You are on page 1of 13

Kelelahan otot merupakan suatu keadaan dimana otot tidak dapat

mempertahankan gaya atau kontraksi yang diberikan. Untuk berkontraksi otot


memerlukan tenaga (energi). Energi itu berasal dari energi yang tersimpan di
dalam sel-sel otot. Otot dalam keadaan bekerja juga menghasilkan zat-zat sisa
yang disebut asam susu atau asam laktat. Asam laktat ini akan dibawa oleh darah
untuk dibuang di luar tubuh. Akan tetapi, asam laktat tersebut juga dapat
tertimbun dalam otot, sehingga menimbulkan rasa kelelahan atau pegal-pegal.
Keadaan ini sering terjadi saat kita melakukan kerja yang berat. Untuk
menguraikan asam laktat dibutuhkan oksigen yang cukup banyak. Penyebab lain
dari kelelahan otot terletak dalam serabut otot itu sendiri. Kelelahan dikarenakan
kegagalan pasokan darah untuk memasok elemen metabolisme yang esensial.
urangnya oksigen dan akumulasi metabolit asam mungkin terlibat di sini.
Kemungkinan lain adalah keterlibatan respons volunter terhadap kelelahan otot
pusat-pusat yang lebih tinggi yang akan menyebabkan kelelahan, keduanya dapat
mengganggu fungsi yang efisien. Selain itu, terdapat pula komponen psilkologik
dalam kelelahan yang sebagian besar tergantung pada motivasi.
Menurut Claman, H.P., dkk., (1979) dan Komi, P.V., dkk., (1979) banyak
bukti-bukti yang mendukung dan menentang bahwa, kelelahan otot local
disebabkan oleh kegagalan neuromuscular junction. Bentuk kelelahan ini
nampaknya umum terjadi pada kesatuan motor otot putih (Claman, H.P., dkk.,
1979, dan Komi, P.V, dkk, 1979), dan boleh dianggap sebagian terbesar kelelahan
dari serabut serabut otot putih jika dibandingkan dengan serabut-serabut otot
merah. Kegagalan dari neuromuscular junction untuk memancarkan rangsanganrangsangan persyarafan ke serabut-serabut otot adalah factor terbesar yang
intraseluler mengakibatkan kelelahan. Bagaimana penyelidikan terhadap manusia
telah disimppulkan, bahwa kelelahan tidak berasal dari rendahnya fosfagen
didalam otot (FOX, E.L.1989). Suatu kesimpulan yang sama telah diperoleh dari
hasil penelitian terhadap otot katak yang dipotong pada otrot sartoriusnya.
Sebagai contoh, telah diingatkan bahwa selama kegiatan kontraksi, konsentrasi
ATP didaerah miofibril mungkin lebih berkurang daripada dalam otot
keseluruhan. Oleh karena itu, ATP menjadi terbatas didalam mekanisme
kontraktil, walaupun hanya terjadi penurunan yang moderat dari jumlah total ATP
didalam otot. Kemungkinan yang lain adalah bahwa hasil energi didalam
pemecahan ATP lebih sedikit dari jumlah ATP yamg tersedia didalam batas-batas
untuk kontreaksi otot. (Holloszy, J.O.,1984 dan DeVries, H.A., 1986).
Alasan dari penurunan ini mungkin dihubungkan dengan peningkatan konsentrasi
ion H dalam jumlah kecil sampai besar didalam intraseluler, dan merupakan
penyebab utama dari penumpukan asam laktat ( Stegemann, 1981).
Pengosongan Simpanan Glikogen Otot
Seperti halnya dengan asam laktat dan kelelahan , hubungan sebab akibat antara
pengosongan glikogen ototdan kelelahan otot tidak dapat ditentukan dengan tegas
( Astrand, P.O., 1986). Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kelelahan
selama periode latihan yang lama (FOX, E.L.1989) adalah sbb:
>>Rendahnya tingkatan/level glukosa darah, menyebabkan pengosongan
cadangan glikogen hati.
>>Kelelahan otot lokal disebabkan karena pengosongan cadangan glikogen otot.
>>Kekeringan (dehidrasi) dan kurangnya elektrolit, menyebabkan temperatur
tubuh meningkat.
>>Rasa jenuh.
Otot tidak pernah bekerja sendiri. Bahkan gerakan paling sederhana
sekalipun memerlukan kerja banyak otot. Mengambil pensil memerlukan gerakan
3
jari dan ibu jari, pergelangan tangan, dan siku, bahkan mungkin bahu dan batang
tubuh ketika badan membungkuk ke depan. Setiap otot harus berkontraksi dan
setiap otot antagonis harus rileks untuk memungkinkan gerakan yang halus tanpa

sentakan. Kerja harmonis otot-otot ini disebut koordinasi otot. Setiap kerja baru
yang melibatkan koordinasi memerlukan waktu dan latihan sampai kombinasi
baru gerakan otot tersebut dikuasai dan setelah itu, gerakan tersebut bisa
dilakukan tanpa kerja mental dan konsentrasi yang besar. Saraf sensori memberi
rasa otot, meskipun bukan sensasi yang sangat akut, tetapi cukup untuk
menginformasikan adanya kontraksi dan relaksasi pada otot. Sensasi ini tidak
kentara sampai dilakukan usaha sadar untuk merelaksasi atau mengkontraksi otot,
yakni pada saat derajat kontraksi sebelumnya menjadi jelas. Kenormalan otot
berada dalam kondisi kontraksi parsial yang dikenal sebagai tonus otot. Tonus
otot inilah yang mempertahankan posisi dalam waktu lama tanpa menimbulkan
kelelahan. Hal ini dimungkinkan oleh suatu mekanisme. Pada mekanisme ini
berbagai kelompok serabut otot melakukan kontraksi dan relaksasi secara
bergantian, sehingga setiap otot mempunyai kesempatan untuk beristirahat dan
bekerja. Otot yang mempunyai derajat tonisitas paling tinggi pada manusia adalah
otot leher dan punggung.
5. Bagaimana pengaruh pemijatan pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Pengaruh pemijatan pada kelelahan, yaitu :
Mengurangi tingkat kelelahan otot.
Menguraikan asam laktat dan memperlancar aliran darah.
Merelaksasi otot.
Meredakan ketegangan otot.
Mencegah terjadinya cedera.
Mempercepat kesembuhan akibat dari overuse otot.
Memberikan rasa nyaman pada tubuh dan pikiran.
Pengaruh-pengaruh pemijatan pada kelelahan di atas, dapat terjadi karena
proses pengeluaran sisa-sisa pembakaran (asam laktat) ke dalam aliran
darah dipercepat.
6. Bagaimana pengaruh dingin pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Dapat membatasi atau mengurangi keluarnya stikoline, yakni
materi kimiawi yang dikeluarkan oleh gerak saraf . Ini akan
menyebabkan hilangnya nyeri otot-otot hingga dapat menimbulkan
relaksasi.
Menurunnya nyeri yang akut, dan menghilangkan nyeri yang
menua. Pengaruh fisiologis kompres dingin ini lebih lama
dibandingkan dengan pengaruh kompres hangat.
Meringankan nyeri karena terapi ini dapat mengalihkan syaraf
perasa nyeri ke dalam otot.
Bekerja guna mengerutkan pembuluh darah pada saat terapi
dilakukan, dan membatasi jumlah darah yang mengalir dari
pembuluh darah yang merusak. Dengan demikian akan
berpengaruh besar dalam mengurangi pembengkakan, hingga
kemudian akan membantu percepatan penyembuhan.
7. Bagaimana pengaruh panas pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Panas dapat membuat otot rileks dan menghilangkan nyeri. Sehingga
kelelahan dapat berkurang.
8. Apakah posisi tubuh berpengaruh terhadap kecepatan timbulnya lelah?
Mengapa jelaskan dan uraikan apa yang dapat dilakukan agar dokter gigi
dapat mengurangi keletihan kerja.
Posisi tubuh dapat menimbulkan kelelahan, apalagi jika suatu posisi yang
monoton dalam jangka waktu yang lama. Suatu posisi tubuh yang
monoton, akan cepat mengakibatkan kelelahan karena, pada posisi tubuh
yang monoton peredaran aliran darah dapat terganggu sehingga tubuh

mudah lelah. Sedangkan jika posisi tubuh kita tidak monoton, maka sirkulasi darah akan berjalan dengan
normal dan kelelahan itu akan tidak
cepat muncul.
pembahasan
3.1.1 Percobaan Kerja dan Istirahat pada Kelelahan Jari Tangan
Pada percobaan diketahui bahwa antara tangan kiri dengan tangan kanan,
lebih kuat tangan kanan karena dari percobaan diketahui bahwa kekuatan
kontraksi awal pada tangan kanan lebih tinggi daripada tangan kiri. Tangan
kanan juga tidak mudah lelah (dilihat dari jumlah kontraksi, tangan kanan
jumlah kontraksinya lebih banyak daripada tangan kiri. Sedangkan jika pada orang ke-1 yaitu capek dan
pegal pada leher dan pada orang ke-2 yaitu
capek, pegal, dan lemas-lemas.
3.1.8 Pemulihan Kelelahan Otot pada Beberapa Posisi Tubuh
Pada gerakan leher dan kepala, waktu yang dibutuhkan lebih panjang
daripada gerakan pada bahu dan juga punggung. Itu semua karena otot yang
mempunyai derajat tonisitas paling tinggi pada manusia adalah otot leher
dan punggung. Tonus otot inilah yang mempertahankan posisi dalam waktu
lama tanpa menimbulkan kelelahan.
BAB IV
KESIMPULAN
Pada percobaan yang telah dilakukan di dalam kelompok kami
disimpulkan bahwa kinerja otot tangan kanan lebih kuat daripada otot
17
tangan kiri, ini dikarenakan tangan kanan sering digunakan daripada tangan
kiri sehingga menjadikannya dapat lebih lama lagi dalam berkontraksi
daripada otot pada tangan kiri yang tak terlalu terlatih dalam mekakukan
berbagai gerakan. Dan setelah kelelahan otot terjadi, dapat mengakibatkan
daya konsentrasi menjadi berkurang sehingga dapat mempengaruhi
ketelitian yang semakin menurun.
DAFTAR PUSTAKA
1. Clamann, H. P., and Broecker, K.T.: Relationship between force and
fatigability og red and pole skeletal muscle in man. Am. J. Phys. Med.58
(2): 70-85, 1979
2. Fox, L. Edward., richard, W. Bowers, and Merle, L. Foss.: the
Physiological Basis of Physical Eduction and athletics (edisi ke-4).
Dubuque, lowa: Wm. C. Brown Publishers, 1989
3. Thomson,hamish.2007.OKLUSI Edisi 2.Jakarta : Buku Kedokteran EGC
4. Jurnal Analisa Efek Terapi Panas Terhadap Kelelahan Otot oleh Endang
Dian Setioningsih Ir. Joko Purwanto, M.Eng, P.h.D dan DR. Tri Arief
Sardjono, ST, MT
5. Watson,roger.2002.ANATOMI & FISIOLOGI untuk perawat Edisi
10.Jakata : Buku Kedokteran EGC
http://dokumen.tips/documents/laporan-praktikum-kelelahan-otot-ergonomik.html
EORI KELELAHAN
TinjauanPustaka
1.PengertianKelelahan
a.MenurutSumamurP.K.(1996)
Kata kelelahan menunjukkan keadaan yang berbedabeda, tetapi semuanya berakibat kepada
pengurangankapasitaskerjadanketahanantubuh.
b.MenurutA.M.SugengBudiono,dkk.(2000)

Kelelahan(fatigue)merupakansuatuperasaanyangbersifatsubyektif.Istilahkelelahanmengarah
padakondisimelemahnyatenagauntukmelakukansuatukegiatan.
c.MenurutEkoNurmianto(2003)
Kelelahankerjaakanmenurunkankinerjadanmenambahtingkatkesalahankerja.Meningkatnya
kesalahankerjaakanmemberikanpeluangterjadinyakecelakaankerjadalamindustri.Pembebananotot
secara statispun (static muscular loading) jika dipertahankan dalam waktu yang cukup lama akan
mengakibatkan RSI (Repetition Strain Injuries), yaitu nyeri otot, tulang, tendon, dan lainlain yang
diakibatkanolehjenispekerjaanyangbersifatberulang(repetitive).
d.MenurutSritomoWignjosoebroto(2003)
Kelelahanakibatkerjaseringkalidiartikansebagaiprosesmenurunnyaefisiensi,performancekerja,
dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus
dilakukan.
e.MenurutCameron(1973)
Kelelahan kerja merupakan kriteria yang kompleks yang tidak hanya menyangkut kelelahan
fisiologis danpsikologis tetapidominan hubungannyadengan penurunankinerja fisik,adanya perasaan
lelah,penurunanmotivasidanpenurunanproduktivitaskerja.
2.KonsepKelelahanKerja
Kontraksi otot rangka yang lama dan kuat, dimana proses metabolisme tidak mampu lagi
meneruskansupplyenergiyangdibutuhkansertamembuangsisametabolisme,khususnyaasamlaktat.Jika
asamlaktatyangbanyakdaripersediaanATPterkumpul,ototakankehilangankemampuannya.Terbatasnya
alirandarahpadaototketikaberkontraksi,ototmenekanpembuluhdarahdanmembawaoksigensehingga
menyebabkanterjadinyakelelahan(GempurSantoso,2004).
Konsepkelelahandewasaini,sesudahdilakukanpercobaanpercobaanyangluasterhadapmanusia
dan hewan, menyatakan bahwa keadaan dan perasaan kelelahan adalah reaksi fungsional dari pusat
kesadaran yaitu cortex cerebri, yang dipengaruhi oleh 2 sistem antagonistik, yaitu sistem menghambat
(inhibisi) dan sistem penggerak (aktivasi). Sistem penghambat terdapat pada thalamus yang mampu
menurunkankemampuanmanusiabereaksidanmenyebabkankecenderunganuntukmengantuk.Adapun
sistempenggerakterdapatdalamformationretikularis yangdapatmerangsangpusatpusatvegetatifuntuk
konversi ergotropis dari peralatan dalam tubuh kearah bekerja, berkelahi, melarikan diri dan lainlain
(DepkesRI,2003).
Makakeadaanseseorangpadasuatusaatsangattergantungkepadahasilkerjadiantara2sistem
antagonisdimaksud.Apabilasistempenghambatlebihkuatseseorangdalamkeadaankelelahan.Sebaliknya
manakalasistemaktivitaslebihkuatmakaseseorangdalamkeadaansegaruntukbekerja(DepkesRI,2003).
3.JenisKelelahan
a)BerdasarkanWaktuTerjadinya
Berdasarkanwaktuterjadinyakelelahan,makakelelahandibedakanmenjadi2yaitu:
1)KelelahanAkut

Kelelahanakutadalahkelelahanyangterjadidengancepatyangpadaumumnyadisebabkanoleh
kerjasuatuorganatauseluruhtubuhyangberlebihan.
2)KelelahanKronis
Kelelahan kronis adalah kelelahan yang terjadi bila kelelahan berlangsung setiap hari dan
berkepanjangan(GrandjeandanKogi,1971).
Kelelahankronismerupakankelelahanyangterjadisepanjangharidalamjangkawaktuyanglama
dankadangkadangterjadisebelummelakukanpekerjaan,sepertiperasaankebencianyangbersumberdari
terganggunyaemosi.Selainitutimbulnyakeluhanpsikosomatissepertimeningkatnyaketidakstabilanjiwa,
kelesuanumum,meningkatnyasejumlahpenyakitfisiksepertisakitkepala,perasaanpusing,sulittidur,
masalahpencernaan,detakjantungyangtidaknormal,danlainlain(AM.SugengBudiono,2003).
Gejalayangnampakjelasakibatkelelahankronisantaralain:
a) Meningkatnyaemosidanrasajengkelsehinggaorangmenjadikurangtoleranatauasosialterhadaporang
lain.
b)Munculnyasikapapatisterhadaporanglain.
c)Depresiberat,danlainlain.
b)BerdasarkanPenyebabTerjadinya
Berdasarkanpenyebabterjadinyakelelahan,makakelelahandibedakanmenjadi2yaitu:
1)KelelahanFisiologis
Kelelahanfisiologisadalahkelelahanyangdisebabkanolehfaktorfisikditempatkerjaantaralain
olehsuhudankebisingan(Singleton,1972).Darisegifisiologis,tubuhmanusiadianggapsebagaimesin
yangmengkonsumsibahanbakardanmember output berupatenagayangbergunauntukmelaksanakan
aktivitasseharihari.Kerjafisikyangcontinuedipengaruhiolehfaktorlingkunganfisik,misal:penerangan,
kebisingan,panas,dansuhu.
2)KelelahanPsikologis
Kelelahanpsikologisadalahkelelahanyangdisebabkanolehfaktorpsikologis(Singleton,1972).
Kelelahan psikologis terjadi oleh adanya pengaruh diluar diri berupa tingkah laku atau perbuatan alam
memenuhikebutuhanhidupnya,seperti:suasanakerja,interaksidengansesamapekerjamaupundengan
atasan.
c)BerdasarkanProsesTerjadinya
Berdasarkanprosesterjadinyakelelahan,makakelelahandibedakanmenjadi2yaitu:
1)KelelahanOtot
Kelelahan otot adalah suatu penurunan kapasitas otot dalam bekerja akibat kontraksi yang
berulang.Kontraksi otot yang berlangsung lama mengakibatkan keadaan yang disebut dengan kelelahan
otot.Otot yang lelah menunjukkan kurangnya kekuatan, bertambahnya waktu kontraksi dan relaksasi,
berkurangnyakoordinasisertaototmenjadibergetar.
MenurutA.M.SugengBudiono,dkk.(2000)gejalakelelahanototdapatterlihatdantampakdari
luar(externalsigns).Dalambeberapapekerjaan,kelelahanototditandaidengan:
a)Menurunnyaketinggianbebanyangmampudiangkat.
b)Merendahnyakontraksidanrelaksasi.
c)Intervalantarastimulusdanawalkontraksimenjadilebihlama.

MenurutAnies(2002)dalamupayamenghadapikelelahanototdapatdilakukanbeberapacarayaitu
:
a)Seleksiyangbaikyaitudipilihtenagakerjayangberkondisiprima.
b)Pengaturanjadwaldanistirahat.
c)Ruangistirahatdimaksudkanagartenagakerjatidakberistirahatdisembarangtempat.
2)KelelahanUmum
Kelelahan umum adalah suatu perasaan yang menyebabkan yang disertai adanya penurunan
kesiagaandankelambananpadasetiapaktivitas.Perasaanadanyakelelahansecaraumumdapatditandai
denganberbagaikondisiantaralain:
a)Lelahpadaorganpenglihatan.
b)Mengantuk
c)Stressmenyebabkanpikirantegang.
d)Rasamalasbekerja.
e)Menurunnyamotivasikerjayangdiakibatkanolehkelelahanfisikdanpsikis.
MenurutA.M.SugengBudiono,dkk.(2000)jeniskelelahanumumadalah:
a)Kelelahanpenglihatan,munculdariterlaluletihnyamata.
b)Kelelahanseluruhtubuh,karenabebanfisikbagiseluruhorgantubuh.
c)Kelelahanmental,karenapekerjaanyangbersifatmentaldanintelektual.
d)Kelelahansyaraf,karenaterlalutertekannyasistempsikomotorik.
e)Kelelahankronis,karenaterjadikelelahandalamwaktupanjang.
f)Kelelahansiklushidup,bagiandariiramahidupsiangdanmalam.
Di samping kelelahan otot dan kelelahan umum, Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan
kelelahankedalam7bagianyaitu:
1)Kelelahanvisual,yaitumeningkatnyakelelahanmata.
2)Kelelahantubuhsecaraumum,yaitukelelahanakibatbebanfisikyangberlebihan.
3)Kelelahanmental,yaitukelelahanyangdisebabkanolehpekerjaanmentalatauintelektual.
4) Kelelahansyaraf,yaitukelelahanyangdisebabkanolehtekananberlebihanpadasalahsatubagiansistem
psikomotor,sepertipadapekerjaanyangmembutuhkanketerampilan.
5)Pekerjaanyangbersifatmonoton.
6)Kelelahankronis,yaitukelelahanakibatakumulasiefekjangkapanjang.
7)Kelelahansirkadian,yaitubagiandariritmesiangmalam,danmemulaiperiodetiduryangbaru.
4.PenyebabTerjadinyaKelelahanAkibatKerja
a.MenurutSiswanto(1991)
MenurutSiswanto(1991)faktorpenyebabkelelahankerjaberkaitandengan:
1) Pengorganisasiankerjayangtidakmenjaministirahatdanrekreasi,variasikerjadanintensitaspembebanan
fisikyangtidakserasidenganpekerjaan.

2) FaktorPsikologis,misalnyarasatanggungjawabdankhawatiryangberlebihan,sertakonflikyangkronis
ataumenahun.
3) Lingkungan kerja yang tidak menjamin kenyamanan kerja serta tidak menimbulkan pengaruh negatif
terhadapkesehatanpekerja.
4)Statuskesehatandanstatusgizi.
5)Monotonyaitupekerjaanataulingkungankerjayangmembosankan.
b.MenurutGrandjean(1995)
MenurutGrandjean(1995)penyebabterjadinyakelelahankerjaantaralainsebagaiberikut:
1)Intensitasdanlamakerjamentaldanfisik.
2)Lingkunganyaituiklim,penerangan,kebisingan,getaran,danlainlain.
3)Circadianrhytmataujambiologisyaitujamtidurdigunakanuntukkerja.
4)Problemfisikyaituberupatanggungjawab,kekhawatirankonflik.
5)Kenyeriandankondisikesehatan,tidakfitsehinggacepatlelah.
6)Nutrisi,yaituapabilanutrisipekerjakurangmakaakancepatmengalamikelelahan.
Kelelahanfisikdisebabkanolehhalhalsebagaiberikut:
1)Kebiasanmakanatautidurtidakteratur.
2) Ketidakseimbanganpadatingkattingkatelektrolitdarahmisalnyasodium,potasium,danmineralmineral
lainnya.
3)Bertempattinggalataubekerjapadadaerahyangpanasdanlembab.
4)Anemia
5)Pengaruhpilekdanfluyangberlarutlarut.
6)Penyakitpenyakitpenyebabinfeksiyangluputdariperhatian,sepertimonokleosisatauvirusEpsteinBarr.
7) Beberapa gangguan endokrin, seperti kelenjar tiroid yang gagal berfungsi sebagaimana mestinya atau
gangguanneurologis.
Kelelahanemosionaldisebabkanolehhalhalsebagaiberikut:
1)Burnoutyaitumerusakdirisendiridenganbekerjaterlalukeras.
2) Perubahan yang dihadapkan pada krisis kehidupan yang besaratau keputusan hidup yangsulit seperti
perceraianatauancamanpensiun.
3)Kejenuhankarenahidupterasamonotonatauhilangnyakegairahandalamrutinitasseharihari.
4)Depresi
5.GejalaKelelahanKerja
a.MenurutGilmer(1966)danCameron(1973)
Gilmer(1966)danCameron(1973)menyebutkanbahwagejalagejalakelelahanadalahsebagai
berikut:
1)GejalayangMungkinBerakibatpadaPekerjaan
Gejalakelelahankerjayangmungkinberakibatpadapekerjaan,seperti:
a)Penurunankesiagaandanperhatian.
b)Penurunandanhambatanpersepsi.
c)Caraberpikiratauperbuatanantisosial.

d)Tidakcocokdenganlingkungan.
e)Depresi
f)Kurangtenaga
g)Kehilanganinisiatif
2)GejalaUmumyangSeringMenyertaiGejaladiatas
Gejalakelelahankerjabisadisertaidengangejalagejelaumum,seperti:
a)Sakitkepala
b)Vertigo
c)Gangguanfungsiparudanjantung.
d)Kehilangannafsumakan.
e)Gangguanpencernaan
b.MenurutA.M.SugengBudiono,dkk.,(2000)
A.M. Sugeng Budiono, dkk.,(2000) mempunyai gambaran mengenai gejala kelelahan (fatigue
symptoms)secarasubyektifdanobyektifantaralain:
1)Perasaanlesu,ngantuk,danpusing.
2)Kurangmampuberkonsentrasi.
3)Berkurangnyatingkatkewaspadaan.
4)Persepsiyangburukdanlambat.
5)Berkurangnyagairahuntukbekerja.
6)Menurunnyakinerjajasmanidanrohani.
Beberapagejalatersebutdapatmenyebabkanpenurunanefisiensidanefektivitaskerjafisikdan
mental.Sejumlah gejala tersebut manifestasinya timbul berupa keluhan oleh tenaga kerja dan seringnya
tenagakerjatidakmasukkerja.
c.MenurutSumamurP.K.(1996)
Sumamur P.K. (1996) membuat suatu daftar gejala yang ada hubungannya dengan kelelahan
yaitu:
1)GejalayangMenunjukkanPelemahanKegiatan
Gejalakelelahankerjayangmenunjukkanpelemahankegiatan,seperti:
a)Perasaanberatdikepala.
b)Menjadilelahseluruhbadan.
c)Kakimerasaberat.
d)Menguap
e)Merasakacaupikiran.
f)Menjadimengantuk
g)Merasakanbebanpadamata.
h)Kakudancanggungdalamgerakan.
i)Tidakseimbangdalamberdiri.
j)Mauberbaring
2)GejalayangMenunjukkanPelemahanMotivasi
Gejalakelelahankerjayangmenunjukkanpelemahanmotivasi,seperti:

a)Merasasusahberpikir.
b)Lelahbicara
c)Menjadigugup
d)Tidakdapatberkonsentrasi.
e)Tidakdapatmempunyaiperhatianterhadapsesuatu.
f)Cenderunguntuklupa.
g)Kurangkepercayaan
h)Cemasterhadapsesuatu.
i)Tidakdapatmengontrolsikap.
j)Tidakdapattekundalampekerjaan.
3)GambaranKelelahanFisikAkibatKeadaanUmum
Gejalakelelahanfisikakibatkeadaanumumdapatberupa:
a)Sakitkepala
b)Kekakuandibahu
c)Merasanyeridipunggung.
d)Merasapernafasantertekan.
e)Haus
f)Suaraserak
g)Merasapening
h)Spasmedarikelopakmata.
i)Tremorpadaanggotabadan.
j)Merasakurangsehat.
6.AkibatKelelahanKerja
a.MenurutHeruSetiarto(2002)
Kelelahan kerja merupakan komponen fisik dan psikis.Kerja fisik yang melibatkan kecepatan
tangandanfungsimatasertamemerlukankonsentrasiterusmenerusdapatmenyebabkankelelahanfisiologis
dan disertai penurunan keinginan untuk bekerja yang disebabkan faktor psikis sehingga menyebabkan
timbulnyaperasaanlelah.
b.MenurutSumamurPK(1999)
Kelelahankerjadapatmengakibatkanpenurunankewaspadaan,konsentrasidanketelitiansehingga
menyebabkanterjadinyakecelakaan.
c.MenurutAM.SugengBudiono(2003)
Kelelahankerjadapatmengakibatkanpenurunanproduktivitas.Jadikelelahankerjadapatberakibat
menurunnyaperhatian,perlambatandanhambatanpersepsi,lambatdansukarberfikir,penurunankemauan

atau dorongan untuk bekerja, menurunnya efisiensi dan kegiatankegiatan fisik dan mental yang pada
akhirnyamenyebabkankecelakankerjadanterjadipenurunanpoduktivitaskerja.
7.PenanggulanganKelelahan
a. Lingkungan kerja bebas dari zat berbahaya, penerangan memadai, sesuai dengan jenis pekerjaan yang
dihadapi,maupunpengaturanudarayangadekuat,bebasdarikebisingan,getaran,sertaketidaknyamanan.
b.Waktukerjadiselingiistirahatpendekdanistirahatuntukmakan.
c.Kesehatanumumdijagadandimonitor.
d.Pemberiangizikerjayangmemadaisesuaidenganjenispekerjaandanbebankerja.
e.Bebankerjaberattidakberlangsungterlalulama.
f. Tempattinggaldiusahakansedekatmungkindengantempatkerja,kalauperlubagitenagakerjadengan
tempattinggaljauhdiusahakantransportasidariperusahaan.
g.Pembinaanmentalsecarateraturdanberkaladalamrangkastabilitaskerjadankehidupannya.
h.Disediakaanfasilitasrekreasi,wakturekreasidanistirahatdilaksankansecarabaik.
i.Cutidanliburandiselenggarakansebaikbaiknya.
j. Diberikan perhatian khusus pada kelompok tertentu seperti tenaga kerja beda usia, wanita hamil dan
menyusui,tenagakerjadengankerjagilirdimalamhari,tenagabarupindahan.
k.Mengusahakantenagakerjabebasalkohol,narkobadanobatberbahaya.
8.Penilaiankelelahankerja
Deteksiataupenilaiankelelahankerjadapatdilakukandenganberbagaicaraantaralain:
a.Kualitasdankuantitashasilkerja
Kuantitashasilkerjadapatdilihatpadaprestasikerjayangdinyatakandalambanyaknyaproduksipersatuan
waktu.Sedangkankualitaskerjadiperolehdenganmenilaikualitaspekerjaanseperti,jumlahyangditolak,
kesalahan,kerusakanmaterial,danlainlain.
b.Pencatatperasaansubyektifkelelahankerja,yaitudengancarakuesioneralatukurperasaankelelahankerja
(KAUPKK).
c.PengukurangelombanglistrikpadaotakdenganElectroenchepalography(EEG).
d. Ujimental,padametodeinikonsentrasimerupakansalahsatupendekatanyangdigunakanuntukmenguji
ketelitiandankecepatandalammenyelesaikanpekerjaan.Bourdonwiersmantestmerupakansalahsatualat
yangdapatdigunakanuntukmengujikecepatan,ketelitian,dankonsentrasi.
e. Ujipsikomotor(Psycomotortest)dapatdilakukandengancaramelibatkanfunsipersepsi,interprestasidan
reaksimotordenganmenggunakanalatdigitalreactiontimerdanflickerfussion.
Waktureaksiyangdiukurdapatmerupakanreaksisederhanaatasrangsangtunggalataureaksi
reaksi yang memerlukan koordinasi. Waktu reaksi adalah jangka waktu dari pemberian suatu rangsang
sampaikepadasaatkesadaranataudilaksanakankegiatantertentu.Rangsangyangdigunakanpadaalatini
berupacahayadansuara.Satuanwaktureaksiadalahmilidetik.
Padasaatpemakaianalat,perludiperhatikanagarhasillebihakurat:
1)Pemberianrangsangtidakkontinyu.
2)Jarakmaksimalsumberrangsangdengansubyekyangdiperiksamaksimum0,5m.
3)Konsentrasisubyekhanyapadasumberrangsangdantidakbolehmelihatoperator.
4)Waktureaksiyangdigunakandapatkeduanyaatauhanyasalahsatuyaitusuaraataucahayasaja.

Kriteria:
1)Normal:waktureaksi150,0240,0milidetik
2)KelelahanKerjaRingan:waktureaksi240,0<x<410,0milidetik
3)KelelahankerjaSedang:waktureaksi410,0x<580,0milidetik
4)KelelahanKerjaBerat:waktureaksi580,0milidetik
Keterangan:xadalahhasilpengukurandenganReactionTimer.
Diposkan oleh reni rahayu di 6:18:00 PM
Kiri
http://renirs.blogspot.co.id/2013/05/teori-kelelahan.html

anfisman
ANFISTUMAN
Waktu reaksi adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan respon terhadap stimulus, yaitu
jarak antara mulai diberikannya stimulus sampai terjadinya permulaan respon. Menurut Bompa,
waktu reaksi adalah jarak waktu antara pemberian stimulus kepada seseorang sampai terjadinya
reaksi otot pertama kali atau terjadinya gerakan yang pertama kali.
Waktu reaksi mempunyai 5 komponen menurut Zatzyorski yaitu :
1. Munculnya stimulus pada tingat reseptor yaitu suatu struktur khusus yang sangat peka terhadap
jenis-jenis rangsang tertentu.
2. Perambatan (propagation) stimulus ke susunan saraf pusat.
3. Pengiriman stimulus melalui jalur saraf dan produksi sinyal efektor yang bergerak memberi
reaksi terhadap impuls yang tiba melewati neuron efferent yakni yang membawa impuls dari
susunan saraf pusat.
4. Pengiriman sinyal oleh susunan saraf pusat ke otot.
5. Perangsangan/stimulus otot untuk melakukan kerja mekanis.15
Waktu reaksi harus dibedakan dengan waktu refleks. Waktu reaksi dapat dilatih hingga terjadi
otomasi, sedangkan waktu refleks tidak. Waktu reaksi adalah respon terhadap tanda yang disadari
sedangkan waktu refleks adalah reaksi terhadap respon yang tidak disadari terhadap stimulus.
Beberapa Faktor-faktor Lain Yang Mempengaruhi Waktu Reaksi :
1. Banyaknya reseptor yang distimuli
Semakin banyak jumlah reseptor yang distimuli, semakin pendek waktu reaksinya. Telah
ditemukan bahwa kombinasi atau gabungan cahaya, suara, dan kejutan yang simultan
menyebabkan meningkatnya waktu reaksi. Tetapi waktu reaksi akan diperlambat oleh stimulus
yang terlalu kompleks dan tidak berkesinambungan sehingga akan mengacaukan sinyal.
2. Kesiapan bertindak
Pierson menyimpulkan bahwa imajinasi atau antisipasi untuk mempersiapkan otot sebelum
bergerak akan meningkatkan kecepatan reaksi. Menurut Smith, waktu reaksi akan lebih cepat 7%
pada otot yang dalam keadaan siap.
3.Pengaruh sinyal persiapan
Teichner mengemukakan bahwa waktu reaksi akan meningkat bila persiapan diberikan sebelum
stimulus. Waktu reaksi seorang atlet dapat memendek dengan otot yang telah lebih dulu
melakukan pemanasan.
4.Efek kelelahan terhadap waktu reaksi
Kelelahan fisiologis akan memperpanjang waktu reaksi. Beberapa eksperimen menunjukan bahwa
kurang tidur memiliki sedikit pengaruh terhadap waktu reaksi.
5.Indera penerima rangsang yang terlibat
Kepekaan indera penerima rangsang akan memperngaruhi waktu reaksi. Bila indera penerima
rangsang peka terhadap stimulus, waktu reaksi akan semakin pendek.
Kelelahan dalam penelitian ini diartikan sebagai kecepatan reaksi tenaga kerja terhadap
rangsang cahaya yang diberikan diukur dengan reaction timer. Sampai saat ini masih berlaku dua

teori tentang kelelahan yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat yang terjadi kelelahan. Pada
teori kimia secara umum menjelaskan bahwa terjadi kelelahan adalah akibat berkurangnya
cadangan energi dan meningkatnya metabolisme sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot,
sedang perubahan arus listrik pada otot dan syaraf adalah penyebab sekunder. Sedangkan
pada teori syaraf pusat menjelaskan bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang
proses. Perubahan kimia yang terjadi mengakibatkan dihantarnya rangsangan syaraf melalui
syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan. menghambat pusat-pusat otak
dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi
berkurang. Berkurangnya frekuensi tersebut akan menurunkan kekuatan dan kecepatan kontraksi
otot dan gerakan atas perintah kemauan menjadi lambat. Dengan demikian semakin lambat
gerakan seseorang akan menunjukkan semakin lemah kondisi otot seseorang.
Berdasarkan pendapat para ahli sebagaimana yang dikutip oleh Silaban (1996) bahwa kelelahan
dibedakan berdasarkan 3 (tiga) bagian yaitu :
1. Berdasarkan proses dalam otot yang terdiri dari :
a. kelelahan otot, Universitas Sumatera Utaraa Kelelahan otot, menurut Wignjoesoebroto (2000)
ialah disebabkan munculnya gejala kesakitan yang amat sangat ketika otot harus melakukan
beban.
b Kelelahan umum, menurut Grandjean (1985) ialah suatu perasaan yang menyebar yang disertai
dengan adanya penurunan kesiagaan dan kelambatan pada setiap aktivitas.
Setiap kontraksi dari otot selalu diikuti reaksi kimia (oksidasi glukosa) yang merubah glikogen
tersebut menjadi tenaga, panas dan asam laktat (produk sisa). Dalam tubuh dikenal fase
pemulihan yaitu suatu proses untuk merubah asam laktat menjadi glikogen kembali dengan
adanya oksigen dari pernafasan sehingga memungkinkan otot-otot bisa bergerak secara kontinu
ini berarti keseimbangan kerja bisa dicapai dengan baik apabila kerja fisiknya tidak terlalu berat.
Pada dasarnya kelelahan ini timbul karena terakumulasinya produk sisa dalam otot atau
peredaran darah yang disebabkan tidak seimbangnya antara kerja dan proses pemulihan.
Kontraksi Otot Rangka
a. Macam kontraksi Otot dengan ketahanan yang baik dapat secara maksimum melakukan
kontraksi-kontraksi berikut ini:
1. Kontraksi isotonis
Disebut juga kontraksi konsentris atau dinamis. Dalam kontraksi ini terjadi perubahan panjang
otot. Kontraksi ini dapat berupa konsentrik (otot memendek) seperti ketika mengangkat barbel,
maupun eksentrik (otot memanjang) seperti saat menurunkan barbel.
2. Kont raksi isometris
Disebut juga kontraksi statis. Dalam kontraksi ini tidak terlihat adanya gerakan, seperti ketika
mempertahankan sikap tubuh atau mendorong benda.
3. Kontraksi isokinetis
Kontraksi ini ditampilkan pada kecepatan tetap terhadap beban luar yang beragam sebanding
dengan tenaga yang digunakan. Hanya dengan alat khusus kontraksi ini dapat terjadi, seperti
ekstensi lutut maksimal pada dinamometer isokinetik Cybex.
Mekanisme kontraksi
Secara umum, timbul dan berakhirnya kontraksi otot terjadi melalui tahap-tahap berikut:
1. Adanya rangsang menyebabkan terjadinya suatu potensial aksi di sepanjang sebuah saraf
motorik dan berakhir pada 1 serabut otot.
2. Vesicle synaps menyekresi neurotransmiter, yaitu asetilkolin, ke neuromuscular junction dalam
jumlahsedikit.
3. Asetilkolin bekerja pada membran serat otot untuk membuka Na+-K+ channel.
4. Terbukanya Na+-K+ channel memungkinkan sejumlah besar ion natrium mengalir ke bagian
dalam membrane serat otot. Peristiwa ini akan menimbulkan suatu potensial aksi dalam serabut
otot.
5. Potensial aksi berjalan sepanjang bagian dalam membrane otot dengan cara yang sama seperti
potensial aksi disepanjang saraf motorik
.6. Potensial aksi bagian dalam membran otot menimbulkan depolarisasi dalam membran otot.
Pada proses ini terjadi pelepasan sejumlah besar ion kalsium dari reticulum sarkoplasma ke
miofibril.
7. Ion kalsium menyebabkan filamen aktin dan myosin tarik-menarik sehingga terjadi gerakan

yang sinergis antara keduanya. Keadaan inilah yang disebut dengan kontraksi.
8. Pada waktu bersamaan terbukanya Na+-K+channel, sarkolema menyekresi asetilkolin esterase
yang akan menyebabkan menutupnya Na+-K+ channel.
9. Setelah kurang dari satu detik, ion kalsium dipompa kembali ke dalam retikulum sarkoplasma
sehingga kontraksi otot terhenti. Satu aksi (rangsang) hanya akan menghasilkan 1 reaksi
(kontraksi). Dengan demikian tidak terjadi kontraksi terus-menerus tanpa disertai fase relaksasi
(tetanus)
Metabolisme Otot Rangka
Kemampuan kontraksi otot bergantung pada energi yang disediakan oleh ATP. Jumlah ATP yang
tersedia dalam otot, bahkan otot yang terlatih dengan baik, hanya cukup mempertahankan daya
otot yang maksimal selama kira-kira 3detik.
Untuk itu dibutuhkan sistem metabolisme agar ATP tetap terbentuk. Terdapat 3 sistem metabolik
dasar yang berkaitan dengan durasi aktivitas otot, yaitu:
a. Sistem fosfagen
Energi yang dihasilkan sistem fosfagen merupakan gabungan dari 2 proses. Oleh sebab itu, energi
yang dihasilkan sistem ini sangat besar. Proses pertama adalah pemecahan fosfokreatin menjadi
ion fosfat dan kreatin. Saat proses pemecahan, dilepaskan energi dalam jumlah besar yang berasal
dari ikatan fosfat berenergi tinggi. Energi hasil pemecahan fosfokreatin lebih banyak
dibandingkan ATP.
Pada proses kedua, fosfokreatin membentuk ikatan fosfat berenergi tinggi yang mengubah AMP
dan ADP menjadi ATP. Setelah itu terjadi pelepasan energi yang disimpan dalam ATP.
Sistem glikogen-asam laktat
Sistem glikogen-asam laktat terdiri dari dua tahap yaitu glikolisis dan oksidatif. Prinsipnya,
glikogen otot dipecah menjadi glukosa yang kemudian akan digunakan sebagai sumber energi.
Tahap glikolisis merupakan metabolisme anaerobik. Selama tahap ini setiap molekul glukosa
dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat disertai pelepasan energi untuk membentuk 4 molekul
ATP dari tiap molekul glukosa. Tahap oksidatif dimulai dengan masuknya asam piruvat ke dalam
mitokondria sel otot. Asam piruvat bereaksi dengan oksigen untuk membentuk lebih banyak
molekul ATP. Jika jumlah oksigen tidak mencukupi untuk melangsungkan tahap oksidatif,
sebagian besar asam piruvat akan diubah menjadi asam laktat. Asam laktat kemudian berdifusi
dari sel otot ke cairan intersisial untuk mengubah AMP menjadi ADP untuk selanjutnya diubah
menjadi ATP.
Sistem aerobik
Pada sistem aerobik terjadi proses oksidasi glukosa, asam lemak, dan asam amino dalam makanan
di mitokondria untuk menghasilkan energi. Bahan makanan tersebut akan berikatan dengan
oksigen untuk mengubah AMP dan ADP menjadi ATP. Berikut merupakan perbandingan suplai
energi dan ketahanan tiap sistem metabolik