You are on page 1of 2

Azoospermia : Cairan sperma tidak mengandung sel spermatozoa.

Penyebab : Adanya sumbatan saluran spermatozoa (azoospermia obstruksi) atau kegagalan testis
memproduksi spermatozoa (azoospermia non-obstruksi).
Px Fisik :
Tidak ada tanda-tanda secara fisik pada penderita azoospermia.
Palpasi Testis Kecil dan teraba keras : Kegagalan Testris Primer (Primary Testicular Failure)
Ukuran normal dan kekenyalan normal : Obstruksi
Px Lab :
Biopsi Testis, pemetaan FNA (Fine Needle Aspiration).
Anamnesis :
a. Kelainan non-obstruksi
Adanya riwayat kelainan bawaan seperti, testis yang tidak berada di kantung testis,
riwayat testis yang terpuntir (torsio), varikokel, penggunaan hormon testosteron, riwayat
pengobatan kanker, sindrom Klinefelter (XXY), mikrodelesi kromosom Y, Tumor
hipofisis/hipotalamus, Supresi hipofisis oleh obat-obatan (steroid anabolic, alkohol,
glukokortikoid), hiperprolaktinemia, DM, Anemia sel sabit, sperma autoimunitas,
penyakit-penyakit berat (kanker, gagal ginjal/hati)
b. Kelainan obstruksi
Hasil px biopsy testis, pemetaan FNA (Fine Needle Aspiration) Normal Obstruktif
Congenital absence of the vas deferens (CAVD), Riwayat operasi didaerah inguinal,
vasektomi, riwayat penyakit infeksi (terutama infeksi menular seksual, dapat
menyebabkan sumbatan saluran spermatozoa sekaligus tempat produksinya)
Lokasi penyumbatan : Epididimis (65%), Vas deferens (30%), Saluran ejakulasi (5%)
Prognosis :
Azoospermia Obstruktif : produksi sel spermatozoa ada di dalam testis hanya saja saluran
keluarnya (vasa deferens) buntu. Jika ini adalah penyebabnya, maka bisa dilakukan upaya
memperoleh spermatozoa. Terapi : Operasi untuk menghilangkan sumbatan.

Bila jumlah sel spermanya sangat sedikit, tidak mungkin dilakukan penanganan dengan
inseminasi buatan. Untuk itu, biasanya akan dilakukan teknik khusus dalam program bayi tabung
yang dikenal sebagai Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI).
Azoospermia non-Obstruktif : Azoospermia disebabkan karena testis tidak dapat meproduksi sel
spermatozoa. Kondisi ini termasuk masalah yang bersifat terminal secara reproduksi.
Teknik pembuahan bantuan tidak banyak membantu karena memang tidak ada instrumen
pembuatan sperma di dalam testis.

Stroke