You are on page 1of 17

1

BAB I
PENDAHULUAN
Hemangioma merupakan suatu tumor jaringan lunak pembuluh darah akibat
dari proliferasi (pertumbuhan berlebih) yang tidak normal. Hemangioma dapat
terjadi pada semua jaringan pembuluh darah. Pengetahuan tentang morfologi,
patogenesis dan perjalanan penyakit hemangioma merupakan petunjuk penting
untuk mengetahui kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. Terapi terhadap
penyakit ini pun sangat ditentukan oleh diagnosis, klasifikasi, ukuran, lokasi lesi,
serta ada atau tidaknya komplikasi.
Hemangioma terjadi pada 10-20 % dari populasi kaukasia. Mereka lebih
jarang terlihat diantara bayi asia dan amerika afrika dan lebih umum diantara bayi
prematur dengan berat lahir <1000 gram (22% dari keseluruhan). Rasio antara
laki-laki dan perempuan adalah 1:6. Sekitar 60% lesi ini terletak dikepala dan
leher dan 25% terdapat dibatang tubuh.
Penyebab hemangioma belum diketahui dengan pasti. Walaupun telah
banyak teori dikembangkan sebagian masih saling bertentangan. Hemangioma
dapat mengakibatkan distorsi struktur wajah (mulut, hidung, dan palpebra) dan
juga dapat timbul di organ visera, terutama hati. Hemangioma berdasarkan saat
munculnya digolongkan menjadi hemangioma kongenital dan hemangioma
infantil. Hemangioma infantil yang paling sering ditemukan dimasyarakat
mencapai 70% dari semua lesi dan baru muncul pada minggu kelahiran.
Hemangioma infantil dibagi menjadi 3 tipe, tetapi tipe superfisial merupakan tipe
yang biasa dikenal dimasyarakat sebagai hemangioma stoberi yang tampak merah
segar. Lesi ini disebut stoberi karena penampilannya seperti kulit buah stoberi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Definisi
Hemangioma adalah tumor jinak atau hamartoma yang terjadi akibat

gangguan pada perkembangan dan pembentukan pembuluh darah dan dapat


terjadi di segala organ seperti hati, limpa, otak, tulang, dan kulit. 1 Tumor jinak
kulit yang terjadi akibat gangguan perkembangan system pembuluh darah di
dermis dan subkutis.2 Tumor jinak tersebut terbentuk akibat kelainan proliferasi
dari jaringan angioblastik pada masa fetal.3
Hemangioma adalah tumor yang paling sering terjadi pada bayi. Biasanya
tidak langsung muncul pada saat lahir. Mulai tampak pada minggu ke 4-6
kehidupan. Berproliferasi cepat pada tahun pertama kehidupan dan diikuti periode
involusi yang lambat.4
Hemangioma adalah tumor yang umum terjadi pada bayi yang menunjukkan
pertumbuhan postnatal yang cepat dan regresi lambat selama masa kanak. Ia
termasuk salah satu dari berbagai malformasi vaskular.5
Hemangioma yang biasa terjadi pada masa bayi adalah lesi yang unik yang
memiliki pertumbuhan yang pesat dan involusi setelahnya tidak mempunyai
penjelasan mekanis sampai saat ini.6 Hemangioma yang merupakan lesi jinak,
bercirikan proliferasi endotel pembuluh darah dan di klasifikasikan berdasarkan
saat muncul dan penampilan fisik lesi.7
2.2

Epidemiologi
Hemangioma merupakan neoplasma jinak yang sering ditemukan pada bayi

yang baru lahir. Dikatakan bahwa 10% dari bayi yang baru lahir dapat mempunyai
hemangioma dimana angka kejadian tertinggi terjadi pada ras kulit putih dan
terendah pada ras asia. Hemangioma lebih sering terjadi pada perempuan bila
dibandingkan dengan laki-laki dengan perbandingan 5:1. Angka kejadian
hemangioma meningkat menjadi 20-30% pada bayi-bayi yang dilahirkan prematur
dengan berat badan lahir kurang dari satu kilogram. 8,9 Sekitar 30% kasus
hemangioma terlihat saat bayi lahir sementara 70% ditemukan pada minggu-

minggu pertama dari kehidupan bayi. Belum ada literatur yang dapat
menunjukkan secara pasti akan keterkaitan insidensi henmangioma yang berkaitan
dengan faktor herediter, tetapi menurut survey, 10% pada bayi-bayi dengan
riwayat keluarga menderita hemangioma. Dari literatur dikatakan 60%
hemangioma terjadi pada daerah kepala dan leher dan dapat mengalami
pertumbuhan sampai kurang lebih 18 bulan sebelum akhirnya akan mengalami
regresi spontan (fase involusi) yang dapat memakan waktu 3-10 tahun. Sekitar
60% lesi ini terletak dikepala dan leher dan 25% terdapat dibatang tubuh.4,7
Hampir semua hemangioma pada anak-anak akan mengalami regresi spontan dan
menghilang tanpa terapi apapun. Akan tetapi, hemangioma juga dapat menjadi
masif sehingga menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa seperti
perdarahan dan gangguan pernafasan sehingga diperlukan diagnosis dan terapi
dini.3
2.3

Patogenesis

2.3.1 Fase proliferasi


Pertumbuhan hemangioma infantil terdiri dari sel lemak dan laju pemisahan
yang cepat dari sel endotel dan sel perisit sehingga membentuk kanal sinusodial
yang padat. Marker immunohistokimia seluler menjelaskan fase klinis dari siklus
hidup hemangioma. Bahkan pada tahap awal, sel-sel endotel mengekspresikan
marker fenotip dari kematangan dan molekul adhesi sel spesifik. Regulasi
angiogenesis didokumentasikan oleh ekspresi dari proses proliferasi antigen sel
nuklear, dimediasi dan dibagi oleh dua peptida angiogenik, vascular endothelial
growth factor (VEGF) dan basic fibroblast growth factor (bFGF). Enzim terlibat
dalam proses remodeling dari matriks ekstraselular yang juga ada, yang
menunjukkan bahwa kerusakan kolagen diperlukan untuk memberi ruang untuk
proses pertumbuhan pembuluh kapiler. Tipe eritrosit protein transporter glukosa-1
(GLUT1) adalah imunopositif disepanjang siklus hidup dan negatif disebagian
besar tumor pembuluh darah dan malformasi vaskular.5

2.3.2 Fase involunting


Regresi ini ditandai dengan semakin berkurangnya aktivitas endotel dan
pembesaran luminal. Degenarasi sel endotel, apoptosis dimulai sebelum 1 tahun
dan spesimen mencapai puncak dalam 2 tahun. Terdapat deposisi progresif dan
dari perivaskular dan jaringan fibrosa interlocular/interlobular, masuknya sebuah
sel stroma (termasuk sel mast, fibroblas, dan makrofag), dan munculnya inhibitor
jaringan metalloproteinase (TIMP)-1, penekanan pembentukan pembuluh darah
baru.5
Meskipun sel mast muncul dalam fase proliferasi akhir, mereka lebih jelas
terlihat selama fase involusi, berinteraksi dengan makrofag, fibroblas, dan jenis
sel lainnya. Sel mast dapat mensekresikan modulator yang menurunkan omset
regulasi endotel.5
Pada akhir hidup hemangioma, semua yang tersisa adalah beberapa kapiler
seperti pembuluh darah dan vena yang kosong atau kering. Berbagai macam dan
lapisan yang berlapis dari membran dasar, sebuah ciri ultrastruktural dari fase
proliferasi, bertahan pada daerah sekitar pembuluh kecil. Sekali peninggian
parenkim selular digantikan oleh jaringan longgar fibro-fatty yang bercampur
dengan kolagen padat dan serat retikuler.5
2.4

Klasifikasi
Malformasi vaskular akan tampak saat lahir dan akan bertumbuh seiring

bertambahnya usia anak. Malformasi vaskular dikelompokkan menjadi tipe yang


high flow (malformasi arteri dan malformasi arteriovenosus) dan low flow
(malformasi vena, kapiler, dan limfatik).
Perbedaan
Saat timbul

Hemangioma
Malformasi Vaskuler
Saat lahir lesi samar atau
Saat lahir lesi sudah tampak
belum tampak sama sekali
Tumbuh
selaras
dengan

Perjalanan penyakit

Fase proliferasi, fase involusi

Insidensi
Radiologis
4

3:1

pertumbuhan

anak

dan

menetap
1:1
Tak terdapat jaringan
Kaya akan jaringan

parenkim
Gambaran

parenkim

dominan

dengan batas tegas

pembuluh darah

Histologis

Sel

dengan turnover lambat


Sedikit mast cell
Membran basalis tipis

endotel

matur

Sel

dengan turnover cepat


Banyak mast cell
Membran
basalis

epitel

multilaminer

Hemangioma umumnya tidak tampak atau cenderung samar pada saat


kelahiran dan akan mengalami pertumbuhan yang progresif pada minggu-minggu
pertama kehidupan sang anak. Pertumbuhan lesi ini akan berlanjut hingga usia 620 bulan. Lalu hemangioma akan mengal

ami fase involusi pada usia 5-7

tahun.
Hemangioma secara morfologis dapat terbagi menjadi tiga yaitu:
a. Hemangioma terlokalisir merupakan jenis yang paling sering ditemukan,
berbatas tegas, dan tumbuh dari fokus tunggal.
b. Hemangioma segmental bentuknya menyerupai plaque yang sering tampak
pada teritori kulit yang spesifik, tumbuh secara linier maupun geometris.
Jenis ini lebih sering mengalami ulserasi, gangguan tumbuh kembang dan
dapat timbul bersamaan dengan hemangioma visceral dan mempunyai
prognosis yang cenderung buruk.
c. Hemangioma multiple
Klasifikasi lain membagi hemangioma berdasar kedalaman dari permukaan
kulit. Hemangioma superfisialis atau kutaneus, yang merupakan 50-60% dari
semua hemangioma akan berwarna seperti strawberry pada saat matur.
Hemangioma profunda atau subkutaneus bila lokasinya cukup dalam akan tampak
seperti daging tumbuh yang berwarna. Dan bila lokasinya lebih ke superficial
maka akan tampak seperti nodul kebiru- biruan dan terkadang dijumpai
telangaktesi atau vena yang dilatasi pada kulit yang melingkupinya. Masuk dalam
kelompok ini yaitu hemangioma intramuskuler dan skeletal. Bila terdapat

lobuler

immatur

hemangioma superficial (berwarna merah) dan dijumpai indurasi di bawahnya,


maka jenis ini masuk kedalam Hemangioma Campuran atau compound.
Hemangioma viseralis,merupakan hemangioma yang letaknya pada organ dalam
seperti hepar, usus, paru ,otak ,dll.
Benson et al membagi hemangioma menjadi 3 jenis10:
a. Hemangioma intradermal
Tumor jinak ini berwarna merah kebiruan dan biasanya tidak mengadakan
regresi, dindingnya terdiri dari endotelium dewasa dan resisten terhadap
radiasi. Penerita biasanya datang dengan alasan estetika.
b. Hemangioma kapiler
Hemangioma jenis ini merupakan bentuk hemangioma yang paling sering
terjadi, dengan angka insidensi 1-1,5% pada bayi. Kelainan ini menonjol di
permukaan kulit, tidak rata dan kemerahan. Lesi ini dapat mengadakan
regresi spontan sampai umur dewasa. Dindingnya terdiri atas sel endotel
embrio dan sensitif terhadap penyinaran. Tatalaksana bervariasi dari
menyuntikkan bahan sklerotik hingga pemberian radiasi (600-800-rad dalam
2-3 kali penyinaran). Akan tetapi banyak ahli yang kurang setuju akan kedua
metode ini karena penyuntikan bahan sklerotik dapat menyebabkan nekrosis
dan jaringan parut sementara pada penyinaran sering terjadi dermatitis
bahkan dapat memicu perkembangan suatu keganasan.

Tindakan operatif pada usia<5tahun dilakukan atas indikasi7:


a. Koreng dan perdarahan

b. Pertumbuhan progresif lesi


c. Rasi nyeri oleh flebolit
d. Trombositopenia
e. Kosmetik
c. Hemangioma kavernous
Kelainan ini berbentuk benjolan yang dapat hilang dengan penekanan.
Biasanya hanya sedikit yang mengadakan regresi spontan. Terdiri atas
endotelium dewasa yang berinvasi ke fasia dan atau ke otot.
Tindakan operatif dilakukan bila mungkin mengangkat seluruh tumor.
Kadang hasil patologi anatomi menunjukkan campuran dari hemangioma
kapiler dengan kavernous (campuran).

Berdasarkan

saat

munculnya,

hemangioma

tergolongkan

menjadi

Gambar: (kanan) hemangioma kavernosa, (kiri) a)hemangioma kapiler/strawberry,b)hemangioma profunda/intradermal, c) hemangioma campuran

hemangioma infantil dan hemangioma kongenital.11


a. Hemangioma infantil
Mencapai 70% dari semua lesi dan baru muncul pada empat minggu
pertama setelah kelahiran. Lesi infantil biasanya berawal sebagai bercak
merah yang timbul lebih tinggi dari kulit normal dan sekitarnya atau sebagai
bidang kecil datar yang kebiruan.11

Hemangioma infantil berdasarkan penampilan fisik lesi terbagi atas tipe


dangkal (superfisial), tipe dalam (profunda) dan tipe campuran.7,11,12
1. Hemangioma superfisial
Berasal dari lapisan dermis papiler dan muncul sebagai makula
merah terang atau lesi kulit papular. Merupakan tipe yang biasa dikenal
sebagai hemangioma stroberi karena penampilan nya seperti kulit
stoberi yang tampak berwarna merah segar. Terminologi lama :
hemangioma stroberi dan kapiler.4,6,7

Gambar. Gambaran Hemangioma Superfisial

Gambar. Tampak Gambaran Hemangioma dari fase


proliferasi sampai fase involusi
2.

Hemangioma profunda

Berasal dari lapisan dermis yang lebih dalam (retikuler atau


jaringan subkutan) dan meregangkan kulit tanpa menyebabkan
perubahan warna yang signifikan. Terminologi lama: hemangioma
kavernosum.4,6,7

GambarGambaran Hemangioma Profunda


3. Hemangioma campuran
Terdiri dari komponen hemangioma superfisial dan profunda.
Terminologi lama: hemangioma kapiler kavernosum.4,6,7

Gambar III Gambaran Hemangioma Campuran


b.

Hemangioma kongenital
Tipe

lain

dari

hemangioma

adalah

hemangioma

kongenital.

Hemangioma kongenital sudah terbentuk lengkap saat penderita lahir dan


jumlahnya mencapai 30% dari seluruh lesi. Terdiri atas dua jenis yaitu
rapidly involuting congenital hemangioma (RICH) yang akan berinvolusi

10

pada 10 bulan setelah kelahiran, dan Noninvoluting congenital hemangioma


(NICH) yang menetap dan membesar secara lambat.5,6,13

2.5

Gambaran Klinis
Hemangioma muncul pada pada masa neonatal, biasanya dalam 2 minggu

pertama. Hemangioma viseral atau tumor subkutan dalam, mungkin tidak


bermanifestasi sampai 2 hingga 3 bulan kehidupan. Sekitar 30% sampai 40% dari
hemangioma baru terbentuk pada saat muncul sebagai tanda awal pada kulit yaitu
daerah pucat nyaris tak terlihat, telangiektasi, atau bercak makula merah atau
bercak ekimosis. Hemangioma kongenital adalah varian langka yang tumbuh
sejak dalam kandungan dan telah terbentuk sepenuhnya pada saat lahir.5,7
Sekitar 80% dari hemangioma bersifat soliter, 20% bersifat multifokal.
Hemangioma lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki dengan
perbandingan 3-5:1. Angka kejadiannya adalah 10% sampai 12% pada bayi kulit
putih dan 23% pada bayi prematur yang beratnya <1000 g. Frekuensi nya lebih
rendah pada bayi berkulit gelap.5,6,12
Lesi biasanya tidak terdapat pada saat lahir. Hemangioma biasanya terlihat
dalam beberapa minggu pertama kehidupan sebagai makula pucat. Sebuah area
telangiektasi kemudian berkembang, diikuti oleh proliferasi khas.5

10

11

2.5.1 Fase Proliferasi


Fase proliferasi ditandai dengan pertumbuhan membesar dan meluas
biasanya berlangsung pada tahun pertama kehidupan penderitanya. Sekitar bulan
kedua kehidupan mereka memasuki fase proliferasi dimana pertumbuhan yang
cepat terlihat disebabkan oleh lemak, sel endotel membelah dengan cepat. 12 Fase
yang bersifat progresif ini berlangsung hingga usia 9-12 bulan (terutama 4-8 bulan
pertama), tetapi kadang-kadang dapat mencapai 18 bulan. Saat tumor tersebut
menembus dermis superfisial, kulit menjadi terangkat, menonjol, dan berwarna
merah terang.5,7 Jika tumor berploriferasi dibawah dermis dan pada lapisan
subkutis, kulit diatasnya mungkin hanya sedikit mengangkat dan berwarna
kebiruan. Biasanya terdapat vena drainase lokal, biasanya dalam pola radial. 5
Terminologi lama disebut hemangioma kavernosum untuk hemangioma yang
dalam dan kapiler untuk lesi yang dangkal dapat membingungkan dan harus
ditinggalkan.4,6,12
2.5.2 Fase Involusi
Hemangioma mencapai puncaknya sebelum tahun pertama, dan untuk waktu
setelah itu, pertumbuhannya selaras dengan pertumbuhan anak. 5,12 Tahap awal
involusi ditandai dengan berkurangnya aktivitas sel endotel dan pembesaran
lumen.12 Tanda-tanda pertama dari fase involusi muncul sebagai pudarnya warna
merah menuju rona ungu kusam, kulit secara bertahap memucat, terbentuk suatu
bentuk selubung abu-abu merata, dan ketegangan tumor berkurang.5 Kulit yang
mendekati normal dapat dikembalikan pada sekitar 50% anak jika tidak ada
meninggalkan bekas pada kulit. Jika ada ulserasi kulit selama fase prolifersi,
bekas luka kulit dapat bertahan berupa telangiektasis, bercak hipoelastis
kekuningan, dan jaringan parut. Fase involusi berlanjut sampai anak berusia 5
hingga 10 tahun. Regresi lesi kemudian selesai. Tahap involuted dimulai pada
50% anak-anak dengan usia 5 thaun dan 70% pada usia 7 tahun.5,12 Biasanya jejakjejak warna terakhir hilang pada usia 5 sampai 7 tahun kehidupan.5

11

12

2.6

Diagnosis Banding
Dalam hal ini diagnosis banding untuk hemangioma antara lain :

a. Limfangioma, dengan karakteristik berupa warna kekuningan, bentuk tidak


teratur.
b. Higroma, bentuk multilokular, padat.
c. Neurofibroma, biasanya multipel, warna kekuningan, konsistensi lunak.
2.7

Penatalaksanaan
Perawatan dari hemangioma sebagian besar observasional. Sejumlah besar

hemangioma tidak memerlukan intervensi medis karena mengalami regresi


spontan dan kemungkinan hanya menimbulkan bekas yang minimal atau bahkan
tidak berbekas.6,12 Ulserasi kulit sekunder pada hemangioma pada fase proliferasi
terjadi pada 5% kasus dan lebih sering pada lesi bibir atau urogenital.
Hemangioma yang bermasalah atau membahayakan (yaitu lesi periokular dapat
mengakibatkan terjadinya ambliopia, lesi saluran nafas, lesi yang membuat bekas
pada wajah) terjadi pada 10% kasus.12
2.7.1 Terapi Lokal untuk Ulserasi dan Perdarahan
Kerusakan epitel dan ulserasi spontan terjadi 5% dari semua dari semua
hemangioma kulit, lebih sering pada bibir atau daerah anogenital. Pengobatan
adalah aplikasi antibiotik topikal setiap hari atau balutan hidrokoloid. Lidokain
kental (2,5%) membantu untuk mengontrol rasa sakit.5,12 Jika terdapat ulserasi
yang dangkal, debridemen atau drainase diperlukan.5 Apabila lesi masih berukuran
kecil, eksisi bedah sangat dianjurkan. Pembedahan juga sangat berguna untuk
mengurangi lesi-lesi yang mengganggu fungsi struktur penting, seperti eksisi lesi
pada palpebra superior untuk mencegah terjadinya ambliopia yang berat. 7,12
Lokasi hemangioma juga merupakan faktor resiko yang signifikan, hemangioma
pada wajah lebih memerlukan tatalaksana bedah tidak hanya untuk keterlibatan
mata, telinga dan hidung, tetapi juga lesi yang memiliki kemungkinan keterlibatan
saluran nafas.6 Laser dapat bermanfaat untuk menghilangkan hemangioma yang
masih kecil dan berupa lesi datar.7 Terapi laser telah efektif dalam meringankan
lesi kulit yang terkena. Terapi laser juga telah diklaim oleh beberapa orang efektif
dalam pengobatan hemangioma awal, namun belum ada bukti yang meyakinkan
12

13

bahwa terapi laser baik dalam mengurangi besar lesi atau menginduksi fase
involusi.12

2.7.2

Terapi Farmalogik
Umumnya para klinisi memilih steroid sebagai terapi medikamentosa

pilihan utama untuk mengobati hemangioma. Mekanisme yang jelas tentang peran
steroid belum diketahui secara pasti, walaupun ada dugaan bahwa steroid
berpengaruh terhadap hemangioma dengan cara13:
1. Menghambat kapasitas proliferasi pericytes immature.
2. Intensifikasi efek vasokonstriksi epinefrin maupun norefinefrin pada
pembuluh darah otot polos.
3. Memblok reseptor estradiol pada hemangioma.
4. Menghambat angiogenesis.
a. Kortikosteroid
Pengobatan lini pertama untuk hemangioam bermasalah adalah terapi
kortikosteroid dapat diberikan per oral maupan intralesi, yang sangat efektif
(tingkat respon mencapai 85%).7,12 Hemangioma kutaneus yang terlokalisasi baik
(diameter <2,5 cm) dapat diobati dengan kortikosteroid intralesi. 5 Triamcinolon
(25 mg/ml) disuntikan perlahan-lahan pada tekanan darah rendah, tidak
memberikan lebih dari 3-5 mg/kg pertindakan. Biasanya 3-5 suntikan diperlukan,
diberikan interval 6-8 minggu. Tingkat responnya serupa dengan sistemik
kortikosteroid. Terdapat peningkatan keengganan penyuntikan hemangioma pada
kelopak mata dengan kortikosteroid karena resiko oklusi emboli arteri retina.
Kortikosteroid tetap menjadi terapi lini pertama untuk hemangioma besar,
membahayakan atau yang mengancam jiwa. Prednisolon oral 2 sampai 3
mg/kgBB/hari selama 4 sampai 6 minggu; sesudahnya adalah menurunkan dosis
perlahan-lahan selama beberapa bulan dan dihentikan pada usia 10 sampai 11
bulan. Kortikosteroid menyebabkan iritasi lambung sehingga penghambat reseptor
H2 juga diberikan. Suatu hemangioma yang sensitif menunjukkan tanda-tanda

13

14

respon dalam beberapa hari sampai 1 minggu. Untuk situasi akut, misalnya bila
jalan nafas bagian atas atau bidang visual terancam, yang pemberian dosis
kortikosteroid secara intravena setara dapat memberikan perubahan yang lebih
cepat dalam tumor yang sensitif.5,6
Dengan oral, parenteral maupun dengan intralesi kortikosteroid, tingkat
respon secara keseluruhan adalah sekitar 85% baik regresi dipercepat atau
stabilisasi pertumbuhan.5,6,12 Kortikosteroid harus dihentikan jika tidak ada efek
seperti penipisan warna, pelunakan, atau pertumbuhan berkurang. Meningkatnya
pertumbuhan dpat terjadi jika tingkat obat terlalu cepat diturunkan. Fasies
cushingoid terjadi dihampir semua bayi yang diobati, sepertiga terjadi sementara
serta memperburuk tingkat dan laju penyembuhan untuk kembali ke normal
setelah menghentikan obat. Komplikasi

yang jarang

termasuk miopati,

kardiomiopati, dan hirsutisme.5


b.

Interferon -2
Rekombinan interferon (IFN) -2 atau 2b adalah sebuah agen lini kedua

untuk hemangioma yang membahayakan dan mengancam jiwa.5,7 Indikasi


penggunaannya adalah (a) kegagalan untuk merespon kortikosteroid, (b)
kontraindikasi kortikosteroid parenteral yang berkepanjangan, (d) penolakan
orang tua terhadap terapi kortikosteroid. Kortikosteroid dan IFN tidak boleh
dipakai bersamaan dalam dosis terapi; kortikosteroid harus dirurunkan dengan
cepat pada insisi IFN. Tidak ada bukti sinergis obat. Dosis empiris adalah 2
sampai 3 Mu/m2, disuntikkan subkutan setiap hari. Dosis harus dititrasi sesuai
peningkatan berat badan bayi, jika tidak pertumbuhan kembali dapat terjadi.
Tingkat respon adalah >80% biasanya diperlukan 6 sampai 10 bulan terapi yang
berkelanjutan.4,5
Bayi yang diberikan IFN biasanya mengalami demam untuk 1 hingga 2
minggu pertama; tatalakasana dengan asetaminofen diberikan 1 sampai 2 jam
sebelum injeksi dapat mengimbangi gejala demam. IFN menyebabkan toksikosis
reversibel transminase hati, neutropenia transien, dan anemia. 4,5 Neutropenia
adalah hasil dari pergeseran bukan dari penekanan sumsum tulang, dan sembuh

14

15

dengan pengobatan berkelanjutan. Bayi dengan terapi IFN tumbuh dan mengalami
kenaikan berat badan secara normal. Efek samping jangka panjang yang paling
dapat mengkhawatirkan adalah reaksi diplegia spastik, yang biasanya membaik
setelah pengobatan terakhir.5,6
c.

Kemoterapi
Vinkristin adalah salah satu dari golongan lini kedua untuk pengobatan

hemangioma pada bayi yang gagal dalam pengobatan dengan kortikosteroid, tidak
dapat dihentikan dari terapi kortikosteroid, atau mengalami komplikasi yang
serius

dari

kortikosteroid.

hemangioendotelioma

Hal

kaposiformis

ini

juga

(dengan

terapi

yang

efektif

untuk

dan

untuk

tromsitopenia)

hemangioendotelioma lainnya. Alkaloid vinca harus diberikan melalui jalur


intravena pusat; dengan tingkat respon > 80%. Efek samping neuropati perifer,
sembelit, kehilangan rambut halus, dan sepsis serta komplikasi lain terkait dengan
jalur sentral. Siklophospamid jarang diberikan untuk tumor vaskular jinak karena
toksisitasnya termasuk juga resiko untuk timbulnya keganasan.5
Dosis yang dianjurkan 1.5 mg/m2 per kali suntikan, jika diperlukan dapat
diulang satu kali lagi dengan interval 2-3 bulan setelah suntikan pertama.5
2.7.3 Bedah eksisi
Indikasi bedah eksisi ialah sebagai berikut13:
a. Hemangioma yang tumbuh secara progresif
b. Hemangioma yang mengalami infeksi berulang
c. Hemangioma yang permukaannya bergaung, sehingga ditakutkan disertai
keganasan
d. Mengganggu secara kosmetika
e. Hemangioma yang gagal dengan pengobatan medikamentosa
f. Hemangioma yang bertangkai
2.8 Prognosis
Prognosis umumnya baik, tergantung pada letak tumor, komplikasi serta
penanganan yang baik.2

15

16

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1

Kesimpulan
Hemangioma merupakan suatu tumor jinak yang terjadi akibat adanya

gangguan perkembangan dari sistem pembuluh darah yang dapat derjadi


dimanapun, salah satunya yaitu di kulit baik di dermis maupun subkutan. Terapi
hemangioma dapat berupa terpi farmakologis atauoun bedah eksisi.
3.2

Saran
Orang tua harus mendapat penjelasan menyeluruh tentang perjalanan

penyakit hemangioma; foto-foto dapat digunakan untuk menggambarkan


evolusinya. Kunjungan tindak lanjut terjadwal sangat diperlukan. Orang tua perlu
di yakinkan secara berulang mengenai sifat jinak hemangioma dan hasil yang
diharapkan setelah involusi spontan atau intervensi. Kunjungan yang lebih sering
diperlukan pada setiap kasus dengan hemangioma besar, ulserasi, multipel, atau
terletak didaerah anatomis kritis.

16

17

DAFTAR PUSTAKA

1. Djuanda, Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI : Jakarta. 2007. Hal.
242-244
2. Siregar. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. EGC : Jakarta. 2004. Hal.
261-263
3. http://www.medicalglossary.org/neoplasms_vascular_tissue_hemangioma_defi
nitions.html
4. Lee, Nina J, Shapiro, Nina L. Vascular Malformation and Hemangiomas. In :
Handbook of Plastic Surgery. Marcel Dekker ; New York. 2006. p469-472.
5. Mulliken, John B. Vascular Anomalies. In : Grabb and Smiths Plastic Surgery.
6th edition. Lipincott William Wilkins ; Philadelphia .2007. p191- 5, 197-8
6. Galiano, Robert D, Gurtner, Geoffrey C. Vascular Anomalies. In : Practical
Plastic Surgery. Landes Bioscience ; Texas. 2007. p139-142
7. Sjamsuhidajat, dkk. Kelainan Vaskular. Dalam : Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi
ke-3. EGC : Jakarta. 2010. Hal. 409-411
8. Ziegler M, Azizkhan R, Weber T, editors. Operative Pediatric Surgery.
International edition. New York : Mcgraw-Hill Co ; 2003. p. 1002-5
9. Fishman S, Mulliken J.B. Pediatric Surgery for The Primary Care Pediatrician.
In: Fishman S, editor. Pediatric Clinics of North America. Philadelphia : WB
Saunders Co; 1998. p. 1455-77
10. Reksoprodjo S, et al. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah FKUI. Jakarta: Penerbit
Binarupa Aksara, 1995.
11. http://dermnetnz.org/vascular/haemangioma.html
12. Brunicardi, Charles F. Plastic and Reconstructive Surgery. In : Schwartzs
Principles of Surgery. 9th edition. The Mc Graw-Hill Companies ; USA. 2010.
13. http://www.idai.or.id/saripediatri/pdfile/12-3-11.pdf

17