You are on page 1of 12

SILA KE-5

KEADILAN SOSIAL BAGI


SELURUH RAKYAT INDONESIA

Nama Anggota
Jernita M. Silitonga
Desca Olympia Citra
Eni Puspita Sari
Siti Halimatul Munawarah
Afria Tantri
Asih Purnama Sari
Fitri Anna Sari
Maulida Aulia

(10121001028)
(10121001036)
(10121001038)
(10121001044)
(10121001065)
(10121001085)
(10121001090)
(10121001104)

DEFINISI
Keadilan yang dimaksud dalam sila ke-5 ini adalah
persamaan setiap warga negara untuk mendapatkan hakhak atas kehidupannya.
Nilai keselarasan, keserasian, dan keseimbangan, yang
menyangkut hak dan kewajiban yang dimiliki oleh seluruh
warga negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku,
bahasa, dan status sosial ekonominya.
Setiap warga negara Indonesia harus diperlakukan adil
sesuai dengan hak dan kewajibannya sebagai warga
negara.
Penguasaan terhadap hak rakyat dapat dikatakan sebagai
pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
Persamaan mendapatkan keadilan di negeri ini dijamin
oleh pancasila.

LAMBANG SILA KE-5


Sila ke-5 memiliki
Lambang Padi dan
kapas.

06/22/16

Padi dan kapas ini


melambangkan sandang
dan pangan yang
merupakan kebutuhan
dasar manusia sebagai
syarat utama mencapai
kemakmuran dan
bertujuan untuk
memberikan kebutuhan
dasar setiap bangsa
Indonesia secara merata
dan adil.

Nilai Dasar
yang ada
dalam Sila ke5

1. Hubungan manusia dengan


dirinya sendiri
2. Hubungan manusia
dengan manusia
3. Hubungan manusia dengan
masyarakat
4. Hubungan bangsa dan
negara
5. Hubungan manusia dengan
Tuhannya

DASAR HUKUM
Pasal 27 ayat 1 dan 2 : menjelaskan kedudukan hukum
yang sama dari setiap warga negara dalam hukum
pemerintahan, serta hak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak
Pasal 28 : Setiap orang berhak untuk hidup serta
mempertahankan hidupnya
Pasal 29 : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk dan beribadat sesuai
kepercayaannya
Pasal 31 ayat (1), (2), (3), (4) : hak atas pendidikan
Pasal 33 ayat 3 tentang Kesejahteraan Sosial

06/22/16

NILAI NILAI YANG TERCERMIN


1. Mewujudkan keadilan dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.
2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
3. Bersikap adil dan suka memberi
pertolongan kepada orang lain.
4. Mengembangkan perbuatan-perbuatan
yang terpuji.
5. Cinta akan kemajuan dan pembangunan
bangsa.

APLIKASI DALAM KEHIDUPAN

Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana


kekeluargaan dan kegotong royong.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak orang lain.
Suka memberikan pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Tidak menggunakan hak milik usaha usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain.
Tidak menggunakan hak milik untuk hal hal yang bersifat pemborosan dan
gaya hidup mewah.
Tidak menggunakan hak hak milik untuk hal hal yang bertentangan
dengan atau kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan
dan kesejahteraan bersama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang
merata dan berkeadilan sosial.

06/22/16

CONTOH PENYIMPANGAN SILA KE-5


Bidang : Hukum
- Banyaknya kasus korupsi yang menyeret pejabat
publik seperti kepala daerah, anggota legislatif,
para anggota kabinet, dan politisi partai politik
yang merugikan negara sampai milyaran rupiah
tetapi hukuman yang diberikan tidak sebanding
dengan apa yang telah diperbuat dan kadang
walaupun sudah divonis sebagai tersangka masih
saja bisa pergi kemana-mana bahkan sampai
keluar negeri

CONTOH PENYIMPANGAN
SILA KE-5
Bidang : Hukum
Jika kasusnya menimpa rakyat miskin seperti
yang terjadi pada kake Harso Taruna (67
tahun) yang menjadi terdakwa dan diseret ke
pengadilan karena memotong pohon di lahan
BKSD dimana Kakek Harso dituntut pidana
penjara 1 tahun dan denda uang Rp
400.000,-. Dia dituduh merusak hutan
konservasi dengan jerat pasal berlapis.

CONTOH PENYIMPANGAN
SILA KE-5
Bidang : Pelayanan Kesehatan
- Masih ingatkah kita dengan kasus yang dialami
oleh seorang pasien pemegang KJS yang
meninggal dunia karena ditolak oleh sebuah RS
berinisial P. Untuk mendapatkan sebuah
ruangan ICU saja pasien harus berjuang keras
dan tanpa hasil. Apakah karena dia seorang
pemegang Kartu Jaminan Kesehatan? Tentu
saja pihak rumah sakit menyangkal tuduhan
telah menelantarkan pasien hingga meninggal
dunia.

Terima Kasih