You are on page 1of 1

MAMAH BABE TARA (Miniatur Rumah Barbie Nusantara)

Nama : Vitta Purwanti


Jabatan
: Ketua
TTL : Tegal, 20 Mei 1995
Hoby : Jalan-jalan, berenang, mendengarkan musik.
Cita2 : Enterpreneur
Rencana ke depan setelah PIMNAS
Walaupun belum menang, tapi kami berencana ingin melanjutkan produk PKMM, memperkenalkan
produk khususnya pada anak2 yang belum mengerti baju dan rumah adat dari indonesia.
PKMM ditujukan untuk memperdayakan wanita lapas warga binaan kelas 2 semarang, dikembangkan
untuk dikenal oleh masyarakat indonesia, ingin menunjukkan bahwa ini bukan hanya produk biasa,
tapi ini hasil kreativitas tangan2 trampil dari warga binaan lapas tersebut.
Mengubah pandangan masyarakat terhadap warga binaan lapas, baha disisi lain mereka punya
kemampuan yang bernilai lebih untuk dikembangkan di masyarakat.
Kerajinan tangan ingin dikembangkan kepada anak2 yang belum tau, karena kebanyakan dari mereka
belum tau sebenarnya indonesia mempunyai beraneka ragam kebudayaan baju dan rumah adat.
Sebnarnya sudah ada tawaran dari luar untuk kelompok kami, yaitu memproduksi lebih banyak
MAMAH BABE TARA untuk dipasokan ke sekolah PAUD, tapi karena keterbatasan dan kesibukan
kami sehingga kami belum siap untuk menyanggupi tawaran tersebut.
Pesan
Mungkin banyak dari teman-teman yang menganggap membuat PKM itu menguras waktu, tenaga dan
pikiran, namun perlu diketahui disisi lain dari pembuatan dan pengajuan PKM, kita bisa mendapat
ilmu yang lebih dan juga pengalaman yang lebih yang tidak akan kita dapatkan jika hanya berdiam diri
tanpa usaha untuk berkreasi mengembangkan ide, kreativitas. Yang penting kita usaha dulu, untuk
hasilnya akan sebanding dengan seberapa keras dan kesungguhan usaha kita. Pergunakanlah waktu
yang kita miliki untuk sesuatu yang positif, kalau bukan sekarang kapan lagi.
Harapan dari produk ini
Dari produk ini kami berharap bisa membantu untuk memperdayakan para wanita lapas khususnya
warga binaan kelas 2 Semarang. Memberi bekal berupa keterampilan yang bisa dikembangkan setelah
mereka keluar dari lapas tersebut. Dan juga ingin mengusung kembali pengetahuan tentang ragam
kebudayaan indonesia yang berupa baju adat dan juga rumah adat kepada anak-anak, yang di era
sekarang ini banyak dari mereka yang belum tau tentang keistimewaan indonesia yang memiliki
banyak ragam kebudayaan yang harus mereka jaga juga lestarikan.
Asal mula konsep
Modernisasi di indonesia; mengajak masyarakat indonesia untuk lebih mencintai produk negaranya
sendiri, karena berawal dari perasaan cinta itulah nantinya akan timbul kesadaran diri untuk
berkwajiban menjaga, melestarikan dan tidak merusaknya.
Kesulitan dalam penerapannya
Tentunya ada, karena banyak dari para peserta warga binaan yang belum mempunyai keterampilan
menjahit, dan juga membuat pola. Namun karena keinginan keras mereka bahwa setelah dari lapas
mereka tidak ingin hanya dipandang sebelah mata sehingga mereka ingin membuktikan bahwa
walaupun dari lapas mereka tetap bisa menunjukkan karyanya di masyarakat luas. Dan setelah mereka
keluar dari lapas, walaupun belum banyak namun mereka bisa memperoleh bekal keterampilan.
Kesulitan ada, tapi kami para tim sudah bisa menghandel, sehingga produkny bisa terselesaikan.
Perasaannya
Gak nyangka banget kami bisa lolos sampai tahap pimnas, harapan ada untuk lolos sampai pimnas tapi
sebelumnya kami belum sampai terpikirkan akan sampai tahap sejauh ini. Mungkin karena memang
takdir, sehingga kami bisa mendapat kesempatan ini yang pengalamannya tidak terlupakan sangat
exited. Kami berpikir belum tentu kita mendapat pengalaman seberharga ini diluaran sana.