You are on page 1of 22

TINJAUAN KASUS

A. PENGKAJIAN
Data Demografi
1. Nama klien
2. Umur
3. Diagnosa Medik
4. Tanggal Masuk
5. Alamat
6. Suku
7. Agama
8. Pekerjaan
9. Status perkawinan
10. Status pendidikan

: Ny.Q
: 38 Tahun
: Hipertiroid
: 13/04/2016
: Jl. Tipar Halim rt.005/06 no 60j mekarsari-cimanggis depok
: Batak
: Islam
:: menikah
:-

Pemeriksaan Fisik
1. Aktivitas/istirahatat
Tanda dan gejala : insomnia, sensitivitas meningkat, otot lemah gangguan koordinasi, kelelahan berat, atrofi otot.
2. Sirkulasi
Tanda dan gejala : disritmia (vibrilasi atrium), irama gallop, murmur, peningkatan tekanan darah ( 160 mmHg /90 mm Hg) dengan
tekanan nada yang berat, takikardia saat istirahat, sirkulasi kolaps, syok (krisis tirotoksikosis palpitasi, nyeri dada (angina).
3. Eliminasi
Tanda dan gejala : urine dalam jumlah banyak, perdarahan dalam feses, diare.
4. Integritas ego
Tanda dan gejala : mengalami stress yang berat baik emosional maupun fisik, emosi labil, (euphoria sedang sampai delirium), depresi.

5. Makanan dan cairan


Tanda dan gejala : kehilangan berat badan yang mendadak, nafsu makan meningkat makan banyak, makannya sering, kehausan, mual
dan muntah, pembesaran tiroid, goiter, edema non pitting terutama daerah pretibial

6. Neurosensori
Tanda : bicaranya cepat dan parau, gangguan status mental dan perilaku seperti :bingung, disorientasi, gelisah, peka rangsang,
delirium, psikosis, stupor, koma, tremor halus pada tangan, tanpa tujuan beberapa bagian tersentak-sentak, hiperaktif, reflex tendon
dalam (RTD).
7. Nyeri atau kenyamanan
Gejala : nyeri orbital, fotofobia.
8. Pernafasan
Tanda : frekuensi pernafasan meningkat, takipnea, dispnea, edema paru (pada krisis tirotoksikosis).
9. Keamanan
Gejala: tidak toleransi terhadap panas, keringat yang berlebihan, alergi terhadap iodium (mungkin digunakan pada pemeriksaan
Tanda: suhu meningkat diatas 374oc, diaphoresis, kulit halus, hangat dan kemerahan, rambut tipis, mengkilap dan lurus, eksoftalmus
retraksi, iritasi pada konjungtiva dan berair, pruritus, lesi eritema (sering terjadi pada pretibial) yang menjadi sangat parah.
10. Seksualitas
Tanda: penurunan libido, hipomenorea, amenorea dan impoten.
11. Penyuluhan/pembelajaran
Gejala : adanya riwayat keluarga yang mengalami masalah tiroid, riwayat hipotiroidisme, terapi hormone tiroid/pengobatan antitiroid,
dilakukan pembedahan tiroidektomi sebagian.
Pemeriksaan Diagnostik
1. Tes ambilan RAI : meningkat pada penyakit graves dan toksik goiter noduler, menurun pada tiroiditis.
2. T4 dan T3 serum : meningkat
3. T4 dan T3 bebas serum : meningkat
4. TSH : tertekan dan tidak berespons pada TRH (tiroid relasing hormon)
5. Tiroglobulin : meningkat
6. Elektrolit : hiponatremia mungkin sebagai akibat dari respon adrenal atau efek dilusi terapi cairan pengganti hipokalemia terjadi
dengan sendirinya pada kehilangan melalui gastrointestinal dan dieresis.
7. Katekolamin serum : menurun
8. Kreatinine urine : meningkat
9. EKG : fibrilasi atrium, waktu sistolik memendek, kardimegali.
10. USG dan thorak foto

B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Data Fokus
klien mengeluh :
Tidak nafsu makan
Tidak tahan udara panas
Belakangan ini suka gelisah
BB selama sebulan turun 4 kg
Tidak Haid selama 2 bulan
Tidak bisa duduk diam
Gatal
Data tambahan :
Lemah
Letih
Lesu

Pasien tampak:
Klien tampak gelisah
Terlihat kurus
Hasil testpack (-)
Hasil pemeriksaan fisik ,kulit pasien terlihat
flushing dan ada pruritus
Tremor pada jari tangan
Ekshothalamus ( +1 )
TD : 160/90mmHg
Nadi :100x/menit
Hasil lab T4 serum

Data tambahan:
Pertumbuhan pasien tidak sesuai usia
Lemah porsi makan tidak habis

2. Analisa data
DS :
Pasien mengeluh :
Tidak nafsu makan
BB selama sebulan turun 4 kg
Lemah
Letih
Lesu

Perubahan nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh

Intake nutrisi
yang tidak
adekuat

DO :
Pasien tampak:
Kurus
Pertumbuhan pasien tidak sesuai usia
Lemah
porsi makan tidak habis
kurus
pucat

2. DS:
Pasien mengeluh :
Belakangan ini suka gelisah
DO:
Pasien tampak:
Gelisah
Tidak bisa duduk tenang

Ansietas

3. DS :
Pasien mengeluh :
gatal

Gangguan
integritas jaringan

DO :
Pasien tampak:
Hasil pemeriksaan fisik ,kulit pasien terlihat
flushing
Tampak adanya ada pruritus
Ekshothalamus ( +1 )
Kelelahan

faktor
fisiologis:status
metabolik
(stimulasi ssp),
efek
psudokatekolamin
dari hormon tiroid

mekanisme
perlindungan
mata:
eksoftalmus.

hipermetabolik

4. DS :
Pasien mengeluh :
Tidak tahan udara panas
Belakangan ini suka gelisah
Tidak bisa duduk diam

DO :
Pasien tampak:
Klien tampak gelisah

dengan
peningkatan
kebutuhan energi

Kelelahan

Kurang
pengetahuan

5. DS :
Pasien mengeluh :
DO :
Pasien tampak:
kurang pemajanan, mengingat, kesalahan
interpretasi informasi, tidak mengenal sumber
informasi

hipermetabolik
dengan
peningkatan
kebutuhan energi
kurang
pemajanan,
mengingat,
kesalahan
interpretasi
informasi, tidak
mengenal sumber
informasi

3. Diagnosa
No
1
2

Diagnosa Keperawatan
Perubahan nutrisi berhubungan dengan
intake yang tidak adekuat
Ansietas berhubungan dengan faktor
fisiologis:status metabolik (stimulasi
ssp), efek psudokatekolamin dari hormon
tiroid

Ditemukan
11 April 2012

Tanggal
Teratasi
-

Gangguan integritas jaringan


berhubungan dengan mekanisme
perlindungan mata: eksoftalmus.
Kelelahan berhubungan dengan
hipermetabolik dengan peningkatan
kebutuhan energi.
Kurang pengetahuan berhubungan
dengan kurang pemajanan, mengingat,
kesalahan interpretasi informasi, tidak
mengenal sumber informasi

4. Intervensi

Hari/tgl

No.Dx

Rabu
13/04/16

Tujuan dan kriteria hasil

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan,
1.
diharapkankebutuhan
nutrisi
pasien dapat terpenuhi kembali
dengan kriteria hasil :
1. Pasien tidak lesu dan lemas
2. Pasien makan habis satu porsi
3. Berat badan pasien meningkat 2.
4. Pasien menjadi lebih segar dan
berenergi

Intervensi rancangan tindakan &


rasional
Mandiri :
Auskultasi bising usus
Rasional :
Bising usus hiperaktif mencerminkan
peningkatan motilitas lambung yang
menurunkan atau mengubah fungsi
absorbsi
Catat
dan
laporkan
adanya
anoreksia,kelemahan
umum
atau
nyeri,nyeri abdomen,munculnya mual
dan muntah
Rasional : peningkatan aktifitas
adrenergik
dapatmenyebabkan

gangguan sekresi insulin atau terjadi


resisten
yang
mengakibatkan
hiperglikemia,
polidipsia,poliuria,perubahan kecepatan
dan kedalaman perbafasan ( tanda
asidosis metabolik )
3. Pantau masukan makanan setiapa hari
dan timbang berat badan setiap hari dan
laporkan adanya penurunan
Rasional : penurunan berat badan terus
menerus dalam keadaan masukan kalori
yang cukup merupakan indikasi
kegagalan terhadap terapi anti tiroid
Kolaborasi :
1. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk
memberikan diet tinggi kalori, protein,
karbohidrat dan protein
Rasional : mungkin memerlukan
bantuan untuk menjamin pemasukan zat
zat makanan yang adekuat dan
mengidentifikasikan makanan pengganti
yang paling sesuai
2. Berikan obat sesuai indikasi : glukosa,
vitamin B kompleks. Insulin (dengan
dosis yang kecil).
Rasional : diberikan untuk memenuhi
kalori yang diperlukan dan mencegah
atau mengobati hipoglikemia. Dilakukan
dalam mengendalikan glukosa darah
jika kemungkinan ada peningkatan.

Rabu
13/04/16

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan diharapkan rasa
1.
cemas pasien dapat berkurang
sampai dengan hilang, dengan
kriteria hasil :
1. Tidak gelisah
2. Menunjukkan
perilaku
yang
tenang
3. Menunjukkan wajah yang
rileks

Mandiri :
Observasi tingkah laku yang
menunjukan tingkat ansietas.
Rasional :ansietas ringan dapat
ditunjukkan dengan peka rangsang dan
insomnia. Ansietas berat yang
berkembang kedalam keadaan panik
dapat menimbulkan perasaan terancam,
teror, ketidakmampuan untuk bicaradan
bergerak, berteriak-teriak / bersumpahsumpah.
2. Pantau respons fisik, palpitasi, gerakan
yang berulang-ulang, hiperventilasi,
insomnia.
Rasional : peningkatan pengeluaran
penyekat beta-adrenergik pada daerah
reseptor bersamaan dengan efek-efek
kelebihan hormon tiroid menimbulkan
manifestasi klinin dari peristiwa
kelebihan katekolamin ketika kadar
epinefrin / norepinefrin dalam keadaan
normal.
3. Kurangi stimulasi dari luar: tempatkan
pada ruangan yang tenang berikan
kelembutan musik yang nyaman,
kurangi lampu yang terlalu terang,
kurangi jumlah orang yang berhubungan
dengan pasien.
Rasional :
Menciptakan lingkungan yang

Rabu
13/04/16

terapeutik menunjukan penerimaan


bahwa aktivitas unit/personel dapat
meningkatkan ansietas pasien.
Kolaborasi :
1. Berikan obat ansietas (transquilizer,
sedatif) dan pantau efeknya.
Rasional : dapat digunakan bersamaan
dengan pengobatan untuk menurunkan
pengaruh dari sekresi hormon tiroid
yang berlebihan.
2. Rujuk pada sistem penyokong sesuai
dengan kebutuhan seperti konseling,
ahli agama dan pelayanan sosial.
Rasional : terapi penyokong yang terus
menerus mungkin
dimanfaatkan/dibutuhkan pasien atau
orang terdekat jika krisis itu
menimbulkan perubahan gayaq hidup
pada pasien itu sendiri.
Setelah dilakukan tindakan
Mandiri :
keperawatan, diharapkangangguan1. Observasi periorbital , gangguan
integritas jaringandapat hilang
penutup mata , lapang pandang ,
dengan kriteria hasil :
penglihatan yang sempit ,air mata yang
1. 1. Flushing (-)
berlebihan. Catat adanya fotophobia ,
2. 2.Tidak tampak adanya prurituslagi rasa adanya benda di luar mata dan
3. Ekshothalamus (-)
nyeri pada mata
Rasional : manifestasi umum dari
stimulasi adrenergik yang berlebihan
berhubungan dengan tirotoksikosis yang
memerlukan intervensi pendukung
sampai
revolusi
krisis
dapat

menghilangkan simpomatologis
2. Evaluasi ketajaman mata, laporkan
adanya pandangan yang kabur atau
pandangan ganda ( diplopia )
Rasional : otfalmatopi infiltrat adalah
akibat dari peningkatan jaringan retroorbita, yang menciptakan eksoftalmus
dan infiltrasi limfosit dari otot
ekstarokuler yang
menyebabkan
kelelahan.
3. Anjurkan pasien menggunakan kaca
mata gelap ketika terbangun dan tutup
dengan penutup mata selama tidur
sesuai kebutuhan
Rasional :melindungi kerusakan kornea
jika pasien tidak dapat mentup mata
dengan sempurna karena edema atau
karena fibrosis bantalan lemak.
Kolaborasi :
1. Berikan obat sesuai indikasi :
Obat tetes mata metilselulosa, ACTH,
prednison.
Rasional : sebagai lubrikasi mata ,
diberikan untuk menurunkan radang
yang berkembang dengan capat
2. Berikan obat sesuai indikasi obat
antitiroid
Rasional
:
dapat
menurunkan
tanda/gejala atau mencegah keadaan
yang semakin memburuk.

Rabu
13/04/16

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan diharapkan pasien 1.
tidak merasa kelelahan lagi
Tidak menunjukkan kegelisahan
2. Dapat
melakukan
aktivitas
semampunya

Mandiri :
Pantau tanda vital dan catat nadi baik
saat istirahat maupun saat melakukan
aktivitas
Rasional :nadi secara luas meningkat
dan bahkan saat istirahaat, takikardia
( diatas 160 x/ menit ) mungkin akan
ditemukan
2. Catat
berkembangnya
takipnea,
dispnea , pucat , dan sianosis
Rasional : kebutuhan dan konsumsi
oksigen akan ditingkatkan pada keadaan
hipermetabolik , yang merupakan
potensial akan terjadi hipoksia saat
melakukan aktifitas
3. Berikan/ciptakan
lingkungan yang
tenang, ruangan yang dingin , turunkan
stimulas sensori ,warna warna yang
sejuk dan musik santai (t enang )
Rasional :menurunkan stimulasi yang
kemungkinan besar dapat menimbulkan
agitasi, hiperaktif dan insomnia
Kolaborasi
1. Berikan obat sesuia indikasi : sedatif
misal : phenobarbital ( luminal ) ,
tranquilizer misal : klordiazepoksida
( librium )
Rasional : untuk mengatasi keadaan
(gugup) , hiperaktif dan insomnia

Rabu
13/04/16

Setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
diharapkan
1.
pengetahuan pasien mengenai
penyakit
bertambah
dengan
kriteria hasil :
1. Dapat menjelaskan mengenai
penyakitnya
2.
2. Dapat melakukan pendidikan
kesehatan yang telah didapat

Mandiri :
Tinjau ulang proses penyakit dan
harapan masa datang
Rasional : memberikan pengetahuan
dasar dimana pasien dapat menentukan
pilihan berdasarkan informasi
Berikan informasi yang tepat dengan
keadaan individu
Rasional : faktor psikogenik sering kali
sangat penting dalam memunculkan atau
eksosabasi dari penyaakit ini
3. berikan informasi tandadan gejala dari
hipertiroid dan kebutuhan kan evaluasi
secarateratur
Rasional: pasein yang mendapatkan
pengobatan
hipertiroid
besar
kemungkinannya mengalami hipertiroid
yang dapat terjadi segera setelah
pengobatan atau selama 5 tahun
kemudian

5. Implementasi
Tgl/ jam
No. Dx
11/03/2013 1
07.05

08.00

10.00

11.00

12.30

Tindakan keperawatan dan hasil


Paraf
Catat dan laporkan adanya anoreksia,kelemahan umum atau
nyeri,nyeri abdomen,munculnya mual dan muntah.
Hasil : tidak terjadi adanya anoreksia,kelemahan umum atau
nyeri,nyeri abdomen,munculnya mual dan muntah.
Observasi tingkah laku yang menunjukan tingkat ansietas.
Hasil : tidak ditemukan adanya tingkah laku yang menunjukan
peningkatan ansietas.
Evaluasi ketajaman mata, laporkan adanya pandangan yang
kabur atau pandangan ganda ( diplopia )
Rasional : tidak terjadi adanya pandangan yang kabur atau
pandangan ganda ( diplopia )
Pantau tanda vital dan catat nadi baik saat istirahat maupun
saat melakukan aktivitas
Hasil :tanda-tanda vital dalam batas normal
Tinjau ulang proses penyakit dan harapan masa datang
Hasil : pasien dapat menentukan pilihan berdasarkan
informasi.

6. Evaluasi
Tanggal
19/04/2012

No.
S O AP
Dx
1
:s : pasien mengatakan sudah tidak mual/muntah lagi.
O : O :berat badan naik 1 kg
A :A : masalah gangguan nutrisi sudah teratasi sepenuhnya
P :P :Intervensi yang dilakukan sudah berhasil, Intervensi dihentikan
2

: S :pasien mengatakan sudah tidak mual/muntah lagi.


O : O ;berat badan naik 1 kg
A : A : :masalah gangguan nutrisi sudah teratasi sepenuhnya
P Intervensi yang dilakukan sudah berhasil, Intervensi dihentikan

S :Pasien mengatakan masih terasa gatal


O O : pasien tampak flushing
A A: masalah gangguan integritas belum teratasi sepenuhnya.
P P Intervensi dilanjutkan :
1. 1. Observasi periorbital , gangguan penutup mata , lapang pandang ,
penglihatan yang sempit ,air mata yang berlebihan. Catat adanya
fotophobia , rasa adanya benda di luar mata dan nyeri pada mata
2. 2. Evaluasi ketajaman mata, laporkan adanya pandangan yang kabur atau
pandangan ganda ( diplopia )
3. Pantau masukan makanan setiapa hari dan timbang berat badan
setiap hari dan laporkan adanya penurunan
4
S : Pasien mengatakan sudah tidak lemas
O: Pasien tampak segar
A: A :masalah kelelahan sudah teratasi sepenuhnya.
P : Intervensi yang dilakukan sudah berhasil, Intervensi dihentikan
5
S : Pasien mengatakan sudah paham mengenai penyakitnya

Paraf

O: Pasien tampak dapat mengambil keputusan sesuai informasi yang


didapatkan
A A :: masalah informasi sudah teratasi sepenuhnya.
P : Intervensi yang dilakukan sudah berhasil, Intervensi dihentikan

C. JURNAL

GAMBARAN KELAINAN KATUP JANTUNG PADA PASIENHIPERTIROID YANG DIEVALUASI


DENGAN METODEEKOKARDIOGRAFI DI RSUP. Dr. KARIADI SEMARANG
Rizki Adimas Bagoes P
ABSTRAK
Latar Belakang : Hipertiroid di Indonesia masih banyak dijumpai. Hipertiroid dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti
penyakit Graves. Hipertiroid lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio 1:5, dan banyak terjadi di usia
produktif.Hipertiroid menyebabkan kelainan pada banyak organ salah satunya pada organ jantung.Berdasarkan hal tersebut peneliti
ingin mengetahui kelainan yang terjadi pada jantung pasien-pasien dengan hipertiroid.
Metode : Data rekam medis yang ada dipilah berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, kemudian dicatat hasil gambaran ekokardiografi
pada pasien hipertiroid. Jumlah, jenis kelainan jantung yang terjadi, dan etiologi hipertiroid yang menimbulkan kelainan jantung
dianalisis. Data diolah dengan statistik deskriptif serta dianalisa dengan metode Chi Square dan metode uji Fisher bila syarat metode
Chi square tidak terpenuhi.
Hasil : Hasil penelitian dari 136 sampel data pasien hipertiroid didapatkan 4 pasien hipertiroid non-graves dan 10 pasien hipertiroid
graves mengalami kelainan jantung. Hasil analisa pearson Chi-square menunjukkan p=0,531, yang berarti tidak ada perbedaan
bermakna antara hipertiroid graves dan hipertiroid non graves dalam menimbulkan kelainan jantung. Jenis kelamin pasien hipertiroid
terbanyak yaitu perempuan sebanyak 106 pasien (77,9%), sedangkan laki-laki sebanyak 30 pasien (22,1%). Kelainan jantung
terbanyak pada pasien hipertiroid yang didapatkan yaitu regurgitasi mitral sebanyak 10 (47,6%), regurgitasi trikuspid sebanyak 5
(23,8%), regurgitasi aorta sebanyak 3 (14,3%), prolapsed katup mitral sebanyak 2 (9,5%) dan atrial fibrilasi sebanyak 68 (50%).
Simpulan : Kelainan kelainan katup jantung pada pasien hipertiroid di RSUP dr.Kariadi Semarang adalah regurgitasi mitral,
regurgitasi trikuspid, regurgitasi aorta, prolaps katup mitral.
Kata Kunci : Hipertiroid, kelainan katup jantung, ekokardiografi.

PENDAHULUAN
Hipertiroid di Indonesia masih banyak dijumpai, karena hipertiroid dapat disebabkan beberapa penyebab antara lain : penyakit Graves
(75%) Hipertiroid dapat terjadi di daerah endemik maupun cukup yodium, sehingga masyarakat yang mengalami hipertiroid ini
memerlukan perawatan dan pengobatan yang baik. Hipertiroid lebih banyak pada wanita dibandingkan pria dengan rasio 1:5, dan
banyak terjadi di usia pertengahan. Beberapa kepustakaan luar negeri menyebutkan insidensinya masa anak diperkirakan 1/100.000
anak per tahun. Mulai 0,1/100.000 anak per tahun untuk anak usia 0-4 tahun meningkat sampai dengan 3/100.000 anak per tahun pada
usia remaja 6. Hipertiroid menyebabkan kelainan pada banyak organ salah satunya pada sistem kardiovaskular. Beberapa studi dan
penelitian mengemukakan bahwa terjadi atrial fibrilasi 33 dari 47% pasien dengan umur lebih dari 60 tahun. Serta kurang dari 1%
kasus serangan baru atrial fibrilasi disebabkan hipertiroid. Dan penelitian yang dilakukan oleh Nakazawa melaporkan 11.345 pasien
dengan hipertiroid 288 kasus disertai atrial fibrilasi, 6 kasus mengalami emboli sistemik, 4 diantaranya mengalami gagal jantung, 5
orang diantaranya berusia > 50 tahun 7. Penelitian ini mendeskripsikan beberapa kelainan jantung yang disebabkan penyakit
hipertiroid dan juga menilai beberapa etiologi hipertiroid yang dapat menyebabkan kelainan jantung. Manfaat penelitian ini dapat
memberikan informasi kelainan jantung yang terjadi pada pasien hipertiroid di RSUP dr.Kariadi Semarang, diharapkan juga dapat
bermanfaat untuk meningkatkan penanganan dan perawatan pada pasien hipertiroid oleh praktisi medis serta sebagai pedoman untuk
penelitian selanjutnya.
METODE
Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan observasional deskriptif untuk mengetahui gambaran kelainan katup jantung
pada pasien hipertiroid di RSUP. dr. Kariadi Semarang. Lokasi penelitian di RSUP. dr. Kariadi Semarang. Waktu penelitian pada bulan
januari juni 2012. Etika penelitian dengan ijin dari DIKLIT RSUP. dr. Kariadi Semarang, Instansi Rekam Medik RSUP. dr. Kariadi
Semarang, dan Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran UNDIP. Populasi penelitian ini yaitu pasien hipertiroid
yang dirawat di RSUP dr.Kariadi Semarang. Kriteria inklusi adalah pasien hipertiroid yang dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang
periode tahun 2007-2010 dan telah menjalani pemeriksaan penunjang ekokardiografi. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kelainan
penyakit jantung kongenital, dan pasien dengan kelainan penyakit jantung rematik. Untuk mengetahui besar sampel yang digunakan
rumus n dan didapatkan besar sampel sebanyak 88 pasien. Data yang dianalisa meliputi umur, Jenis kelamin, jenis obat anti tiroid,
lama pengobatan, status fungsional tiroid, tekanan darah, Denyut jantung, Irama jantung pada EKG, Riwayat penyakit, etiologi
hipertiroid, kelainan jantung yang dilihat dengan ekokardiografi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan
menggunakan rekam medis. Hipertiroid adalah gangguan sekresi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid yang ditandai dengan : tekanan
darah meningkat, denyut nadi meningkat, pengeluaran keringat meningkat, penurunan berat badan, exopthalmus, hiperfagi,
hiperdefekasi, peningkatan ekskresi urin, tidak tahan panas. Hipertiroid disebabkan penyakit Graves dan non Graves, serta dapat
menimbulkan kelainan pada organ tubuh lain, salah satunya kelainan jantung. Kelainan jantung berupa kelainan fungsi dan struktur

jantung akibat hipertiroid. Kelainan jantung ini dapat diperiksa dengan instrument diagnostik yaitu ekokardiografi. Data diolah dengan
statistik deskriptif serta dianalisa dengan metode Chi Square dan metode uji Fisher bila syarat metode Chi square tidak terpenuhi.
HASIL
Pasien hipertiroid di Instalasi Rekam Medik RSUP dr. Kariadi Semarang periode tahun 2007-2010 sebanyak 136 sampel dengan
berdasarkan kriteria inklusi didapatkan hasil rerata usia 44,24 yang mengalami hipertiroid. Jenis kelamin perempuan sebanyak 106
(77,9%) dan laki-laki (22,1%) sebanyak 30. Rerata denyut jantung didapatkan pada pasien hipertiroid sebanyak 99,18. Tekanan darah
pasien hipertiroid didapatkan sebanyak 52 pasien mengalami prehipertensi dan 7 pasien mengalami krisis hipertensi. Obat anti tiroid
digunakan dalam pengobatan pasien hipertiroid adalah propitiurasil sebanyak 93 (68,4%) dan status tiroid hipertiroid sebanyak 125
(91,9%), eutiroid 7 (5,1%), dan hipotiroid 4 (2,9%). Pada pasien hipertiroid didapatkan gangguan irama jantung paling banyak
mengalami atrial fibrilasi sebanyak 68 (50%). Pasien hipertiroid yang menjalani pemeriksaan ekokardiografi didapatkan kelainan
katup jantung pada pasien hipertiroid yang terjadi yaitu regurgitasi mitral sebanyak 10 (47,6%), regurgitasi trikuspid sebanyak 5
(23,8%), regurgitasi aorta sebanyak 3 (14,3%), yang paling banyak prolapse katup mitral sebanyak 2 (9,5%) mengalami kelainan
jantung dari total 136 data pasien hipertiroid. Hasil data riwayat penyakit menunjukkan bahwa riwayat penyakit terbanyak yaitu
penyakit jantung hipertensi dan pneumonia sebanyak 19 (19,8%). Hasil uji hipotesis chi-square hipertiroid terhadap kelainan jantung
didapatkan nilai p = 0,531 yang berarti ada perbedaan tapi tidak bermakna dari hipertiroid graves dan hipertiroid non graves dalam
menimbulkan kelainan jantung dari 14 pasien hipertiroid yang mengalami kelainan jantung dari total 136 data pasien hipertiroid. Hasil
data riwayat penyakit menunjukkan bahwa riwayat penyakit terbanyak yaitu penyakit jantung hipertensi dan pneumonia sebanyak 19
(19,8%). Hasil uji hipotesis chi-square hipertiroid terhadap kelainan jantung didapatkan nilai p = 0,531 yang berarti ada perbedaan tapi
tidak bermakna dari hipertiroid graves dan hipertiroidnon graves dalam menimbulkan kelainan jantung
Tabel 1. Karakteristik
KARAKTERISTIK
Rerata usia (dalam tahun)
Minimal
Maksimal
Jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan
Rerata denyut jantung (x/menit)
Minimal

n (%)
44,24
17
85
30 (22,1%)
106 (77,9 %)
99,18
40

Maksimal
Tekanan darah*
Normal
Prehipertensi
Hipertensi derajat I
Hipertensi derajat II
Krisis hipertensi

180
28 (20,6%)
52 (38,2%)
30 (22,1%)
12 (8,8%)
7 (5,1%)

*Tekanan darah berdasarkan klasifikasi American Heart Association (AHA) =1. Normal (<120/<80) : 2. Prehipertensi (120-139/80-89) : 3. Hipertensi derajat I
(140-159/90-99) : 4. Hipertensi derajat II (160-179/100-109) : 5. Krisis hipertensi (>180/>110)

Table 2. data pasien hipertiroid


Data
Obat anti tiroid
Propitiurasil
Thyrozal
I 131
Propitiurasil dan Thyrozal
Status tiroid
Hipertiroid
Eutiroid
Hipotiroid
Irama jantung
Atrial fibrilasi
Sinus takikardi
Table 3. kelainan struktur jantung
Kelainan struktur jantung
Kardiomiopati
Prolaps katup mitral
Regurgitasi aorta

n (%)
93 (68,4 %)
14 (10,3 %)
1 (0,7 %)
3 (2,2 %)
125 (91,9%)
7 (5,1 %)
4 (2,9%)
68 (50%)
22 16,2%)

n (%)
1 (4,8 %)
2 (9,5 %)
3 (14,3%)

Regurgitasi mitral
Regurgitasi tricuspid

10 (47,6%)
5 (23,8%)

Table 4. Riwayat penyakit


Riwayat penyakit
Anemia
Asma bronchial
Atrial fibrilasi
Diabetes mellitus
Dislipidemi
Hipertrofi ventrikel kiri
Hipoalbumin
Hipoglikemia
Hipokalemia
Hipokalsemia
Hiponatremia
Kardiogenik shock
Kholelitihiasis
Penyakit jantung hipertensi
Penyakit jantung iskemik
Pneumonia
Sepsis
Stroke non hemoragik

n (%)
12 (12,5%)
1 (1%)
7 (7,3%)
6 (6,3%)
2 (2,1%)
1 (1%)
5 (5,2 %)
1 (1%)
6 (6,3%)
2 (2,1%)
1 (1%)
1 (1%)
1 (1%)
19 (19,8%)
6 (6,3%)
19 (19,8%)
3 (3,1 %)
2 (2,1%)

Table 5. uji hipotesis chi-square

Penyebab
Hipertiroid

Hipertiroid
Non graves
Hipertiroid

Kelainan jantung
Tidak mengalami Mengalami
kelainan jantung kelainan jntung
47
4
75

10

0,53

graves
PEMBAHASAN
Hasil analisis data pasien hipertiroid menunjukkan bahwa pasien hipertiroid yang mengalami kelainan jantung sebanyak 14 pasien dari
136 pasien hipertiroid yang diambil datanya. Dari uji hipotesis hipertiroid dapat menimbulkan kelainan jantung yang dianalisis dengan
uji hipotesis chi-square menghasilkan p=0,531 yang berarti ada perbedaan tapi tidak bermakna dari hipertiroid graves dan hipertiroid
non graves dalam menimbulkan kelainan jantung. Menurut kepustakaan, hipertiroid disebabkan oleh pengeluaran berlebihan produksi
T4 dan T3, dimana T4 dan T3 ini memacu kerja saraf simpatis salah satunya meningkatkan kontraksi otot jantung sehingga cardiac
output, tekanan darah dan denyut nadi meningkat, sehingga dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium TSH, FT4, T4, dan T3
untuk mendiagnosis hipertiroid, dan keadaan hipertiroid ini diberikan terapi obat anti tiroid sehingga hipertiroid tidak menyebabkan
kelainan jantung, karena untuk menimbulkan kelainan jantung dipengaruhi waktu menderita hipertiroid, pemeriksaan fisik dan
laboratorium, pengobatan. Kelainan jantung yang didapatkan menunjukkan bahwa kelainan katup paling banyak terjadi yaitu
regurgitasi mitral, regurgitasi trikuspid, regurgitasi aorta, prolapsed katup mitral. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian
yang dilakukan oleh Kumei Kage di Jepang yang menyatakan bahwa insidensi dan prevalensi regurgitasi mitral, regurgitasi trikuspid,
regurgitasi mitral + regurgitasi trikuspid, dan prolaps katup mitral lebih tinggi pada kelompok pasien Graves Disesase (GD). Hasil
analisis data pasien hipertiroid menunjukkan bahwa etiologi hipertiroid yang sering terjadi kelainan katup jantung yaitu hipertiroid
graves sebanyak 10 pasien hipertiroid yang mengalami kelainan jantung dari 85 pasien hipertiroid dengan graves, sedangkan
hipertiroid non-graves mengakibatkan kelainan jantung sebanyak 4 pasien dari 51 pasien hipertiroid non-graves, yang diambil dari
jumlah total 136 data pasien hipertiroid. Hipertiroid graves merupakan etiologi hipertiroid yang sering menimbulkan kelainan jantung,
karena hipertiroid graves menghasilkan produksi T4, T3 yang tinggi meskipun TSH normal ataupun turun. Produksi T4, T3 yang
tinggi tersebut berasal dari stimulasi antibody immunoglobulin (TSI) yang berinteraksi dengan reseptor TSH di membran epitel folikel
tiroid, yang mengakibatkan peningkatan aktivitas saraf simpatis tubuh salah satunya peningkatan saraf simpatis di jantung, sehingga
impuls listrik dari nodus SA jantung meningkat menyebabkan kontraksi jantung meningkat mengakibatkan fraksi ejeksi darah dari
ventrikel berkurang, meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, mengakibatkan katup-katup jantung bekerja dengan cepat sehingga
dapat terjadi putusnya chordae tendinae salah satu chordate tendinae ataupun semuan chordae tendinae akibatnya katup-katup jantung
tidak menutup dengan rapat dan terjadi regurgitasi maupun prolapse katup, dan kardiomiopati dapat timbul dalam beberapa bulan
sampai beberapa tahun, serta menebalnya otot jantung atau hipertrofi jantung akibat kontraksi jantung yang cepat dan meningkat,
sehingga dapat terjadi kardiomiopati dan gagal jantung. Stimulasi hormon tiroid
SIMPULAN
Kelainan katup jantung yang terjadi pada pasien hipertiroid yang berobat rawat inap di RSUP. dr. Kariadi Semarang adalah regurgitasi
mitral, regurgitasi trikuspid, regurgitasi aorta, prolaps katup mitral. Diperlukan edukasi kepada masyarakat tentang hipertiroid,

sehingga masyarakat dapat mengetahui resiko terjadinya kelainan jantung pada penderita hipertiroid dan agar dapat dicegah terjadinya
kelainan jantung pada penderita hipertiroid, serta diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti hubungan hipertiroid dengan
kelainan jantung yang ditimbulkan.