You are on page 1of 16

PRINSIP KERJA, KOMPONEN DAN KEGUNAAN TRAKTOR MINI ABSTRAK

Jurnal ini membahas tentang prinsip kerja, komponen dan kegunaan traktor mini. Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor ini dirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah. Prinsip kerja traktor mini adalah digerakkan oleh operator dengan kemudi kendali yang ada dibadan traktor mini. Komponen traktor mini dapat digolongkan kedalam tujuh komponen utama antara lain terdapatnya sistem kemudi operator. Sistem kemudi ini yang membedakan antara traktor mini dan traktor tangan.

I. PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Pengalaman krisis ekonomi berkepanjangan yang pernah terjadi membuktikan bahwa hanya sektor agrobisnis yang paling mampu bertahan. Sehingga merupakan hal yang wajar apabila pengembangan sektor agrobisnis merupakan salah satu prioritas pembangunan saat ini. Bisnis di bidang komoditas pertanian selain berupa pasar phisik telah berkembang menjadi pasar derivatif yang sangat akrab dengan resiko ( Mukhaer Pakkanna, 2004).

Sejalan dengan pesatnya perkembangan industri tersebut, penguasaan teknologi rekayasanya pun telah berkembang sesuai dengan permintaan pengguna. Produktivitas kerja traktor roda empat dapat dikatakan maksimal jika dibandingkan dengan penggunaan traktor tangan ataupun dengan tenaga hewan. Petani perlu diyakinkan bahwa hampir semua pekerjaan yang dilakukan dengan tenaga hewan dapat dikerjakan oleh traktor. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa secara relatif, status atau tingkat penerapan alat dan mesin pertanian masih rendah, khususnya bagi kalangan petani kecil di pedesaan. Pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga panen umumnya masih dikerjakan dengan peralatan yang sangat sederhana dengan manusia dan hewan sebagai sumber tenaga.

1

Berdasarkan pada masalah dan kenyataan tersebut, perlu dilakukan studi, perancangan dan kajian terhadap penggunaan traktor yang sesuai untuk petakan lahan dan bagi kalangan petani kecil. Singkatnya, traktor yang digunakan harus bermulti guna, mempunyai manuverabilitas yang baik dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi. Traktor memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan kondisi alam Indonesia. Dilihat dari segi teknis, pengggunaan cangkul dan garu untuk alat pengolahan tanah memberikan kapasitas kerja dan tingkat kenyamanan kerja sangat rendah dibandingkan dengan penggunaan traktor.

1.2 Tujuan

  • 1. Mahasiswa dapat memahami tentang bagian mesin dari traktor mini.

  • 2. Memahami tentang cara mengoperasikan traktor mini .

  • 3. Memahami penggunaan dan kegunaan dari traktor mini.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Traktor adalah alat atau mesin penarik beban yang bersumberdaya mekanis. Traktor merupakan jenis alat atau mesin pertanian yang digunakan petani untuk mengolah lahan terutama lahan sawah(Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Riau, 2005). Penggunaan traktor sebagai teknologi baru memerlukan kemampuan manajerial dan keterampilan khusus serta fasilitas pendukung yang memadai, namun dalam kenyataannya, seringkali alat dan mesin pertanian diperkenalkan tanpa ada program yang memadai untuk melatih petani atau operator. Fasilitas perbaikan dan servis di tingkat petani untuk mendukung penggunaan traktor secara efisien dan ekonomi sering tidak disediakan. Kondisi tersebut menimbul kesulitan ketika traktor mengalami kerusakan dan akhirnya membuat umur ekonomi mesin lebih pendek dari yang diharapkan(Paman dkk., 2007). Cara agar mesin traktor tetap tahan lama operator umumnya membersihkan mesin traktor setiap hari selesai kerja dan body dan bajak dibersihkan pada akhir musim. Ini artinya bahwa traktor dibersihkan secara keseluruhan hanya dua kali setahun dan ini dapat menyebabkan karatan pada body, roda besi dan baut. Operator juga tidak secara teratur

2

menggemuki komponen tertentu selama operasi di lapangan. Biasanya operator menggemuk componen hanya pada awal musim(Paman dkk., 2007). Caterpillar dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. membentuk salah satu usaha patungan bersama pertama di Jepang guna memasukkan kepemilikan parsial dari AS (1963). Caterpillar Mitsubishi Ltd. mulai berproduksi pada tahun 1965, telah berganti nama menjadi Shin Caterpillar Mitsubishi Ltd., dan sekarang menjadi pabrik pembuatan peralatan konstruksi dan pertambangan No. 2 di Jepang (Tomi, 2009). Benjamin Holt dan Daniel Best melakukan eksperimen membuat berbagai bentuk traktor uap untuk digunakan di lahan pertanian. Mereka melakukannya secara terpisah, dengan perusahaan yang berbeda (1890). Traktor tipe track jenis uap yang pertama buatan Holt (1904), Traktor tipe track jenis gas yang pertama buatan Holt (1906) (Tomi ; 2009).

Traktor tipe track “Caterpillar®” buatan Holt digunakan oleh negara sekutu dalam Perang Dunia I (1915). Holt Manufacturing Company dan C. L. Best Tractor Co. melakukan merger membentuk Caterpillar Tractor Co (1925). Diesel Sixty Tractor yang pertama diluncurkan dari pusat produksi di East Peoria, Illinois, dengan sumber penggerak baru yang lebih efisien untuk traktor tipe track (1931). Jajaran produk Caterpillar sekarang terdiri atas motor grader, blade grader, elevating grader,terracer dan electrical generating set(1940)(Tomi ; 2009).

Traktor tipe track Caterpillar, motor grader, generator set dan engine khusus untuk tank M4 digunakan oleh Amerika Serikat dalam perang (1942).Caterpillar Tractor Co. Ltd. di Inggris didirikan, yang pertama dari berbagai pusat operasi luar negeri yang dibuat untuk membantu mengelola kekurangan penukaran mata uang asing, tarif, import dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan di seluruh dunia (1950)(Tomi ;

2009).

Di tahun 1931, perusahaan membuat grup penjualan engine yang terpisah untuk memasarkan engine diesel ke pabrik pembuat peralatan lain. Grup ini diganti pada tahun 1953 dengan divisi penjualan dan pemasaran yang terpisah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik guna memenuhi kebutuhan pelanggan engine yang lebih luas. Penjualan engine saat ini merupakan kurang-lebih sepertiga dari total penjualan dan pendapatan perusahaan (Tomi ; 2009).

Resesi dunia memberikan pengaruh pada Caterpillar, membebani perusahaan dengan biaya setara dengan $1 juta per hari dan memaksa perusahaan secara drastis

3

mengurangi karyawannya (1981-1983). Caterpillar Leasing Company diperbesar untuk menawarkan opsi pembiayaan peralatan kepada pelanggan di seluruh dunia dan berganti nama menjadi Caterpillar Financial Services Corporation (1983)(Tomi ; 2009).

Jajaran produk terus bertambah untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan (1985-sekarang). Lebih dari 300 produk yang sekarang ditawarkan, lebih dua kali lipat dari jumlah pada tahun 1981. Caterpillar Tractor Co. berganti nama menjadi Caterpillar Inc. – refleksi yang akurat atas keanekaragaman pertumbuhan perusahaan (1986) (Tomi ; 2009).

Program modernisasi pabrik senilai $1.8 milyar diluncurkan untuk memperlancar proses manufaktur (1987). Perusahaan melakukan desentralisasi struktural, dengan melakukan reorganisasi menjadi unit-unit bisnis yang bertanggung-jawab atas tingkat pengembalian aset dan kepuasan pelanggan (1990)(Tomi ; 2009).

Perusahaan terus berkembang, melakukan akuisisi terhadap Perkins Engine-yang berpusat di Inggris. Dengan penambahan MaK Motoren di Jerman pada tahun sebelumnya, Caterpillar berubah menjadi pabrik manufaktur engine diesel terbesar di dunia (1997) (Tomi ; 2009).

Truk non jalan raya terbesar di dunia – 797 – memulai debutnya di Cat Proving Ground di Arizona (1998). Caterpillar memperkenalkan jajaran baru peralatan konstruksi yang kompak pada CONEXPO, pameran konstruksi terbesar di dunia, sebagai jawaban atas perubahan kebutuhan pelanggan atas peralatan konstruksi yang lebih kecil dan lebih serbaguna (1999)(Tomi ; 2009).

Caterpillar merayakan ulang tahun yang ke-75 (2000). Caterpillar merupakan perusahaan pertama yang meluncurkan 6 Sigma secara global dan menghasilkan manfaat tahun pertamanya sebagai keuntungan dari biaya implementasi (2001). Caterpillar menjadi pabrik manufaktur engine yang pertama yang menawarkan jajaran lengkap engine diesel bersih tahun model 2004 yang memenuhi sepenuhnya dan telah mendapat sertifikasi dari U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Terobosan teknologi pengendalian emisi Caterpillar, dikenal sebagai ACERT ® , dirancang untuk memenuhi persyaratan standar EPA tanpa harus mengurangi performa, ketangguhan atau efisiensi bahan bakar (2003) (Tomi ;

2009).

  • a. Tempat dan Waktu

I.

METODOLOGI

4

Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari jum’at, tanggal 7 Mei 2010 yang dimulai pukul 13.00 – 15.30 WIB. di areal dekat Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

  • b. Alat dan Bahan yang digunakan

    • a. Alat

      • - Mini Traktor

      • - HandPhone yang berkamera/ kamera digital

  • b. Bahan

    • - Alat-alat tulis (buku, pena, dll)

  • c. Cara Kerja

  • Mini Traktor

    • a. Mahasiswa duduk ditempat kursi yang ada tersebut, lalu pasang posisi gas pada posisi netral, lalu tekan kopling dengan kaki kiri sambil menghidupkan stater hingga mesin hidup.

    • b. Kemudian pasang posisi gas pada posisi lambat bagi pemula, lalu diatas pasang posisi berjalan kedepan dan pasang gigi satu dulu.

    • c. Secara perlahan-lahan kopling kaki dilepas sambil kaki kanan menekan gas hingga traktor berjalan. Untuk membelokkannya kekanan maka putar setir kearah kanan begitu juga bila ingin membelokkannya kearah kiri maka putar setir kearah kiri pula.

    • d. Bila telah berjalan maka pasang gigi kedua dan seterusnya dan bagi yang sudah berani bisa diposisikan gasnya pada posisi high atau cepat.

    • e. Untuk berjalan mundur maka tarik stok kebelakang dan caranya sama dengan cara diatas yakni dengan cara melepas kopling sambil menekan gas hingga berjalan mundur traktornya.

    • f. Bila ingin berhenti maka tarik giginya keposisi netral dan gas keposisi netral juga, kemudian dibawah setir, ditarik seperti tuas besi panjang yang berfungsi untuk mematikan mesin.

    5

    4.1. Hasil

    II.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    Didalam Praktikum kali ini didapat hasil yakni, dapat mengerti dan memahami tentang bentuk luar dari hand traktor dan mini traktor beserta beberapa begian-bagian mesin tersebut. Mahasiswa juga dapat menghidupkan dan mematikan kedua traktor tersebut dan bisa mengoperasikan traktor itu. Bila saat menghidupkannya tidak hidup maka dapat dilihat langsung pada tekanan gasnya, mungkin gasnya kekecilan sehingga suatu masalah tersebut dapat terpecahkan. Penggunaan mini traktor sudah semi otomatis sebab pada mini traktor pemakaiannya seperti sedang mengoperasikan mobil sehingga pengguna hanya duduk dan mengoperasikan dari atas tempat duduk. Seperti halnya mobil, mini traktor menggunakan kopling sebagai penyetabil mesin. Apabila kopling dilepas secara langsung, maka mesin pun akan mati, sehingga penggunaan pun harus dilakukan dengan hati-hati. Perbedaan antara mobil dan mini traktor ialah, pada saat pengoperasian kopling pada mobil yang sedang berjalan di injak maka mobil masih akan berjalan, sedangkan pada mini traktor kopling yang diinjak, maka traktor pun akan berhenti baru kemudian di ganti persenelingnya.

    7

    4.2.

    Pembahasan

    Teknologi merupakan suatu alat atau cara yang di gunakan manusia untuk mempermudah dan mempercepat kinerja manusia tersebut tidak terkecuali pada sektor pertanian. Pada sektor pertanian, teknologi sering digunakan pada saat prapanen dan pascapanen atau teknologi pra panen dan teknologi pasca panen. Pada kali ini kita membahas tentang teknologi pra panen antara lain adalah traktor. Pada traktor terdapat dua jenis traktor antara lain traktor tangan (hand tractor) dan mini traktor. Berikut adalah penjelasan dari mini traktor.

    Traktor roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah jika dilengkapi dengan peralatan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu piring, dan lain-lain. Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor ini dirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah. Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi traktor mini, menengah, dan traktor besar.

    Prinsip Kerja Alat

    Traktor roda empat dioperasikan oleh operator yang duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui perangkat yang disebut three hitch point atau penyambungan titik tiga, yang terdiri sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada dibagian atas sistem penyambungan titik tiga, disebut top link (tuas penyambung bagian atas). Dengan menggunakan sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (bajak, dan lain-lain.) yang diinginkan dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Selanjutnya untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pengolahan tanah, maka traktor perlu disetimbangkan dengan memasang beban tambahan pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka traktor telah siap dioperasikan untuk pengolahan tanah.

    Kegunaan Alat

    8

    • 1. Untuk menarik peralatan pengolah tanah, peralatan budidaya (pemupuk, penyemprot, gerobak, dan lain-lain.)

    • 2. Untuk menggerakkan peralatan stasioner (pompa air, mesin prosessing, dan lain-lain.)

    • 3. Untuk transportasi di kebun

    Bagian-bagian Utama dari Traktor Roda Empat dan Fungsinya

    • 1. Sistem kemudi : alat untuk mengendalikan jalannya dan atau operasi traktor di lapangan

    • 2. Roda depan : roda bagian depan dari traktor yang berfungsi untuk pengendalian, dan memiliki ukuran diameter lebih kecil dari roda bagian belakang

    • 3. Roda belakang : roda bagian belakan dengan ukuran diameter lebih besar dari roda bagian depan traktor yang berfungsi untuk menumpu beban traktor dan peralatan yang terpasang.

    • 4. Chasis traktor : bagian rangka traktor roda empat yang juga merangkap sebagai rumah dari sistem transmisi

    • 5. Pemberat : besi cor yang dirancang khusus untuk pemberat traktor agar traktor tidak terangkat pada saat mengolah tanah

    • 6. Poros PTO : poros yang difungsikan untuk menggerakkan peralatan yang dalam pengoperasiannya memerlukan putaran (bajak rotari), atau untuk menggerakkan peralatan stasioner

    • 7. Sistem penyambungan peralatan : bentuk peralatan pengolahan tanah yang relatif besar, maka pada traktor roda empat memerlukan mekanisme penyambungan khusus, yakni sistem penyambungan titik tiga (three hitch poin)

    Fungsi dan Mekanisme Traktor Roda Empat (Traktor Mini)

    • 1. Fungsi Traktor Roda Empat (Traktor Mini) Fungsi traktor roda empat adalah sebagai mesin penggerak berbagai peralatan pertanian. Peran traktor roda empat dapat menarik, mendorong, dan memutar poros berbagai peralatan untuk menunjang kegiatan pertanian.

    9

    • 2. Beberapa jenis peralatan pertanian yang dapat dioperasikan dengan traktor roda empat, antara lain : bajak pring, garu piring, bajak rotari, alat pemanen, alat penyemprot hama, alat penanam benih dan pemupuk, dan lain-lain.

    • 3. Mekanisme pemasangan peralat pada traktor roda empat dilakukan dengan menggunakan fasilitas alat penyambung yang dikenal sebagai “three hitch point” yang ada di bagian belakang traktor.

    • 4. Jenis alat pengolah tanah yang dapat dioperasikan dengan traktor roda empat, antara lain : bajak singkal, bajak piring, garu piring, bajak rotari, alat pembuat alar dan bedeng

    • 5. Pengaturan posisi sudut alat pengolah tanah setelah digandengkan dengan traktor roda empat dapat dilakukan dengan mengatur (memanjangkan/memendekkan penyambung bagian atas (top link) dari sistem penyambungan three hitch point

    • 6. Selain sebagai alat penarik peralatan, traktor roda empat dapat difungsikan sebagai penggerak mesin-mesin stasioner, seperti pompa air untuk irigasi di lapangan, dan lain- lain.

    • 7. Posisi poros PTO (Power Take Out) pada traktor roda empat berada pada bagian belakang traktor, dibawah tempat duduk operator dan agak menjorok ke dalam

    Cara menghidupkan traktor mini

    • 1. Pastikan perseneling dalam keadaan netral

    • 2. Pastikan tuas penambah kecepatan dalam keadaan netral

    • 3. Putar tuas starter

    • 4. Gas sedikit

    10

    III.

    5.1. Kesimpulan

    DAN SARAN

    KESIMPULAN

    Kesimpulan yang didapat pada praktikum kali ini, yaitu:

    • 1. Dengan mempelajari secara teori dan praktek langsung tentang hand traktor dan mini traktor, maka mahasiswa dapat mengenal bagian-bagian dari mini tractor.

    • 2. Dapat mengoperasikan mini tractor antara lain, menghidupkan, mematikan, serta menjalankan alat-alat pertanian tersebut.

    • 3. Prinsip kerja antara hand traktor dengan mini traktor sangatlah berbeda, karena pada hand traktor kita digerakkan oleh traktornya sedangkan pada mini traktor kitalah yang menggerakkan traktor tersebut.

    5.2. Saran

    Saran yang akan disampaikan pada praktikum kali ini, yaitu:

    • 1. Penghidupan hand traktor harus dengan hati-hati sebab dapat membahayakan pengguna apabila tidak hati-hati.

    • 2. Saat mengoperasikannya juga harus secara benar seperti saat membelok, haruslah tepat arahnya supaya tidak terjadi sesuatu hal buruk bagi pengendara.

    • 3. Asisten perlu mengawasi mahasiswa yang sedang melakukan praktek tersebut, karena demi keamanan bersama dan mahasiswa itu belum sepenuhnya tahu tentang prakteknya bila dibandingkan dengan teorinya, sebab kalau paraktek mahasiswa belum tentu bisa mengerjakannya (menjalankan traktor) daripada teori.

    11

    DAFTAR PUSTAKA

    Adams, W. J. and D.B. Furlong, 1959.Rotary-Tiller in Soil Preparation

    Agricultural Engineering. AVI Milanes. 1991.

    publishing Co., Connecticut.De Sousa,

    Gill, J.K. and Vanden Berg. 1968. Laporan Akhir Penyusunan Prioritas Program Pelita VI, Deptan. Jakarta.

    Hardjosentono, M. Wijato, E. Rachlan, I. W. Badra, dan R. D. Tarmana. 1985. Mesin Pertanian. C. V. Yasaguna. Jakarta.

    Lubis, Ruzaini. 1991. Bahan Bacaan Pengantar Teknologi Pertanian. Palembang:Universitas Sriwijaya.

    Mukhaer Pakkanna, 2004, Bursa berjangka : Solusi Menjawab Ketidakpastian Harga

    Komoditas di

    Indonesia. .

    (Online), (http://tomy-

    artikel.blogspot.com/2009/08/sejarah-traktor.html), (diakses 05 mei

    2010)Penaimm.com.

    Prediction of Tractor Performance on Concrete. Transaction of ASAE. 34 ( 3 ) :

    727 – 737.Dinas Alsintan Dirjen Teknik Pertanian, 1993/1994.

    Siregar, M. dan A. Nasution. 1984. Perkembangan Teknologi dan Mekanisasi di

    Jawa.

    Jakarta: Yayasan Obor.

    Tomi. 2009. Sejarah Traktor. (Online), (http://tomy- artikel.blogspot.com/2009/08/sejarah-traktor.html), (diakses 05 mei

    2010).

    12

    LAMPIRAN – LAMPIRAN

    • - Foto alat

    LAMPIRAN – LAMPIRAN - Foto alat 13

    13

    -

    Praktikum

    Foto selama

    14

    15

    15

    16

    16