You are on page 1of 20

Lampiran

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn. S


DENGAN TUBERKULOSIS PARU
DI RUANG ANGGREK RUMAH SAKIT UMUM
KABUPATEN BELITUNG

I. PENGKAJIAN
Ruang : Anggrek
Tanggal Masuk : 3 Mei 2010
Jam Masuk : 02.30 WIB
No.Medikal Record : 068302
Diagnosis Medis : Tuberkulosis Paru (TB)
1. Identitas klien dan penanggung jawab
a. Identitas klien
Nama : Tn. S
Umur : 72 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh Harian
Suku/Bangsa : Melayu/Indonesia
Tanggal pengkajian: 3 Mei 2010
Jam Pengkajian : 08.30 WIB
Alamat : Air Pelempang Timur RT 041/012

b. Identitas penanggung jawab


Nama : Ny. J
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hubungan dengan klien : Anak
Alamat : Air Pelempang Timur RT 041/012
2. Keluhan saat ini : Sesak
3. Riwayat kesehatan
P: Klien mengatakan nafasnya terasa sesak disertai batuk, sesak dan batuk
bertambah apabila klien berbaring terlentang dan melakukan aktivitas
berat, sesak dan batuk berkurang apabila klien beristirahat dan minum
air hangat kuku.
Q: Klien mengatakan pada saat sesak dan batuk dadanya terasa nyeri dan
seperti di tusuk-tusuk.
R: Klien mengatakan pada saat batuk dan sesak dadanya terasa nyeri di
sebelah kiri.
S: Jika batuk muncul, klien hanya beristirahat, berbaring ditempat tidur dan
tidak bisa melakukan aktifitas.
T: Sesak dan batuk terjadi pada saat malam hari, pagi hari dan bila klien
melakukan aktivitas berlebihan.
4. Riwayat kesehatan masa lalu
Klien pernah dirawat di Ruang Anggrek dengan keluhan dan penyakit yang
sama 9 bulan yang lalu dengan hasil BTA (+) dan hasil rontgen yang
menunjukkan bahwa klien menderita TB Paru. Dan pada saat ini klien tidak
menjalani terapi OAT dikarenakan pengobatan yang terputus.

5. Riwayat kesehatan keluarga


Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit yang
sama seperti klien.
Genogram:
Keterangan:
: Klien
: Perempuan
: Laki-laki
: Tinggal serumah
: Meninggal

6. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : Lemah
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Tanda-tanda vital
- Suhu : 37OC
- Denyut nadi : 80 x/menit
- Pernapasan : 30 x/menit
- Tekanan darah : 110/70 mmHg
- BB sebelum sakit : 52 kg
- BB setelah sakit : 50,5 kg
- Tinggi badan : 165 cm
d. Kepala
• Rambut
- Distribusi rambut : Merata
- Warna : Putih (Uban)
- Kebersihan : Bersih
- Lesi : Tidak Ada
- Masalah : Tidak Ada
• Mata
- Bentuk : Simetris
- Sklera : Tidak Ikterus
- Konjungtiva : Tidak anemis
- Reaksi pupil : Isokor 3m/3m
- Pergerakan bola mata : Simetris
- Penglihatan : 3/60
- Masalah : Klien bisa membaca dengan jarak
30cm dengan menggunakan kaca
mata dan jika tidak menggunakan
kaca mata penglihatan klien kabur
dan tidak bisa melihat jauh sekitar
3m
• Hidung
- Bentuk : Simetris
- Sekresi : Tidak Ada
- Pembengkakan : Tidak Ada
- Kebersihan : Cukup bersih
- Pernapasan cuping hidung : Tidak ada
- Kelainan : Tidak ada

• Mulut
a. Bibir
- Warna : Pucat
- Bentuk : Simetris
- Kelembaban : Cukup lembab
- Masalah : Tidak ada
b. Gigi
- Caries : Tidak ada (gigi ompong)
- Warna :-
- Gigi palsu : Tidak ada
- Kebersihan : Cukup bersih
• Telinga
- Bentuk : Simetris
- Serumen : Ada sedikit
- Pendengaran : Normal
- Kebersihan : Cukup bersih
• Leher
- Bentuk : Simetris
- Pembesaran kelenjar gondok : Tidak ada pembesaran
- Pembesaran kelenjar getah bening : Tidak ada pembesaran
- Peninggian vega jugularis : Tidak ada pembesaran
e. Thorak
Dada
- Bentuk : Simetris
- Retraksi intercostal : Tidak ada
- Palpasi : Tidak teraba kelainan
- Perkusi : Sonor
f. Jantung
- Bunyi jantung : Murni reguler
g. Paru
- Suara paru : Ronchi +/+, Wheezing -/-
- Ekspirasi/inspirasi :1:1
h. Abdomen
- Bentuk : Cekung
- Kulit : Kurang elastis
- Benjolan : Tidak ada
- Nyeri tekan : Tidak ada
- Bising usus : 10x/menit
- Turgor kulit abdomen : Kurang elastis
- Kelainan : Tidak ada
i. Genetalia
- Bentuk : Utuh
- Radang/infeksi : Tidak ada
- Pembengkakan skrotum: Tidak ada
- Rektum : Ada, Tidak ada kelaianan
j. Anus
- Haemoroid : Tidak ada
- Defekasi : Ada
- Flatus : Ada
k. Ekstremitas
• Ekstremitas atas
- Bentuk : Simetris, tidak terjadi atropi
- Sensasi : Dapat merasakan sensasi hangat dan
tajam
- Pergerakan : Bebas dengan tangan sebelah kiri klien
terpasang IVFD RL
- Kelainan : Tidak ada
• Ektremitas bawah
- Bentuk : Simetris
- Sensasi : Dapat merasakan sensasi hangat dan
tajam
- Refleks babinski : Ada
- Varises : Tidak ada
- Kelainan : Tidak ada
l. Kulit
- Warna : Tidak anemis
- Turgor : Kurang elastis
- Pucat : Tidak ada
- Ikterus : Tidak ada
- Lesi : Tidak ada
- Edema : Tidak ada
- Tekstur : Keriput
- Kelainan : Tidak ada

7. Riwayat psikososial:
Selama dirawat, wajah klien tampak cemas, klien selalu bertanya
apakah penyakit yang dideritanya akan segera sembuh.

8. Riwayat kesehatan spiritual:


Klien beragama Islam dan klien berdoa agar penyakit yang dideritanya
dapat sembuh dengan segera, klien menganggap bahwa penyakit yang
dideritanya merupakan bagian dari cobaan dalam hidupnya.

9. Pola aktivitas sehari-hari


No Aktivitas Di rumah Di rumah sakit
1. Makan
- Frekuensi 3 x/hari 3 x/hari
- Jumlah 3 porsi/hari 3 porsi/hari
- Diet Makan biasa Makan lunak
- Pantang makan Tidak ada Tidak ada
- Makanan tambahan Kue-kue Kue-kue
- Masalah Tidak ada Tidak ada
Minum
- Frekuensi 9-10 gelas 9-10 gelas
- Jumlah ± 2300 cc/hari ± 2300 cc/hari
- Pantang minum Tidak ada Tidak ada
- Jenis minum Air putih, teh Air putih
- Masalah Tidak ada Tidak ada
2 a. BAB
- Frekuensi 1 x/hari 1 x/hari
- Konsistensi Lunak Lunak
- Bau Khas Khas
- Warna Kuning Kuning
- Kesulitan Tidak ada Tidak ada
b. BAK
- Frekuensi 5-6 x/hari 5-6 x/hari
- Warna Kuning Kuning
- Jumlah ± 1400 cc/hari ± 1400 cc/hari
- Kesulitan Tidak ada Tidak ada
3 Pola tidur
- Tidur malam jam 22.00--03.00 22.00--03.00
- Tidur siang jam Tidak pernah Tidak pernah
- Kesulitan tidur Klien Klien
mengatakan mengatakan
sulit untuk tidur sulit untuk tidur
karena batuk ± karena batuk ±
1 minggu yang 1 minggu yang
lalu dan lalu dan
sampai saat ini sampai saat ini
Masalah Kesulitan untuk Kesulitan untuk
tidur tidur
4 Data personal hygine
- Mandi 2 x/hari 1x/hari (Di lap
saja)
- Kuku Pendek bersih Pendek bersih
- Rambut Cukup bersih Cukup bersih
- Cuci rambut 2 x/hari 1x/hari (Di lap
saja)
- Sikat gigi 2 x/hari 1x/hari
Masalah Tidak ada Tidak ada

10. Pemeriksaan Penunjang


Tidak ada pemeriksaan penunjang.
- Terapi : 3 Mei 2010
IVFD RL gtt 20 x/menit
Cefotaxim 1 gr/IV/12 jam
Ranitidin 1A/IV/12 jam
Neurosanbe 1A/ hari
Ambroxol 20mg 3 x 1sdm
Alfrazolam 1 x 1/ hari
Oksigen 3-4 liter/menit

1. ANALISIS DATA ( Tanggal 3 Mei 2010)


NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Data subjektif: Mycobakterium TB. Paru Tidak
- Klien mengatakan dada ↓ efektifnya
terasa nyeri pada waktu Tuberkel penebalan bersihan
batuk membran paru jalan napas
- Klien mengatakan merasa ↓
ada sumbatan Difusi oksgen terganggu
ditenggorokan ↓
- Klien mengatakan letih Intake O2 berkurang, kadar
sewaktu bernapas CO2 meningkat
Data objektif: ↓
- Batuk (+) Merangsang SSP napas
- Sesak napas untuk meningkatkan
- Bunyi napas tidak normal ventilasi dan menaikkan
(Ronkhi +) frekuensi napas
- Tanda-tanda vital: Denyut ↓
nadi: 80 x/menit, Napas cepat dan dangkal
pernapasan: 30 x/menit, ↓
Tekanan darah: 110/70 Proses peradangan
mmHg

- Klien gelisah
Sekresi mukus
- O2 terpasang 1-2

liter/menit
Membentuk sputum
- Klien sulit tidur

- Warna sputum hiju
Menghambat jalan napas

Tidak efektifnya bersihan
jalan nafas
2. Data subjektif: Basil TBC terinhalasi Pola nafas
- Klien mengeluh sesak melalui droplet masuk ke tidak efektif
- Klien mengeluh letih saat saluran pernapasan
bernafas ↓
Data objektif: Respon imunitas dalam
- Adanya sesak paru-paru, melibatkan
- Rhonchi +/+ makrofag yang diaktifkan
- Inspirasi/Ekspirasi = 1 : 1 oleh limposit
- O2 terpasang 1 liter/menit ↓
- Adanya retraksi dinding Membentuk jaringan
dada fibrosa

Dinding sekitar lesi organ
jaringan fibrosa (tuberkel)
merupakan proses protektif
terhadap penyebaran basil
Tuberkulosis Paru. Bila
proses ini tidak berhasil,
Tuberkulosis Paru akan
menyebar ke seluruh paru

Menyebabkan area fibrosis
dan mengurangi jumlah
total jaringan yang
berfungsi

Penurunan fungsi Paru

Pola nafas tidak efektif
3. Data subjektif: Produksi sputum meningkat Gangguan
- Klien mengatakan sulit ↓ istirahat dan
untuk tidur Mediator proses inflamasi tidur.
- Klien mengatakan sering ↓
terbangun pada saat batuk Proses infeksi
Data objektif: ↓
- Klien tampak lesu Sekresi sputum irreguler
- Keadaan umum lemah yang tidak terkontrol
- Klien tampak berbaring ↓
saja Rangsangan batuk
- Adanya batuk meningkat
- Klien tidur 3--4 jam ↓
sehari Batuk produktif

Gangguan istirahat dan
tidur
2. DIAGNOSIS KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS
MASALAH ( Tanggal 3 Mei 2010 )
2. Tidak efektifnya bersihan jalan napas berhubungan
dengan peningkatan produksi sekret.
3. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan
fungsi paru
4. Gangguan istirahat dan tidur berhubungan dengan adanya
batuk.
1. PERENCANAAN ( Tanggal 3 Mei 2010 )
Nama : Tn.S
Umur : 72 tahun
Ruang : Anggrek
Perencanaan
No Diagnosis
Tujuan Intervensi Rasional
1. Tidak Tujuan jangka - Atur posisi - Posisi
efektifnya panjang: tidur klien pada membantu
bersihan jalan Bersihan jalan posisi semi memaksimalkan
napas nafas efektif fowler/ ekspansi paru
berhubungan Tujuan jangka setengah duduk dan menurunkan
dengan pendek: upaya
peningkatan Dalam waktu pernapasan
produksi sekret 1-2 jam - Pantau fungsi - Ronkhi
bersihan jalan pernapasan menurunkan
nafas efektif contoh: Bunyi akumulasi
dengan kriteria napas sekret/ketidak-
: kecepatan, mampuan untuk
- Jalan napas irama dan membersihkan
kembali kedalaman jalan napas yang
efektif dapat
- Ronchi (-) menimbulkan
- Sesak napas otot aksesori
klien pernapasan dan
berkurang peningkatan
- Frekuensi kerja pernapasan
bernapas - C - Pengeluaran sulit
kembali atat kemampuan bila sekret sangat
normal (16- untuk tebal (mis: efek
20 x/menit) mengeluarkan infeksi dan/atau
mukus/batuk tidak adekuat).
efektif; catat Sputum berdarah
karakter, jumlah kental atau darah
sputum, adanya cerah
hemoptisis. diakibatkan oleh
kerusakan
(kavitasi) paru
atau lika
bronkial dan
dapat
memerlukan
evaluasi/interven
si lanjut.
- Pemasukan
- Pertahankan tinggi cairan
masukan cairan membantu untuk
sedikitnya 2500 mengencerkan
ml/hari kecuali sekret,
kontraindikasi membuatnya
mudah
dikeluarkan
- Mencegah
- Anjurkan observasi/penghi
kepada klien sapan dapat
bersihkan sekret diperlukan bila
dari mulut klien tidak
mampu
mengeluarkan
sekret.
- Dengan
- Berikan oksigen memberikan
sesuai program oksigen akan
terapi dokter 3-- menambah
4 liter/menit jumlah oksigen
dan melancarkan
pernapasan
sehingga jalan
napas kembali
lega.
2. Pola nafas tidak Jangka - Pantau status - Melihat
efektif Panjang : pernafasan pernafasan
berhubungan Pola nafas untuk
dengan kembali efektif melakukan
penurunan Jangka Pendek intervensi
fungsi paru : lanjutan jika ada
Dalam waktu 2 ketidaknormalan
x 24 jam pola - Pantau bunyi - Adanya Rhonchi
nafas kembali nafas terhadap / mengi dapat
efektif dengan adanya bunyi menimbulkan
kriteria tambahan penggunaan otot
: aksesoris
- sesak tidak pernafasan
Ada - Lakukan - Dengan
- Rhonchi -/- tindakan fisioterapi dada
- Inspirasi/ Pulmonari membantu
ekspirasi 1:2 seperti melepaskan /
- O2 tidak lagi fisioterapi dada mengeluarkan
terpasang dan mengalirkan
dahak
- Ajarkan pada - Batuk efektif
klien batuk bisa membantu
efektif dan klien
teknik relaksasi mengeluarkan
seperti nafas sekret dan
dalam dalam keadaan
rileks membantu
untuk
meningkatkan
pola napas
efektif
3. Gangguan Jangka - Anjurkan klien - Dengan
istirahat dan panjang: untuk banyak menganjurkan
tidur Kebutuhan minum (air klien banyak
berhubungan tidur terpenuhi hangat-hangat minum air
dengan adanya Jangka kuku) hangat kuku
batuk pendek: dapat
Dalam waktu mengencerkan
6-7 jam dahak dijalan
kebutuhan napas.
tidur terpenuhi - Anjurkan klien - Dengan
dengan untuk menghindari
kriteria: mengontrol makanan yang
- Batuk hilang makanan yang meransgang
- Klien bisa merasang batuk batuk maka
tidur ± 6-7 batuk akan
jam/hari berkurang
- Bangun pagi - Batasi jumlah - Dengan
klien pengunjung membatasi
tampak pengunjung
segar diharapkan
kebutuhan
istirahat dan
tidur klien
terpenuhi
- Berikan obat - Dengan
sesuai terapi memberikan
dokter obat ambroxol
Ambroxol 3 x diharapkan
1 tablet dan batuk dapat
Alfrazolam 1 x berkurang dan
1 tablet membantu klien
untuk tidur
terlelap.

2. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


Nama : Tn.S
Umur : 72 Tahun
Ruang : Anggrek
Hari/
No DP Implementasi Pelaksana Evaluasi
Tanggal
1. 1 Senin, Jam : 09.00 WIB Mitha A Jam : 09.30 WIB
03-05-10 - Memantau fungsi - Setelah dipantau
pernapasan (Bunyi fungsi pernafasan
napas dan respirasi) klien di bantu
dengan O2 1
Liter/menit
Bunyi napas ronkhi
+/+, respirasi 28
x/menit
Jam : 10.00 Mitha A Jam : 10.25 WIB
- Mencatat kemampuan - Setelah dipantau
klien untuk klien tampak tidak
mengeluarkan mukus/ mampu untuk
batuk efektif mengeluarkan
mukus/ batuk
efektif
-
Jam : 11.00 Mitha A Jam : 11.10 WIB
- Melakukan pemberian - Setelah oksigen
oksigen sesuai dengan dipasang klien
terapi dokter 3--4 mengatakan tidak
liter/menit sesak lagi
2. 2 Senin, Jam : 11.15 WIB Mitha A Jam : 11.20 WIB
03-05-10 - Memantau status - Klien terlihat lebih
pernafasan klien mudah bernafas
dengan RR :
24x/menit
Jam : 11.30 WIB Mitha A Jam : 11.40 WIB
- Memantau adanya Setelah dikaji bunyi
bunyi nafas tambahan nafas klien didapatkan
Rhonchi +/+
3. 3 Senin, Jam : 11.45 WIB Mitha A Jam : 11.50 WIB
03-05-10 - Memberikan terapi Klien mengatakan
ambroxol 20 mg batuknya berkurang.
Jam : 11.50 WIB Mitha A Jam : 12.25 WIB
- Menganjurkan pada - Setelah dianjurkan
klien agar minum air kepada klien dan
hangat kuku keluarga, klien dan
keluarga menerima
dan mengerti serta
mau melaksanakan
anjuran.
Jam : 12.30 WIB Mitha A Jam : 12.45 WIB
- Menganjurkan kepada - Klien dan keluarga
klien agar tidak mau menerima
mengkonsumsi anjuran dari
makanan yang dapat perawat
merangsang batuk
Jam : 21.00 WIB Perawat Jam : 21.45 WIB
- Pemberian obat ruangan Klien tampak mulai
Alfrazolam/hari mengantuk dan
tertidur
4. 1 Selasa, Jam : 14.30 WIB Mitha A Jam : 14.45 WIB
04-05-10 - Mengubah posisi tidur - Klien merasa
klien dari telentang nyaman saat
menjadi setengah berbaring dengan
duduk (semi fowler) posisi setengah
duduk (semi
fowler)
Jam : 15.00 WIB Mitha A Jam : 15.10 WIB
- Memberikan therapi - Injeksi
injeksi Ranitidin Ranitidin masuk,
1A/IV klien tampak tenang.
Jam : 15.15 WIB Mitha A Jam : 15.30 WIB
- Memberikan therapi - Injeksi
injeksi Cefotaxim 1 Cefotaxim masuk,
gr/IV klien tampak tenang.
Jam : 15.45 WIB Mitha A Jam : 16.00 WIB
- Memantau fungsi - Setelah dipantau
pernapasan (Bunyi fungsi pernafasan
napas dan respirsi) klien tidak lagi di
bantu dengan O2
Bunyi napas ronkhi
+/-, respirasi 20
x/menit
Jam : 17.00 WIB Mitha A Jam : 17.15 WIB
- Mempertahankan - Klien
klien untuk minum menghabiskan
sebanyak 2500 2000 ml/hari
ml/hari
5. 2 Selasa, Jam : 18.30 WIB Mitha A Jam : 18.45 WIB
04-05-10 - Memantau status - Klien terlihat lebih
pernafasan klien mudah bernafas
dengan RR :
20x/menit

Jam : 18.50 WIB Mitha A Jam : 19.00 WIB


- Memantau adanya - Setelah dikaji bunyi
bunyi nafas tambahan nafas klien
didapatkan Rhonchi
+/-
Jam : 19.00 WIB Mitha A Jam : 19.30 WIB
- Mengajarkan pada - Setelah di ajarkan
klien teknik relaksasi nafas dalam dan
dengan nafas dalam batuk efektif klien
dan batuk efektif tampak lebih
tenang dan rileks,
walaupun sekret
yang dikeluarkan
klien hanya sedikit
6. 3 Selasa, Jam : 20.30 Mitha A Jam : 20.55
04-05-10 - Membatasi jumlah Setelah pengunjung
pengunjung dibatasi klien tampak
tenang dan rileks
7. 2 Rabu, Jam : 09.30 WIB Mitha A Jam : 09.45 WIB
05-05-10 - Memantau fungsi - Klien terlihat
pernafasan klien mudah bernafas
dengan RR :
18x/menit
Jam : 11.45 WIB Mitha A Jam : 12.20 WIB
- Melakukan tindakan Setelah dilakukan
Pulmonari Fisioterapi fisioterapi dada klien
dada : terlihat semakin
1. Postural Drainase nyaman untuk
2. Clapping bernafas
mengeluarkan sedikit
sekret
- Mengajarkan batuk Mitha A Setelah di ajarkan
efektif batuk efektif klien
bisa mengeluarkan
sekretnya walaupun
sedikit
Jam : 12.30 WIB Mitha A Jam : 12.40 WIB
- Memantau adanya Setelah dikaji bunyi
bunyi nafas tambahan nafas klien didapatkan
Rhonchi -/-
8. 1 05-05-10 Jam : 12.40 Mitha A Jam : 12.55 WIB
Rabu - Memantau fungsi - Setelah dikaji klien
bunyi pernafasan, bernafas dengan
kecepatan nafas dan normal tanpa
TTV bantuan Oksigen
dengan
RR : 18x/menit
TD : 130/90 mmHg
DN : 72x/menit
T : 36,50C lakukan
3. CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal/
DP Catatan Perkembangan Pelaksana
Pukul
Senin, 1 Jam : 13.50 WIB Mitha A
03-05-10 S : - Klien mengatakan sesaknya berkurang
- Klien mengatakan batuknya masih ada
O :- kesadaran :composmentis
TD :110/70 mmHg
T :36,7 c
RR :24x/ menit
Batuk :+
Rhonchi : +/+
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan Dp 1-5
2 Jam : 13.50 WIB Mitha A
S : - Klien mengatakan terkadang masih sulit
bernafas
- Klien mengatakan sesaknya berkurang
O : - Sesak berkurang
- O2 tidak lagi terpasang
- Tidak terlihat adanya retraksi didinding
dada
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi Dp 1-3.
Selasa, 3 Jam : 14.30 Mitha A
04-05-10 S: - Klien mengatakan sulit tidur tetapi setelah
diberikan terapi akhirnya bisa tidur
- Klien mengatakan jarang lagi terbangun
karena batuknya berkurang dan bisa tidur
terlelap
O : - Keadaan umum baik
- Klien tidak terlihat lesu
- Batuk berkurang
- Tidur 6-7 jam
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi klien
1 Jam : 21.30 WIB Mitha A
S : - Klien mengatakan sesaknya mulai
menghilang
- Batuk terkadang masih ada
O : - TD : 120/90 mmHg
- RR : 20 x/ menit
- DN : 72 x/ menit
- Batuk +
- Rhonchi +/-
- Sesak berkurang
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan Dp 1-5
2 Jam : 21.30 WIB Mitha A
S: - Klien mengatakan tidak lagi sulit
bernafas
- Klien mengatakan sesaknya berkurang
O: - Sesak berkurang
- O2 tidak lagi terpasang
- Tidak terlihat adanya retraksi didinding
dada
A: Masalah teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi Dp 1-3.
Rabu, 1 Jam : 13.00 WIB Mitha A
05-05-10 S : - Klien mengatakan sesaknya sudah hilang
- Klien megatakan batuknya semakin
berkurang
O : - Kesadaran composmentis
- TD : 130/90 mmHg
- DN : 72 x/ menit
- RR : 18 x/ menit
- T : 36,50C
- Sesak tidak ada
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi klien
2 Jam : 13.00 WIB Mitha A
S : - Klien mengatakan tidak lagi sulit
bernafas
- Klien mengatakan sesaknya sudah tidak
ada
O : - Sesak tidak ada
- O2 tidak terpasang
- Retraksi dinding dada tidak ada
A: Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi klien