You are on page 1of 2

David Natanael V/ 0806331475 / Kelompok 2

Pengaruh Penambahan Mn Terhadap Kekerasan Baja Karbon

Baja merupakan paduan antara Fe dan C, Unsur paduan pada baja sangat berpengaruh
terhadap nilai kekerasan, keuletan serta kelelahan suatu baja. Logam ini paling
banyak di proses dengan perlakuan panas. Unsur utama penyusun baja adalah Carbon
(C) Karbon merupakan unsur ‘pengeras utama’ pada baja. Jika kadar Carbon
ditingkatkan maka akan meningkatkan kekuatannya akan tetapi nilai impact baja
tersebut akan menurun. Unsur-unsur paduan yang dominan dalam baja antara lain : C,
Mn, P, S dan Si.

Ada beberapa fungsi dari penambahan Mn, yaitu:

1. Untuk menghilangkan oksigen terlarut dari lelehan.

2. Untuk meningkatkan kekuatan dengan membentuk larutan padat di ferit.

3. Untuk menaikkan sifat mekanik (kekerasan, kekuatan, abrasive resistance,dll)

4. Untuk menaikkan ketahanan terhadap larutan kimia

Namun fungsi utama dari penambahan Mn pada baja karbon adalah untuk mengikat
unsur S dan membentuk mangan sulfida (MnS). MnS secara acak menyebar pada
matrix logam dan meningkatkan kemampuan machinability-nya. Keberadaan dari
Mn mengurangi pembentukan dari Fe sulfide (FeS), yang memiliki titik lebur yang
lebih rendah dari MnS ((1193 C) untuk FeS vs. 2948F (1620 C) untuk MnS).
Perbedaan titik lebur ini mengakibatkan terjadinya rapuh panas (hot shortness) yang
terbentuk pada grain boundary sehingga menimbulkan keretakan, sifat rapuh dan
residual stress pada saat casting. Oleh karena itu pencegahan terbentuknya FeS oleh
Mn mengakibatkan naiknya kekerasan dari baja karbon.

Mn memiliki efek solid solution strengthening yang bisa diabaikan pada austenite dan
memberikan sedikit efek pada ferit. Mn menunda transformasi austtenit menjadi ferit
dan mengakibatkan deep hardening pada besi tuang. Mn juga menurunkan suhu
transformasi dan konsentrasi eutectoid dari karbon. Namun kelebihan Mn dapat
David Natanael V/ 0806331475 / Kelompok 2

mengakibatkan graphite coarsening, yang mengakibatkan kondisi grain boundary


yang tidak diinginkan serta penurunan kekuatan dan kepadatan. Penambahan Mn
biasanya berkisar antara 0,65% ke atas untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan-
nya.

Mangan meningkatkan kekerasan dari besi, tapi mengurangi banyaknya kandungan


karbon. Penambahan Mn juga mengakibatkan turunnya critical cooling rate selama
hardening, sehingga meningkatkan efektifitas dari pengerasan besi daripada
penambahan alloying elemen yang lain.

Referensi :

1. Callister, William J. D. 2007. Materials science and Engineering – An


Introduction 7e. New York: John Wiley & Sons, Inc.

2. Sofyan, Bondan Tiara. Diktat Metalurgi Fisik 1.


3. Dieter, George E. 1984. Mechanical Metallurgy 10th. Singapore : Chong Moh
Offset Printing Pte. Ltd