You are on page 1of 4

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Kebiasaannya seorang muslim melakukan i'tikaf di Bulan Ramadhan kerana ingin bersungguh-
sungguh sebelum Bulan Allah itu berpisah dengan dirinya. Namun apa yang berlaku di Palestin,
ada sekelompok muslim yang secara bergilir-gilir beri’tikaf di dalam Masjidil Aqsa semata-mata
untuk menjadi benteng bahkan kalau perlu sebagai syuhada’ sebelum mereka benar-benar
berpisah dengan Masjid Suci ini.

Masjid Suci hanya berada di tanah suci. Jika Masjidil Haram berada di tanah Makkah dan Masjid
Nabawi berada di tanah Madinah, maka bagaimana mungkin Masjidil Aqsa mahu dipisahkan
dari tanah Al Quds.

Tetapi, lihatlah keadaan sekarang ini dan bagaimanakah Umat Islam memperlakukan masjid
ketiga umat Islam ini yang juga menjadi kiblat pertama umat Islam.

Setiap bulan Zulhijjah, kita akan melihat umat Islam berbondong-bondong bergerak ke Makkah
dan Madinah. Mereka akan bersungguh-sungguh mencari keutamaan di kedua tanah suci ini,
solat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ini adalah kerana tidak ada yang menghalang
gerakan mereka dan juga tidak ada yang menghadang kedatangan mereka. Pintu masuk
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu terbuka luas untuk setiap manusia yang sudah tidak
membawa identiti lain selain kalimah tauhid sebagai identiti tunggal mereka.

Tetapi ada yang berbeza dengan Masjid Terjauh itu. Umat Islam dihalang bila ingin
memasukinya. Setiap gerakan umat Islam yang mengarah ke Masjid Suci ini dihalang dengan
penghadang serta ancaman. Sejak dari jarak jejari 200 km dari Masjid Suci ini, penghadang
sudah disiapkan untuk menghalang setiap muslim yang bergerak bahkan dengan berjalan kaki
hanya untuk berziarah ke masjid ini serta ingin melihat bagaimana keadaan Al Aqsa ketika
ini. Yang dibolehkan memasuki masjid ini hanya mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Itupun
hanya mereka yang sudah bermukim di Jerusalem .

Di sekitar masjid, tanah sudah diratakan untuk membangunkan bangunan baru. Di bawah
masjid, penggalian sudah tidak terhitung berapa banyak hingga menimbulkan keretakan yang
tidak terhitung pula. Mereka yang pernah mempelajari fizik tidak akan ragu bahwa hanya
dengan sedikit 'sentuhan' sahaja lagi, maka bangunan yang tegak di atas penggalian itu akan

1
berubah menjadi puing-puing dan debu-debu. Ini hanya persoalan menunggu waktu yang tepat
agar kejadian itu kelak menjadi sebuah 'pertunjukan' kepada dunia.

Jika Umat Islam adalah umat yang tidak membezakan antara para nabi, maka bagaimana
mungkin mereka melupakan bahwa hampir semua nabi yang diceritakan Al Quran pernah
bermukim di Jerusalem .

Dengan mengetahui bahwa Masjid Suci ini adalah kiblat pertama umat Islam ternyata belum
cukup untuk menyedarkan umat bahwa hendaknya mereka meletakkan pembebasan Al Aqsa di
tempat teratas dalam agenda perjuangan mereka. Ternyata pesanan Rasulullah saw bahwa
lakukanlah perjalanan kepada Tiga Masjid Suci belum cukup menjadi motivasi bagi umat Islam
agar suatu ketika, kaki ini mesti menginjak ke tanah suci yang ketiga itu dan kening ini mesti
sujud di Masjid Al Aqsa tersebut.

Sungguh aneh apabila 15 juta bangsa Yahudi merasa lebih memiliki Jerusalem berbanding 1.5
Bilion umat Islam yang kebanyakannya ketika ini hanya menonton saudara-saudara mereka
yang berjumlah 7 juta sudah terusir dan menjadi pelarian meninggalkan rumah mereka, kerana
sejak 60 tahun lalu hingga sekarang, separuh dari populasi Yahudi dunia itu sudah berpindah ke
sana dan merampas tanah itu dari pemilik asalnya.

Adakah ini konflik tanah semata-mata?


Adakah ini persoalan penjajahan semata-mata?
Sedarlah wahai muslim!
Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal!

Mereka yang merampas Al Aqsa tidak pernah menyebutnya sebagai Masjid Suci. Mereka
memanggilnya dengan “The Third Temple”. Mereka ingin membangun kembali kuil mereka
setelah dua kali dihancurkan oleh bangsa Babilon dan Romawi.

Mereka sedang menanti Al Masih mereka, Raja mereka yang menurut mereka adalah Raja yang
dijanjikan sementara bagi kita sebagai muslim, Raja mereka itu adalah Dajjal, makhluk yang
Allah ciptakan agar kelak ketika ia sudah dalam dimensi waktu yang sama dengan kita, maka dia
inilah yang akan menipu manusia dengan menggambarkan dirinya sebagai Isa Al Masih.

Sedarlah wahai muslim!


Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal!

Mereka yang merampas Jerusalem itu menggelar kaum muslimin sebagai Ya'juj dan
Ma'juj. Mereka mendefinasikan kaum muslimin sebagai kaum perosak yang akan menyukarkan
mereka di akhir zaman. Sungguh sudah banyak kajian bahwa justeru Ya'juj dan Ma'juj itu
berkemungkinan besar adalah orang-orang Zionis yang kita kenali ketika ini. Bangsa Yahudi
ketika ini kebanyakannya bukanlah bangsa Bani Israil keturunan Nabi Ya'qub itu. Kebanyakan
mereka yang ketika ini mengaku sebagai Yahudi dan Zionis adalah keturunan Bangsa Khazar
dari pergunungan Kaukasus yang dengan secara misterinya kemudian memelukagama Yahudi.

2
Ciri khas pada wajah mereka adalah ciri khas bangsa Khazar. Mereka inilah sang perosak.
1. Mereka adalah kaum yang sama yang memulakan Perang Salib.
2. Mereka adalah kaum yang sama tatkala mencuri Jerusalem dari Khilafah Utsmaniah.
3. Mereka adalah kaum yang sama yang menyalakan Perang Dunia.
4. Mereka adalah kaum yang sama ketika Peristiwa Nakbah berlaku.
5. Mereka adalah kaum yang sama yang ketika ini menggenggam dunia dalam rangka
mempersiapkan kembali zaman keemasan untuk menguasai dunia dari Jerusalem seperti di
zaman Nabi Sulaiman dan kerajaannya.

Lalu masihkah kita berfikir persoalan ini sebagaimana yang mereka berusaha tampilkan di
media-media yang sudah mereka kuasai?
Adakah ini persoalannya sebagaimana yang tersurat?
Ini adalah persoalan akidah!

Ini adalah persoalan kaum yang melempar Taurat dan menggenggam Talmud meyakini apa
yang ada di genggaman mereka dan sedang bergerak mencapai tujuan mereka. Lalu bagaimana
mungkin seorang muslim tidak pula menjadikan persoalan ini sebagai bentuk keyakinan mereka
pada Al Quran dan Al Hadits lalu bergerak pula untuk memenangkan Kalimat ALLAH ini? Bila
kita mengaku sebagai pengikut Rasulullah saw, maka terimalah hadits–hadits darinya, termasuk
hadits mengenai keadaan akhir zaman yang menceritakan keadaan Kaum Muslimin dan Yahudi
serta keadaan bumi Palestin yang kita kenali ketika ini.

Sudah cukup Umat Islam terbawa-bawa dengan cara mainan musuhnya sendiri.
Sudah cukup Umat Islam berjalan di muka bumi tanpa agenda yang jelas.
Sudah cukup umat Islam sibuk mengikuti agenda musuh mereka.

“Dajjal” itu sudah memasuki hampir setiap pelosok dunia ini. Sistem Dajjal sudah mencengkam
dunia, bahkan digunakan oleh sebahagian besar kaum muslimin sendiri. Belum cukupkah ini
menunjukkan betapa hari kiamat itu telah dekat? Sungguh Ya Muslim, kita adalah “count down
generation”. Akhir sejarah itu sudah dalam hitungan menurun. Mungkin kita atau anak kita
akan menjadi saksi kepada episod Akhir Zaman itu. Sukatan air di Danau Tiberia itu sudah
mencapai tingkatan terendah sepanjang sejarah. Tahukah kita apa episod yang menunggu
apabila danau itu mengering?

Bilakah lagi kita akan bangun Ya Muslim, Ya Ummatun Wahidah!

Oh Al Aqsa! betapa mulianya dirimu.


Buraq ditambatkan di tembokmu.
Rasulmu naik hingga langit ketujuh dari batu yang ada di halamanmu.
Baitul Ma'mur tegak lurus berada di atas mu.
Seluruh Nabi dan Rasul solat di hamparanmu dengan junjungan Nabi Muhammad saw sebagai
imamnya.
Engkau menjadi saksi perintah solat diturunkan sebagai tiang agama umat harapanmu.

3
Engkau pula yang kelak akan menjadi saksi betapa Kalimah Allah itu akan menang jua.

Bumi Al Quds sentiasa menjadi bumi ujian dan ia juga menjadi ujian bagi Kaum Muslimin, siapa
di antara mereka yang termasuk dalam kelompok yang dijanjikan oleh Rasulullah
saw. Kelompok yang sentiasa ada hingga akhir zaman untuk memerangi mereka yang berusaha
memadamkan Cahaya Allah.

Wahai muslim! Kenapakah engkau sibukkan dirimu dengan rancangan membangun rumah
duniamu? Kenapa tidak dari sekarang engkau rancangkan dan tetapkan bila kakimu akan
menginjak Bumi Al Quds dan menegakkan bendera tauhid itu di sana ?

“Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperolehi dan
perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu
amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : "Jikalau kami
sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka
sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang
berdusta.” (QS At Taubah : 42)

“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah
orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. “ (QS
Ar Ruum : 60)

Ya Allah, sesungguhnya Al Aqsa sentiasa di dalam hati kami. Buat masa ini kami hanya mampu
membantu dengan harta benda dan doa bagi membebaskannya dari cengkaman musuh-
musuhMu. Kurniakanlah kekuatan dan kesabaran kepada kelompok-kelompok di sekitar Baitul
Maqdis untuk mereka tetap teguh mempertahankan Al Aqsa dan berikanlah kemenangan
kepada mereka sebagaimana Engkau berikan kepada Sallahuddin Al Ayyubi.

AQSA SYARIF
No. 18 Jalan Damai Mewah 2,
Taman Damai Mewah, 43000 Kajang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.

Pej: 0387334636
Faks: 0387349636
E.mail: admin@aqsasyarif.org.my
Web: www.aqsasyarif.org.my
Facebook: http://www.facebook/aqsa.syarif

AQSA SYARIF BERHAD Acc. No: Maybank Islamic 551575004299