You are on page 1of 5

ENTOMOLOGI KESEHATAN

Anopheles sinensis

Oleh:
KLKK A

Indra Kurniawan Torohula

J1A113033

Dewi Sekarsari

J1A113225

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS HALU OLEO
2016

Epidemiologi
Anopheles
spesies

sinensis

adalah

nyamuk

menularkan
filariasis

yang

malaria
limfatik.

Hal

serta
ini

dianggap sebagai vektor yang


paling

utama

di

antaranya

penyakit parasit manusia di Asia


Tenggara. Nyamuk ini adalah vektor utama malaria vivax (Plasmodium vivax) di
berbagai daerah. Di Cina, nyamuk ini juga menularkan parasit filalarial (Wuchereria
bancrofti), dan cacing gelang (Romanomermis jingdeensis). Di Jepang, nyamuk juga
merupakan vektor dari cacing gelang Setaria pada domba dan kambing.

Anopheles sinensis ditemukan di timur laut India, Burma, Thailand, Malaysia,


Indonesia, Kamboja, Vietnam, China, Taiwan, Jepang dan Korea. Di India dilaporkan
dari Meghalaya, Assam, dan Mizoram. Pada bulan Agustus 1962 ditemukan bahwa
An. sinensis adalah vektor malaria vivax di Korea. Hal ini telah menjadi salah satu
vektor utama vivax di Cina

Taksonomi dan Deskripsi

Anopheles sinensis

Anopheles sinensis adalah diklasifikasikan ke sebagai

Scientific classification

spesies kompleks, dan merupakan anggota dari

Kingdom:

Animalia

Anopheles

kelompok

Hyrcanus.

Kelompok

ini

Phylum:

Arthropoda

dibedakan dari kelompok lain dengan kehadiran

Class:

Insecta

Order:

Diptera

Family:

Culicidae

Genus:

Anopheles

Wilhelm Wiedemann pada tahun 1828, dan menjadi

Species:

A. sinensis

salah satu spesies yang dikenal yang paling awal

gelang pucat (biasanya ada empat) pada palpi dan


dengan adanya seberkas sisik gelap pada clypeus
pada setiap sisi pada betina dewasa. Ini pertama kali
dijelaskan oleh naturalis Jerman Christian Rudolph

Anopheles. Karena kesamaan dengan nyamuk lainnya

dan keragaman geografis, spesies ini dijelaskan ulang beberapa kali oleh ahli
taksonomi yang berbeda, dengan nama- nama seperti An. yesoensis (1913), An.
sineroides (1924), An. lesetri (1936), An. pullus (1937), dan An. yatsushiroensis
(1951). Spesies ini dianggap sebagai salah satu sinonim atau anggota spesies
kompleks.

Habitat
Anopheles sinensis ditemukan di semua jenis lingkungan termasuk air bersih yang
stagnan atau mengalir. Habitat utama mereka adalah sawah, parit, sungai, saluran
irigasi, rawa-rawa, kolam, dan empang.

Perilaku Menggigit
Anopheles sinensis sebagian besar menggigit hewan besar, dan relatif kurang
menggigit manusia ketika ada hewan yang hadir di dekatnya. Nyamuk ini menggigit
berlangsung sepanjang malam dari senja hingga fajar, tapi menggigit terparah terjadi
antara pukul 2 dan 4 di pagi hari. Meskipun mereka tertarik dengan lampu, mereka
lebih suka menggigit di luar ruangan.

Tempat dan Waktu Istirahat


Anopheles sinensis istirahat kebanyakan di bawah bagian dari rumput rimbun selama
Oktober-Maret. Pada akhir masa hibernasi pada Maret-April mereka makan pada
siang hari.

Sebaran geografik nyamuk Anopheles sinensis di Indonesia


Ini adalah peta prediksi
yang

menunjukkan

kemungkinan
spesies

terjadinya

nyamuk

Warna

ini.

merah

menunjukkan

di

mana

probabilitas

untuk

menemukan

spesies

nyamuk pada daerah yang


tinggi dan biru adalah
probabilitas untuk daerah
dengan

Anopheles

sinensis rendah.

DAFTAR PUSTAKA

Malaria Atlas Project. Anopheles (Anopheles) sinensis species


http://www.map.ox.ac.uk/explore/mosquito- malariavectors/bionomics/anopheles-sinensis/ (Diakses 3 Mei 2016)

complex.

Wikipedia. Anopheles Sinensis.


https://en.wikipedia.org/wiki/Anopheles_sinensis#cite_note-16. (Diakses 3 Mei
2016)
Malaria Atlas Project. The predicted distribution of Anopheles (Anopheles) sinensis
species complex in Indonesia. http://www.map.ox.ac.uk/browse-resources/vectoroccurrence/sinensis/IDN/. (Diakses 3 Mei 2016)