You are on page 1of 8

PERSONAL HYGIENE

Personal hygiene berarti tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan diri


seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikisnya.
personal hygiene baik apabila, orang tersebut dapat menjaga kebersihan tubuhnya
yang meliputi kebersihan kulit, gigi dan mulut, rambut, mata, hidung, dan telinga,
kaki dan kuku, genitalia, serta kebersihan dan kerapihan pakaiannya.

Banyak manfaat yang dapat di petik dengan merawat kebersihan diri,


memperbaiki kebersihan diri, mencegah penyakit, meningkatkan kepercayaan
diri dan menciptakan keindahan.
Apa saja personal hygiene?
1. Kebersihan Kulit

Sabun dan air adalah hal yang penting untuk mempertahankan kebersihan
kulit.
Mandi yang baik adalah :
1). Satu sampai dua kali sehari, khususnya di daerah tropis.
2). Bagi yang terlibat dalam kegiatan olah raga atau pekerjaan lain yang
mengeluarkan banyak keringat dianjurkan untuk segera mandi setelah selesai
kegiatan tersebut.
3). Gunakan sabun yang lembut. Germicidal atau sabun antiseptik tidak
dianjurkan untuk mandi sehari-hari
4). Bersihkan anus dan genitalia dengan baik
5). Bersihkan badan dengan air setelah memakai sabun dan handuk yang
tidak sama dengan orang lain.
Cara perawatan kulit adalah sebagai berikut :
Biasakan mandi minimal 2 kali sehari atau setelah beraktifitas.
Gunakan sabun yang tidak bersifat ititatif.
Sabuni seluruh tubuh, terutama area lipatan kulit seperti sela sela
jari, ketiak, belakang telinga, dll.
Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah.
Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah,
tangan, badan, hingga kaki.

2. Kebersihan tangan dan kuku


Indonesia adalah negara yang sebagian besar masyarakatnya menggunakan
tangan untuk makan, mempersiapkan makanan, bekerja dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra untuk kebersihan tangan dan kuku
sebelum dan sesudah beraktivitas.
1). Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah ke kamar mandi dengan
menggunakan sabun. Menyabuni dan mencuci harus meliputi area antara jari
tangan, kuku dan punggung tangan.
2). Handuk yang digunakan untuk mengeringkan tangan sebaiknya dicuci dan
diganti setiap hari.
3). Jangan menggaruk atau menyentuh bagian tubuh seperti telinga, hidung,
dan lain-lain saat menyiapkan makanan.
4). Pelihara kuku agar tetap pendek, jangan memotong kuku terlalu pendek
sehingga mengenai pinch kulit.
Cara cara merawat kuku antara lain :
1)Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau
memotongnya dalam bentuk oval (bujur) atau mengikuti bentuk jari.
Sedangkan kuku jari kaki dipotong dalam bentuk lurus.
2)Jangan memotong kuku terlalu pendek karena bisa melukai selaput
kulit dan kulit disekitar kuku.
3) Jangan membersihkan kotoran di balik kuku dengan benda tajam,
sebab akan merusak jaringan di bawah kuku.
4) Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan.
5) Khusus untuk jari kaki, sebaiknya kuku dipotong segera setelah
mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu.
6)Jangan menggigit kuku karena akan merusak bagian kuku.
3. Rambut

rambut tumbuh karena mendapat suplai darah dari pembuluh


pembuluh darah disekitar rambut. Bila rambut kotor dan tidak
dibersihkan lama kelamaan akan menjadi sarang kutu kepala. Cara
merawat rambut antara lain :
1) Cuci rambut 1-2 kali seminggu ( atau sesuai kebutuhan ) dengan
memakai shampoo yang cocok.

2) Pangkas rambut agar terlihat rapi. Gunakan sisir yang bergerigi


besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan
minyak.
3) Jangan gunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa
melukai kulit kepala.
4) Pijatpijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk
merangsang pertumbuhan rambut.
5) Pada jenis rambut ikal dan keriting, sisir rambut mulai dari
bagian ujung hingga ke pangkal dengan pelan dan hati hati.
4. Gigi dan mulut

1) Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam.


2) Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda
keras. (misal : membuka tutup botol).
3) Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan
gigi patah.
4) Menyikat gigi sesudah makan dan khusunya sebelum tidur.
5) Memakai sikat gigi yang berbulu banyak, halus, kecil sehingga
dapat menjangkau bagian dalam gigi.
6)Meletakkan sikat pada sudut 45 di pertemuan antara gigi dan gusi
dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi.
7) Menyikat gigi dari atas ke bawah dan seterusnya.
8) Memeriksakan gigi secara teratur tiap 6 bulan sekali.
0

5. Mata
Mata yang sehat akan tampak jernih dan bersih dari kotoran.Kotoran
dapat menempel pada bulu mata dan sudut mata
Cara merawat mata antara lain :
1) Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam ke bagian
luar.
2) Saat mengusap mata, gunakanlah kain yang paling bersih dan
lembut.
3) Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran.
4) Bila menggunakan kaca mata, hendaklah selalu dipakai.
5) Bila mata sakit cepat periksakan ke dokter

6. Kebersihan genital
Adapun hubungan penelitian ini dengan hadist yang menyebutkan
tentang perilaku hygiene adalah dari Abu Syamah berpendapat :
Disunnahkan menghilangkan rambut dari qubul dan dubur. Bahkan
menghilangkan rambut dari dubur lebih utama karena dikhawatirkan
dirambut tersebut ada sesuatu dari kotoran yang menempel sehingga
tidak dapat dihilangkan oleh orang yang beristinjah (cebok) kecuali
dengan air dan tidak dapat dihilangkan dengan istijmar (bersuci dari
najis dengan menggunakan batu).
Adapun penyebab keputihan adalah kurangnya pemahaman tentang
personal hygiene, memakai pakaian dalam yang ketat, membilas
vagina dengan cara yang salah yaitu dari belakang ke depan,
memakai sembarangan sabun untuk membasuh vagina, lingkungan
sanitasi kotor, kelelahan yang amat sangat, mengalami stres dan tidak
menjalani pola hidup sehat makan dan tidur tidak teratur.
Menurut Laila (2011), cara menjaga kebersihan genitalia
saat menstruasi yaitu sebagai berikut:
1) Harus selalu bersih
2) Rutin mandi setiap hari dan keramas setiap perlu
3) Membiasakan diri mencukur rambut disekitar daerah kemaluan, untuk
menghindari tumbuhnya bakteri yang menyebabkan gatal pada daerah reproduksi
tersebut
4) Menggunakan pembalut yang bersih dan berbahan lembut, menyerap dengan
serta tidak membuat alergi dan merekat dengan baik pada celana dalam
5) Mengganti pembalut sesering mungkin untuk menghindari pertumbuhan bakteri
yang berkembang biak pada pembalut serta menghindari bakteri masuk ke vagina.
Saat darah menstruasi keluar banyak, biasanya pada hari ke 1-3 menstruasi, ganti
pembalut setiap 2-3 jam sekali yaitu 5-6 kali sehari. Jika sudah dirasakan
berkurang darah menstruasi yang keluar, frekuensi mengganti pembalut yang
dianjurkan bisa setiap 4-5 jam sekali yaitu 3-4 kali sehari. Namun semua itu
tergantung dari banyaknya darah menstruasi yang keluar
6) Memilih celana dalam dari bahan katun dan tidak ketat, sehingga dapat
menyerap keringat dan tidak menyebabkan lembab
7)Hindari pemakaian celana jeans dan celana yang ketat selama menstruasi agar
tidak menyebabkan kelembaban yang berlebihan

8) Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari untuk menjaga kelembaban yang
berlebihan
9) Tidak membersihkan bagian liang vagina dengan bahan kimia seperti produk
antseptik daun sirih ataupun sabun karena dapat menyebabkan kekeringan dan
iritasi kulit atau gatal. Bagian dalam vagina biasanya akan mampu menjaga
kebersihannya sendiri. Vagina yang sehat dan bersih memiliki keseimbangan
kimiawi yang bersifat asam dengan pH 3.8 sampai 4.2, dimana dalam situasi asam
ini bakteri baik yang ada di dalam vagina mampu membersihkan vagina secara
optimal sehingga keseimbangan kelembaban di vagina selalu terjaga
10)Mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun sebelum dan sesudah
membersihkan daerah genetalia dan mengganti pembalut
11) Melakukan vulva hygiene dengan benar dan hati-hati menggunakan air yang
bersih dan mengalir. Caranya membasuh vulva dari arah depan ke belakang.
Membersihkan dari labia minora kanan dan kiri, dilanjutkan labia mayora kanan
dan kiri, kemudian dari klitoris sampai ke perineum. Tujuannya adalah
membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar vulva di luar vagina
12) Melakukan vulva hygine setiap sesudah BAK, sesudah BAB, dan setiap ganti
pembalut
13) Mengeringkan vulva dengan handuk bersih dan kering sesudah melakukan
vulva hygine
14) Mencuci celana dalam dengan detergen yang lembut tidak usah menggunakan
pemutih pakaian
15) Segera rendam celana dalam bekas pakai yang bernoda dengan air hangat
bercambur detergen lembut dan cuci setelah be berapa menit
16) Jangan menumpuk pakaian kotor terlalu lama. Penumpukan pakaian bernoda
yang lama akan membuat noda menempel pada pakaian tersebut dan menimbulkan
bau yang tidak sedap setelah dicuci.
17) Ganti jenis atau merk pembalut jika terjadi alergi atau Iritasi kulit, mungkin
saja iritasi yang terjadi karena pembalut yang digunakan
18) Jika terjadi radang atau iritasi pada genitalia, hindari pemakaian sabun di
daerah genitalia untuk sementara waktu hingga radang atau iritasi mereda
19) Jika terjadi iritasi jangan menggaruk daerah iritasi tersebut bila terasa gatal.
Sebagai ganti garukan, kompres dengan handuk yang dicelup air es pada bagian
yang gatal
20) Hindari penyebab alergi dan iritasi

TAMBAHAN
MENSTRUASI

Menstruasi
a.Definisi menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disebabkan
oleh luruhnya sel ovum matang yang tidak di buahi disertai pelepasan
endometrium. Pertama kalinya remaja putri mendapatkan menstruasi
disebutdengan menarche. Usia remaja putri pada waktu Menarche terjadi di
tengah-tengah masa pubertas, yaitu antara 10 sampai 16 tahun tetapi rata-ratanya
adalah 12 tahun Mekanisme menstruasi Menurut Prawirohardjo (2009),
mekanisme terjadinya menstruasi hormon steroid, hormon estrogen dan hormon
progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium. Menstruasi terjadi melalui
4 fase yaitu :
1) Fase poliferasi
Fase poliferasi terjadi pada hari ke-5 sampai hari ke-14. Pada masa ini adalah masa
paling subur pada wanita. Dimulai dari hari ke-1 sampai sekitar sebelum kadar LH
meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovum). Pada saat ini terjadi
pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase ini kadar FSH
sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 sampai 30 folikel
yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya satu folikel yang terus
tumbuh, yang lainnya hancur.
2) Fase sekresi
Fase ini terjadi pada hari ke-14 sampai hari ke-28. Pada fase ini terjadi peningkatan
hormon progesteron , yang diikuti oleh penurunan kadar hormon-hormon FSH,
estrogen, dan LH. Keadaan ini digunakan sebagai penunjang lapisan endometrium
untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi
kehamilan.
3)Fase menstruasi
Fase ini berlangsung 3 sampai 5 hari. Pada fase ini menunjukan masa terjadinya
proses peluruhan dari lapisan endometrium disertai pengeluaran darah dari
dalamnya. Terjadi kembalipeningkatan kadar aktivitas hormon-hormon FSH dan
estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya karena
produksinya telah dihentikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron. Hal ini
mempengaruhi flora normal dan dinding-dinding di daerah vagina dan uterus yang
selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-perubahan hygiene pada daerah
tersebut dan menimbulkan keputihan (Proverawati, 2009).
4)Fase regenerasi
Fase ini adalah fase pasca menstruasi yaitu terjadi pada hari ke-1 sampai hari ke-5.
Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan

endometrium, sedangkan ovarium mulai beraktivitas kembali membentuk folikelfolikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH dan
hormon estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali di dalam ovarium.
c. Siklus menstruasi
Siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan
mulainya menstruasi beikutnya. Panjang siklus menstruasi yang normal atau
dianggap sebagai siklus menstruasi yang klasik adalah 28 hari ditambah atau
dikurangi 2-3 hari (Prawirohardjo, 2009). Lamanya menstruasi biasanya antara 3
sampai 5 hari, namun setiap wanita itu lama menstruasinya berbeda beda. jumlah
darah yang keluar rata-rata 16 cc, bila lebih dari 80 cc dianggap patologik
(Prawirohardjo, 2009).
d.Faktor yang mempengaruhi menstruasi
Menurut Prawirohardjo (2009), faktor yang memegang peranan dalam hal
menstruasi adalah:
1) Faktor enzim
Pada pertengahan fase sekresi sintesis mukopolisakarida terhenti, kadar hormon
progesteron menurun, enzim-enzim hidrolitik dilepaskan, dan merusakkan bagian
dari sel-sel yang berperan dalam sintesis protein sehingga timbul gangguan dalam
metabolisme endometrium yang mengakibatkan regresi endometrium dan
perdarahan.
2) Faktor vaskular
Pada fase poliferasi terjadi pembentukan sistem vaskularisasi dalam lapisan
fungsional endometrium. Dengan regresi endometrium timbul statis dalam venavena serta saluran-saluran yang menghubungkannya dengan arteri, dan akhirnya
terjadi nekrosis dan perdarahan dengan pembentukan hematom,baik dari arteri
maupun dari vena.
3) Faktor prostaglandin
Endometrium mengandung banyak prostaglandin E2 dan F2. Dengan disentegrasi
endometrium, prostaglandin terlepas dan menyebabkan berkontraksinya
miometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pada haid.
e.Hormon yang berperan dalam menstruasi
1) FSH-RH (Follicle stimulating hormone relasing hormone)
2) LH-RH (Lutenizing hormone relasing hormone)
3) PIH (Prolactine inhibiting hormone)
4) Hormon estrogen
5) Hormon progesteron