You are on page 1of 21

artikel pencemaran lingkungan

Penyebab, Sebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan


Pada Air dan Tanah - Kesehatan Lingkungan -
Ilmu Sains Biologi
Mon, 12/06/2006 - 2:27pm — godam64

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan


manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti
sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah
pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar
dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir,
bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu
mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk
memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan
sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi
pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :


1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan
zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan
membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.

DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di
sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai
makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan
demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT
termasuk pada manusia.

DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan
menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek
yang lebih menakutkan.

Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang


disebabkan oleh penggunaan DDT.
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya
tidak dapat menetas.
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.
Hentikan Kerusakan Lingkungan, di Darat dan Laut Bangka Belitung Sekarang
Juga

Akibat pengerukan timah di lepas pantai terjadi perubahan topografi pantai dari yang
sebelumnya landai menjadi curam. Hal ini akan menyebabkan daya abrasi pantai semakin
kuat dan terjadi perubahan garis pantai yang semakin mengarah ke daratan. Aktivitas
pengerukan dan pembuangan sedimen akan menyebabkan perairan di sekitar
penambangan mengalami kekeruhan yang luar biasa tinggi. Radius kekeruhan tersebut
akan semakin jauh ke kawasan lainnya jika arus laut semakin kuat. Karenanya, meskipun
pengerukan tidak dilakukan di sekitar daerah terumbu karang, namun sedimen yang
terbawa oleh arus bisa mencapai daerah terumbu karang yang bersifat fotosintetik sangat
rentan terhadap kekeruhan.
Menurut data 2006, cadangan bijih timah di Indonesia mencapai 355.870 ton. Angka itu
terdiri atas 106.068 ton di darat dan 249.802 ton di lepas pantai dan sebagian besar
cadangan timah tersebut terletak di Pulau Bangka, tempat dimana kita berpijak. Tahun
lalu, produksi bijih timah PT Timah Tbk mencapai 58.086 ton. Mayoritasnya, yakni
46.078 ton ditambang di darat dan hanya 12.008 ton yang digali dari lepas pantai.
Karenanya, di tahun-tahun mendatang PT Timah Tbk akan mengkonsentrasikan
penambangan di daerah lepas pantai. Apalagi biaya produksi pertambangan di lepas
pantai jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pertambangan di darat. Tahun 2007
saja, PT Timah Tbk mengeluarkan Rp 724 miliar untuk biaya produksi pertambangan di
darat (inilah.com, 2008). Selain itu, dari segi dampak lingkungan penambangan lepas
pantai yang timbul tidak terlalu parah karena dilakukan minimal dua mil dari pantai.

Sejak Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Keputusan
Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 146/MPP/Kep/4/1999 mengenai pencabutan
timah sebagai komoditas strategis, Bupati Bangka saat itu, Eko Maulana Ali, sekarang
Gubernur ke-3 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan izin aktivitas
penambangan skala kecil atau tambang inkonvensional (TI). Hanya dalam kurun waktu
beberapa tahun, jumlah TI darat membabi buta di Pulau Bangka lalu menular hingga ke
bumi laskar pelangi, Pulau Belitung. Selain itu beroperasi pula beberapa perusahaan
peleburan (smelter) timah sekala menengah di Pulau Bangka membuat persaingan
pertambangan timah di darat semakin tinggi.
Foto/Gambar Kapal Hisap PT TIMAH di perairan laut Bangka Belitung

Tak heran jika PT Timah Tbk menyiapkan pos peningkatan kapasitas produksi dari
belanja modal sebesar Rp 551 miliar antara lain untuk menambah jumlah kapal hisap 8
buah menjadi 20 buah dan sedang menyiapkan pembangunan kapal keruk hisap untuk
laut dalam yang bisa mengambil pasir timah sampai kedalaman hingga 60 meter
(republika, 2008). Menurut informasi, kapal keruk tersebut akan selesai pada tahun 2009
dan memiliki kapasitas 1000 hingga 1500 meter kubik per jam. Atau dua hingga tiga kali
kapasitas kapal keruk yang ada sekarang yang sebesar 600 meter kubik perjam. Menurut
data dari kompas, 2005, di kawasan Kabupaten Bangka saja, PT Timah Tbk
mengoperasikan delapan kapal keruk yang aktif menambang timah, dengan mengerahkan
sekitar 100 pekerja di setiap kapal : Kapal Keruk Kebiyang, Tempelan, Rambat, Duyung,
dan Peri. Sementara Kapal Keruk Singkep I, Riau, dan Merantai. Kapal-kapal besar itu
mengeruk timah dari kedalaman 25 meter sampai dengan 50 meter di dasar laut, dengan
produksi antara 20 ton sampai dengan 80 ton timah setiap delapan jam. Pengerukan itu
sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, rata-rata jaraknya sekitar lima kilometer dari
bibir pantai. Penambangan dilakukan dengan berpindah-pindah. Jika kandungan
timahnya sudah tipis, akan beralih ke tempat lain. Tahun depan PT Timah Tbk
mentargetkan kontribusi produksi timah dari lepas pantai menjadi 50 persen. Tahun ini,
perseroan akan membangun tujuh kapal keruk, masing-masing senilai Rp 150 miliar dan
satu kapal keruk berukuran besar senilai Rp 200 miliar. Saat ini PT Timah Tbk sudah
mengoperasikan 14 kapal, empat diantaranya berukuran besar dan 10 sedang.
Foto/Gambar Akitivitas Tambang Inkonvensional (TI) Apung di perairan laut Bangka
Belitung

Akibat pengerukan timah di lepas pantai terjadi perubahan topografi pantai dari yang
sebelumnya landai menjadi curam. Hal ini akan menyebabkan daya abrasi pantai semakin
kuat dan terjadi perubahan garis pantai yang semakin mengarah ke daratan. Aktivitas
pengerukan dan pembuangan sedimen akan menyebabkan perairan di sekitar
penambangan mengalami kekeruhan yang luar biasa tinggi. Radius kekeruhan tersebut
akan semakin jauh ke kawasan lainnya jika arus laut semakin kuat. Karenanya, meskipun
pengerukan tidak dilakukan di sekitar daerah terumbu karang, namun sedimen yang
terbawa oleh arus bisa mencapai daerah terumbu karang yang bersifat fotosintetik sangat
rentan terhadap kekeruhan.
Foto/Gambar Akitivitas Tambang Inkonvensional (TI) Apung di perairan laut Bangka
Belitung

Tidak ada pertambangan yang tidak merusak lingkungan, baik di darat maupun di laut.
Kerusakan itu akan memberikan dampak untuk beberapa puluh tahun ke depan bahkan
bisa bersifat permanen. Penambangan timah lepas pantai yang membabi buta jelas-jelas
telah merusak terumbu karang, mengotori pantai, dan mengganggu perkembangan
perikanan. Penambangan di sekitar pantai obyek wisata akan memberangus pesona pantai
yang bernilai jual tinggi. Potensi besar dalam jangka panjang akan habis, hanya untuk
memenuhi nafsu mengeruk keuntungan yang sesaat.

Sebagai daerah kepulauan, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi yang
sangat besar di sektor ekosistem pesisir terutama ekosistem terumbu karang. Namun
sangat disayangkan, hingga saat ini belum jelas informasi sebaran dan kondisi ekosistem
terumbu karang yang terdapat di kawasan Pulau Bangka. Kekeruhan perairan yang tinggi
akibat penambangan timah dilepas pantai akan menyebabkan penutupan polip-polip
karang oleh sediment yang terbawa ke pesisir. Hal ini akan menyebabkan kondisi karang
menjadi merana dan akhirnya mengalami kematian massal. Tak dapat dipungkiri,
pertambangan timah lepas pantai merupakan penyebab utama kerusakan ekosistem
terumbu karang di Pulau Bangka. Tidak hanya akibat aktivitas dari kapal keruk, tetapi
juga oleh kapal hisap dan TI Apung yang semakin marak.

Terumbu karang yang sehat menyediakan tempat tinggal, tempat berlindung (Spawning
ground), tempat berkembang biak (Nursery ground) dan sumber makanan (Feeding
ground) bagi ribuan biota laut yang tinggal di dalam dan di sekitarnya, seperti di laut
lepas, hutan mangrove, dan padang lamun. Tidak ada wilayah laut lain yang mempunyai
begitu banyak jenis kehidupan dengan rantai makanan yang sangat produktif seperti
terumbu karang. Terumbu karang mampu mendukung kehidupan ribuan penduduk Pulau
Bangka, khususnya dalam sektor perikanan dan pariwisata. Dari 1 km2 terumbu karang
yang sehat, dapat diperoleh 20 ton ikan yang cukup untuk memberi makan 1.200 orang di
wilayah pesisir setiap tahun (Burke et al., 2002). Kerusakan terumbu karang akan
kembali pulih seperti semula setidaknya membutuhkan waktu sekitar 50 tahun tanpa ada
lagi aktivitas pengrusakan di lingkungan ekosistem terumbu karang tersebut.

Tak heran jika degradasi terumbu karang yang parah ini memberikan dampak pada
turunnya produksi perikanan tangkap, semakin kecilnya ukuran ikan yang tertangkap,
semakin jauhnya daerah penangkapan (fishing ground). Hal ini mendorong meningkatnya
biaya produksi sehingga mengurangi rente sumberdaya (resource rent) yang
menyebabkan rendahnya pendapatan nelayan khususnya nelayan skala kecil. Jika hal ini
terus terjadi maka kesejahteraan masyarakat nelayan akan terancam. Tentu saja pihak
yang paling dirugikan oleh aktivitas pertambangan lepas pantai adalah nelayan.
Karenanya, banyak nelayan yang mengajukan protes terhadap pertambangan lepas pantai
yang terjadi di sekitar daerahnya. Hal ini wajar terjadi karena aktivitas pertambangan
membuat hasil tangkapan nelayan berkurang yang berakibat menurunnya pendapatan
nelayan. Perairan pantai menjadi keruh dan ekosistem terumbu karang rusak parah.

Foto/Gambar Kerusakan Lingkungan akibat Akitivitas Penambangan Timah di Bangka


Belitung

Parahnya, tidak seperti kerusakan di darat, kerusakan di laut sulit dikontrol karena
lobang-lobang bekas galian tersembunyi di dasar perairan. Namun, kerusakan alam
terutama ekosistem terumbu karang akibat pertambangan lepas pantai sangat mudah
dijelaskan secara ilmiah. Jika hal ini terus dibiarkan, pada titik klimaksnya, bukan
mustahil akan terjadi pertikaian atau penjarahan yang dilakukan oleh nelayan yang
merasa dirugikan kepada pihak penambang. Dibutuhkan win-win solution untuk masalah
ini dimana kedua belah pihak akan merasa saling diuntungkan minimal tidak saling
merugi, sayangnya alam akhirnya selalu menjadi pihak yang dirugikan.

Ternyata bukan hanya PT Timah Tbk yang mulai memindahkan prioritas


penambangannya ke daerah lepas pantai Pulau Bangka. Beberapa perusahaan swasta
skala menengah yang telah membuka smelternya di Pulau Bangka atau di Pulau Belitung
pun mulai jenuh dengan carut marut penambangan timah di darat. Mereka pun mulai
membidik potensi timah di laut Pulau Bangka. Beberapa perusahaan smelter mulai
mengadakan kapal hisap untuk mengeruk timah di Propinsi ini. Kapal hisap yang
dioperasikan hanya berjarak kurang dari 4 mil laut dari bibir pantai dan kedalaman 5 – 20
meter.

Foto/Gambar Akitivitas Tambang Inkonvensional (TI) Apung di perairan laut Bangka


Belitung

Semakin bergairahnya harga timah di dunia membuat perusahaan-perusahaan swasta


berpacu mengeruk timah di Propinsi ini. Dapat diramalkan beberapa tahun ke depan,
kegiatan penambangan timah di pantai akan semakin marak dilakukan mulai dari PT
Timah Tbk (kapal keruk dan kapal hisap), perusahaan-perusahaan swasta skala menengah
(kapal hisap) dan masyarakat (TI Apung). Memang setiap kegiatan pertambangan skala
menengah hingga besar di daerah lepas pantai harus melalui tahap analisis mengenai
dampak lingkungan (AMDAL), namun sayangnya kontrol terhadap aktivitas
pertambangan di lapangan sangat lemah oleh pihak terkait.
Foto/Gambar Akitivitas Tambang Inkonvensional (TI) Apung di perairan laut Bangka
Belitung

Terbukti!!! Dari hasil pantauan satelit yang dimiliki Badan koordinasi Keamanan Laut
(Bakorkamla) 100% kapal hisap yang beroperasi di perairan Babel beroperasi diluar
wilayah yang sudah ditentukan (Bangkapos, 9 November 2008). Tak dapat dipungkiri,
yang menjadi acuan dalam pertambangan adalah ada tidaknya "timah" di lokasi tersebut,
bukan karena ada tidaknya "ekosistem terumbu karang". Jika di suatu lokasi ditemukan
banyak bijih timahnya dan banyak karangnya pemanambangan tetap dilakukan.

Jika tidak ada ketegasan dari pemerintah daerah kita untuk mengatur sumberdaya alam
ini dengan bijaksana, propinsi ini akan menunggu detik-detik kehancuran ekosistem
pesisirnya setelah ekosistem di darat kita luluh lantak oleh penambangan timah darat.
Laut kita kini menunggu gilirannya.

Tulisan ini telah di Publish di Rubrik "Opini" Harian Bangka Pos


Aksi Menyelamatkan Bumi dari Kehancuran

Ancaman global warming (pemanasan global) yang disebabkan oleh berbagai kerusakan,
pencemaran, dan efek rumah kaca yang dianggap sebagai era dimulainya kehancuran
bumi dan akhir dari sebuah kontinuitas / keberlangsungan hidup manusia di muka bumi
ini menjadi topik menarik yang terus digulirkan para ilmuwan dan tampaknya menjadi
ancaman yang sangat serius bagi masa depan anak cucu kita di bumi ini pada masa yang
akan datang, isu global warming hingar bingar saat ini dibicarakan oleh para ilmuwan,
pejabat negara, pengusaha sampai masyarakat umum di berbagai belahan dunia.

Ancaman ini bukanlah sebuah ancaman kosong yang digulirkan tanpa terlebih dahulu
melalui suatu analisa teoritis dan fakta-fakta pembuktian secara ilmiah yang mendalam
dan cermat. Pencairan es beberapa persen area di kutub, suhu bumi yang semakin
meningkat, tingkat gas rumah kaca yang tinggi, dan berbagai fakta lainnya menjadi bukti
kuat akan isu ini. beberapa ilmuwan malah menduga dan berteori bahwa beberapa dari
sekian banyaknya bencana alam yang terjadi saat ini diakibatkan ancaman global
warming ini dan tanda telah dimulainya era kehancuran bumi, sebut saja angin topan
dahsyat, gempa bumi, dll adalah indikator-indikator kuat akan permasalahan ini. Jika kita
tidak bertindak dan peduli sekarang maka anak cucu kita nantilah yang akan mengalami
dampak langsung dari zaman kehancuran itu.

Berikut ini adalah beberapa tip yang dikirimkan oleh Wahyuadi dari milis email ubb,
sebagai salah satu usaha kita untuk peduli pada nasib bumi di masa yang akan datang dan
menanggulangi ancaman global warming.

AIR

1. Pemakaian air kita :


o Sikat gigi : dengan keran, 1 menit = 6 L
dengan gelas = ½ L
WC flush : single flush = 6 L
dual flush = 3 L
untuk buang air kecil, tekan flushing kecil
untuk buang air besar tekan flushing besar
Cuci mobil: dengan ember = 75 L
dengan selang = 300 L
cuci mobil/siram tanaman dengan selang selama 30 menit = 180 L
Mesin cuci : front loading = 100 L
top loading = 150 L
Cuci piring : keran (15 menit) = 90 L
baskom = 45 L

2. Keran / WC bocor, per hari membuang air sia-sia 100 L


3. Rata-rata pemakaian air di Indonesia, per orang per hari 144 L = 8
o galon, sedang di kota per orang per hari 250 L = 13 galon

4. Pemakaian toilet shower lebih irit air daripada gayung

LISTRIK

1. Matikan alat listrik saat tidak digunakan. Jangan biarkan alat listrik berada pada
kondisi stand by, lepaskan kabel dari stop kontak. Gunakan stop kontak dengan
tombol on / off agar tidak perlu repot mencabut/memasang kabel. Pada kondisi
stand by, alat elektronik masih menggunakan listrik sebesar 5 watt. Membiarkan
TV, computer, tape, DVD player pada kondisi stand by selama 8 jam/hari berarti :
o melakukan pemborosan listrik sebesar 160 watt/jam/hari

o memboroskan uang sejumlah Rp. 35.000,- / tahun

o memboroskan emisi 43 kg CO2 / tahun

2. Hematlah listrik terutama pada pk. 17.00 ? 22.00 karena pada saat itu semua
peralatan listrik pada umumnya dipakai.

3. Pakailah lampu hemat energi jenis CFL yang ditandai dengan lpw

(lower per watt). Semakin tinggi lpw nya, semakin effisien lampu tersebut. Pilih
lampu CFL dengan lpw lebih besar untuk watt yang sama

KOMPUTER

1. Monitor komputer : jenis LCD lebih hemat energi daripada jenis CRT. Jenis
LCD : memerlukan 40 watt dan 3 watt saat stand by Jenis CRT : memerlukan 120
watt dan 20 watt saat stand by.
2. Lap top lebih hemat energi daripada PC. Lap top memerlukan 60 watt sedang PC
200 watt bahkan lebih untuk merk tertentu.

3. Matikan printer jika tidak digunakan

AC

1. Pemakaian AC
o Ruangan 10 / 14 m2, A C ½ PK, Daya : 400 / 600 watt

o Ruangan 14 / 18 m2 AC ¾ PK, Daya 600 / 900 watt

o Ruangan 16 / 24 m2, AC 1 PK, Daya 900 / 1.200 watt

o Ruangan 24 /36 m2, AC 1 ½ PK, Daya 1.200 / 1..900 watt

o Ruangan 36 / 48 m2, AC 2 PK, Daya 1.900 / 2.700 watt

2. Pakai AC dalam ruangan tertutup agar energi tidak terbuang percuma.

HP

• Saat mengisi ulang baterai HP, hanya 5% energi listrik yang masuk ke HP, yang
95% terbuang percuma. Kurangi pemborosan listrik dengan segera mencabut
charger jika baterai HP sudah penuh.
KERTAS

1. Kurangi sampah dengan mengurangi penggunaan kertas untuk menyelamatkan


hutan. Setiap hari sampah kertas di dunia berasal dari 27.000 batang kayu.

2. Pada jaman elektronik ini, penghematan kertas dapat dilakukan dengan mengirim
berita-berita maupun undangan lewat internet/email.

3. Pakai kertas dengan 2 sisi (bolak-balik) .

4. Kertas yang telah dipakai 2 sisi (bolak-balik) dan sudah tak terpakai lagi,
kumpulkan dan berikan pada pemulung untuk dijual sebagai bahan kertas daur
ulang.

5. Pakai lagi amplop dengan membaliknya, hal itu tak akan mengurangi rasa hormat
anda pada penerima surat anda.

6. Pilih isi ulang pulsa dengan yang elektrik bukan gesek untuk menghemat
penggunaan kertas.

BBM / GAS EMISI

7. Pilihlah produk dalam negeri.. Produk yang diimpor akan menghabiskan emisi
CO2 untuk pengangkutannya.

8. Mengemudilah dengan benar (eco driving) agar hemat bahan bakar dan
mengurangi emisi CO2. Caranya :
o tidak mengemudi dengan agresif
o pindah ke transmisi yang lebih tinggi secepat mungkin dan jangan terlalu
cepat saat pindah ke gigi yang lebih rendah.

o Buat janji untuk pergi bersama dengan keluarga atau teman untuk
menghemat BBM, jangan pergi sendiri-sendiri jika arah tujuan sama atau
sejalan, kecuali yang bukan muhrimnya jangan melakukan perjalanan
bersama-sama.

o Bepergian dengan kendaraan umum sangat menghemat BBM karena dapat


membawa banyak penumpang (bis, kereta api) dibandingkan dengan
mobil pribadi.

o Berjalan kaki atau bersepeda dapat menyelamatkan bumi, disamping itu


sangat baik untuk kesehatan.

UNTUK APA MENANAM POHON ?

- pabrik oksigen bagi mahluk hidup

- penyerap polusi udara

- penyerap gas CO2 sehingga mengurangi pemanasan global

- akarnya berfungsi menyerap air hujan sehingga membantu kita terhindar

dari banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau

- pepohonan yang rindang dapat berfungsi sebagai AC alami karena dapat

menurunkan suhu udara di sekitarnya

- memanfaatkan lahan tidur

Bayangkan kerugiannya jika pohon ditebang.. Pakailah bambu sebagai


pengganti kayu
GAS RUMAH KACA

Adalah gas dari atmosfer yang berfungsi SEPERTI panel kaca yang ada di
rumah kaca. Tugasnya, menangkap energi panas matahari supaya tidak
terlepas kembali ke atmosfir. Yang termasuk kategori gas rumah kaca
adalah CO2 (carbon dioksida), NO2 (dinitro oksida) dan CH4 (metana).
Tanpa kehadiran gas-gas ini, panas akan menguap ke angkasa kembali dan
temperatur rata-rata bumi menjadi 63o F (33o C) lebih dingin.

EFEK RUMAH KACABUKAN karena gedung/rumah berkaca. CO2


dihasilkan karena pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu
bara). Pemakaian pupuk kimia juga berpotensi menghasilkan gas metana
(CH4).

PEMBOROSAN PENYEBAB GLOBAL WARMING.

- boros tissue = pohon habis untuk bahan baku = penyebab global


warming

- pakai pendingin elektronik berlebihan = boros BBM = penyebab global


warming

- boros plastik = boros minyak bumi (bahan bakar plastik) = penyebab


global warming

- boros lampu = boros energi = penyebab global warming

- barang impor = butuh BBM banyak untuk mengangkut = penyebab


global warming

- boros menggunakan AC = boros energi = penyebab global warming

" TANGKAP" AIR HUJAN dengan cara :

- buat sumur resapan atau sumur biopori

- buat bak penampung air hujan

- tanam pohon

Tampung air hujan dan gunakan untuk menyiram tanaman, menyikat


kamar mandi,mengepel, dll

MEMBUAT SUMUR BIOPORI


1. gali lubang bentuk silinder, diameter 10 ? 30 cm, kedalaman 80 ? 100
cm (boleh kurang jika muka air tanah dangkal)

2. jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 50 ? 100 cm

3. isi lubang dengan sampah organik (sampah dapur, daun, rumput).


Tambah terus sampah organik jika isi lubang berkurang akibat
pembusukan

4. perkuat mulut lubang dengan memasukkan paralon (10 cm) dan pinggir
mulut lubang disemen agar tidak longsor

5. tutup dengan "loster" atau tutup saluran WC agar tidak membahayakan


anak-anak

Sumur biopori, cara mudah untuk :

1. mengatasi banjir karena meningkatkan daya resapan air

2. mengatasi sampah karena dapat mengubah sampah organik menjadi


kompos

3. mengurangi emisi dari kegiatan mengkompos sampah organik

4. menyuburkan tanah

5. mengatasi masalah timbulnya genangan air penyebab demam berdarah


dan malaria

DAPUR

1. Hindari pemakaian sumpit sekali pakai dan sedotan (hanya dipakai 3


menit) agar tidak menambah jumlah sampah. Pakailah sumpit yang setelah
pakai dapat dicuci dan digunakan lagi.

2. Cuci dan gunakan kembali peralatan makan setelah dipakai untuk acara
kemudian. Jika kondisinya sudah buruk dan terpaksa dibuang, bersihkan
dulu dari sisa makanan, lalu berikan pada pemulung.

3. Habiskan makanan yang ada dipiring untuk mengurangi sampah.

4. Hindari membuang air minum yang tersisa di gelas/botol. Gunakan


untuk menyiram tanaman, mencuci tangan, dsb Usahakan menghabiskan
minuman anda.
5. Aneka jenis tissue diproduksi dari serat kayu dan tidak dapat didaur
ulang. Gunakan lap/serbet yang bisa dipakai berulang kali untuk lap
piring, serbet makan, lap meja, dll

6. Kantong teh celup terbuat dari bahan yang sulit hancur. Pilih teh bubuk
dan bukan teh celup.

7. Jangan biarkan magic jar menyala selama 24 jam sehari. Segera


matikan setelah nasi atau masakan matang. nyalakan hanya sesaat ingin
memanaskan nasi atau makanan.

8. Minyak goreng dibuat dari kelapa sawit. Keberadaan kebun kelapa


sawit telah mengubah wajah hutan alam di Indonesia . Berhematlah
menggunakan minyak goreng untuk menyelamatkan hutan kita dan
mengurangi emisi.. Hutan gambut menyerap emisi karbon lebih besar dari
hujan.

9. Pilih sabun atau shampoo berukuran besar, bisa diisi ulang. Selain lebih
ekonomis, kita juga bisa mengurangi sampah kemasan.

10.Kulkas yang kosong lebih menghabiskan listrik daripada kulkas yang


penuh

Mengapa Terumbu Karang Harus Di Selamatkan?

Sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan, sehingga secara alamiah bangsa
Indonesia merupakan bangsa bahari. Hal ini ditambah lagi dengan letak wilayah
Indonesia yang strategis diwilayah tropis. Hamparan laut yang luas merupakan suatu
potensi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan sumberdaya laut yang memiliki
keragaman, baik sumberdaya hayati maupun sumberdaya lainnya.

Sebagai suatu bangsa bahari yang memiliki wilayah laut yang luas dan dengan ribuan
pulau besar dan kecil yang tersebar didalamnya, maka derajat keberhasilan bangsa
Indonesia juga ditentukan dalam memanfaatkan dan mengelola wilayah laut yang luas
tersebut.

Keunikan dan keindahan serta keanekaragaman kehidupan bawah laut dari kepulauan
Indonesia yang membentang luas di cakrawala khatulistiwa masih banyak menyimpan
misteri dan tantangan terhadap potensinya.

Salah satu dari potensi tersebut atau sumberdaya hayati yang tak ternilai harganya dari
segi ekonomi atau ekologinya adalah sumberdaya terumbu karang, apabila sumberdaya
terumbu karang ini dikaitakn dengan pengembangan wisata bahari mempunyai andil yang
sangat besar. Karena keberadaan terumbu karang tersebut sangat penting dalam
pengembangan berbagai sektor termasuk sektor pariwisata.

Khusus mengenai terumbu karang, Indonesia dikenal sebagai pusat distribusi terumbu
karang untuk seluruh Indo-Pasifik. Indonesia memiliki areal terumbu karang seluas
60.000 km2 lebih. Sejauh ini telah tercatat kurang lebih 354 jenis karang yang termasuk
kedalam 75 marga.

Mengenali Ekosistem Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan ekosistem yang amat peka dan sensitif sekali. Jangankan
dirusak, diambil sebuah saja, maka rusaklah keutuhannya. Ini dikarenakan kehidupan di
terumbu karang di dasari oleh hubungan saling tergantung antara ribuan makhluk. Rantai
makanan adalah salah satu dari bentuk hubungan tersebut. Tidak cuma itu proses
terciptanya pun tidak mudah. Terumbu karang membutuhkan waktu berjuta tahun hingga
dapat tercipta secara utuh dan indah. Dan yang ada di perairan Indonesia saat ini paling
tidak mulai terbentuk sejak 450 juta tahun silam.

Sebagai ekosistem terumbu karang sangat kompleks dan produkstif dan keanekaraman
jenis biota yang amat tinggi. Variasi bentuk pertumbuhannya di Indonesia sangat
kompleks dan luas sehingga bisa ditumbuhi oleh jenis biota lain.

Ekosistem ini adalah ekosistim daerah tropis yang memiliki keunikan dan keindahan
yang khas, yang pemanfaatannya harus secara lestari. Ekosistem terumbu karang ini
umumnya terdapat pada perairan yang relatif dangkal dan jernih serta suhunya hangat
( lebih dari 22 derjat celcius) dan memiliki kadar karbonat yang tinggi. Binatang karang
hidup dengan baik pada perairan tropis dan sub tropis serta jernih karena cahaya matahari
harus dapat menembus hingga dasar perairan. Sinar matahari diperlukan untuk proses
fotosintesis, sedangkan kadar kapur yang tinggi diperlukan untuk membentuk kerangka
hewan penyusun karang dan biota lainnya.

Indonesia yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, mempunyai terumbu karang


terluas di dunia yang tersebar mulai dari Sabang- Aceh sampai ke Irian Jaya. Dengan
jumlah penduduk lebih dari 212 juta jiwa, 60 % penduduk Indonesia tinggal di daerah
pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghidupan utama.

Disamping sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan antara


lain bagi dunia industri ikan hias, terumbu karang juga merupakan sumber devisa bagi
negara, termasuk usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat setempat dan para
pengusaha pariwisata bahari.

Kehidupan Di Terumbu Karang

Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang merupakan tiga eksosistim penting di
daerah pesisir. Hutan bakau dan padang lamun dan terumbu karang berperan penting
dalam melindungi pantai dari ancaman abrasi dan erosi serta tempat pemijahan bagi
hewan-hewan penghuni laut lainnya. Terumbu karang merupakan rumah bagi banyak
mahkluk hidup laut. Diperkirakan lebih dari 3.000 spesies dapt dijumpai pada terumbu
karang yang hidup di Asia Tenggara. Terumbu karang lebih banyak mengandung hewan
vertebrata. Beberapa jenis ikan seperti ikan kepe-kepe dan betol menghabiskan seluruh
waktunya di terumbu karang, sedangkan ikan lain seperti ikan hiu atau ikan kuwe lebih
banyak menggunakan waktunya di terumbu karang untuk mencari makan. Udang lobster,
ikan scorpion dan beberapa jenis ikan karang lainnya diterumbu karang bagi mereka
adalah sebagai tempat bersarang dan memijah. Terumbu karang yang beraneka ragam
bentuknya tersebut memberikan tempat persembunyian yang baik bagi iakn. Di situ hidup
banyak jenis ikan yang warnanya indah. Indonesia memiliki lebih dari 253 jenis ikan hias
laut. Bagi masyarakat pesisir terumbu karang memberiakn manfaat yang besar , selain
mencegah bahay abrasi mereka juga memerlukan ikan, kima kepiting dan udang barong
yang hidup di dalam terumbu karang sebagai sumber makan dan mata pencaharian
mereka.

Fungsi Dan Manfaat Terumbu Karang

Setelah mengenali, maka cintai dan peliharalah terumbu karang, karena terumbu karang
mempunyai fungsi dan manfaat serta arti yang amat penting bagi kehidupan manusia baik
segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan pariwisata dan manfaat serta terumbu
karang adalah:

1. Proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh dan
berkembang biak untuk membentuk seperti kondisi saat ini.

2. Tempat tinggal, berkembang biak dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan dan
tumbuhan yang menjadi tumpuan kita.

3. Indonesia memiliki terumbu karang terluas didunia, dengan luas sekitar 600.000 Km
persegi.

4. Sumberdaya laut yang mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi.

5. Sebagai laboratorium alam untuk penunjang pendidikan dan penelitian.

6. Terumbu karang merupakan habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah serti
kima raksasa dan penyu laut.

7. Dari segi fisik terumbu karang berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi dan
abrasi, struktur karang yang keras dapat menahan gelombang dan arus sehingga
mengurangi abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistim pantai lain seperti padang
lamun dan magrove

8. Terumbu karang merupakan sumber perikanan yang tinggi. Dari 132 jenis ikan yang
bernilai ekonomi di Indonesia, 32 jenis diantaranya hidup di terumbu karang, berbagai
jenis ikan karang menjadi komoditi ekspor. Terumbu karang yang sehat menghasilkan 3 -
10 ton ikan per kilometer persegi pertahun.

9. Keindahan terumbu karang sangat potensial untk wisata bahari. Masyarakat disekitar
terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman,
restoran, penginapan sehingga pendapatn mereka bertambah

10. Terumbu karang potensi masa depan untuk sumber lapangan kerja bagi rakyat
Indonesia

Melanggar Hukum

Pengrusakan terumbu karang tersebut khususnya yang disebabkan oleh aktivitas manusia,
merupakan tindakan inkonstitusional alias melanggar hukum. Dalam UU 1945 pasal 33
ayat 3 dinayatakan, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pasal 33 ayat 3 ini merupakan landasarn yuridis dan sekaligus merupakan arah bagi
pengaturan terhadap hal yang berkaitan dengan sumberdaya terumbu karang. Selain itu
salah satu tujuan dari Strategi Konservasi Dunia 1980 adalah menetapkan terumbu
karang sebagai sistem ekologi dan penyangga kehidupan yang penting untuk
kelangsungan hidup manusia dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, terumbu
karang di sebagai salah satu sumberdaya alam yang ada di Indonesia, pengelolaannya
harus di dasarkan pada peraturan - peraturan,di antaranya:

1. UU RI No. 4/1982, tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup.

2. UU RI No. 9/1985. Tentang perikanan.

3. UU RI No. 5/1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem.

4. UU RI No. 9/1990 Tentang Kepariwisataan.

5. Peraturan pemerintah No. 29/1986 tentang analisa dampak lingkungan.

6. Keputusan menteri kehutanan No. 687/Kpts.II/1989 tanggal 15 Nopember 1989


tentang pengusaha hutan wisata, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Hutan
Laut.

7. Surat edaran Menteri PPLH No. 408/MNPPLH/4/1979, tentang larangan pengambilan


batu karang yang dapat merusak lingkungan ekosistem laut, situjukan kepada Gubenur
Kapala Daerah, Tingkat I di seluruh Indonesia.

8. Surat Edaran Direktur Jenderal Perikanan No. IK.220/D4.T44/91, tentang


penangkapan ikan dengan bahan/alat terlarang - ditujukan kepada Kepala Dinas
Perikanan Propinsi Daerah Tingkat I di seluruh Indonesia

Source :
Universitas Gajah Mada