You are on page 1of 30

Threats to Biodiversity

Nadia Fitria W (3425131047)


Rusdyansyah Mansyur (34255131036)

Biodiversity (Keanekaragaman)

The variety of life, in genes and species, that


inhabit the ecosystems of the earth.

number and variety of species, ecological


systems, and the genetic variability they
contain.

In its narrowest sense biodiversity refers to


the number of species on the planet

How many species exist?

Some 1.4 to 1.8 million species are "known to


science" -- meaning that they have been classified
by a specialist

Most experts estimate the world's species diversity


at 10 to 30 million, but that is very approximate

Except for land vertebrates and flowering plants,


the number of undescribed species greatly
exceeds the number described

Major Threats to Biodiversity


Habitat degradation
Overexploitation
Anthroponegic climate change
Invasive species

Meningkatnya populasi dan konsumsi


manusia secara terus - menerus

Aktivitas Manusia
(Bertani, industri, nelayan, Urbanisasi, perdagangan
internasional dll)

Overexploitation

Munculnya
invasive species

Habitat loss dan degradasi, polusi, land


cover change, fragmentasi habitat
Perubahan iklim

Kehilangan keanekaragaman biologi


(degradasi dari ekosistem, terkikisnya
keragaman genetik dan terjadi evolusi
terus menerus, terkikisnya sistem
pendukung untuk masyarakat,
hilangnya ekosistem)

Habitat degredation

Dapat disebabkan oleh perantara manusia


melewati aktivitas aktivitasnya. Industri,
agrikulture, menebang hutan, aquaculture,
memancing, menambang, pengembangan
infrastruktur dll.
Banyaknya macam polusi berpengaruh dalam
degradasi dari ekosistem.

Overexploitation

Penyebabnya hampir sama seperti degredasi


habitat.
Bahaya/dampak yang paling besar dari
eksploitasi secara berlebihan adalah
kepunahan jenis atau populasi.
Bahaya yang paling kecil ialah penurunan
komposisidan fungsi dari ekosistem.

Invasive Species
Jenis (hewan, tumbuhan dll) yang menginvasi ke
area atau habitat dimana jenis ini bukanlah jenis
alami dari daerah yang diinvasinya.
Dapat menghancurkan jenis asli melalui interaksi
secara langsung (predasi, parasitisme, penyakit,
kompetisi, atau hibridisasi).
Juga secara tidak langsung (Modifikasi habitat
untuk mengurangi kualitas habitat, merubah
kelimpahan atau dinamisasi dari jenis aslinya dll.)

Anthropogenic climate change

Ancaman keanekaragaman yang terjadi pada


era sekarang.
Memungkinkan untuk menjadi penyebab
kepunahan secara besar besaran.

Essay 3.1
Killer whales as sentinels of global pollution

Paus pembunuh adalah satu dari banyaknya mamalia yang


ada di bumi. Meskipun kajiannya sangatlah sedikit namun
paus ini dapat menjadi subjek dari pembelajaran di Coastal
waters of British Columbia, Kanada, dan Washington.

Banyak POP ( Persistence Organic Pollutants) termasuk


polychlorinate byphenyls dan pestisida DDT adalah sangat
beracun. Laboratorium Hewan mengkaji mendapat bukti nyata
bahwa banyak senyawa kimia yang dapat membahayakan
bagian dalam tubuh, dengan efek dari reproduksi, sistem
kekebalan tubuh, dan pertumbuhan dan perkembangan.
10

Anthropogenic Extinctions and Their


Community and Ecosystem Impacts

Masalah terbesar dari perkembangan manusia adalah


kepunahan jenis dan populasi, dan transformasi pada
ekosistem alami menuju yang bukan habitatnya.
Kepunahan dapat terjadi secara global atau local.
Secara global mengacu pada hilangnya salah satu
spesies dari seluruh dunia, kepunahan local mengacu
pada hilangnya salah satu spesies hanya dari satu
wilayah atau negara.
Tambahan: kepunahan secara ekologis dapat terjadi
ketika satu populasi berkurang sehingga
menyebabkan kecilnya density seperti yang terjadi
pada masa sekarang, lambat laun tidak ada interaksi
dalam satu komunitas ke berbagai khalayak.
11

12

Current Patterns of Global Endangered

Populasi manusia jauh lebih besar dan


kebiasaan konsumtif yang lebih besar
memastikan bahwa setiap ancaman utama
telah meningkat dalam besarnya dan luasnya.

13

Globally threatened species


Table. 1: Number of globally threatened species by taxon*
Percent of Percent of
Threatene
describe evaluated
Describe Evaluated d species
species
species
species
species
(CR, EN,
threatene threatene
VU)
d
d
Vertebrates
Mammals
Birds
Reptiles
Amphibians
Fish
Invertebrat
es
Insects
Molluscs
Crustacean
s
Others
Plants
14
Mosses

5416
9917
8163
5743
28.600

4853
9917
499
5743
1721

1101
1213
304
1856
800

20
12
4
32
3

23
12
61
32
46

950.000
70.000

771
2163

559
974

0.1
1

73
45

40.000

498

429

86

130.200

55

30

0.02

55

15.000

93

80

0.5

86

Percent
Percent
Descri
of
of
Threaten
be
Evaluate
describe evaluate
ed
specie d species
species d species
species
s
threaten threaten
ed
ed
Gymnosper
ms

980

907

305

31

34

Dicotyledon
s

199.35
0

9473

7025

771

68

Monocotyled
59.300
1141
ons
* = Sumber: Modified from IUCN 2004
Lichens
Total

15

10.000

0.02

100

1.545.5
94

38.046

15.503

41

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources

www.redlist.com
16

Where are species most at risk in


Indonesia? (EN)

Sumber: http://jimsanimalhelp.weebly.com/endangered-animals-in-indonesia.html
17

Threatened species in other countries*


Mammal
s

Bird
s

Reptiles

Amphibian
s

Fishes

Invertebrate
s

Plants
(%)

Total

Ecuador

34

69

10

163

12

48

1815
(81)

2151

US

40

71

27

50

154

561

240
(63)

1143

Malaysia

50

40

21

45

34

19

683
(60)

892

Indonesia

146

12
1

28

33

91

31

383
(60)

833

China

80

82

31

86

47

443
(73)

773

Mexico

72

57

21

190

106

41

261
(69)

748

Brazil

74

12
0

22

24

42

34

381
(68)

697

Australia

63

60

38

47

74

283

56
(33)

621

18
Colombia

39

86

15

208

23

222
(69)

593

Apa jenis spesies yang paling


rentan terhadap kepunahan?

19

Karakter spesies terhadap kepunahan


Para ahli ekologi telah mengetahui bahwa tidak semua spesies
mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi punah. Kerentanan
spesies terhadap kepunahan umumnya ditentukan oleh suatu karakter:

Spesies yang mempunyai sebaran geografis sempit (Anoa)


Spesies yang terdiri dari satu atau sedikit populasi akan sangat rentan
terhadap kerusakan habitat dibandingkan dengan spesies yang terdiri
dari banyak populasi (Badak)

20

Spesies yang memiliki ukuran populasi yang kecil


akan mudah punah akibat pengaruh variasi demografi
dan lingkungan serta hilangnya keanekaragaman
genetik bila dibandingkan dengan spesies yang
ukuran populasinya besar. (Komodo)

Spesies yang ukuran populasinya cenderung menurun


akan mudah punah apabila penyebab penurunan
tidak dapat diketahui dan diperbaiki. (Harimau)

Spesies yang memiliki densitas rendah per satuan


luas, terutama pada kawasan yang terfragmentasi.
(Tarsius)
21

22

Spesies yang memerlukan jelajah yang luas akan


sangat rentan terhadap kepunahan apabila wilayah
jelajahnya dirusak atau mengalami fragmentasi.
Hewan yang mempunyai ukuran tubuh yang besar
akan memiliki wilayah jelajah yang luas serta
makanan yang lebih banyak secara individu, serta
rentan untuk diburu maupun dirusak wilayah
jelajahnya maupun habitat untuk mencari makan
dan minumnya.

23

spesies yang tidak memiliki kemampuan menyebar yang


baik di alam, karena spesies tersebut tidak mampu
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. (Tapir)
Spesies yang bermigrasi musiman akan sangat rentan
terhadap kepunahan karena ketidakmampuan bertahan
di habitatnya. (Burung)
Spesies yang mempunyai keanekaragaman genetik dan
tingkat reproduksi yang rendah atau dalam jangka
waktu yang lama. (is often called a K-selected life
history strategy.)

24

Penyebab ekstrinsik kepunahan akibat


aktivitas manusia

Tinggal di daerah dampak terbesar manusia, seperti pada


tanah yang subur, di sistem sungai yang sering digunakan
untuk perdagangan atau industri, atau di sepanjang pantai.

25

Konteks Ekonomi dan Sosial dari


Keterancaman

Ancaman yang mendasaridisebabkan oleh pembangunan


manusia adalah pengendalian ekonomi dan sosial yang kuat.

Sebagian besar pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya


kemakmuran dapat meningkatkan laju konversi habitat,
eksploitasi berlebihan dari spesies laut untuk makanan,
pencemaran air, dan transformasi atmosfer yang mengubah
iklim.

Republik et al. (2000) mengatakan, "daftar spesies terancam


punah berkembang karena skala ekonomi yang terintegrasi,
dan karena itu jaringan penyebab terancamnya spesies,
meningkat."
26

Bagaimana kita dapat menanggapi krisis


besarnya?
Konservasi biologi dan promotor pembangunan manusia setuju bahwa
solusi perlu datang dari kombinasi
(1)

(2)
(3)
(4)
(5)

analisis ilmiah dari dan komunikasi tentang pengendalian perubahan


keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia, dan identifikasi
faktor-faktor pendorong dan tren terancamnya spesies
perbaikan teknologi,
instrumen hukum dan kelembagaan, hukum dan perjanjian
internasional yang membahas hilangnya keanekaragaman hayati
insentif ekonomi dan tanaman, dan
intervensi sosial. Mekanisme untuk mencapai solusi akan mencakup
langkah-langkah preventatif, seperti penetapan kawasan lindung,
intervensi yang ditargetkan pada tingkat genetik, spesies, dan
ekosistem yang mengintegrasikan pemahaman ekologi dengan
pemecahan berbasis masalah komunitas, restorasi ekosistem rusak
atau
27 populasi yang terancam punah.

28

29

TERIMA KASIH

30