan

80% diekskresikan

FARMAKODINAMIK FUROSEMID
Menghambat

SEL
TUBULUS

LUMEN
TUBULUS

kanal K/Na/2Cl
di loop henle
ascending
Menghambat
reabsorpsi Na+,
K+, dan Cl-
menurunkan
gradien +
Na+ menarik air
ke lumen
tubulus
Volume urin

FARMAKOKINETIK FUROSEMID
Onset: Oral antara 30-60 menit, im 30 menit, iv 5 menit.
Efek puncak: Oral dicapai 1-2 jam setelah pemberian.
Durasi: 6-8 jam, iv 2 jam.
Absorpsi: Oral 60-67%
Ikatan dengan protein: >98%
T1/2:
Fungsi ginjal normal: 0,5-1,1 jam,
End-stage renal disease: 9 jam.
Eliminasi: 50% dari pemberian oral atau 80% iv

diekskresikan melalui urin setelah 24 jam.


Bioavailability: 65 %

FK & FD FUROSEMID PD MENCIT


Pada mencit dan manusia farmakodinamik dan

farmakokinetik furosemide sama.

EFEK SAMPING
Hipotensi, Hiponatremia, Hipokalemia, Hipokloremia,
Hipomagnesemia, Hipokalsemia
b. Ototoksisitas sementara akibat perubahan elektrolit di
cairan endolimfa
c. Hiperurisemia, Hiperglikemia; LDL naik; HDL turun
d. Alergi(gol.Sulfa) kecuali asam etakrinat
a.

LD 50 FUROSEMID
Oral (rat) LD50: 2600 mg/kg
Intraperitoneal (rat) LD50: 800 mg/kg
Intravenous (rat) LD50: 800 mg/kg

MEKANISME KERJA

FARMAKOKINETIK

KESIMPULAN
Menghambat A : furosemide tdk
cotransporter Na+
/K+ /2Cl- pada
membran luminal
thick ascending
limb (TAL) dari
loop of henle
Me reabsorbsi
K gradien
positif
reabs Ca, Mg
Diuretik kuat
Me ekskresi
asam urat
hiperuricosemia

sempurna di usus,
bumetanide
sempurna
D : highly protein bound,
M : sebagian
dimetabolisme di hati
E: unmetabolized drug
scr aktif disekresi ke
TC1 (mempengaruhi
aktivitas diuresisnya).
Pada renal failure,
mengganggu sekresi
obat ini. Diperlukan
dosis lbh besar untuk
mendapat efek
diuresisnya
.

PENGGUNAAN KLINIS

EFEK SAMPING

Mengurangi edema Deplesi volume


krn gangguan cardiac, cairan berlebihan
hipotensi dan
hepatic maupun renal
g3 ginjal
disease
Hiponatremia
Edema paru,
(letargi, pusing,
congestive heart coma dan kejang)
Hipokalemia
failure
dependent)
Pada acute renal (dose
Hipomagnesemia
failure dapat Hiperuricosemia
merubah oliguric
Ototoksik dan
failure menjadi non vertigo (terutama
jika dikombinasi
oliguric failure
dengan
Hiperkalsemia dan Aminoglikosida)
hiperkalemia
reversibel

TERIMAKASIH
Proses belajar itu pahit, ilmu itu manis. Tetapi
kita baru dapat menikmati manisnya ilmu
setelah merasakan pahitnya belajar