You are on page 1of 11

ASUHAN KEBIDANAN

PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN IKTERUS NEONATORUM


TERHADAP BAYI Ny. T DI RUANG ANGGREK

Tanggal masuk RS/klinik/Puskesmas/BPM

: 26 Agustus 2015

Jam

: 08.00 WIB

Tanggal pengkajian

: 26 Agustus 2015

Jam

: 08.15 WIB

Nomer reg. Pasien

: 260815

Nomer bed pasien

: 01

I. PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
a. Identitas Bayi
Nama

: By. Ny. I

Jenis kelamin

: laki-laki

Tanggal lahir/jam

: 26 Agustus 2015 / 01.30 WIB

Usia bayi

: 1 hari

Anak ke-

: Pertama

b. Identitas orang tua


Nama Ibu

: Ny. I

Nama Suami : Tn. A

Umur

: 24 tahun

Umur

: 27 tahun

Agama

: islam

Agama

: islam

Suku

: jawa

Suku

: jawa

Pendidikan

: SMA

Pendidikan

: SI

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: PNS

Alamat

: Jl Mawar No 5

Alamat

: jl Mawar no 5

Ponorogo RT/RW 01/02

Ponorogo
RT/RW 01/02

No. Telp

: 082134678567

No. Telp

: 085678767545

2. Keluhan
Keluhan Utama

: Bayi umur 8 jam dengan, nampak kekuningan

didaerah kepala dan leher, facces berwarna seperti dempul, perut membuncit
pembasaran pada hati, tidak mau minum dan reflek moro lemah.

3. Riwayat Pre Natal, Natal dan Post Natal dan Neonatal


a. Pre Natal
TM I

: 1x

Keluhan

: mual-muntah

Terapi

: B6 3x1 tablet

TM II

: 1x

Keluhan

: sering pusing

Terapi

: pemberian tablet FE

TM III

: 2x

Keluhan

: mudah lelah

Terapi

: vitamin B12

b. Natal
Menurut ibu melahirkan bayinya yang pertama pada tanggal 26 Agustus 2015 jam
01.30 WIB di BPM, dan tidak ada komplikasi pada masa persalinan.
c. Post Natal
Menurut ibu ASI sudah keluar.
d. Neonatal
Menurut ibu bayi lahir normal dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir 2700
gram, PB 49 cm, bayi lahir menangis kuat.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Penyakit yang di derita keluarga

Menurun : Menurut ibu dalam keluarganya tidak ada yang menderita

Diabetes mellitus, asma, malaria dan hipertensi.


Menahun : Menurut ibu dalam keluarganya tidak ada yang menderita
gagal ginjal,jantung , dan paru paru basah.
Menular : Menurut ibu dalam keluarganya tidak ada yang menderita
HIV/AIDS, TBC.
b. Keturunan kembar

: Menurut ibu dikeluarganya tidak ada


keturunan kembar

5. Pola Kebiasaan Sehari-hari


a. Nutrisi
bayi minum ASI 2,5 per 2-3 jam
b. Eliminasi
BAB

: konsistensi lendir warna kuning


+ 2x sehari

BAK

: warna Kuning

BAK

: + 5-6x sehari

Warna

: kuning jernih

c. Istirahat
Bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, terkadang terbangun bila
bayi haus
d. Personal Hygiene
Mandi

: 2x/hari

Perawatan tali pusat

: 2x/hari

Ganti pakaian

: tiap kali kotor, basah dan sehabis mandi.

6. Riwayat Psikososial
a. Psikologi
Ibu dan keluarga senang dengan kelahiran anaknya tapi juga khawatir dengan
kondisi anaknya, dan ini merupakan anak yang pertama
b. Sosial
Menurut ibu ia tinggal dengan suaminya, dan akan merawat dan mengasuh bayinya
sendiri. Hubungan ibu dan keluarga sangat baik, dan hubungan ibu dengan tetangga
dan lingkungan sekitarnya baik
c. Budaya

Menurut ibu tradisi yang dianut oleh ibu dan keluarga adalah tradisi Jawa. Ibu tidak
pernah pantang makanan apapun. Ibu tidak suka minum jamu dan selalu berobat jika
sakit ke petugas kesehatan.
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum

: lemah

Kesadaran

: Compos mentis

TTV
-

Nadi
Suhu
RR

: 130 x/menit
: 36,50C
: 45 x/menit

BB

: 2700 gram

PB

: 49 cm

Lingkar kepala

: 34 cm

Lingkar dada

: 32 cm

HR

: 167 x/mmenit

A-S

: 8-9

No

Aspek yang

Menit

1.
2.
3.
4.
5.

dinilai
Appereance
Polse
Gramace
Activity
Respirasi
Jumlah

Pertama
2
2
1
1
2
8

Menit V
2
2
1
2
2
9

2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Kulit

: warna kekuningan, rambut lanugo sedikit, ada verniks caseosa.

Kepala

: bentuk simetris, tidak ada benjolan abnormal, tidak ada


kaput suksedaneum, tidak ada sefal hematoma, dan tidak ada moulage

Mata

: simetris, bersih, sclera ikterik, konjungtiva merah muda.

Telinga: simetris, tidak ada serumen, warna pucat kekuningan


Hidung

: simetris, bersih, tidak ada secret, tidak ada pernapasan cuping


Hidung, pucat kekuningan

Mulut

: simetris, tida ada labioskizis, tidak ada labiopalatoskisis, lidah bersih,


warna bibir pucat

Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembengkakan


kelenjar limfe maupun bendungan vena jugularis, warna kuning.

Dada

: bentuk simetris, putting susu menonjol, areola gelap.

Abdomen

: tidak ada benjolan abnormal, tali pusat belum kering masih


terbungkus kassa steril, tidak ada perdarahan/infeksi tali pusat.

Punggung

: simetris, bersih, tidak ada spina bifida.

Genetalia

: testis sudah turun ke scrotum.

Anus

: bersih, berlubang

Ekstremitas

Atas

: simetris, tidak polidaktili maupun sindaktili, akral hangat.

Bawah : simetris, tidak polidaktili maupun sindaktili, akral hangat.


Warna kulit pucat, kuku, tangan dan kaki berwarna agak kekuningan

b.Palpasi
Kepala

: tidak ada benjolan abnormal

Leher

: Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe, tidak ada
fraktur klavikula.

Abdomen

: tidak teraba pembesaran hepar

c.Auskultasi
Dada

: tidak ada retraksi dinding dada

Jantung

: tidak ada suara tambahan seperti mur-mur

Paru-paru

: tidak ada ronchi, tidak ada wheezing.

d.Perkusi
Abdomen

: Tidak kembung

e.Pemeriksaan Reflek
Refleks Moro
Refleks Rooting

: (+) baik, gerakan seperti memeluk bila ada rangsangan.


: (+) kurang baik, saat diberi rangsangan pada pipi, bayi tdk

langsung menoleh ke arah sentuhan.

Refleks Sucking : (+) kurang baik, bayi menghisap kurang baik saat diberi ASI.
Refleks Swallowing : (+) kurang baik, Ketika benda-benda didekatkan ke mulut
bayi, memungkinkan bayi memasukkan makanan kemulut bayi.
Refleks Grasping : (+) baik, pada saat telapak tangan disentuh bayi
menggenggam.
Refleks babinski : (+) baik, jika menyentuh kaki bayi maka jari-jari akan
membuka.
Refleks tonic neck : (+) baik, saat kepala bayi digerakkan kesamping, lengan pada
sisi tersebut akan lurus dan lengan yang berlawanan akan
Refleks stepping

menekuk.
: (+) baik, ketika kedua telapak tangan ibu ditempelkan ke kaki
bayi, jika ada tahanan dari bayi maka refleks stepping baik.

3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan lab, kadar bilirubin serum 100 umol/l
II. INTER PRETASI DATA
D.S

: Bayi baru lahir normal hari pertama dengan ikterus derajat I (pada

kepala dan leher).

D.O

D.X

:
Keadaan Umum

: lemah

Kesadaran

: Composmentis

Nadi

: 130 x/mnt

Suhu

: 36,5C

RR

: 45 x/mnt

AS

: 8-9

PB

: 49 cm

BB

: 2700 gram

LIKA

: 34 cm

LIDA

: 32 cm

: Usia 1 hari

III. IDENTIFIKASI DX/MASALAH POTENSIAL

1. Potensial terjadinya ikterus pada derajat yang lebih lanjut


Dasar :
a.

Dari hasil pemeriksaan lab didapatkan kadar serum bilirubin indirek 100 umol/l
(derajat I)

b.

Terdapat warna kuning pada daerah muka, leher dan kuku


2. Potensial terjadinya pemindahan mikro organisme pada tali pusat

Dasar : tali pusat masih basah


IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Kolaborasi bila ada komplikasi

V. INTERVENSI
NO

Tgl/Jam

1.

26

Dx/Masalah/Kebutuha

n
Agustus Dx : ikterus Usia 5
2015 Jam :

hari

Intervensi

Rasional

Tujuan : agar keadaan


umum bayi baik.

08.45
Kriteria Hasil :
1. Berat badan bayi
nomal.
2. suhu bayi normal.
3. reflek menelan dan
menghisap kuang baik
baik.
Intervensi :
1.

Ajarkan

ibu

cara

1.untuk

menghangatkan/penyi

menurunka

naran

bayi

dengan

sinar matahari di pagi

kadar

bilirubin

hari

2. Untuk
2. Beri imunisasi
Hepatitis B

mencegah
infeksi
Hepatitis B
terhadap bayi,
terutama jalur
penularan
ibu-bayi.
3. Agar

3. Anjurkan ibu
untuk meneteki
bayinya.

4. Anjurkan pada
ibu untuk
melakukan

kebutuhan
nutrisi bayi
terpenuhi.

4. Agar bayi
tidak
hipotermi.

teknik
penghangatan
pada bayi baru
lahir.
5.Untuk
5. Anjurkan ibu
untuk pemberian
ASI eksklusif

mencegah
hipoglike
mi pada
bayi.

VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 26 Agustus 2015

Jam : 09.10 WIB

1. Mengajarkan ibu cara perawatan tali pusat


a.

Tali pusat selalu dalam keadaan kering

b.

Tali pusat harus dibungkus dengan kassa steril

c.

Kebersihan harus selalu dijaga dengan cara mengganti kasa bila kotor

2. mengajarkan ibu untuk Menjaga bayi agar tidak hipotermi


a.

Membungkus bagi dengan kain yang bersih, kering dan hangat

3. Membantu penurunan kadar bilirubin pada bayi


a.

Menghangatkan/melakukan penyinaran pada bayi di bawah sinar matahari di pagi hari

selama 15-20 menit antara pukul 07.00 08.00 pagi.


4. Membantu ibu untuk menyusui bayinya sesegera mungkin
5. Memberikan imunisasi hepatitis B ke-1 pada bayi baru lahir
6. Menjelaskan tanda-tanda bahaya BBL :
a.

Warna kulit kuning terutama 24 jam pertama (kulit berwarna biru/pucat).

b.

Tali pusat merah, bengkak, berbau busuk, keluar cairan atau nanah

c.

Bayi kejang

d.

Menghisap lemah, banyak muntah, mengantuk belebihan

e.

Tidak BAK dan BAB 24 jam pertama


7. Melakukan pemantauan bayi baru lahir

a.

Kemampuan menghisap

b.

Keaktifan bayi

c.

Keadaan umum bayi

VII. EVALUASI
Tanggal : 10 November 2015
S : a.

Jam : 09.30 WIB

Ibu mengatakan bayinya sudah mau menyusui

b.

Ibu mengatakan bayinyaa sudah sering BAK

c.

Ibu mengatakan bayinya sering menangis

O : Tanda-tanda vital
RR

: 45 x/menit

BB

: 2700 gram

Suhu

: 36,50 C

PB

: 49 cm

Nadi : 130 x/menit


a.

Tanda-tanda ikterus sudah berkurang:

1. Warna kulit sudah tampak kemerahan


2. Sklera masih berwarna kuning
3. hasil lab : Kadar bilirubin 60 umol/dl
b.

Tali pusat sudah layu dan terlihat terawat baik

c.

Bayi sudah mau menyusui

d.

Perut bayi tidak kembung

e.

Eliminasi

: BAK 7-8 x/hari

BAB 2-3 x/hari


f. Reflek :

1.

Mencari (Rooting)

: baik

2.

Menghisap (sucking)

: baik

3.

Menelan (swallowing)

: baik

4.

Reflek kaki (stapping)

: baik

5.

Menggenggam (graping) :

6.

Reflek moro

baik

: baik

A : Diagnosa
Bayi baru lahir dengan ikterus derajat I
Dasar : bayi baru lahir 26 Agustus 2015 dengan apgar 8-9
Masalah, untuk sementara tidak ada
Kebutuhan

: a. Perawatan tali pusat


b.

Perawatan bayi sehari-hari

c.

Penyuluhan pada ibu dan keluarga tentang :

1. Personal hygiene bayi


2. Pemberian ASI eksklusif
3. Pertahankan suhu tubuh bayi
P

: 1.

Mandikan bayi dengan mandi lap 2 kali sehari

2.

Merawat tali pusat

3.

Berikan penyuluhan pada ibu dan keluarga tentang :

a. Personal hygiene bayi


b. Pemberian ASI eksklusif
c. pertahankan suhu tubuh

4.

Tetap anjurkan ibu untuk menghangatkan bayinya dibawah sinar

matahari pagi untuk menurunkan kadar bilirubin.